Wanita Perebut Kekasihku

Wanita Perebut Kekasihku
Membuat Syarat


__ADS_3

"Karena hanya kau yang memiliki hutang begitu banyak denganku dan tidak akan sanggup untuk membayarnya dalam waktu yang cepat." Balas tuan Devon membuat Yuki semakin kesal dan merasa sangat emosional saat itu.


"KALIAN BENAR-BENAR MENIPUKU!" Bentak Yuki sangat kencang dengan bibirnya yang begitu mengkerut serta tatapan mata yang tajam.


Dia segera saja pergi dari sana dengan cepat lalu berniat kabur dari ruangan tersebut karena tetap tidak mau mengikuti semua kesepakatan yang sudah terlanjur dia sepakati sebelumnya. Sekretaris Geri mengejar Yuki dan berhasil menahannya lagi dia terus membujuk Yuki dengan segala cara sedangkan tuan Devon memperhatikan dari belakang dan terus menatap datar pada Yuki dengan kedua tangan yang dia lipat di dadanya saat itu.


"Yuk...Yuki tunggu dulu, kamu tidak boleh membuat keputusan begitu cepat tanpa pemikiran yang matang seperti ini." Ucap sekretaris Geri menahan tangan gadis itu dengan kuat, dan berhasil membuat Yuki berhenti sambil berbalik dan terus saja menghempaskan tangannya yang di pegang oleh sekretaris Geri saat itu.


"Lepaskan aku Geri, kau juga mengkhianati aku, kau membela tuan Devon dibandingkan diriku, padahal kau sendiri tahu disini akulah korbannya dia menipuku dengan sengaja, atau jangan-jangan kau juga termasuk dalam rencana tuan Devon ini ya?" Ucap Yuki mencurigai sekretaris Geri lagi yang membuat sekretaris Geri tidak bisa menghindar lagi.


"Iya kau benar, aku sudah tahu tentang semua ini dan aku juga termasuk dari orang yang membantu tua Devon mempersiapkan semuanya, tapi Yuki aku melakukan semua ini demi kebaikan dirimu, tidak ada salahnya jika kamu menjadi kekasih tuan Devon lagi pula ini hanya berpura-pura saja, dan kau juga sudah tidak ada pasangan kan, jadi apa yang perlu kamu khawatirkan?" Balas sekretaris Geri memberikan pendapatnya lagi kepada Yuki. Membuat Yuki terdiam untuk beberapa saat.


Dia memikirkan apa yang baru saja dikatakan oleh sekretaris Geri dengannya dan dia pun mulai tersadar bahwa memang apa yang dikatakan oleh sekretaris Geri ada benarnya, itu membuat Yuki berpikir keras dalam otak kecilnya yang sudah sempit saat ini dan tidak memiliki pilihan lain lagi.


*Apa kata sekretaris Geri si pengkhianat ini ada benarnya juga, kalau aku menyepakati semua ini aku bisa bebas aku juga bisa memorotinya kan? Ahaha benar juga kenapa aku harus marah, aku manfaatkan balik saja pria menyebalkan itu* batin Yuki mulai mendapatkan pencerahan dan sudah bisa memutuskan saat ini.


"Ekm.... baiklah aku akan setuju dengan kesepakatan yang sudah terlanjur aku sepakati, tapi ada syaratnya dahulu, aku tidak mau hanya tuan Devon saja yang memberikan syarat kepadaku, tapi aku juga ingin memiliki syarat untuknya, bagaimana? Apakah kau setuju tuan Devon?" Ucap Yuki kepada tuan Devon sambil menatapnya lurus.

__ADS_1


Dengan santai tuan Devon menyetujuinya karena dia sudah tahu jika tidak berhubungan dengan uang maka kebebasan adalah hal yang paling di inginkan oleh gadis tersebut, jadi tuan Devon sama sekali tidak takut dengan syarat apapun yang akan diberikan oleh Yuki kepada dirinya. "Setuju, katakan saja syaratnya aku sama sekali tidak keberatan." Balas tuan Devon begitu mudah menjawabnya.


Sedangkan Yuki mulai menunjukkan senyum kecil di wajahnya tersebut, dia pun berjalan keluar dengan sangat santai sambil tersenyum kecil dan terus saja kembali duduk di meja kerjanya lagi, sekretaris Geri terus mengerutkan kedua aslinya sangat kuat, dia merasa heran dan aneh dengan Yuki yang bisa tiba-tiba saja berubah pikiran dengan begitu cepatnya padahal dia tidak berpikir itu akan terjadi, sekretaris Geri pun segera menyusul Yuki untuk memberikan surat perjanjian yang sudah dia sepakati dengan tuan Devon sebelumnya. "Ehh? Yuki tunggu aku." Teriak sekretaris Geri segera mengejarnya dengan cepat, sekretaris Geri menatap heran dengan kedua alis yang dia naikkan.


Karena melihat Yuki yang tersenyum gembira sambil bersenandung ria dan mulai menyalakan kembali komputer di depannya.


"Hei Yuki apa sarafmu sudah putus atau bagaimana? Tadi saja kau penuh dengan protes dan sangat tidak setuju dengan kesepakatan yang ditawarkan oleh tuan Devon, kenapa sekarang kau bisa berubah pikiran sangat cepat?" Tanya sekretaris Geri sangat penasaran saat itu dan terus saja mendekati Yuki untuk mengorek informasi darinya.


