
Karena tidak ada pilihan lain lagi, sang supir taxi itu pun mengambil cincin yang diberikan oleh Amanda dan dia mencoba untuk memeriksa keaslian dari cincin emas tersebut.
"Bagaimana, itu cincin asli tahu, aku sendiri yang membelinya." Ucap Amanda terus berusaha untuk meyakinkan sang supir taxi tersebut.
Hingga akhirnya sang supir itu pun percaya dan dia segera pergi dari sana, walaupun mengeluarkan ancaman terhadap Amanda terlebih dahulu.
"Ekm..baik, tapi awas saja jika kau mencoba menipuku, akan aku laporkan kau ke polisi!" Ancam sang supir taxi tersebut kepada Amanda.
Amanda tidak perduli karena dia memang tidak menipunya, justru yang ada malah dia yang harus merelakan uang simpanannya tersebut dalam jumlah banyak hanya untuk membayar ongkos taxi tersebut, tapi itu lebih baik daripada dia harus terjebak dengan supir taxi yang sangat menyebalkan tersebut, hanya membuang-buang waktunya saja.
Kini setelah dia sudah tinggal sendiri dia hanya bisa pergi berkelana dan mencari tempat untuk menjual sebuah kalung miliknya tersebut, hanya itulah satu satunya harta yang dia miliki saat ini, dan harga kalung itu jika di jual pun sudah pasti tidak akan sama dengan harga awal dia membelinya, terlebih dia tidak memiliki surat atas perhiasan tersebut dan sama sekali tidak tahu apapun karena kalung itu pemberian dari ibunya sebagai kado ulangtahun Amanda yang ke 17 tahun empat tahun yang lalu, kini usianya sudah menginjak 21 tahun dan dia malah memilih kabur dari rumahnya sendiri dia memegangi kalung kesayangannya itu dengan perasaan yang begitu pilu karena mengingat sang bunda yang dia tinggalkan. "Maafkan aku ibu, tapi semua ini aku lakukan juga demi kebaikan ayah dan perusahaan kita, aku tahu keluar Jonas tidak mungkin akan mebantu kita hanya semata-mata aku dijodohkan dengan putranya yang playboy tersebut, mereka hanya ingin menguasai perusahaan kita, dan semakin mencekik kita nantinya, jadi aku harus bertindak sendiri karena ayah dan ibuntidak mempercayai aku." Ucap Amanda meyakinkan dirinya dan dia menggenggam kalung itu sangat erat untuk terakhir kalinya.
Dia menghembuskan nafas dengan lesu lalu segera berjalan menuju salah satu toko perhiasan untuk menjual kalung tersebut.
Setelah menjualnya dan kini dia mendapatkan uang barulah Amanda pergi mencari rumah sewaan untuk tempat tinggal persembunyiannya, sengaja dia memilih rumah sewa yang jauh dari jalan raya dan berada di lingkungan kotor, agar tidak tercium oleh keluarga dia ataupun keluarga Jonas sendiri nantinya.
__ADS_1
Kehidupan baru akan dihadapi oleh Amanda mulai saat ini, tidak ada lagi rumah mewah, pakaian cantik dan mahal, yang ada hanya kesulitan, dan dia yang harus bekerja keras dengan tenaganya sendiri untuk menghidupi dirinya sendiri di tempat terpencil pinggiran kota, yang jauh dari hiruk pikuk manusia penuh dengan drama.
...****************...
Disisi lain Jonas dan keluarganya tentu saja marah besar tepat beberapa menit setelah Amanda berhasil kabur, mereka baru mengetahuinya dan langsung saja mengamuk meminta pertanggung jawaban dari kedua orangtua Amanda, sehingga ayahnya Amanda langsung terkena serangan jantung dan segera dilarikan ke rumah sakit secepatnya, keadaan sangat kacau kala itu dan semuanya berujung sangat buruk.
