Wanita Perebut Kekasihku

Wanita Perebut Kekasihku
Membujuk Jery


__ADS_3

Jery terus meminta ampun sambil memegangi tangan Yuki untuk meminta dia segera melepaskan jeweran telinga kepada dirinya, karena itu terasa begitu menyakitkan sampai membuat telinganya berubah menjadi merah dan terlihat sedikit bengkak, saking kuatnya jeweran yang dilakukan oleh Yuki kepadanya dan sangatlah menyakitkan untuk dia saat itu, tetapi bukannya melepaskan Jery, Yuki justru semakin memperkuat jewerannya pada Jery karena dia masih merasa cukup kesal dan belum sepenuhnya puas untuk membalas semua yang sudah Jery lakukan kepadanya.


"Aw ..aw....aw.. Yuki ayolah lepaskan telingaku, jangan sampai telingaku copot karenamu, aaahh ini sangat panas dan sakit Yuki!" Teriak dia terus saja memohon pada Yuki.


"Aishh...dasar kau manusia menyebalkan, aku tidak akan melepaskanmu sampai aku sendiri merasa puas, lagi pula siapa suruh kau menertawakan aku dengan begitu senang seperti tadi, apa kau tidak tahu aku sangat dipermalukan sekali bahkan sampai merendahkan harga diriku di hadapannya, euhhh..aku sangat kesal dengan manusia biadap itu!" Balas Yuki terus saja menggerutu semakin kesal dan dia malah melampiaskan emosi dalam dirinya kepada Jery yang sama sekali tidak bersalah dalam hal itu, sehingga Jery hanya bisa meringis kesakitan dan terus saja menjadi pasrah menerima perlakuan dari Yuki.


"Hua...Yuki sepertinya telingaku akan benar-benar copot jika kau terus menariknya sekuat itu, aaahhh ini sakit sekali." Jeritan Jery yang sangat kencang.


Yang pada akhirnya membuat Yuki merasa tidak tega saat melihat wajah Jery yang sangat menyedihkan saat itu, sehingga dia pun langsung saja melepaskan jeweran tangannya pada telinga Jery sambil segera memeriksa mie miliknya yang ternyata sudah matang sedari tadi.


"Astaga.... Aahhh mie ku, ini semua karenamu sih, ahh mie kesayangan ku jadi lembek begini kan." Gerutu Yuki terus saja segera membuka mienya tersebut dan mulai memasukkan bumbu ke dalamnya dengan segera.


Sedangkan Jery sendiri terus saja mengusap telinganya dengan pelan sambil terus saja masih merasakan sakit dan kebas, sebab Yuki benar-benar menjewernya dengan sekuat tenaga dan dalam waktu yang cukup lama sekali.

__ADS_1


"Aaahh...adududuh... bisa-bisanya kau malah menjewer telingaku sekencang itu dan sekarang masih saja menyalahkan aku tentang mie mu, itu kan salahmu sendiri untuk apa menjewer aku terlalu lama, jadinya mie mu begitu kan." Balas Jery yang langsung saja membuat Yuki menatap tajam dengan kedua mata yang terbuka lebar pada Jery.


"Aish.. ini semua jelas karena salahmu, jika kau tidak berulah aku juga tidak akan menjewer telingamu itu, dan jika kau tidak tertawa aku tidak akan emosi seperti ini, dasar kau, sana pergi untuk apa kau masih disini!" Balas Yuki terus saja merasa semakin emosi dengannya karena dia lebih mementingkan mie miliknya itu dibandingkan Jery yang jelas-jelas adalah sahabatnya sejak lama.


"CK ...tadinya aku mau memberikan pekerjaan untukmu, tapi jika kau seperti ini dan lebih memperdulikan mie milikmu dibandingkan dengan aku yang sahabat karibmu, aku tidak jadi deh, kau juga mengusirku barusan. Aku pergi saja." Ucap Jery merajuk dan langsung saja hendak bangkit dari sana.


