
Dia pun mulai kembali lanjut menyelesaikan pekerjaan dia yang masih belum selesai, mencuci beberapa piring lagi yang baru saja di simpan oleh pelayan disana, dia harus terus berkutat dengan sabun cair dan menggosok panci, wajan, piring, mangkuk, gelas dan nampan yang kotor, mulai dari jam dua siang hingga jam enam sore.
Bahkan terkadang jika restoran tengah banyak sekali pengunjung, dia terpaksa harus lembur selama satu sampai dua jam lamanya, tetapi dengan begitu gajinya juga akan bertambah dan hal tersebut terkadang membuat Yuki senang atau kesal sebab dia sudah merasa cukup lelah karena dari pagi hingga jam satu siang dia biasanya bekerja membantu di supermarket sebagai kasih dan terkadang menjadi bagian gudang, sebab dia bukan karyawan tetap disana, hanya karyawan magang yang bekerja paruh waktu.
Jadi itulah kenapa dia bisa dipecat seenaknya oleh sang manager gendut yang diketahui sebagai pemimpin di cabang minimarket wilayah kota disana.
Tapi kali ini meski tangannya sudah hampir keras karena terlalu lama kedinginan mencuci banyak sekali barang kotor, dia tetap tidak mengeluh seperti biasanya, sebab dia tengah membutuhkan banyak uang jadi meski harus lembur tiga jam sekalipun dia akan merasa senang, sebab uangnya nanti bisa untuk menambah tabungan yang sudah habis oleh biaya sang sahabat kesayangannya tersebut.
"Aahh .... Tidak masalah aku harus lebih semangat, semua ini demi kuliahku di tahun depan, selain itu Linda juga masih perlu biaya untuk penyembuhannya jika dia pulang setelah operasinya nanti, hmm tapi bagaimana kabar dia sekarang ya? Apa operasinya sudah dia lakukan? Kenapa aku tidak mendapatkan kabar apapun darinya, sejak dia pergi." Gerutu Yuki mulai merasa cemas tentang sahabatnya tersebut.
Tanpa dia ketahui di sana Linda sama sekali tidak memikirkan dirinya yang sudah kesulitan dan terus berusaha payah mencari nafkah untuk dirinya serta mengusahakan semua kebutuhannya selama ini, dia dengan asik malah tidur di hotel mewah dengan jamuan yang sangat beragam, bahkan dia memanggil perawatan spa khusus di hotelnya yang bisa manjakan tubuhnya, sama sekali tidak memperdulikan masalah Yuki.
Bahkan dia malah asik merajut hubungan dengan tunangan sahabatnya sendiri, tetapi hal itu tentu tidak akan terus berjalan dengan mulus seperti yang di rencanakan oleh Linda dalam benaknya selama ini.
...****************...
__ADS_1
Tepat di dalam sebuah restoran megah yang telah dibooking secara khusus oleh keluarga besar gubernur Jordi, untuk mengadakan jamuan makan malam sekaligus pertemuan penting antara kedua keluarga besar yang akan mengadakan sebuah pertunangan di kemudian hari bagi kedua anak mereka.
Saat itu keluarga Jonas sudah sampai disana lebih dulu, di ikuti dengan Amanda dan kedua orangtuanya yang baru saja tiba disana, dan mereka langsung mendapatkan sebuah sambutan yang begitu hangat, namun betapa kagetnya Jonas saat ternyata wanita yang akan di jodohkan dengannya adalah teman lama yang dulu pernah dia ejek semasa sekolah, namun sekarang justru malah terlihat telah berubah banyak.
Sebab penampilan Amanda sudah sangat berbeda jauh dibandingkan dengan Amanda di masa lalu, yang sering mengenakan kacamata juga selalu membawa buku kemana-mana, senang dengan pelajaran sejarah dan selalu melukis hingga isi bukunya dipenuhi dengan coretan lukisan alam yang sangat indah.
Namun keahlian dan bakatnya tersebut justru menjadi sebuah cemoohan bagi teman-temannya yang lain salah satunya adalah Jonas, yang selalu mengejek dirinya sebagai manusia kutu buku ataupun si paling membosankan.
