
Langsung saja tuan Devon berbalik ke belakang dan dia melihat Yuki yang berjalan dengan pincang, juga sangat pelan sekali, karena dia kesakitan memakai sepatu yang tidak cocok untuk dia gunakan saat itu, dengan perasaan kesal tuan Devon menghembuskan nafas cukup kuat sambil segera berjalan menghampirinya dengan cepat, lalu setelah berada di hadapan Yuki tuan Devon langsung berjongkok di depan Yuki sambil menepuk sebelah pundaknya menyuruh Yuki untuk naik ke atas punggungnya saat itu. "Ayo naik." Ucapnya begitu saja membuat Yuki sangat kaget sekali dibuatnya.
"Eehh. Ada apa ini, tuan kenapa kau berjongkok di hadapanku begini, kau mau menghukumku ya? Aku tidak melakukan kesalahan apapun tuan, kau mau melakukan apa padaku?" Ujar Yuki yang justru malah panik lebih dulu dan menduga pada hal yang tidak jelas sama sekali.
Tuan Devon segera menoleh ke belakang dan bicara dengan tegas kepadanya sekali lagi untuk menyuruh Yuki agar bisa naik ke atas punggungnya lebih cepat sebelum akan ada orang lain yang melihat dirinya harus menggendong seorang wanita seperti yang akan terjadi saat ini, terlebih yang dia gendong adalah karyawannya sekaligus orang yang sangat menjengkelkan bagi dirinya.
"Aishh..jangan banyak tanya lagi, ayo cepat kau naik ke atas punggungku atau aku akan meminta semua hutangmu di lunasi saat ini juga!" Ancam tuan Devon dengan begitu kejam. Sampai membuat Yuki tidak berani bicara lagi.
Dia langsung mengangguk menurutinya, meski sebenarnya saat itu dia masih merasa sangat ragu dan tidak tahu bagaimana caranya dia naik ke atas punggung tuan Devon yang pemarah dan sangat sensi itu, bahkan kedua tangan Yuki bergetar cukup kuat dibuatnya karena tuan Devon yang terus saja mendesak dia tanpa henti, membuat Yuki sangat gugup tidak karuan dibuatnya, dia takut salah dalam bergerak saat itu, tetapi tuan Devon malah kembali membentak dia sangat kencang dan terus saja menarik kedua tangan Yuki disaat gadis 20 tahun itu baru saja menempelkan kedua tangannya ke depan leher tuan Devon.
__ADS_1
"Lama sekali sih." Ucapnya sambil terus menarik tangan Yuki secara tiba-tiba. Yuki sendiri hanya bisa terperangah kaget dibuatnya.
"Aahhh..tuan kau sungguh menggendongku, tuan apa kau salah makan, apa kepalamu terbentur, tuan turunkan aku untuk apa kau menggendongku? Astaga, ini sangat memalukan." Ucap Yuki berontak dan berusaha meminta agar tuan Devon menurunkannya saat itu, karena dia juga cukup kaget sebab tidak menduga jika tuan Devon justru malah menggendong dirinya seperti ini, apalagi itu terjadi di tempat umum dimana jelas sekali akan ada banyak orang yang berlalu lalang di jalanan sana.
Sehingga hal itu menambah rasa gugup dan malu pada Yuki, sehingga dia terus saja menyembunyikan wajahnya di balik tuan Devon, sedangkan tuan Devon sendiri justru malah membentak Yuki dan menyuruhnya untuk diam juga tidak banyak perotes dengan dirinya. "Aishh..sudah diam kau, berisik sekali sih." Ucapnya begitu saja.
Hingga saat tiba di depan mobil tuan Devon terus saja menyuruh sekretaris Geri untuk membukakan pintu mobil bagi dirinya, dia menurunkan Yuki dan terus saja mengajaknya untuk masuk ke dalam mobil tersebut, dia juga membantu Yuki untuk duduk di dalam mobil kemudian dia kembali berjongkok di depan Yuki dan terus saja memegangi kakinya membuat Yuki segera menghindar dengan cepat karena dia merasa sangat aneh dengan sikap tuan Devon yang tiba-tiba saja menjadi seperti ini kepada dirinya.
