
"Peletak." Suara tepukan sangat kencang yang diberikan oleh Yuki pada kepala Jery.
Langsung saja dia meringis kesakitan sambil mengusap beberapa kali kepalanya tersebut, dan terus menggerutu kesal kepada Yuki yang sudah menepuk kepalanya secara tiba-tiba seperti tadi.
"Aduh... Hei kenapa kau menepuk kepalaku, kau gila ya? Ini sakit tahu!" Bentak Jery terus saja mem-belototkan matanya sangat lebar pada Yuki.
"Habisnya kau ini sih, sudah jelas aku pergi ke perusahaan pusat, aku menemui pria yang kemarin, CEO perusahaan pusat yang besar itu, bukannya aku memiliki kesalahan kepadanya, tentu aku pergi meminta maaf dan membujuknya, untuk apa juga aku pergi menemui manager gendut itu, bahkan dia saja bisa dipecat oleh pria muda yang memiliki mata elang kemarin." Balas Yuki dengan menghembuskan nafas lesu di akhir ucapannya.
Bukan main, Jery langsung kaget dan terbelalak sangat lebar, dia langsung saja menepuk meja dengan kencang menggunakan kedua tangannya sampai membuat Yuki terperanjat kaget dengan sekaligus.
"Astaga... Hei apa-apaan kau ini?" Ucap Yuki dengan wajah kebingungan.
"Kau itu gila ya? Untuk apa kau pergi membujuk tuan muda Devon, aaahh kau benar-benar cari mati Yuki!" Balas Jery semakin menggosok kepalanya dengan kencang.
Mata Yuki mulai mengkerut dengan sekaligus, dia langsung menatap penuh keheranan kepada Jery atas apa yang baru saja dia katakan kepada dirinya.
__ADS_1
"Memangnya kenapa jika aku membujuk tuan Devon itu, lagi pula bukannya bagus ya, jika aku berhasil membujuknya, maka aku bisa langsung bekerja lagi." Balas Yuki yang masih saja dengan pemikiran polosnya sendiri saat itu.
Bak orang yang sudah sangat pasrah dan begitu pusing dalam menghadapi kelakuan Yuki, Jery langsung bangkit berdiri dan berjalan ke belakang tubuh Yuki sambil terus saja mengeratkan giginya dengan kuat dan tangan yang berkacak pinggang, dia terus merasa kesal dan gemas sendiri sebab Yuki sama sekali tidak bisa dia beritahukan.
"Aishh... Dasar kau ini manusia keras kepala! Aku beritahu padamu ya, tuan Devon itu bukan CEO sembarangan, dia adalah putra tunggal keluarga konglomerat, ibunya adalah mantan Miss universe, ayahnya juga seorang miliarder besar, bahkan dia sekarang sudah menjadi CEO di tiga perusahaan besar yang berada di negara berbeda, dia orang yang sangat sibuk dan begitu di jaga oleh semua orang, jadi kau tidak bisa sembarang untuk menemuinya." Jelas Jery memberitahukan semua itu pada Yuki dengan kedua mata yang terbelalak sangat lebar.
Seketika mendengar semua itu, Yuki langsung saja terdiam membisu, dia terus saja mematung dengan mulut terbuka lebar dan mulai menelan salivanya dengan susah payah, dia baru saja mengerti sekarang, alasan kenapa dia sampai harus diseret secara paksa dan brutal hingga di dorong dengan cukup kencang sampai dia kehilangan keseimbangan di dalam dirinya.
"Astaga...pantas saja tadi aku sampai diseret dan di dorong dengan sangat kuat hingga kakiku terkilir seperti ini, lihatlah." Balas Yuki sambil menunjuk ke arah kakinya yang sudah terlihat bengkak cukup besar.
Jery langsung sangat kaget ketika melihat kondisi kaki Yuki yang bisa sampai bengkak sebesar itu, dia langsung saja memeriksa keadaan kaki Yuki yang sangat mengkhawatirkan tersebut, dia pun langsung mengambil perlengkapan obat yang ada disana untuk segera membantu mengobati kaki Yuki tersebut dan mencoba mengurutnya dengan semua kemampuan yang dia miliki.
