
"Aahh, aku hanya merasa heran tumben sekali si Yuki itu terlihat pulang dengan terburu-buru, bukannya dia selalu santai ya?" Tanya tuan Devon kepada sekretaris Geri saat itu, langsung saja sekretaris Geri memberitahunya.
"Ohh, mungkin karena dia ingin pergi kencan dengan tunangannya tuan." Balas sekretaris Geri dengan santai kepada tuan Devon dan membuat tuan Devon seketika merubah ekspresi di wajahnya, dia langsung membelalakkan mata sangat lebar dan terus saja membentak sekretaris Geri cukup keras karena tidak memberitahu dia tentang hal itu sejak awal.
"APA? KENCAN? Ahah...yang benar saja kau ini, mana mungkin dia pergi kencan memangnya ada pria yang mau dengan wanita mata duitan dan sangat tomboi seperti dia?" Balas tuan Devon menyepelekan sosok Yuki.
Sekretaris Geri merasa heran karena ini pertama kalinya dia melihat raut wajah seperti itu dari tuan Devon, sebelumnya tuan Devon tidak pernah perduli dengan apapun yang dilakukan oleh orang lain apalagi ini hanya Yuki seorang asisten pribadi yang selalu tidak akur dengan sekalipun dalam hal apapun.
"Tuan kenapa kamu harus sekaget itu, memangnya kenapa jika Yuki pergi kencan? Lagipula dia kan kencan dengan tunangannya sendiri, itu hal yang normal bukan?" Balas sekretaris Geri yang sama sekali tidak memahami makna terselubung di balik hati tuan Devon saat itu.
"Ya..ya..ya..itu benar, tapi dia kan belum menyelesaikan tugasnya, mana boleh dia pergi begitu saja disaat pekerjaan dia belum selesai, ayo cepat kita pergi ikuti dia." Ucap tuan Devon yang langsung berjalan cepat ke depan, membuat sekretaris Geri tertegun dan hanya bisa menurutinya saja, walaupun sebenarnya saat itu sekretaris Geri sudah mau pulang dia ingin beristirahat di kediamannya yang penuh dengan kedamaian tersebut bukannya malah harus mengikuti Yuki bersama tuan Devon seperti ini.
Mereka benar-benar mengikuti taxi yang di tumpangi oleh Yuki hingga sampai di salah satu restoran mewah yang jaraknya cukup jauh dari tempat kantor tuan Devon. Raut wajah tuan Devon terus menatap lurus dan sangat serius memperhatikan gerak gerik Yuki sejak awal hingga akhir, dia bahkan ikut masuk mengajak sekretaris Geri ke dalam restoran itu dan mulai memiliki meja yang berdekatan dengan Yuki, dimana saat itu Yuki melambaikan tangan kepada seorang pria yang mengenakan jas berwarna abu-abu serta sepatu hitam yang mengkilap, dia juga memiliki perawakan yang tinggi dan kekar.
Bahkan sekretaris Geri nampak kaget dan setengah kagum melihat tunangan Yuki yang rupanya cukup tampan itu. "Wahh..tuan ternyata tunangan Yuki keren juga, dia sepertinya orang kaya jika dilihat dari tampilannya yang rapih dan jas bermerk yang dia kenakan." Ucap sekretaris Geri membuat tuan Devon semakin panas dan kesal mendengarnya.
"CK...keren darimana nya, aku jauh lebih tampan dan kaya raya dibanding pria itu, yang benar saja." Balas tuan Devon sedikit menyeleweng menurut sekretaris Geri.
Membuat sang sekretaris menatap ke arahnya dengan tatapan mata yang aneh dan menyelidiki, rasa penasaran dan curiga mulai muncul dalam benak sekretaris Geri, dia terus memperhatikan ekspresi tuan Devon ketika melihat Yuki yang diperlakukan sangat baik oleh pria tersebut, mulai dari mendorongkan kursi untuknya duduk hingga membantu Yuki untuk memesan makanan, mereka juga bercengkrama sangat dekat dan begitu romantis, dimana Jonas mulai menyuapi makanan kepada Yuki dan mengelap sisa makanan yang belepotan di bibirnya menggunakan tangan dia sendiri.
