
Sekretaris Geri hanya menatap heran dengan sebelah alis yang dia naikkan dan terus menggaruk pelan belakang kepalanya, melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai dan segera pergi ke ruang pribadinya, sedangkan Yuki masuk ke dalam ruangan tuan Devon memberikan beberapa berka dan proposal penting untuk ditandatangi oleh tuan Devon saat itu. "Tuan ini ada beberapa berkas yang perlu anda tandatangan." Ujar Yuki sembari menyerahkan berkas dengan map biru dan map kuning di tangannya.
Seperti biasa tuan Devon mengambilnya dan mulai memeriksa terlebih dahulu isi dari berkas dan proposal tersebut, dia pun memulai menumpuk sedikit kejanggalan disana dimana tulisan yang terdapat dalam dokumen penting itu tidak rapih seperti biasanya juga ada beberapa kalimat yang salah dalam penulisan sehingga membuat tuan Devon enggan sekali untuk menandatanganinya dan dengan sengaja dia menyuruh Yuki untuk merevisi dokumen itu sebelum kembali meminta dia menandatanganinya.
"Apa-apaan kau ini, dokumen yang kacau begini kau bawa kepadaku, sana pergi revisi lagi dari awal, tulisannya sangat kacau dan penempatan foto projects nya juga tidak jelas." Bentak tuan Devon yang nampak begitu serius mengatakannya.
Bahkan dia sampai melemparkan dokumen itu cukup kuat ke depan Yuki, membuat gadis 20 tahun itu sedikit terperanjat dibuatnya, tetapi walau begitu Yuki tetap menerimanya dia keluar dengan wajah kebingungan dan terus memeriksa dokumen itu sendiri, dia ingin mengembalikannya kepada sekretaris Geri tetapi saat itu sekretaris Geri nampak begitu sibuk dia bahkan tidak bisa bicara dengan dirinya sambil menatap wajah seperti biasanya dan malah terus fokus dengan komputer di hadapannya.
"Sekretaris Geri, tuan Devon minta dokumen ini diperbaiki, dia bilang semuanya kacau dan penempatan fotonya tidak jelas." Ujar Yuki menyampaikan apa yang dikatakan oleh tuan Devon sebelumnya.
"Aduhh...Yuki maafkan aku ya, aku sangat sibuk sekali hari ini karena kamu di pindahkan tiba-tiba semua pekerjaan yang seharusnya di kerjaan olehmu menjadi terbengkalai dan aku sekarang harus menanggung semuanya, belum lagi beberapa menit ke depan aku sudah harus pergi mengantar tuan Devon meeting dengan klien baru, bagaimana jika kau saja yang merevisinya, kau juga tahu kan bagaimana selera tuan Devon?" Balas sekretaris Geri meminta bantuan dari Yuki saat itu.
Sebenarnya Yuki tidak bisa melakukan hal itu karena dia sudah harus bersiap-siap untuk pergi, tapi sayangnya dia juga merasa tidak enak hati dengan sekretaris Geri, terlebih dia selalu membantu dirinya setiap kali Yuki melakukan kesalahan ataupun terjebak dengan kelakuan tuan Devon yang selalu semena-mena terhadap dirinya, walau berat hati Yuki pun menerimanya. "Baiklah aku akan merevisinya untukmu." Balas Yuki yang langsung mendapatkan ucapan terimakasih dari sekretaris Geri.
__ADS_1
Dia segera bergegas ke tempatnya lagi dan mulai memepbaiki dokumen penting itu, setelah membaca seluruhnya Yuki sekarang tahu bahwa memang banyak sekali kesalahan penyebutan kata yang ada di dalamnya, itu pekerjaan yang akan lama bagi dia karena harus membaca semuanya dengan teliti dan mengganti tiap kata yang salah dalam pengetikan, dia mulai menghembuskan nafas dengan lesu dan terus menatap ke arah jam di tangannya.