Namun dengan cepat gadis remaja berusaha 20 tahun itu segera bangkit dan menahan tangan Jery dengan kuat, dia langsung tersenyum menampakkan wajahnya yang sangat ramah dan bersahabat kepada Jery sebab dia mendengar bahwa Jery akan memberikan dia pekerjaan, sehingga dia harus bersikap baik untuk Jery.


Jery pun mengambil coklat dari tangan Yuki dan dia merasa berhasil untuk jual mahal kepada Yuki yang sangat keras kepala dan sedikit dia takuti, Jery pun duduk kembali dan mulai membicarakan mengenai pekerjaan yang mau dia berikan kepada Yuki saat itu.


"Eumm jadi bagaimana, pekerjaan apa yang mau kau tawarkan kepadaku?" Tanya Yuki dengan begitu antusias, karena dia memang tengah membutuhkan pekerjaan saat ini.


"Begini Yuki, sebenarnya pekerjaan ini terlihat sangat sangat kotor untuk seorang perempuan muda sepertimu, di tambah pekerjaan ini juga begitu melelahkan, apa kau yakin mau mengambilnya juga?" Tanya Jery memastikannya dahulu.

__ADS_1


Namun karena Yuki tengah membutuhkan sekali pekerjaan, jadi tanpa berpikir panjang dia langsung mengangguk penuh semangat kepada Jery dan terus saja terlihat lebih bersemangat dibandingkan sebelumnya, agar dia bisa segera mengetahui pekerjaan apa yang ingin diberikan oleh sahabatnya itu bagi dirinya.


"Ahah...tenang saja, kau ini seperti tidak tahu aku, pekerjaan apapun itu pasti akan aku lakukan, asalkan kau tidak menyuruhku untuk merampok dan memb*Nuh saja, hehe, asal yang halal apapun itu aku akan melakukannya." Balas Yuki sangat bersemangat sekali.


Jery semakin terlihat gugup dan sejujurnya dia merasa sangat tidak tega untuk mengatakan pekerjaan itu kepada Yuki sebab pekerjaan yang ingin dia berikan untuk Yuki merupakan salah satu pekerjaan yang terlihat begitu buruk.


"Pekerjaannya kau harus jadi pemilah sampah saat malam hari, dimulai dari jam enam sampai dengan jam sepuluh malam, dan selain itu kau juga harus membawa sampah-sampah itu dengan gerobak lalu mengumpulkannya di pusat penampungan." Ucap Jery membuat Yuki langsung terbelalak sangat lebar hingga menganga dengan begitu besar sekali.


"HAH? Wah... Apa kau sudah gila menyuruh aku untuk jadi pemulung sampah di malam hari? Aku ini masih dua puluh tahun loh, aku wanita yang cantik dan cerdas pada masanya, bagaimana bisa kau malah menyuruh aku jadi pemungut sampah begitu." Ucap Yuki yang awalnya begitu tidak terima dan sangat kaget ketika mendengarnya dari Jery.


Tapi dengan cepat Jery pun berusaha menjelaskan sekaligus memberikan pengertian yang begitu halus kepada Yuki, karena dia tidak bermaksud melakukan penghinaan atas Yuki ataupun hal lainnya yang bisa saja terdapat dalam benak Yuki kepada dirinya saat itu, sehingga sebelum semua kesalahan pahaman terjadi, Jery lebih dulu untuk menjelaskannya, dan dia terus saja menjaga jarak dari Yuki karena tidak mau mendapatkan semprotan amarah darinya.


"Eitts... Tunggu-tunggu jangan marah dulu oke. Maksudmu sebenarnya tidak begitu, pekerjaan ini juga tidak hina, ini pekerjaan yang sangat bagus dan sama halalnya, kau bilang kau tidak akan keberatan dengan pekerjaan apapun itu selama masih halal kan?" Ucap Jery untuk menahan Yuki agar tidak marah dengannya.

__ADS_1


__ADS_2