Melihat hal itu tuan Devon semakin dibuat kesal dan tidak terkendali, hingga tanpa sadar dia sudah merusak buku menu yang dia pegang saat itu.
Bahkan sekretaris Geri yang mencoba menyadarkannya tidak dia gubris sama sekali.
"Tuan...tuan ada apa denganmu, lepaskan buku menunya, tuan kau akan merusak menu ini!" Ucap sekretaris Geri mulai meninggikan sedikit suaranya dan dengan cepat dia berusaha untuk merebut buku menu dari tangan tuan Devon yang terus saja mengepalkan menu itu penuh emosi.
"Eughh...Geri ayo kita pulang saja, sangat menyebalkan sekali dia malah asik berkencan sementara pekerjaannya tidak dia selesaikan, dasar karyawan tidak profesional, aku akan memberikan dia hukuman besok, fotret momen ini untuk bukti!" Ucap tuan Devon memerintah kepada sekretaris Geri.
Sekretaris Geri semakin di buat bingung dengan perintah dari tuan Devon saat itu, dia juga mencoba untuk menghentikan tuan Devon, tetapi sayangnya malah dia sendiri yang mendapatkan bentakkan keras dan tetap diminta untuk memotret momen tersebut.
__ADS_1
"Ta..ta..tapi tuan.." ucap sekretaris Geri berusaha memberitahu tuan Devon bahwa kencan adalah urusan pribadi yang tidak seharusnya dia ikut campur dalam hal ini sebagai bos dari asistennya sendiri.
Belum juga sekretaris Geri selesai bicara tuan Devon sudah langsung memotongnya lagi, memberikan tatapan tajam dan kedua alis yang dia kerutkan sangat kuat, sambil terus saja menyuruh sekretaris Geri untuk memotretnya saat itu juga.
"Cepat foto atau kau aku pecat!" Ancam tuan Devon yang benar-benar sudah di luar kendali saat itu, membuat sekretaris Geri tidak memiliki pilihan lain dan segera melakukannya dengan cepat. Setelah berhasil mendapatkan fotonya, barulah tuan Devon segera keluar dari restoran tersebut, di ikuti oleh sekretaris Geri yang berlari cepat menyusulnya. Sepanjang perjalanan pulang menuju kediamannya, tuan Devon terus saja emosi dan tidak habis-habisnya dia menggerutu keras di dalam mobil, seperti biasa sekretaris Geri yang menjadi bahan lampiaskan dia saat itu.
"Dasar karyawan tidak tahu diri, bisa bisanya dia meninggal pekerjaan yang sangat penting hanya untuk kencan bersama pria jelek seperti itu, ahh yang benar saja." Ucap tuan Devon lagi dengan ekspresi wajahnya yang terus saja di tekuk sangat kuat.
Sekretaris Geri hanya bisa merasa bingung sendiri dan terus saja merasa heran dengan kelakuan bosnya tersebut yang mulai terlihat aneh dan tiada henti menggerutu tidak jelas.
"Geri kenapa kau diam saja, bukankah apa yang aku katakan memang benar, pria tadi sangat jelek, dan dia juga begitu menyedihkan, mana ada seorang tunangan yang bersikap berlebihan seperti itu, dia terlalu lebay dengan tuanangannya, iya kan Ger." Ucap tuan Devon lagi kepada sekretaris Geri yang hanya diam dan tidak bisa memberikan tanggapan apapun lagi.
Hingga hal itu membuat tuan Devon kesal sebab dia merasa semua ucapannya tidak ditanggapi oleh sekretaris Geri, dia pun membentak Geri dengan cukup kencang.
"Aishh .... Hei apa kau mendengarkan aku? Kenapa kau sedari tadi hanya diam saja, apa kau pikir aku terlalu berlebihan?" Bentak tuan Devon kepada sekretaris Geri saat itu.
"AA..ahh..iya kau benar tuan, makanya aku diam, karena aku setujui dengan semua ucapan yang kau katakan tadi." Balas sekretaris Geri sengaja mengatakan semua itu untuk menghentikan emosi dari tuan Devon terhadap dirinya.