"Huft...aku pasti bisa menyelesaikan semua pekerjaan ini sebelum waktu pulang, iya aku harus bekerja cepat sekarang. Semangat Yuki!" Ucap dia menyemangati dirinya sendiri.
Yuki benar-benar bertarung dengan waktu dia harus memanfaatkan waktu dengan sangat baik, agar bisa tetap pergi ke rencana makan malamnya bersama dengan Jonas tepat waktu, ini pertama kalinya dia kembali makan malam dengan orang yang sangat dia sayangi dan sudah begitu lama dia tidak melakukannya, sehingga Yuki pikir dia tidak bisa melewatkan kesempatan yang sangat baik ini.
Tuan Devon sudah pergi ke meetingnya dengan sekretaris Geri beberapa saat yang lalu, tetapi Yuki masih terus duduk di depan komputer dan mengetik tanpa henti, hingga sedikit demi sedikit pekerjaan dia bisa diselesaikan, namun masih ada banyak berkas lain di sampingnya yang belum dia pegang sama sekali, membuat Yuki menghembuskan nafas dengan berat.
"Fyuhh.... ternyata masih ada banyak dokumen yang belum selesai, aahh apa ini akan cukup sampai jam pulang kerja?" Gerutu Yuki mulai mengeluh dengan lesu.
Lama kelamaan dia benar-benar lupa waktu hingga tidak melihat pada jam di tangannya, sampai tiba-tiba saja tuan Devon keluar dari ruangan pribadinya dan mulai bicara kepada Yuki.
"Ehh, kau masih disini, apa kau mau lembur ya?" Tanya tuan Devon saat itu.
__ADS_1
Yuki langsung menjawabnya dan mengatakan bahwa dia memiliki banyak pekerjaan saat itu.
"Tidak siapa juga yang mau lembur, ini kan masih jam kerja normal aku masih harus menyelesaikan jadwalmu untuk besok sebentar lagi selesai baru aku pergi." Balas Yuki dengan begitu santainya tanpa menatap ke depan.
Sehingga dia sama sekali tidak tahu jika yang bertanya dengannya saat itu adalah tuan Devon, tuan Devon pun tertawa kecil dan mulai menatap pada jam tangannya sendiri, dia memang benar dan mulai memberitahu Yuki bahwa saat ini sudah lewat dari jam pulang normal dan masuk pada jam lembur.
"Hei apa kau sudah buta atau bagaimana, ini kan sudah masuk jam lembur, lihat jam di tanganmu dengan baik." Balas tuan Devon membuat Yuki seketika tertahan dan menghentikan pekerjaan di hadapannya seketika.
Dia terdiam mematung beberapa detik dan mulai menatap pelan pada jam tangan miliknya, hingga dia dibuat sangat kaget ketik melihat jam yang sudah menunjuk pada angka 16:15 wib. Dia langsung mematikan komputernya tersebut dan segera mengambil tas selempang miliknya sambil terus saja terburu-buru pergi dari sana hingga mengabaikan tuan Devon begitu saja.
"Aahh..astaga... Gawat aku sudah terlambat lima belas menit, aahhh dia pasti sudah menungguku sedari tadi, aduhh tuan aku harus segera pergi permisi." Ucap Yuki hanya bicara seperti itu saja untuk berpamitan kepada tuan Devon. Membuat tuan Devon merasa penasaran dengan kelakuan Yuki yang nampak terburu-buru tidak seperti biasanya yang lebih santai dibandingkan siapapun.
"Tumben sekali dia begitu semangat saat pulang, aneh." Gerutu tuan Devon saat melihat Yuki sudah pergi lebih dulu.
__ADS_1
Dia masih berdiri disana menunggu sekretaris Geri tiba, hingga ketika seketika Geri menyapanya dan bertanya dengannya dia pun baru menyahut. "Tuan...tuan Devon...apa yang sedang anda lihat?" Tanya sekretaris Geri sembari menatap ke arah pandang tuan Devon dengan wajah keheranan.