Wanita Perebut Kekasihku

Wanita Perebut Kekasihku
Menemui Tuan Devon


__ADS_3

Meski sudah mendapatkan banyak sekali bentakkan keras dari sang manager termasuk dari teman kerjanya sendiri, tetapi Yuki tentu tidak bisa menyerah begitu saja, dia tetap langsung pergi ke kantor pusat saat itu juga, berniat untuk meminta maaf dan memohon kepada sang manager tersebut untuk tidak mengeluarkan dia dari kasir minimarket tersebut, karena saat ini dia tengah membutuhkan sebuah pekerjaan untuk bisa menabung lagi demi kuliah dia di tahun depan.


Apalagi uangnya sekarang sudah habis diberikan untuk biaya sahabatnya Linda, dia sudah benar-benar tidak memiliki tabungan apapun lagi, bahkan hanya tersisa sedikit saja untuk biaya hidupnya satu bulan, itupun belum tentu akan cukup atau tidak.


Dengan semua keberanian yang dimiliki oleh Yuki, dia pergi terburu-buru dengan cepat menuju kantor pusat yang ada di tengah kota, cukup sulit untuk sampai disana sebab jalanan siang sangatlah macet, membuat dia begitu sulit untuk sampai dalam waktu cepat ke perusahaan tersebut.


Hingga terpaksa Yuki harus berlari dengan kencang keluar dari dalam mobil tersebut dengan segera.


"Pak aduh... Apa macetnya masih sangat lama?" Tanya Yuki dengan wajah yang sudah sangat panik.


Dia tidak bisa menunggu waktu lebih lama lagi, sebab dia takut pria itu sudah pergi jika dia terus terlalu lama terjebak macet di jalan seperti ini.


"Sepertinya ini akan cukup lama neng, katanya sih ada kecelakaan lalu lintas di depan sana jadi mungkin butuh beberapa waktu sampai semuanya di bereskan." Balas supir taxi tersebut.


Yuki berdecak dengan kesal dan dia pun segera memberikan ongkosnya sampai disana, lalu segera keluar dari dalam taxi tersebut dan langsung berlari dengan cepat, meski jaraknya masih lumayan jauh, dia tetap tidak mengeluh sedikitpun, terus berusaha dengan keras dan menggunakan semua kekuatan pada kakinya untuk sampai ke gedung pusat tersebut, hingga sesampainya disana, kebetulan sekali dia bertemu dengan seorang pria yang sama dengan pria yang sebelumnya pernah dia hentikan saat hendak masuk ke dalam ruang ganti khusus karyawan di mini market kemarin.

__ADS_1


"Ahh.. Bukannya itu pria yang aku hadang kemarin, itu pasti CEO perusahaannya, aku harus segera menahan dia dengan cepat." Gerutu Yuki sambil segera kembali bergegas dengan cepat.


Karena kebetulan sekali, dia langsung menghadang jalan pria itu yang hampir saja hendak masuk ke dalam sebuah mobil mewah yang tidak jauh dari hadapannya.


"Eeehh... Tunggu, tunggu pak, pak saya mohon pak tolong jangan pecat saya, saya minta maaf jika babak merasa kesal dengan kelakuan saya kemarin, tetapi pak, saya sungguh tidak tahu jika ternyata itu adalah bapak, saya benar-benar minta maaf tolong jangan pecat saya pak, saya sangat membutuhkan pekerjaan saat ini." Ucap Yuki terus memohon sambil memegangi tangannya dan menunduk lalu menangkupkan kedua tangannya di depan pria tersebut.


"GERI!" Ucap pria tersebut yang malah berteriak memanggil seseorang di sampingnya dengan kencang.


"Aahh...iya ada apa tuan?" Tanya orang tersebut yang memiliki wajah cukup tampan.


"Siapa wanita ini, singkirkan dia dari hadapan saya!" Balas pria itu yang ternyata malah mengusir Yuki dengan cara yang begitu menyebalkan.


"Hei... Lepaskan aku, tolong lepaskan aku! Cepat lepaskan! Hei...pak jangan pergi, pak tunggu dulu pak." Teriak Yuki dengan kencang.


Sayangnya pria itu telah masuk ke dalam mobil dan dia malah di dorong hingga hampir jatuh ke lantai saat itu, membuat dia kesulitan untuk berdiri sebab merasakan kakinya yang sedikit terkilir.

__ADS_1


Mobilnya mulai melaju dengan perlahan dan terus saja meninggalkan tempat itu dengan cepat, Yuki tidak sempat untuk menghentikannya, meski dia berusaha untuk mengejar mobil itu, sayangnya dia tidak bisa melakukannya karena kondisi kakinya yang ngilu dan terus terasa sakit sekali.


"Pak....tunggu, pak tolong jangan pecat saya pak..." Teriakkan terakhir dari Yuki yang begitu kencang hingga dia menyerah.


Yuki tidak bisa mengejar pria itu lagi namun dia tidak putus asa, dia tetap menguatkan dirinya sendiri dan terus saja berbalik hendak menghentikan taxi yang lewat disana, meski hari ini dia gagal untuk membujuk pria itu, tetapi dia tidak menyerah, terus saja dia kembali ke mini market tempat dia bekerja sebelumnya, menemui salah satu rekan kerjanya yang ada disana dan mulai bercerita sambil mengeluh saat itu.


"Eehh..kenapa kau kemari, bukannya cepat pergi untuk membujuk manager." Ucap Jery kepada Yuki sambil terus saja membersihkan meja yang ada di depan minimarket tersebut.


Yuki langsung duduk pada kursi yang baru saja dibereskan oleh Jery, dia sama sekali tidak bisa melakukan apapun dan hanya bisa mengeluh dengan lesu sambil menjatuhkan kepalanya keatas meja dan terus saja mulai bicara pada Jery mengenai masalah yang baru saja dia lewati saat itu.


"Hmm... Aku sudah pergi kesana tapi hasilnya nihil." Balas Yuki dengan suara yang sangat lesu dan lemah.


Tidak ada lagi sedikit pun semangat yang dia miliki dalam dirinya kali ini, karena dia sudah mendapatkan penolakkan dengan kasar, bahkan tidak dikenali lagi oleh pria sang penguasa minimarket tersebut.


Langsung saja Jery duduk di hadapan Yuki dan mulai meminta Yuki untuk bercerita dengannya mengenai apa yang telah dia lakukan sebenarnya.

__ADS_1


"Tunggu....tunggu, siapa yang kau maksudkan? Kau pergi menemui manager gendut itu?" Tanya Jery yang malah mengira Yuki pergi menemui sang manager.


Langsung saja Yuki mengetuk kepala Jery dengan cukup kuat saat itu juga, dia benar-benar dibuat kesal oleh kelakuan Jery yang malah salah menduga apa yang dia bicarakan saat itu.


__ADS_2