"Iya kan, aku jauh lebih tampan, berwibawa dan sangat kaya raya dibanding dengan pria tadi, kenapa dia malah memilih pria itu dibandingkan denganku, aishh yang benar saja." Ucap tuan Devon yang tidak sengaja keceplosan kepada sekretaris Geri.
Seketika sekretaris Geri merasa kaget dan dia terus menolah ke samping sambil menginjak rem mobilnya dengan cepat sekaligus.
Membuat tuan Devon hampir saja tersentak ke depan dan dia langsung membentak sekretaris Geri sambil memarahinya sekaligus. "Benar-benar kau sialan, Geri apa kau bosan hidup ya?" Bentak tuan Devon kepadanya sangat kencang dengan mata terbelalak lebar dan terlihat sangat marah terhadapnya. Sekretaris Geri juga tidak menduga jika dia akan membuat mobil rem mendadak sampai hampir mencelakai tuan Devon sendiri.
Segera sekretaris Geri meminta maaf kepadanya karena merasa sangat bersalah saat itu, dia juga terus saja bicara tentang hal yang mengganjal bagi dirinya.
"Aahh...maafkan saya tuan, tolong maafkan saya, tadi saya tidak fokus dan sangat kaget jadi tidak sengaja menginjak pedal rem terlalu dalam." Ucap sekretaris Geri merasa takut dan terus menunduk meminta maaf kepadanya.
Wajah tuan Devon sudah terlanjur ditekuk sangat dalam dan dia terus saja merasa emosi dengannya, tapi karena dia pikir harus tetap menjaga image dan wibawanya, tuan Devon pun menahan emosi dalam dirinya tersebut dan memaafkan sekretaris Geri dengan segera dia juga menyuruh sekretaris Geri untuk kembali melanjutkan mobil dengan cepat menuju kediamannya.
__ADS_1
Tapi sayangnya sebelum menuruti apa kata tuan Devon sekretaris Geri malah bicara kepadanya tentang pendapat dia mengenai tuanangan Yuki yang sebelumnya mereka lihat di restoran mewah. "Ya sudah aku memaafkanmu, ayo cepat jalan lagi jangan membuat kekacauan di tempat umum." Balas tuan Devon memaafkannya.
Sekretaris Geri pun merasa sangat lega dan dia segera menurutinya, perlahan melajukan kembali mobilnya dan mulai bicara tanpa sadar. "Tapi tuan menurutku pasangannya Yuki itu tidak terlalu buruk, dia terlihat rapih dan begitu menyayangi Yuki bahkan dia sangat perhatian terhadap tuanangannya sendiri, hubungan mereka begitu harmonis bukankah itu hal yang wajar dan bagus ya?" Ungkap sekretaris Geri kepadanya yang membuat tuan Devon semakin marah dan kesal, dia terus mengepalkan kedua tangannya sangat kencang dan dipenuhi oleh emosi yang menggebu dalam dirinya sedari tadi.
Sampai lama kelamaan sekretaris Geri merasakan ada hawa yang tidak enak dari sampingnya kala itu, dan dia kembali menoleh sekilas dan mendapatkan tatapan tajam yang sangat mematikan dari tuan Devon, membuat dia merasa gugup dan tidak karuan.
"Astaga ...apa aku salah bicara lagi, aahh kenapa mulut ini lemes sekali, harusnya aku tidak bicara seperti itu, sekarang tuan Devon pasti akan sangat kesal denganku." Batin sekretaris Geri saat itu.
"G..E..R..I.... Kemari kau!" Bentak tuan Devon yang langsung saja menyentil kening sekretaris Geri sangat kencang hingga sang sekretaris merasakan sakit yang amat dahsyat di keningnya, di tambah dia juga sedang menyetir tetapi tuan Devon tetap saja tidak perduli akan keselamatan mereka berdua, karena baginya yang penting saat ini adalah melampiaskan emosi dalam dirinya sendiri baru dia akan merasa tenang dengan hal itu.