Kali ini mereka langsung saja dipertemukan dalam satu meja besar dengan sajian mewah yang sama sekali tidak menggugah selera bagi Amanda.
"Hai Amanda lama sekali tidak tidak bertemu, kelihatannya kamu yang paling banyak berubah dibandingkan temanku yang lain, bagaimana kabarmu?" Tanya Jonas berbasa basi dengan menatap lekat dari atas hingga bawah kepada Amanda.
"Terimakasih Jonas kau juga terlihat melakukan perubahan besar, bahkan lebih baik daripada yang aku pikirkan." Balas Amanda sambil tersenyum kecil.
Jonas sedikit kesal karena uluran tangan darinya diabaikan oleh Amanda begitu saja, tetapi karena saat itu dia masih berada di tengah-tengah kedua keluarga besar jadi dia harus menahan kekesalannya tersebut, hingga selesai makan malam, kedua orangtua mereka langsung saja membahas mengenai pertunangan bagi kedua putra mereka, tetapi Amanda langsung memotong pembicaraan kedua keluarga tersebut yang tengah menentukan tanggal pertunangan bagi dirinya dan Jonas.
__ADS_1
"Tunggu dulu ayah, ibu, bukankah sebelum menentukan tanggal pertunangan, kalian harus bertanya dulu kepada Jonas, apakah dia memiliki pasangan atau tidak, karena aku tidak mau bertunangan dengan pria playboy yang senang mempermainkan hati wanita dan hanya mencari kesenangan juga kepuasan sendiri dari pasangannya." Balas Amanda dengan sengaja menyinggung Jonas tepat sasaran.
Suasana semakin tegang dan kedua orangtua Jonas langsung menatap begitu lekat dengan penuh pertanyaan di benak mereka saat mendengar ucapan dari Amanda saat itu, sedangkan Jonas sendiri terlihat gugup dan kelimpungan, dia kesulitan untuk menyembunyikan rasa gugup dalam dirinya, sebab sindiran yang baru saja dikatakan oleh Amanda sangat menyinggung dirinya dengan telak.
"Amanda apa yang kau maksud, Jonas tidak mungkin memiliki pasangan." Ucap ibunya dengan tegas kepada Amanda.
"Aku hanya bertanya saja bu, dan ingin mendengarnya secara langsung dari mulut Jonas." Balas Amanda kepada ibunya.
"Aahh.. Amanda kamu tidak perlu cemas soal itu, om dan tente akan selalu mengawasi Jonas, dan kita bisa memastikan bahwa Jonas memang tidak memiliki pasangan, itulah kenapa kami berdua memutuskan untuk menjodohkan kalian berdua." Balas om Jordi menimpali ucapan ibunya Amanda.
"Sialan, awas saja kau Amanda, berani sekali kau memojokkan aku seperti ini di depan kedua orangtuaku sendiri." Batin Jonas yang sudah sangat kesal pada Amanda.
Sebelumnya dia tidak pernah menduga jika seorang Amanda mampu menekan dia dan mendesaknya dalam keadaan canggung yang membuat dia tidak dapat berkutik seperti ini, namun karena dia adalah Jonas, meski sudah di desak seperti itu dia tetap mampu meloloskan diri dan mencari alasannya sendiri terus saja menjawab ucapan dari Amanda.
"Apa yang kedua orangtua kita bicarakan memang benar, aku akan setia padamu jika nanti kita sudah bertunangan." Balas Jonas sambil menarik tangan Amanda secara tiba-tiba dan mengelusnya seakan dia tengah menggoda Amanda.
__ADS_1
...****************...
Kembali pada Yuki, dia tengah mencoba menghubungi Linda sambil menunggu bus tiba, namun sudah berkali-kali dia mencoba menelepon tetap Linda tidak dapat dihubungi, dia tidak bisa merasa tenang sehingga terus berjalan mondar mandir tanpa henti di halte bus tersebut, sampai tidak lama sebuah mobil hitam yang terlihat begitu mewah melintasi jalanan itu dan mencipratkan sebuah air di kubangan yang kotor bekas dari hujan sebelumnya, mengenai pakaian Yuki yang berwarna putih, sehingga nodanya terlihat begitu jelas.