Tuan Devon hanya bisa menghembuskan nafas dengan lesu dan terus saja menatap dengan wajah yang kesal saat itu, sehingga tuan Devon terus saja menarik kaki Yuki dengan paksa dan cepat dia melepaskan sepatu pentopel yang dikenakan oleh dirinya sedari tadi, sekaligus menjadi alasan utama kenapa dia malah menjadi kesakitan dan berjalan pincang cukup lama, sebab kakinya kesemutan dan sedikit keram di tambah bagian tumitnya terlihat merah dan lecet, terkena bagian belakang sepatu itu yang cukup keras, dan Yuki yang tidak biasa ketika mengenakannya jadi dia kesakitan saat itu.
__ADS_1
"Sudah kemarikan kakiku, kau jangan banyak tanya, aku tahu kakimu tidak nyaman bukan, mengenakan sepatu pentopel seperti ini?" Ujar tuan Devon bicara dengan Yuki dan dia hanya bisa mengangguk saja membalas ucapannya saat itu.
"Hais.... Dasar kau ini, aku kan sudah bilang kau tidak perlu merubah penampilanmu menjadi seperti ini, untuk apa juga kau berpenampilan sesuai dengan kriteria yang baik menurutku jika kau sendiri tidak nyaman untuk mengenakannya, ini hanya akan menyakiti dirimu sendiri, lagi pula aku kan tidak menyuruhmu mengubah gaya dan penampilanmu." Tambah tuan Devon menasehati Yuki dan dia terus saja memberikan sendal ganti yang biasa dia kenakan di dalam mobil untuk Yuki gunakan.
"Tapi tuan bukankah tadi kau sendiri yang menyuruhku untuk mengganti pakaian, kau juga berkata bahwa penampilan aku sangat tidak enak untuk di pandang, maka dari itu aku harus berganti sampai seperti ini dengan dibantu sekretaris Geri." Balas Yuki merasa sangat heran dengan tuan Devon yang seenaknya mengatakan bahwa bukan dia yang menyuruhnya untuk tampil menjadi seperti ini.
Tuan Devon yang mendengar jawaban dari Yuki dia terus saja kembali duduk di samping Yuki sedangkan sekretaris Geri mulai mengemudikan mobilnya di depan, dan tuan Devon mulai membalas ucapan dari Yuki lagi.
"Heh, dasar kau bodoh, dimana kau simpan otakmu itu, aku kan menyuruhmu untuk mengganti pakaian dengan di antar oleh Geri bukannya berganti penampilan jadi sangat aneh seperti ini." Balas tuan Devon yang membuat gadis 20 tahun itu langsung merasa malu dibuatnya dan dia baru tahu tentang hal itu, jika ternyata dirinya saja yang salah paham dengan maksud dari ucapan tuan Devon kepada dia sebelumnya, sehingga saat ini Yuki pun hanya bisa segera menunduk dengan lesu dan sama sekali tidak menentu dibuatnya.
__ADS_1
Setelah itu tuan Devon segera membersihkan tangannya dengan tisyu dan pembasmi kuman yang selalu dia bawa kemana-mana, sedangkan Yuki tidak berani mengatakan apapun lagi, karena rasa malu di dalam dirinya sudah terlanjur besar kala itu.
Bahkan sampai mereka semua tiba di kantor, Yuki terus menuruti semua perintah dari tuan Devon, walaupun sebenarnya dia sangat ingin melawan kepadanya tetapi setelah mengingat kebaikan yang pernah diberikan oleh tuan Devon kepadanya, Yuki pun berpikir dua kali lagi untuk marah kepadanya, tetapi itu sama sekali tidak bisa menahan dirinya untuk menggerutu dengan kesal.