Sekretaris Geri juga terus memohon ampun hingga beberapa saat berlalu akhirnya tuan Devon dapat meredam emosinya sendiri dan dia pun berhenti untuk mengganggu sekretaris Geri, dia mulai duduk tenang dengan mengatur nafasnya yang menderu sedari tadi, sambil terus merutuki sekretaris Geri kecil. "Dasar kau sekretaris macam apa yang malah lebih membela orang lain dibandingkan dengan bosmu sendiri apa kau sudah gila ya, apa kau sudah bosan bekerja denganku, iya?" Ucap tuan Devon lagi saat itu.
Dia bahkan memegangi keningnya yang terasa pening dan masih tidak habis pikir bahwa sekretaris Geri berpihak kepada tuanangannya Yuki dibandingkan dengan dirinya sendiri yang jelas-jelas tengah berada di sampingnya saat ini.
Bahkan disaat tuan Devon sudah emosi seperti ini pun dia masih saja keceplosan dan beralasan mengatakan hal yang sesuai dengan fakta yang terjadi.
"Tuan saya benar-benar minta maaf, kau memang jauh lebih baik dibandingkan siapapun di dunia ini, kau hebat, kau pengusaha muda dan jangan diragukan lagi tentang ketampanan dirimu, hanya saja kau sampai saat ini masih sendiri dan tidak memiliki tunangan bukan? Jadi jelas sekali pria itu lebih dulu memiliki Yuki di bandingkan dirimu, kau jangan marah ya tuan, aku kan hanya bicara soal fakta." Ungkap sekretaris Geri yang benar-benar telah melewati batas kesabaran tuan Devon.
"Geri kau sialan, HENTIKAN MOBILNYA!" Bentak tuan Devon lagi dengan tatapan sinis yang menyeramkan, membuat sekretaris Geri gemetar dan dia langsung menuruti ucapan tuan Devon secepatnya. Menghentikan laju mobil tersebut dan dia langsung di tendang sangat kuat oleh tuan Devon dari dalam mobilnya.
Membuat sekretaris Geri terpental ke luar dan berguling di pinggiran jalan bak seperti orang-orang yang terbuang. "Pergi kau sana, kau benar-benar sialan, gajimu aku potong setengahnya bukan ini Geri!" Bentak tuan Devon setelah menendang sekretaris Geri keluar secara paksa dari mobilnya tersebut.
Setelah puas mengataknitu tuan Devon langsung menutup pintu mobilnya sangat kencang dan mengabaikan teriakkan dari sekretaris Geri yang mulai bangkit dan mengejar mobilnya saat itu. "Aahh tuan tunggu tuan, saya pulang bagaimana, tuan Devon tunggu jangan tinggalkan saya!" Teriak sekretaris Geri sembari berusaha mengejar mobil tuannya tetapi jelas dia gagal karena larinya tidak lebih cepat dari mobil tuan Devon yang melaju sangat cepat saat itu.
Alhasil mau bagaimana pun dia memohon dan berterima kepada tuan Devon tetap saja ujungnya sekretaris Geri di tinggalkan dan dia hanya bisa berdecak kesal sendiri sembari menggerutu kesal dan menghentak-hentakkan kakinya berkali-kali dengan penuh emosi.
"CK...aishh..kenapa aku harus bekerja dengan bos seperti dia sih, apa tidak ada lagi manusia yang normal dan baik hati dengan gaji tinggi di dunia ini? Aaahh.... DASAR DEVON SIALAN, bilang saja jika kau cemburu pada Yuki, kenapa melampiaskannya denganku, apa salahku!" Teriak sekretaris Geri meluapkan semua perkataan yang sedari tadi dia tahan.
Terpaksa sekretaris Geri harus berjalan cukup jauh sampai dia bisa menemukan jalanan yang lebih ramai kendala dan baru bisa menemukan taxi setelah beberapa jam menunggu. Badannya sangat lelah dia benar-benar merasa sangat sial hari ini, semua itu terjadi karena kelakuan tuan Devon yang semena-mena dan selalu ingin benar sendiri, tetapi sekretaris Geri juga menyalahkan Yuki karena sebelumnya dia tidak pernah mendapatkan kesulitan sampai seperti ini.
__ADS_1