Wanita Perebut Kekasihku

Wanita Perebut Kekasihku
Berhasil Terjual


__ADS_3

Manager Yopi memegangi dagunya sambil mengelus pelan dan terlihat sedikit berpikir saat itu, hingga dia mulai berjalan mendekati Yuki lalu bicara kepadanya.


"Hei, apa kau menjual sofa ini untuk membayar hutangmu pada tuan Devon?" Tanya manager Yopi mendekati Yuki saat itu.


"Ehehe...iya kau memang selalu tahu isi dalam kepalaku, aku memang sengaja melelang semua barang-barang yang masih bisa aku jual lagi, agar bisa melunasi hutangku kepada tuan Devon, walaupun aku tahu mendapatkan uang lima puluh juta dalam waktu satu Minggu itu adalah sesuatu yang sangat mustahil bagiku, tapi setidaknya aku sudah berusaha, siapa tahu tuan Devon bisa memberikan aku waktu tambahan nantinya." Balas Yuki kepada sang manager sambil tersenyum kecil menahan tangis dalam dirinya.


Manager Yopi pun menghembuskan nafasnya dengan lesu, sebenarnya saat itu dia juga merasa sangat tidak tega tatkala melihat nasib seburuk ini menimpa gadis muda yang masih terlihat seusia dengan putrinya itu harus menjalani hidup dengan begitu keras seperti ini, melihat Yuki yang begitu bekerja keras untuk membayar hutang dalam waktu yang sangat singkat dan dalam usianya yang masih belia itu sangat membuat manager Yopi terharu.


Sehingga membuat dia memutuskan untuk membeli sofa itu dengan tv yang Yuki miliki sekaligus, walau pun sebenarnya dia tidak terlalu memerlukan televisinya tersebut. "Aahh kau benar-benar orang yang kuat dan pekerja keras, aku bahkan malu saat melihat orang sesulit dirimu saja bahkan tidak menyerah seperti ini, ya sudah aku akan beli sofa dan tv mu itu, kau jumlahkan saja semuanya, aku akan mengangkutnya besok dan akan aku transfer uangnya malam ini kepadamu." Ucap manager Yopi yang membuat Yuki langsung terbelalak sangat lebar dan merasa sangat senang ketika mendengarnya.


"Aa..AA..apa? Manager apa kau yakin, apa kau sungguh mau membeli semuanya?" Tanya Yuki terus saja membuka matanya dengan sangat lebar saking merasa kagetnya dengan apa yang dikatakan sang manager terhadap dirinya siang itu.

__ADS_1


"Iya, mana mungkin aku membohongimu, ya sudah aku harus kembali ke kantor sekarang, jam makan siangnya sudah mau habis, ingat kirimkan jumlah totalnya saja, nanti akan aku segera kirim uangnya padamu." Balas sang manager kepadanya dengan tersenyum kecil dan segera saja berniat untuk pergi dari rumah Yuki dengan segera.


Yuki benar-benar memiliki banyak sekali hutang budi pada manager Yopi yang sering dia ledeki sebagai manager gemuk sebab perutnya yang buncit ke depan dan dia yang selalu senang menyuruh-nyuruh ketika dia masih bekerja di mini market sebelumnya.


Tetapi walau begitu manager Yopi juga satu-satunya orang yang sangat perhatian dan begitu baik pada setiap karyawan yang ada dalam naungan dirinya, dia tidak pernah mempersulit karyawannya tetapi selalu di siplin dengan semua aturan yang berlaku dan begitu tegas terhadap karyawan yang malas ataupun sering bolos nantinya.


