
Sedangkan Jonas segera bergegas menuju rumahnya dan selama di perjalanan dia tidak lupa untuk menghubungi kekasih simpanannya tersebut, memberitahu Linda bahwa rahasia hubungan gelap mereka saat ini masih tersimpan sangat rapih dan aman, karena dia telah memastikan bahwa tidak ada Amanda di rumah Yuki dan Yuki memang belum bertemu dengan Amanda dalam waktu yang lama.
Setelah mengetahui hal itu Linda langsung menghubungi Jonas dengan panggilan telpon, dia meminta agar Jonas segera kembali ke sampingnya dengan alasan dia yang sudah sangat merindukan Jonas padahal disisi lain dia hanya membutuhkan uang Jonas saja demi memenuhi semua kebutuhan hidupnya yang terlampau boros, dia tidak bisa sehari saja tanpa menghamburkan uang untuk hal-hal konyol yang sering dia lakukan, seperti bermain di club malam, di karoke bersama teman-teman barunya itu dan dia kerap kali minum-minum sambil mentraktir temannya di luar negeri, dia bahkan sudah tidak perduli lagi dengan jadi diri dia sebenarnya, jadi saat Jonas jauh darinya tentu saja dia tidak akan bisa mengeluarkan uang sebebas ketika ada Jonas di sampingnya.
"Sayang ayo pulang aku sudah tidak tahan ditinggal jauh darimu, aku sangat merindukanmu dada bidang mu itu, kamu tahu kan aku tidak bisa jauh darimu, pulang ya." Ucap Linda dengan sengaja bicara dalam nada yang manja sembari sengaja mendayu-dayu suaranya untuk menggoda Jonas.
Sayangnya kali ini Jonas memang tidak bisa pergi ke sana begitu saja, mungkin dia sudah sedikit tenang mendengar kabar itu, terapi dia tidak bisa pulang kesana dengan begitu cepat, dia masih harus memastikannya dengan benar, setidaknya untuk beberapa hari, dan agar dia bisa membuat alasan lain kepada Yuki untuk bisa kembali lagi ke luar negeri. "Sayangku, maafkan aku ya aku tidak bisa pulang cepat, aku akan tetap tinggal disini untuk sementara waktu, lagi pula kita tida akan tahu kapan Amanda akan datang menemui Yuki atau bisa saja dia tiba-tiba muncul dan memberitahukan semuanya kepada Yuki, jadi aku masih harus memastikannya dahulu, kamu mengerti maksudku kan?" Balas Jonas mengatakan alasannya.
"Kalau Yuki sudah bilang Amanda tidak pernah menghubungi dia lagi, sudah pasti Amanda tidak akan kesana sayang, bisa saja mereka bertengkar, dan lagipun Amanda mungkin tidak akan punya uang untuk menaiki pesawat, apalagi membuat paspor, dia kan kabur dari pertunangan denganmu tanpa membawa apapun, jadi sudah bisa dipastikan dia akan berada di negara ini, dia tidak akan bisa keluar dari negara ini sayang, jadi sebaiknya kamu kembali saja aku sudah sangat merindukanmu." Tambah Linda terus saja melakukan segala cara untuk membuat Jonas bisa segera pulang.
"Ucapanmu memang ada benarnya juga, tapi apa salahnya jika aku memastikan dahulu agar aku bisa semakin yakin dan tidak perlu merasa cemas lagi ke depannya, bagaimana, kamu tidak masalah kan, aku hanya beberapa hari saja kok disini dan aku juga tidak tinggal di rumahnya aku akan tinggal di rumahku sendiri, kamu harus mempercayai aku." Ucap Jonas yang terus membujuk Linda dan terus menyuruhnya untuk percaya dengan ucapan dia saat itu, hingga akhirnya dia berhasil membuat seorang Linda patuh kepadanya setelah Linda sudah di berikan sejumlah uang yang di transfer oleh Jonas saat itu juga pada akun miliknya.
"Hmm, padahal aku sangat ingin pergi jalan-jalan denganmu dan kita bermain sepuasnya lagi, tapi sayang sekali kamu tidak bisa pulang, lalu aku bagaimana, tidak mungkin aku harus terus diam saja di apartemen milikmu sampai kau kembali kemari lagi bukan?" Balas Linda mulai memberikan kode keras kepada Jonas.
"Tenang saja sayang, aku sudah transfer uang untukmu, jadi selama aku tidak ada di sampingku, kamu bisa berbelanja sepuasnya dan bisa mengontrol rasa rindumu terhadapku." Balas Jonas yang langsung di tanggapi begitu antusias oleh Linda.
