
Tuan Devon benar-benar menganggap Yuki sebagai hiburan semata untuk dia kerjai terus saat ini. "Ahaha...konyol dia benar-benar sangat konyol, lihatlah kelakuannya, ini adalah balasan setimpal karena dia sudah merusak mobil dan mengotori sofaku sebelumnya ahaha.." ucap tuan Devon di sela-sela tawanya yang menggelegar.
Sedangkan sekretaris Geri sendiri dia tidak mengetahui mengenai hal itu, sebab dia sudah pergi ke ruangannya sejak beberapa saat yang lalu.
Yuki yang kesulitan untuk membereskan berkas disana dia pun memilih untuk menggunakan lap basa dan air untuk menghindari semua debu yang menyesakkan hidungnya tersebut, matanya juga sudah terlihat agak merah dan sedikit berair, dia terlihat sangat kesulitan sekali. "Aishh...dasar debu sialan, ini pasti dia sengaja memberikan tugas konyol untukku, aaahh benar-benar manusia biadab!" Gerutu Yuki terus saja merasa sangat emosi sekali.
Hingga tiba-tiba saja disaat Yuki tengah mengangkat beberapa tumpukan berkas dan berusaha untuk memasukkannya ke dalam rak yang ada di atas membuat dia kesulitan karena jaraknya yang terlalu tinggi untuk dia gapai saat itu.
Sehingga Yuki mencoba menggunakan cara lain dengan baik ke sebuah box yang ada di bawah lalu mulai merapihkan semua berkas ke atas rak tinggi disana sedikit demi sedikit, tanpa dia sadari box yang dia injak tersebut, ternyata mulai retak dan tuan Devon yang mengetahui tentang hal itu dia langsung membelalakkan matanya dan seketika saja melempar bolpoin yang dia pegang di tangannya, berlari untuk menyusul Yuki karena dia takut Yuki akan jatuh ke belakang dan mengakibatkan dia celaka nantinya.
"Aishh...dia ceroboh sekali, aaahhh aku harus menyelamatkannya." Ucap tuan Devon sambil segera berlari secepat yang dia bisa.
Di waktu yang bersamaan, Yuki benar-benar merasakan box yang dia gunakan sebagai tumpuan bagi dirinya mulai mengeluarkan suara retak yang keras hingga membuat dia berhenti bergerak dan tiba-tiba saja dia jatuh ke bawah, untunglah tuan Devon datang tepat waktu dan dia langsung menangkap tubuh Yuki dengan cepat.
"Aarrkkk...ehh..kenapa aku tidak merasa sakit?" Ucap Yuki dengan matanya yang masih saja tertutup saat itu.
__ADS_1
"Buka matamu dengan baik, dasar karyawan tidak tahu diri, cepat bangkit aku berat tahu terus menggendong tubuhmu begini!" Bentak tuan Devon yang langsung saja menyadarkan Yuki dengan cepat, diapun segera bangkit dan kembali berdiri dengan tegak sambil menatap gugup ke arah tuan Devon saat itu.
Yuki tidak menduga jika ternyata orang yang menolongnya barusan adalah tuan Kaiden, dan dia juga merasa sangat heran sebab tuan Devon malah tiba-tiba saja berada di ruangan tersebut. "Tuan kenapa kau bisa tiba-tiba muncul disini?" Tanya Yuki kepada tuan Devon yang saat itu tengah menepuk pakaiannya yang terlihat terkena debu disana.
Mendapatkan pertanyaan begitu tuan Devon mulai merasa gugup, dia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya bahwa dia berlari dari ruangannya untuk menolong Yuki, jadi dia pun mulai menjawabnya dengan sangat gugup dan beralasan banyak hal yang tidak jelas. "Ahh tadi aku mau meeting, ehh tidak, tadi aku hanya lewat dan melihat kau hampir jatuh, makanya tubuhku ini refleks masuk dan menolong kau. Iya begitu, sudahlah kau juga baik-baik saja, lanjutkan pekerjaanmu itu lalu segera kembali ke ruanganku." Ucap tuan Devon sambil terus berkacak pinggang dan segera pergi dari sana secepatnya.
Yuki hanya menatap heran dan terus menggaruk belakang kepalanya tersebut, sebab memikirkan apa yang di katakan oleh tuan Devon sangatlah tidak masuk akal.