Sayangnya saat ini Yuki sudah mulai berhati-hati dengan tuan Devon, dia belajar dari kejadian barusan bahwa nyatanya sekretaris Geri memang tidak ada di pihak dia sejak awal, sehingga dia malah untuk menceritakan apa yang dia pikirkan kepada sekretaris Geri, selain itu dia juga merasa cemas dan takut sekretaris Geri akan membongkar rencananya sendiri pada tuan Devon nantinya.


Mendengar hal itu sekretaris Geri langsung tersenyum kecil dia juga sadar apa yang dikatakan Yuki kepadanya memang benar, tetapi dia melakukan semua itu juga demi kebaikan mereka berdua, lagi pula Yuki yang mendapat keuntungan paling banyak dalam kesepakatan itu, sekretaris Geri juga tidak akan mau membantu tuan Jenson jika itu hal yang merugikan sebelah pihak saja, dia hanya mencoba menjadi adik dan tidak condong ke satu pihak saja namun mungkin pandangan Yuki tentang hal itu sedikit berbeda dan salah paham.


"Hei, aku melakukan semua ini juga demi kebaikan dirimu juga sekarang kau bisa seperti ini dan mendapatkan banyak keuntungan dari tuan Devon itu juga berkat ide dariku jadi apa salahnya jika kau bercerita kepadaku sedikit saja." Balas sekretaris Geri lagi saat itu, tapi sayangnya Yuki sudah tidak mau menanggapi sama sekali.


Sehingga sekretaris Geri pun mencoba untuk memahaminya dan dia tidak mau untuk ikut campur lagi, sudah lebih baik jika dia diam saja dan kembali pergi untuk melakukan pekerjaan dia yang lain.


"Ya sudahlah kalau kau memang begitu aku pergi dulu, jangan lupa dokumen jadwalnya tuan Devon untuk besok kau kirim padaku hari ini aku akan memeriksanya lagi." Ucap sekretaris Geri saat itu yang langsung dianggukkan oleh Yuki dengan cepat.

__ADS_1


"Iya sana kau pergi saja, aku juga ini sedang menyelesaikannya." Balas Yuki nampak tidak perduli sama sekali.


Sekretaris Geri hanya bisa menggelengkan kepala kepadanya dan terus saja menghembuskan nafas dengan lesu, dia sama sekali tidak tahu apa yang akan dilakukan olehnya saat ini, yang pasti dia hanya ingin pergi saja dari Yuki daripada dia diam disana dan Yuki juga tidak menanggapinya maka memang lebih baik jika dia pergi saja.


Sampai tidak lama ketika sekretaris Geri pergi, Yuki langsung tersenyum senang dan dia terus saja bahagia sebab sudah memiliki ide terbaik dalam kepalanya untuk membuat persyaratan khusus untuk tuan Devon nantinya, lagi pula saat itu Yuki juga sudah mengirimkan dokumen untuk jadwal meeting tuan Devon esok pagi sehingga dia memiliki banyak waktu untuk memikirkan persyaratan apa saja yang mau dia buat dan dia tuliskan dalam surat kerjasama mereka, selain itu Yuki juga masih ingin tahu akan seberapa lama kontrak itu terus berjalan, sebab dia juga tidak mau jika selamanya harus terus berpura-pura menjadi pacar tuan Devon, dan sebelum memberikan persyaratan yang tengah dia buat saat ini, Yuki juga sudah berpikir untuk memutuskan hubungan dengan Jonas, karena dia merasa sudah tidak sanggup lagi berhubungan dengan pria seperti dia lagi.


"Ahah....aku punya ide bagus bagaimana jika ku buat saja persyaratan seperti semua pengeluaran dia yang bayar dan aku hanya tinggal pergi saja jika dia butuh pergi dengan pacarnya, satu lagi dia tidak boleh memegangi tubuhku sembarangan hanya boleh bergandengan tangan saja, ahahah iya betul ini adalah cara terbaik untuk melindungi diriku." Tambah Yuki terus saja menuliskan lagi setelah dia mengingat semuanya.


Tidak hanya satu atau dua syarat saja yang diberikan oleh Yuki untuk tuan Devon nantinya tetapi ada lima syarat sekaligus yang sudah di tuliskan oleh Yuki dan kini dia bersiap untuk menghadap bos besarnya dan menunjukkan syarat tersebut secara langsung kepada orang yang bersangkutan.


"Tok...tok...tok...tuan ini saya apa saya boleh masuk?" Ucap Yuki mengetuk pintu ruangan tersebut dan memanggil tuan Devon dengan sopan, sangat berbeda sekali dengan bagaimana Yuki biasanya dan seharusnya.


Bahkan tuan Devon sendiri merasa aneh ketika mendengar suara gadis itu begitu lembut, karena biasanya dia selalu berteriak kencang dan menggedor pintu sembarangan atau bahkan biasanya Yuki langsung masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, namun kali ini tiba-tiba saja dia menjadi anak yang baik dan cukup sopan membuat tuan Devon menatapnya sedikit sinis dengan ujung bibir yang dia angkat saat itu.


"Masuk." Balas tuan Devon mempersilahkannya.


Yuki segera masuk dan dia langsung menghadap tuan Devon memberikan selembar kertas yang berisikan persyaratan yang sudah dia tulis dan pikiran matang-matang untung di tandatangani oleh tuan Devon. "Eheh...tuan ini silahkan kau lihat dulu aku sudah menuliskan persyaratan apa saja yang harus kau penuhi padaku." Ujar Yuki memberikan selembar kertas tersebut.

__ADS_1


__ADS_2