Yuki adalah salah satu karyawan teladan yang jarang membuatnya kesal atau melanggar aturan selama bekerja di minimarket dengannya, sebab Yuki adalah orang yang sudah terbiasa hidup keras serta disiplin sejak kecil karena dia hidup sebatang kara dalam waktu yang lama, oleh karena itu manager Yopi sangat menyukai Yuki karena Yuki adalah karyawan yang sangat rajin dan sedikit humoris, tingkahnya itu terkadang bisa membuat sang manager melupakan beban dalam pikirannya sendiri ketik bertemu dengan Yuki dan Yuki selalu membantu manager Yopi untuk menyusun data keuangan di minimarket yang akan dia laporkan kepada tuan Devon nantinya. Dan sekarang dia membalas semua kebaikan Yuki dengan cara yang sangat luar biasa dan lebih dibandingkan apa yang gadis muda itu berikan kepadanya.


"Manager aku sungguh berterimakasih banyak denganmu, tidak tahu lagi harus seperti apa aku mengungkapkannya kepadamu, tetapi kau sangat sangat membantu aku banyak, jika bukan karenamu aku juga mungkin tidak akan bisa menjual semua barang ini dalam waktu yang cepat, aku sungguh berterima kasih kepadamu." Ucap Yuki sambil memegangi tangan sang manager dan terus saja dia mencium tangan manager Yopi berkali-kali bak seperti seorang guru kepada muridnya.


"Eh..sudah hentikan, jangan bersikap berlebihan kepadaku, lagi pula aku rasa semua ini memang terjadi akibat diriku juga, jika aku tidak memberikan saran konyol padamu dengan cara yang salah sampai membuat kamu malah terjebak dalam masalah ini, mungkin kau tidak akan perlu menjual semua ini;

__ADS_1


"Kau juga anak yang baik selalu menghiburku dan sering membantuku selama kau bekerja di minimarket denganku, jadi tidak ada salahnya aku membantumu sekarang ini, kau jangan merasa memiliki hutang budi deganku, kau sama dengan putriku, seandainya dia bisa semandiri kamu Yuki, aku pasti akan merasa sangat senang, sayangnya putriku sudah tiada, dia sudah bahagia di surga, dia memiliki usia yang sama denganmu dan mungkin akan sama sepertimu seandainya dia masih hidup saat ini." Balas sang manager Yopi yang justru malah teringat dengan mendiang putrinya yang telah hilang sejak kecil dalam sebuah kecelakaan kapal laut sebelumnya.


Yuki langsung memeluk sang manager dan memberikan dia ketenangan setidaknya dia bisa berperan seperti putri sang manager meski dia memang bukan putrinya.


"Manager sudahlah jangan sedih begitu, kau bisa menganggap aku sebagai putrimu, dan kau bisa membayarkan semua hutangku." Balas Yuki kembali mulai bercanda dengannya.


Langsung saja manager Yopi mendorong tubuh Yuki dan memarahinya sedikit karena dia tidak mau jika harus menanggung permasalahan Yuki dengan tuan Devon nantinya.


"Aish...dasar kau ini sudah aku berikan bantuan kau malah meminta lebih, jangan menguji kesabaranku, atau aku akan menepuk jidatmu ini!" Ucap sang manager sambil mengancam Yuki saat itu.


Yuki terus saja tertawa kecil dan dia mulai meminta maaf dengan segera kepada sang manager, hingga mengantarkannya untuk keluar dari rumahnya sampai berpamitan dan berpisah ketika sang manager masuk ke dalam mobilnya dan dia melambaikan tangan dengan tersenyum lebar saat itu.

__ADS_1


"Hati-hati di jalan manager Yopi." Teriak Yuki sangat kencang sambil terus saja melambaikan tangannya sangat tinggi kepada sang manager.


"Aahhh... beruntung sekali aku mengenal orang sebaik dia, seandainya putrinya masih ada dia pasti akan menjadi putri paling bahagia di dunia ini karena memiliki sosok ayah yang super duper baik seperti manager Yopi." Gerutu Yuki sambil segera kembali masuk ke rumahnya untuk menghitung semua uang yang akan dia dapatkan dari manager Yopi, hasil dari penjualan semua barang berharga di dalam rumahnya ini.


__ADS_2