Gadis itu segera memeriksa akun mbangking miliknya dan betapa senang dan kagetnya Linda saat melihat saldo di dalamnya sudah mencapai puluhan juta, dia tentu merasa sangat senang dan langsung berterima kasih kepada Jonas.
"Wah...sayang apa ini tidak terlalu banyak, ini pertama kalinya kamu memberikan aku uang sebanyak ini, apa kau yakin?" Tanya Linda yang masih cukup tercengang sebelumnya.
__ADS_1
"Sungguh, aku rasa itu akan cukup untuk menunggu aku tiga hari lagi, kamu baik-baik saja disana jangan dekat dengan pria manapun, apa kau mengerti?" Balas tuan Jenson memberikan peringatan dahulu kepadanya.
Sampai gadis itu mengangguk mengerti dia pun segera menutup panggilan telponnya tersebut karena keinginan dia sudah terkabul dari Jonas.
"Aaahh.. sayang terimakasih banyak, kau tenang saja aku kan hanya mencintai kamu, tidak mungkin aku pergi ke luar dengan pria lain, lagi pula hanya kamu yang sempurna di mataku." Balas Linda dengan suaranya yang sangat manja dan dia membuat Jonas benar-benar telah dibutakan dengan ucapan manis yang keluar dari mulutnya tersebut.
Berbeda sekali dengan Yuki yang merupakan gadis pekerjaan keras, selalu dewasa dalam mengambil keputusan dan dia selalu mengutamakan orang lain dibandingkan dirinya sendiri, bahkan kakinya masih sakit saja dia tidak perduli, dia melupakan hal itu karena melihat laki-laki yang dia sayangi tiba di rumahnya hingga diantidak sempat untuk mengganti perban di kakinya, tapi dia sama sekali tidak marah maupun kesal bahkan setelah Jonas sudah lama tidak memberikan kabar dan tidak berkomunikasi dengannya.
Dia benar-benar wanita yang sangat sabar dan selalu memberikan yang terbaik bagi hubungannya dengan Jonas, sesampainya di kantor Yuki memutuskan untuk mengganti perban di kakinya terlebih dahulu, dia duduk di depan meja kerjanya yang ada di ruangan sekretaris Geri, dia juga sudah membeli perban sebelum dan membongkar semuanya sendiri sambil terus meringis menahan sakit di kakinya yang masih setengah kering pada lukanya tersebut.
Hingga tiba-tiba saja muncul sekretaris Geri dan dia langsung berlari menghampiri Yuki untuk membantu dia mengenakan kembali perban tersebut, sebab dia tidak bisa dia saja ketika melihat seorang wanita kesulitan untuk melilitkan perban di kakinya tersebut.
"Ehh.. sekretaris Geri sini biar aku saja, kau pergilah ke mejamu, jangan membungkuk di hadapanku begini, kalau nanti tuan Devon tahu dia bisa..." Ucap Yuki yang tidak sampai selesai dan sudah di potong oleh suara tuan Devon.
"Aku akan apa?" Ujar tuan Devon yang berdiri di depan pintu dan menatap tajam ke arah Yuki membuat gadis 20 tahun itu tersentak kaget dan refleks menjauh dari sekretaris Geri hingga menarik kakinya sendiri dan membuat kakinya terhantuk pada kursi yang dia duduki. Begitu pula dengan sekretaris Geri yang segera bangkit dengan cepat.
"AA....AA..awww...aaahh." ringis Yuki menahan sakit kakinya kala itu.
Tiba-tiba saja tuan Devon langsung berjalan cepat menghampiri Yuki dan memeriksa kakinya, dia terlihat begitu cemas dan langsung bertanya tentang keadaan Yuki saat itu.
__ADS_1
"Apa yang terjadi, mana yang sakit, apa kau baik-baik saja? Ayo jawab kenapa kau malah menatapku begitu?" Tanya tuan Devon yang nampak sangat mencemaskan Yuki kala itu.
Tetapi Yuki sendiri justru malah merasa heran dan kebingungan karena dia tidak menduga jika tuan Devon bisa berlari dengan cepat hanya untuk menghampiri dia dan menanyakan hal itu kepadanya.
"Kenapa aku merasa tuan Devon seperti sangat mencemaskan aku? Apa ini sungguh nyata atau hanya perasaanku saja?" Batin Yuki yang masih termenung sendiri sambil menatap lekat kepada tuan Devon.