Jonas sudah curiga dengan Amanda yang tiba-tiba tidak berontak, dia mencurigai Amanda akan kabur untuk menemui Yuki dan membongkar semua kebusukan yang dia lakukan dengan Linda selama ini, oleh karena itu Jonas segera menghubungi Yuki, tapi sayangnya nomor Yuki tidak dapat dihubungi, membuat pria itu semakin kelimpungan dan tidak karuan, begitu pula dengan Linda yang ikut panik dan mereka meminta agar ada salah satu diantara mereka yang harus pergi memeriksa Yuki.
"Sayang ini sangat berbahaya jika sampai Amanda benar-benar pergi untuk menemui Yuki, semuanya pasti akan terbongkar dan aku...aku pasti tidak akan bisa meminta uang lagi dari manusia bodoh itu, kamu juga tidak akan bisa memanfaatkan bantuan darinya lagi." Ucap Linda yang terlihat begitu panik dan terus saja berjalan mondar mandir di depan Jonas yang duduk di kursi santai tersebut.
"Prak!" Suara ponsel yang dibanting oleh Jonas kala itu.
Mengagetkan Linda dan membuat dia langsung menatap tajam ke arah Jonas.
"Jonas apa yang kamu lakukan? Kenapa membanting ponsel di dekatku?" Tanya Linda merasa tersinggung atas perbuatan Jonas kala itu.
__ADS_1
Jonas nampak kacau dia mengusap kepalanya dengan pelan dan terus saja mengeratkan rahangnya. "Kau tenang saja dan jangan banyak bicara dalam kondisi seperti ini, aku akan pergi untuk memeriksa secara langsung, apakah Amanda benar-benar pergi menemui Yuki atau tidak." Ucap Jonas memberikan solusi terbaik yang dia pikirkan.
"Aku juga mau ikut." Balas Linda yang merasa cemburu dan selalu kesal setiap kali Jonas dekat dengan Yuki sekalipun tujuan Jonas hanya untuk memastikan keberadaan Amanda.
"Tidak bisa! Kau tidak boleh ikut denganku." Ujar Jonas langsung melarangnya.
Linda tidak senang dan terus saja melipatkan kedua lengannya di depan dada sambil memasang wajah yang kecut terhadap Jonas.
"Kenapa aku tidak boleh ikut, apa kau sengaja ingin bermesraan dengan Yuki di belakangku, apa kau mau mengkhianati aku?" Ucap Linda yang sudah berburuk sangka dengan begitu mudahnya terhadap Jonas tanpa dia sadar kalau sebenarnya dia lah yang bertindak seperti itu kepada Yuki selama ini.
"Cukup Linda, kau jangan berpikir negatif terus kepadaku, aku kan sudah bilang aku hanya mencintaimu, aku menjadikan Yuki sebagai tunangan hanya karena aku membutuhkan bantuan darinya, rekan bisnisku selalu merasa iba dan kasihan dengannya maka dari itu bisnisku selalu berjalan mudah jika aku mengenalkan dia kepada mereka, dan orang sudah terlanjur tahu jika Yuki kekasihku, hanya itu saja, kau jangan berpikir macam-macam, tujuanku kesana hanya untuk memastikan keberadaan Amanda saja." Balas Jonas berusaha untuk menjelaskan kepada Linda agar dia berhenti berpikir buruk terhadap dirinya.
Tapi sayangnya Linda masih belum bisa mempercayai sepenuhnya apa yang telah dikatakan oleh Jonas, sehingga dia masih memasang wajah tidak senang dan begitu tidak terima ketika harus berjauhan dengan Jonas.
"Ayolah sayang, jika kita pergi bersama, nanti Yuki akan mencurigai kita, aku mohon padamu tolong pahami kondisinya saat ini, kau harus percaya padaku, aku sungguh tidak mencintai wanita yang begitu sulit di sentuh seperti dia." Ucap Jonas berusaha untuk membujuk Linda lagi dengan memeluk dia lembut dari belakang.
__ADS_1
Sampai akhirnya Linda pun mengalah dan mau mengijinkan Jonas untuk pergi menemui Yuki ke esokan paginya.