Wanita Perebut Kekasihku

Wanita Perebut Kekasihku
Merubah Penampilan


__ADS_3

Yuki terus saja semakin memikirkan firasat yang sangat tidak enak di dalam hatinya, saat dia tengah menatap foto dirinya dengan Jonas yang tengah tersenyum lebar dan memakai pakaian wisuda tepat ketika mereka lulus di sekolah menengah atas beberapa tahun yang lalu, itu juga merupakan hari jadi hubungan mereka yang ke satu tahun untuk pertama kalinya.


"Aahhh.... Aku sangat merindukanmu momen ini dan Jonas, apa kabar kamu disana sekarang, apa kamu baik-baik saja?" Gerutu Yuki dengan menghembuskan nafas cukup pelan.


Dia masih saja memikirkan sahabat dan teman baiknya tersebut, tidak pernah memiliki pikiran buruk terhadap keduanya dan segera saja dia membereskan semua kekacauan yang ada di rumahnya malam itu, sambil membereskan semuanya, Yuki segera kembali tidur sebab besok dia harus kembali pergi sangat pagi sekali agar bisa menemui tuan Devon, dan jadwal pertemuannya sudah di persiapkan oleh sang manager Yopi yang telah membantu dirinya dengan begitu baik hati.


Ke esokan paginya dia segera berdandan rapih dan memakai make up yang cukup bagus bagi dirinya, alis yang dia tebalkan dan dia rapihkan, bulu mata yang dia jepit agar bisa terlihat lentik, juga bibir yang memakai lipstik merah untuk pertama kalinya, terlebih lagi ini adalah hari pertama bagi seorang Yuki, memakai riasan dan pakaian rapih ke sebuah perusahaan untuk membujuk seorang pria.


Semua itu dia lakukan karena itulah yang diminta dan diberitahukan oleh manager Yopi lewat sebuah pesan panjang kepada dirinya tadi malam.


Dimana manager Yopi memberitahukan kepada Yuki bahwa tuan Devon sangat menyukai orang yang bersih dan terlihat cerah dengan riasan cantik, suka wanita feminim yang memakai rok dan senang dengan wanita yang memakai high heels, juga rambut hitam yang diurai.


Oleh karena itu Yuki melakukannya, dia mengusahakan semuanya dan terus berusaha untuk tampil sesuai dengan kriteria yang disebutkan oleh manager Yopi, karena sang manager memberitahukan bahwa dengan berpenampilan rapih dan cantik bisa membuat tuan Devon mau mendengarkan permintaan maaf sekaligus permohonan yang akan Yuki katakan kepadanya saat itu.


Meski awalnya Yuki sendiri merasa heran dan terus saja protes dengan sang manager karena merasa dirinya sama sekali bukan tipe wanita yang manis, feminim dan juga wangi seperti yang dikatakan oleh sang manager sebelumnya, terlebih dia juga tidak bisa memakai sepatu hak tinggi, dia juga tidak memiliki sepatu seperti itu, sedangkan untuk meminjam pada Linda, sahabatnya itu tengah tidak ada di rumah dan Yuki tidak tahu dimana Linda menyimpan sepatunya.


Sehingga dia tidak bisa meminjam sepatu hak tinggi dari temannya, dia pun terpaksa harus membeli sepatu hak tinggi pagi itu juga sebab manager Yopi yang terus mendesak dia agar dia membeli sepatu hak tinggi dan wajib sekali memakai untuk bertemu dengan tuan Devon.

__ADS_1


"Ayolah manager, aku kan sudah merias wajahku dan memakai pakaian juga rok sesuai dengan yang kau katakan, masa aku masih harus memakai sepatu hak tinggi sih, aku sungguh tidak bisa berpenampilan seperti ini untuk bertemu tuan muda Devon, aku tidak akan bisa berjalan jika kau terus memaksa aku untuk menggunakan rok selutut dan memakai sepatu hak tinggi seperti ini." Bentak Yuki yang sudah sangat kesal kepada manager Yopi lewat panggilan telepon.