Yuki yang sudah terbiasa dengan tingkah dan kelakuan dari temannya tersebut, dia pun hanya bisa menatap dengan tatapan datar sambil sesekali terus saja menghembuskan nafas lesu di hadapan Jery sambil menolak bantuan yang akan diberikan oleh Jery kepada dia saat itu.
"Sudahlah, aku bisa mengobatinya sendiri kau tidak usah sok-sokan mau membantuku, apalagi mengurusi kakiku, yang ada bukannya sembuh, nanti tambah parah lagi." Balas Yuki menghentikan Jery dengan cepat.
__ADS_1
Tapi walau bantuannya sempat ditolak oleh Yuki dengan sekaligus, itu sama sekali tidak membuat seorang Jery menyerah dia tetap memaksa Yuki untuk menerima bantuan darinya dan terus saja menarik kaki Yuki lalu menaruhnya keatas salah satu kursi yang ada di sampingnya dan dia langsung saja mulai mengolesi minyak urut di kaki Yuki.
"Sudah kau diam saja, aku akan mengobati kakimu ini, jangan cemas aku sudah belajar mengurut orang dengan telaten, kau percaya saja dengan bakat terpendam ku ini." Balas dia kepada Yuki untuk meyakinkannya.
Sayangnya Yuki tetap tidak bisa mempercayai temannya tersebut, walaupun dia sudah berteman sangat lama dengan Jery, tetapi walau begitu dia masih belum bisa mempercayai Jery sepenuhnya, dia tahu dengan jelas Jery orang yang seperti apa, terlebih selama berteman dengan Jery tidak pernah sekalipun Yuki melihat Jery bisa mengurut seseorang, jadi dia tidak bisa mempercayai kakinya tersebut kepada Jery dengan begitu mudah.
Dengan cepat Yuki langsung menahan tangan Jery yang baru saja hendak memegangi kakinya saat itu.
"E..e...ehh... Mau ngapain? Jangan berani-beraninya ya kamu pegang kakiku, sudah aku bilang, aku bisa pergi ke tukang urut yang sudah jelas ahli dalam kemampuannya, daripada kamu yang tidak tahu beneran bisa atau enggak, dasar, sana jauh-jauh." Ucap Yuki langsung menyuruh Jery untuk menjauh dari dirinya.
Jery hanya memberikan tatapan tajam kepadanya dan dia terus saja menatap semakin kesal, menahan emosi di dalam dirinya sendiri karena dia merasa tetap ingin membantu Yuki.
Hingga ketika Yuki lengah, tiba-tiba saja Jery langsung menarik kakinya dengan cepat dan dia langsung mengurut kaki Yuki dengan sekaligus, sambil berteriak kepada salah satu rekan kerjanya yang lain di minimarket.
Salah satu temannya memegang tubuh Yuki sekaligus menahan kedua lengannya dengan kuat sedangkan Jery sendiri terus saja mulai mengurut kaki Yuki dengan perlahan beberapa kali, sampai membuat Yuki menjerit menahan sakit beberapa kali.
__ADS_1
"Aaahh...hei Jery kau sialan, hentikan itu awww...aishh...aaahh." teriak Yuki sangat kencang berkali-kali menahan rasa ngilu di kakinya yang sangat tidak tertahankan saat itu.
Dia sudah mengeluarkan semua perkataan kasar dan sumpah serapah kepada Jery, namun temannya itu sama sekali tidak mau berhenti bahkan malah mengabaikan jeritan dari Yuki, sehingga membuat dia terus saja berteriak menahan sakit, sampai setelah beberapa saat akhirnya Jery berhenti juga dan kini Yuki mulai merasakan kakinya menjadi lebih baik dan sudah mulai bisa dia gerakkan sedikit demi sedikit.