Wanita Perebut Kekasihku

Wanita Perebut Kekasihku
Ketiduran


__ADS_3

Saat dia masuk dan bertemu sang resepsionis, rupanya tuan Devon sudah memberitahu resepsionis itu tentang akan datangnya Yuki ke sana, sehingga saat Yuki bertanya untuk bertemu tuan Devon dan mengatakan namanya, sang resepsionis itu langsung menunjukkan jalan bagi dirinya dan mempersilahkan Yuki untuk masuk dengan begitu mudah. Berbeda dengan sebelumnya yang untuk bertemu dengan manager Yopi pun dia masih banyak dicurigai hal-hal yang diluar nalar bagi dirinya sendiri.


"Ahh...anda nona Yuki bukan, silahkan nona, tuan Devon sudah mempersiapkan semuanya untuk anda, silahkan tunggu disini terlebih dahulu, biasanya tuan Devon akan tiba tepat jam 07.00 untuk check in di perusahaan ini." Ucap sang resepsionis mempersilahkan Yuki duduk di ruangan tuan Devon saat itu.


Sementara dia sendiri segera pergi meninggalkan Yuki yang harus menunggu beberapa menit lagi sampai tuan Devon tersebut tiba di kantornya itu.


Sembari menunggu tuan Devon tiba, Yuki justru memanfaatkan lagi waktu luang tersebut untuk tidur, bukan sengaja tertidur, tetapi dia memang ketiduran tanpa dia sadari dan tidak bisa dia tahan sama sekali saat itu.


Duduk di sofa yang empuk dan halus juga AC yang dingin dan menyejukkan badannya yang sudah lelah berjalan sebelumnya, tentu saja memberikan tambahan kenikmatan untuk matanya tertutup dan tidur secara perlahan saat itu.


Hingga 20 menit kemudian, tuan Devon sampai di kantor, dia berjalan dengan tegak pergi memasuki lift karena sudah mendengar kabar tentang datangnya Yuki dari sang resepsionis yang berjaga di lantai bawah tepat di depan pintu masuk sebelumnya.


Sehingga dia berjalan lebih cepat untuk sampai di ruangannya tersebut, di dampingi dengan Geri sang sekretaris yang selalu ada di sampingnya kemanapun dia pergi.


Saat dia masuk ke dalam ruang kantor pribadinya, langsung saja matanya itu tertuju kepada sosok wanita yang terlihat duduk dengan santai dengan kedua tangan yang dilipatkan di depan dadanya, serta tubuh disandarkan ke belakang, juga kaki yang dia silangkan satu sama lain.


Matanya tertutup dengan rapat dan Yuki terlihat begitu nyenyak tidur dalam posisi duduk santai seperti itu, tuan Devon menatap sinis dan berjalan mendekatinya dengan segera.

__ADS_1


"Heh, bangun kau, sembarangan tidur di kantor orang!" Bentak tuan Devon langsung membentak Yuki sambil menendang kakinya beberapa kali agar bisa menyadarkan Yuki.


Sayangnya hanya sebuah tendangan pelan yang dilakukan oleh tuan Devon pada kaki Yuki sama sekali tidak bekerja sedikit pun, justru Yuki tidak bergerak sama sekali dan dia terlihat baik-baik saja saat itu, sampai hal tersebut membuat tuan Devon semakin emosi di buatnya, terlebih dia sangat tidak senang jika melihat orang yang terlalu bermalas-malasan seperti Yuki yang malah tidur di ruang kantor pribadinya seperti ini.


"Aishh..dia benar-benar seperti babi, bagaimana bisa wanita ini terus tertidur disaat aku sudah menendang kakinya berkali-kali." Gerutu Tuan Devon yang sudah berkacak pinggang dan terlihat begitu frustasi dengan kelakuan Yuki.


Padahal saat ini masih cukup pagi dan tuan Devon baru saja tiba di ruangannya, tetapi dia sudah di suguhkan dengan pemandangan yang paling tidak dia sukai seperti ini, hingga pada akhirnya emosi dalam diri tuan Devon mulai memuncak, dia langsung saja menyuruh Geri untuk pergi mengambilkan air dingin untuknya.


"Geri, ambilkan aku air dingin." Ucap tuan Devon memerintah.


"Baik tuan." Balas Geri yang terus saja menurut dengan begitu mudahnya.