"Hei! Kau mau mendengarkan nasehatku atau tidak? Kalau kau tidak mendengarkan nasihat dariku, kau tanggung sendiri akibatnya nanti ya, aku tidak akan mau membantumu sedikitpun." Balas sang manager yang balik mengancam Yuki lagi.


Yuki langsung menghembuskan nafas dengan lesu dan dia terus saja menahan emosi dalam dirinya agar tidak sampai balik marah kepada sang manager.


"Huuhh.... Baiklah, iya iya aku akan mendengarkanmu, sudahlah aku akan segera pergi untuk membelinya." Balas Yuki sambil langsung menutup panggilan telepon tersebut.


Dia pun segera pergi ke salah satu toko tempat menjual sepatu hak tinggi yang dia lewati di perjalanan, betapa kagetnya dia saat pertama kali melihat sepatu disana semuanya memiliki model yang bertolak belakang dengan sepatu kets yang biasa dia kenakan setiap harinya terlebih harga yang terpajang disana sangatlah membuat dia kaget.


Seorang pelayan di toko itu datang menghampiri Yuki dan menyapanya dengan begitu ramah.


"Permisi kak, ada yang bisa saya bantu?" Tanya pelayan tersebut sambil tersenyum dengan ramah.


"Aah.. ini aku ingin membeli sepatu high heels tapi tidak mau yang terlalu tinggi dan tolong berikan aku yang paling murah saja." Balas Yuki meminta bantuan kepada pelayan wanita tersebut.


Langsung saja pelayan tersebut terlihat kebingungan dan mengerutkan kedua alisnya cukup lama, sebab dia merasa bingung mendapatkan seorang pelanggan seperti Yuki untuk pertama kalinya selama dia bekerja di toko tersebut bertahun-tahun lamanya.

__ADS_1


"Euu... Maaf kak, tetapi bukannya seorang wanita akan lebih baik jika memakai sepatu hak tinggi yang cantik, dan semua harga disini memang berkisar dari seratu ribu ke atas, itupun di mulai dari nomor yang kecil, jika saya lihat dari bentuk sepatu yang kakak kenakan, mungkin tidak akan ada harga yang dibawah tiga ratus ribu disini." Balas pelayan tersebut menjelaskan.


Mata Yuki seketika terus terbelalak sangat lebar, dia begitu kaget mendengar harga sebuah sepatu saja bisa sampai semahal itu, karena uang yang dia pegang saat ini hanya tinggal lima ratus ribu rupiah, itu pun adalah uang gajiannya yang tadinya akan dia gunakan sebagai biaya hidupnya dalam satu bulan ke depan.


"A..AA..apa? Tiga ratus ribu?" Ucap Yuki sangat kaget dan masih tidak mempercayainya.


"Betul kak. Jika kakak mau saya bisa menunjukkan salah satu sepatu paling murah itu." Ucap pelayan tersebut membuat Yuki langsung saja merasa sangat sedih.


Dia terus berpikir keras untuk membeli sepatu hak tinggi tersebut, karena uangnya akan tersisa dua ratus ribu lagi jika dia membeli sepatu dengan harga tiga ratus ribu tersebut.


"Ya sudahlah lah, harganya tiga ratus ribu kan?" Ucap Yuki sambil bertanya lagi kepada pelayan itu untuk memastikan.


Namun ketika dia mengingat ucapan dari manager Yopi, dia pun tidak bisa meninggalkan toko itu dan kembali melirik ke arah pelayanan tersebut, yang pada akhirnya dia pun mengangguk untuk menyetujuinya.


Dia keluar dari toko itu sambil memakai sepatu hak tinggi di kakinya dan mulai kesulitan untuk berjalan saat itu, wajahnya terus saja murung dan dia terlihat begitu menyedihkan lebih daripada sebelumnya.


"Hiks..hiks..uangku raib huaaa....aku harus makan mie instan sehari sekali untuk bertahan hidup dalam satu bulan ini, aahhhh semakin kecil dong badanku." Gerutunya sambil terus mengeluh dan merasakan sakit di kakinya.

__ADS_1


__ADS_2