Tuan Devon sendiri merasa heran dan kebingungan dia juga menatap ke arah sekretaris Geri dan seakan menanyakan kenapa Yuki malah diam termenung sepetimu itu kepadanya, hingga tuan Devon kembali bertanya kepadanya sambil menepuk pelan kedua pipi Yuki yang akhirnya berhasil menyadarkan gadis tersebut.
"Hei ..Yuki...hei gadis galak, kenapa kau mematung begitu, apa kau salah makan saat sarapan pagi ini?" Ujar tuan Devon kepadanya dengan mengerutkan kedua alisnya sangat kuat, dan terus merasa sangat penasaran sekali.
"Aaa..A...ahh, aku baik-baik saja, tadi hanya otakku saja yang loding, tapi tuan kamu tidak usah membantu aku, aku bisa mengobati kakiku sendiri." Balas Yuki sambil segera menarik perban yang dipegang oleh tuan Devon dan dengan cepat melanjutkan membalut lukanya segera hingga selesai.
Tuan Devon segera bangkit berdiri dan dia mulai berdecak kesal karena Yuki malah menolak bantuan yang bahkan sama sekali belum sempat dia ucapkan, hal itu membuat dia merasa sangat kesal dan tidak bisa diam saja, sehingga dia langsung memalingkan wajah dari Yuki dan terus menyepelekan dia dengan cepat. "Hei apa-apaan kau ini, ahahah..yang benar aja, apa tadi kau bilang aku mau membantumu? Ahaha ke gr an banget sih kau ini, aku datang kemari bukan untuk membantumu tapi untuk menemui Geri, dan aku berlari menghampiri mu bukan untuk membantumu, aku hanya kaget melihat kau meringis seperti itu, nanti yang ada aku harus mengeluarkan biaya lagi untuk pengobatan mu itu, CK ..dasar kau ke PD an!" Balas tuan Devon sambil terus mengangkat kedua alisnya dengan wajahnya yang terus saja mengkerut parah.
Dia terlihat begitu kesal dan terus saja bicara dengan sangat sinis kepada Yuki, membuat Yuki merasa kebingungan dan semakin terperangah dibuatnya, padahal sebelumnya sudah sangat jelas sekali kalau tuan Devon terlihat sangat mencemaskan dia dan mengambil perban dari tangan sekretaris Geri hingga hendak melilitkan perbannya pada kaki Yuki yang terluka, tapi sekarang dengan mudahnya dia menyangkal semua tindakan yang hampir dia lakukan sebelumnya, bagaimana mungkin Yuki tidak kebingungan dan kesal dibuatnya, bahkan tidak hanya Yuki saja, sekretaris Geri juga sampai menaikkan kedua alisnya sangat tinggi, dia sama kagetnya dengan Yuki dan merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh tuan Devon barusan karena semuanya sangat berbeda dengan tindakan yang dia lakukan.
"Oh begitu, ya sudah itu sekretaris Geri ada di belakangmu, kenapa kau masih menatap sinis denganku, bukankah tuan ingin menemui sekretaris Geri, jadi jangan pedulikan aku." Balas Yuki membalikkan ucapannya karena dia sudah terlanjur kesal dan kecewa dibuatnya.
Tuan Devon pun segera berbalik menghadap ke arah sekretaris Geri dan dia langsung berbicara dengannya membahas mengenai bisnis mereka hingga dia segera pergi dari ruangan itu dan sekretaris Geri meninggalkan pekerjaan yang harus Yuki kerjakan sendiri saat ini, mulai menyusun jadwal untuk besok bagi tuan Devon dan merapihkan beberapa data yang harus di sampaikan pada rapat nanti, bahkan disaat tua Devon baru saja keluar bersama sekretaris Geri dari ruangan itu, barulah gadis 20 tahun tersebut dapat melampiaskan emosi yang sudah dia pendam selama ini, dia terus menggerutu kesal dan mendengus sangat keras sambil tiada hentinya merutuki nama tuan Devon dengan sepuasnya.
__ADS_1
"Aish...huuh dasar manusia jahat, paling kejam, tidak ada hati, muka kecut dan manusia robot, aaarrghh..aku ingin menjambak rambutnya dan memelintirkan tangannya yang sangat menyebalkan itu, bisa bisanya dia mengatakan hal seperti itu dengan sinis padaku, padahal jelas sekali dia yang datang menghampiri aku dengan wajah panik dan bahkan berjongkok di depanku, memegangi kakiku sambil bertanya tiada henti, masih saja tidak mau mengaku, aishh.... Apa mungkin aku saja yang terlalu berekspektasi tinggi dengannya?" Gerutu Yuki terus saja merutuki tuan Devon habis-habisan, sambil terus mengepalkan kedua tangannya sangat erat.