"Benar-benar manusia tidak tau malu, bagaimana bisa dia tidur sembarangan seperti ini, apa dia pikir sofa tamuku ini untuk dia tidur." Gerutu tuan Devon yang masih saja merasa begitu kesal dengan Yuki.


Hingga sekembalinya Geri yang membawa segelas air dingin di tangannya, langsung saja tuan Devon merampas air dingin tersebut dan tiba-tiba saja menyiramkan segelas air dingin itu sekaligus pada wajah Yuki yang membuat Yuki terperanjat secara refleks berdiri dengan tegak dan dia malah naik ke atas sofa mahal milik tuan Devon yang sebelumnya dia duduki.


"Aaah..dingin dingin... aaarrghhhh!" Teriak Yuki yang kaget dan langsung bangkit terbangun sambil berdiri menaiki sofa tanpa melepas sepatunya yang terlihat cukup kotor saat itu, dan dia pakai ketika menginjak sofa mahal tersebut.

__ADS_1


Mata Geri terbelalak sangat lebar dia langsung menutup mulutnya yang terperangah sangat lebar karena sudah tahu bahwa tuan Devon pasti akan marah besar sebentar lagi.


Tidak membutuhkan waktu lama, apa yang ditakutkan oleh Geri memang terjadi, tuan Devon yang melihat itu dia langsung berteriak sangat kencang menyebutkan nama Yuki, sampai para karyawan yang ada di luar sana bisa mendengar teriakkan dari tuan Devon pagi ini. "Arrrkkkk YUKI!" Teriaknya begitu memekikkan telinga semua orang.


Untungnya saat itu Geri sudah bersiap-siap dengan menutup kedua lubang telinganya tersebut menggunakan earphone yang selalu dia bawa kemanapun untuk berjaga-jaga setiap saat dari kemurkaannya tuan Devon.


Yuki sendiri membuka matanya sangat lebar sambil menutup kedua telinga dengan tangannya sendiri karena dia juga kaget mendengar tuan Devon berteriak dan menatap ke arahnya dengan tatapan yang tajam juga seluruh mukanya yang merah padam.


Sampai tiba-tiba tuan Devon langsung menarik tangan Yuki dengan kasar dan terus menyuruhnya agar turun dari sofa kesayangannya tersebut yang memiliki harga sangat mahal, bahkan lebih mahal dibandingkan harta yang Yuki punya.


"Aishh..turun kau! Dasar wanita kurang ajar, cepat turun dari sofaku!" Bentak tuan Devon sangat kencang dan terlihat sangat gemas ketika melihat Yuki.


Yuki pun berhasil di tarik dengan paksa oleh tuan Devon sampai dia kembali berdiri di samping Geri, sedangkan tuan Devon malah langsung mendekati sofanya itu dan dia terus saja memeriksa sofa tersebut dengan tangannya sendiri begitu teliti dan sangat hati-hati. "Aaahh sofaku, tidak ini sofa kesayanganku, aaahh untung saja nodanya hanya sedikit dan masih bisa di hilangkan." Ucap tuan Devon yang terus membersihkan sofa bekas injakan Yuki sebelumnya menggunakan tisyu basah yang sudah di persiapkan oleh Geri untuknya.


Karena Geri memang selalu siap sedia dengan semua kebutuhan yang diperlukan oleh bosnya tersebut, dia juga sudah sangat memahami dengan baik sikap dan karakter bosnya yang begitu teliti dan sangat perhitungan tersebut.


Jadi tepat ketika tuan Devon mendekati sofa kesayangannya itu Geri dengan cepat mengeluarkan tisyu dari saku jasnya dan memberikan tisyu basah itu kepada tuan Devon, bukan hanya itu dia juga menyediakan semprotan disinfektan di jasnya tersebut untuk berjaga-jaga bagi tuan Devon yang selalu mengutamakan kebersihan dimanapun dia berada, termasuk dengan apa yang tengah dia lakukan saat ini.

__ADS_1


"Aahh..Geri cepat kau panggilkan orang khusus untuk membersihkan sofaku, sekarang juga!" Bentak tuan Devon dengan mata yang terbuka lebar dan langsung di anggukkan oleh Geri.


Geri segera pergi dari sana dan pergi untuk mencari seseorang yang sudah di sebutkan oleh tuan Devon untuk membersihkan sofanya tersebut, sementara Yuki sendiri terus saja merasa heran dan kebingungan sendiri, sebab selama ini dia tidak pernah bertemu dengan orang yang memiliki keanehan seperti tuan Devon, yang dia temui hari ini.


__ADS_2