Pertama dia tahu bahwa hari ini tuan Devon tidak ada meeting di kantor, kedua tidak mungkin tuan Devon melihat dia saat lewat diluar karena pintu ruangan itu tertutup rapat, sedangkan tuan Devon sendiri nampak gugup saat menjawab pertanyaan darinya, tetapi karena tidak mau memikirkan hal yang tidak penting, Yuki pun mengesampingkan hal itu, lagi pula dia juga tidak perduli, mau tuan Devon atau siapapun dan apapun alasannya, yang terpenting dia sudah selamat dari celaka.
"Aahh bodo amat yang penting aku selamat, dan harus segera menyelesaikannya semua pekerjaan yang sangat merepotkan ini." Gerutu Yuki kembali melanjutkan pekerjaannya lagi, mulai menyusun barang dan beberapa buku disana.
"Nona Yuki, ini tangga untukmu, tuan Devon bilang kau membutuhkan tangga ini, dan biar saya yang membersihkan debunya." Ucap karyawan yang memakai pakaian OB saat itu. Membuat Yuki menaikkan kedua alisnya merasa sedikit heran.
"Aa..ahhh..iya silahkan, terimakasih ya." Balas Yuki yang tidak pernah lupa untuk mengucapkan terimakasih kepada setiap orang yang membantu dirinya.
__ADS_1
Tetapi kali ini dia benar-benar dibuat bingung dengan sikap tuan Kaiden, dimana tiba-tiba saja dia memerintahkan orang lain untuk membantu dirinya membersihkan gudang tersebut dan bahkan membawakan tangga seperti ini untuk dirinya.
"Apa dia sengaja mengirimkan tangga dan orang ini agar aku tidak jatuh lagi?" Batin Yuki terus memikirkan dan menduga-duga sesuatu di dalam kepalanya kala itu.
Gadis 20 tahun yang masih sangat muda itu melamun untuk beberapa saat, tetapi dia juga tidak mau terlalu percaya diri dan segera saja membuang semua pikir dan dugaannya tersebut, kembali melanjutkan pekerjaannya lagi, lebih cepat dan lebih serius dibandingkan sebelumnya, dibantu dengan satu orang pria yang sangat memberikan banyak sekali bantuan untuknya.
Hingga dia dapat menyelesaikan pekerjaannya tersebut lebih cepat dari dugaan dia sebelumnya, tetapi tidak sampai disitu, Yuki masih belum bisa beristirahat karena dia masih harus pergi ke ruangan tuan Devon lagi untuk melaporkan bahwa pekerjaannya di gudang sudah selesai. Dia berjalan sambil menghembuskan nafas cukup lega dan mengusap keringat di keningnya dengan pakaian yang sudah kotor dan terlihat cukup lusuh saat itu. Mengetuk pintu ruangan pribadi tuan Devon dan masuk ke dalam.
"Apa kau sudah selesai?" Tanya tuan Devon kepadanya.
"Iya tuan, semuanya sudah rapih dan bersih." Balas Yuki menjawabnya sambil berdiri dan menaruh kedua tangannya di belakang.
Tuan Devon mulai mengerutkan kedua alisnya sangat kuat saat dia melihat penampilan Yuki yang cukup kotor dan begitu berantakan, sama sekali tidak sesuai dengan kriteria asisten pribadi yang dia inginkan selama ini, hal itu benar-benar membuat tuan Devon sakit mata, karena dia sangat benci pada hal-hal yang kotor dan kusut seperti itu.
Sehingga saat melihat Yuki dengan pakaian seperti itu, dia yang tadinya merasa kasihan, justru malah langsung marah dan kesal.
__ADS_1
"Aishh...apa kau tidak punya pakaian lain, ganti pakaianmu dan minta pada Geri untuk memberikan kau pakaian ganti, setelah istirahat nanti, kau akan ikut denganku bertemu investor dari luar negeri, kau tidak boleh berpenampilan buruk seperti ini, cepat pergi dan ganti pakaianmu ini, aishh benar-benar membuat aku jengkel saja!" Bentaknya yang memarahi Yuki begitu keras.
Yuki hanya bisa terus memasang wajah cemberut dan mengepalkan kedua tangannya sambil langsung berbalik dan pergi dari ruangan tersebut dengan cepat.