Wanita Perebut Kekasihku

Wanita Perebut Kekasihku
Alergi


__ADS_3

Yuki terus saja berusaha dengan keras menutup mulutnya dengan rapat namun mau bagaimana pun setidaknya dia tetap menelan sedikit susu tersebut yang menyentuh mulutnya dan terus saja di desak dengan paksa oleh tuan Devon agar dia meminum susu itu dengan segera. Tapi untungnya Yuki berhasil mendorong tangan tuan Devon hingga dia bisa menghindar dengan cepat dan memegangi bibirnya yang terasa sangat panas.


"Aahhh ..tuan kau benar-benar keterlaluan, aku kan sudah bilang aku aahhh bibirku." Ucap Yuki yang tidak sampai selesai dan dia langsung berlari keluar dari ruangan tuan Devon dengan berlari sangat kencang memegangi bibirnya yang terasa sangat terbakar kala itu.

__ADS_1


Sejak kecil dan selama di panti asuhan hingga saat ini, Yuki memang tidak pernah lagi memakan makanan pedas walaupun kadar pedasnya itu hanya sedikit, kecuali jika sejenis saus tomat, barulah dia masih tahan untuk memakannya, bukan tidak suka pedas ataupun tidak bisa makan pedas, tetapi Yuki memang tidak boleh mehentuh makanan pedas pada bibi dan mulutnya, karena dia memiliki alergi yang sangat sensitif dengan rasa pedas juga sesuatu yang panas di area mulut termasuk bibirnya tersebut, sehingga memang sejak kecil dia sudah membiasakan diri untuk tidak mengonsumsi segala sesuatu yang memiliki rasa pedas apalagi kadar pedas yang sangat tinggi seperti susu yang barusan tuan Devon paksa untuk Yuki makan.


Jadi tentu saja saat ini Yuki sangat panik, dia takut alerginya itu akan kambuh dan membuat dia merasa malu juga kesulitan untuk berkomunikasi nantinya.

__ADS_1


"Aaahhh, astaga bagaimana ini, aahhhh bibirku kenapa jadi sebesar ikan buntal begini, aduh bagaimana sekarang, aku tidak mungkin keluar dan tampil dengan bibir seperti ini, pasti semua orang yang melihatnya akan menertawakan aku nantinya." Gerutu Yuki dengan wajah yang masih panik dan terus saja berusaha memutar otaknya agar dia bisa memikirkan cara supaya bibirnya tersebut bisa dia tutupi.


Hingga dia mulai memiliki sebuah ide, mengambil tas selempang yang dia kenakan dan mengeluarkan sebuah saputangan yang selalu dia bawa kemanapun, dia menggunakan saputangan tersebut untuk menutupi bagian mulutnya bak seperti sebuah masker penutup setengah wajahnya tersebut, tapi walaupun sudah mendapatkan ide cemerlang bagi dirinya agar bisa tetap memuji dari sana, tetapi tetap saja meski Yuki sudah bisa menutupi bibir monyongnya tersebut, dia masih harus menguatkan mentalnya sendiri agar berani tampil di hadapan semua orang termasuk di hadapan tuan Devon nantinya.

__ADS_1


"Huuhh..ayolah Yuki ini hanya alergi biasa dan normal, hanya perlu dibiarkan dan nanti ku kompres dengan air hangat pasti akan baik-baik saja dan kembali seperti semula, iya sekarang aku hanya perlu melanjutkan kerjaku saja." Balas dirinya sendiri sambil terus saja mengatur deru nafas dalam dirinya dan mulai menguatkan ikatan pada saputangan yang dia kenakan untuk menutupi bagian mulutnya tersebut.


__ADS_2