Wedding With My Lecturer

Wedding With My Lecturer
Bagian 32_Tidak Ada Pilihan


__ADS_3

Eiren tengah duduk di kursi ruang tamu Elio dengan wajah bingung. Elio tidak menjelaskan apa pun kepadanya terlebih dahulu. Sedangkan dua orang dewasa yang kini duduk di depannya juga menatap dengan pandangan meneliti. Seakan menghakiminya yang telah melakukan kesalahan.


Elio hanya duduk santai di sebelahnya dengan kaki disilangkan dan juga punggung bersandar. Sejak datang, tidak ada penjelasan sama sekali darinya. Membuat Eiren benar-benar merasa bingung dengan tingkah Elio yang membawanya dalam masalah yang tidak diketahui asal-usulnya.


“Jadi dia kekasihmu, Elio?” tanya pria dengan wajah tegas yang sudah duduk di sebeleh Farah dan bertingkah sama seperti Elio.


“Hmm,” gumam Elio dengan mata menatap papanya tajam. Tidak ada senyum yang terlintas sama sekali selama mereka saling pandang.


Abian beralih menatap Eiren yang masih duduk dengan pandangan bingung. Matanya mengamati penampilan Eiren yang terkesan biasa saja. Kemeja lengan pendek dengan celana jeans yang dipadukan. Benar-benar berbeda dengan pakaian ketika Abian mendapat foto anaknya bersama dengan Eiren.


“Kamu Eiren? Sekarang apa kesibukan kamu?” tanya Abian dengan wajah yang masih meneliti.


“Dia berkuliah di kampus Elio mengajar. Saat ini sibuk dengan skripsi dan untungnya Elio yang menjadi pembimbingnya,” jawab Elio tanpa mengalihkan pandangan.


Abian yang mendengar langsung tertawa kecil dan menatap Elio dengan tatapa membunuh. “Dia masih anak kuliah dan apa kamu yakin dengan hubunganmu dengannya? Papa bahkan tidak yakin dia akan menjadi istri yang baik nantinya,” sindir Abian yang langsung mendapat tatapan mematikan dari istrinya.


Eiren semakin menunduk. Dia malu dengan tatapan Abian yang begitu merendahkannya. Namun, dia tidak berani membuka mulut sama sekali. Setelah itu dia kembali mendongak ketika mendengar suara tawa dari arah Elio yang terdengar mengejek. Matanya menatap Elio dengan kening berkerut bingung.


“Baik atau tidaknya, itu bukan urusan Papa. Sampai kapan pun Eiren akan tetap menjadi istriku dan aku akan menikahinya,” kekeh Elio membuat Eiren membelalak.


Eiren hendak memprotes, tetapi ancaman Elio kembali menghantuinya. Akhirnya, dia memilih diam dan mengikuti Elio ketika tangannya ditarik paksa untuk bangkit dan meninggalkan ruangan tersebut.


Eiren masih tetap diam dan mengikuti Elio dengan langkah terseok karena emosi Elio yang menggebu. Dia segera masuk ke dalam mobil dan diam di sebelah Elio yang kembali sibuk dengan kemudinya.


Apa yang harus aku lakukan sekarang?, batin Eiren bingung.


_____

__ADS_1


“Jadi, Eiren sudah berpacaran dengan Elio ketika aku berusaha mempertahankannya,” gumam Alex dengan kepala tertunduk.


Jessica yang ada di depannya hanya diam dan menunjukan wajah penuh rasa iba. Setelah Elio mengajak pergi Eiren, Jessica datang dan mengajak Alex untuk ke kantin. Berusaha menghibur temannya yang tengah merasakan patah hati. Menunjukan wajah malaikat dan menyembunyikan rapat wajah iblisnya.


“Lalu selama ini apa yang aku lakukan tidak pernah dianggap olehnya?” ucap Alex dengan perasaan yang telah hancur berkeping.


Jessica mengelus punggung Alex pelan dan berusaha menguatkan. “Kamu yang sabar ya, Alex. Aku juga tidak menyangka jiika Eiren bisa setega itu denganmu. Aku pikir selama ini dia benar-benar mempercayaimu. Padahal kamu begitu menyayanginya,” ujar Jessica dengan suara lembut.


Alex yang mendengar semakin frustasi dengan keadaannya. “Aku juga tidak menyangka,” sahut Alex yang langsung menegakan kepala menatap Jessi yang ada di dekatnya. Matanya menatap tajam gadis tersebut. “Kamu tahu mengenai hubungan Eiren dan Elio?” tanya Alex penasaran.


“Maaf, Alex. Aku tidak tahu mengenai hal ini. Aku hanya beberapa kali melihat mereka jalan berdua. Aku pikir mereka hanya jalan biasa saja. Jadi, aku tidak pernah mengatakannya kepadamu,” jawab Jessi dengan wajah memelas.


“Sial!” bentak Alex sembari menggebrak meja, membuat seisi ruangan menatap ke arahnya. Alex mengabaikan tatapan tersebut dan sibuk mnahan emosinya. Tangannya mengepal sempurna dan siap memukul siapa pun yang mengganggunya.


Jessi yang melihat tersenyum tipis dan kembali menunjukan wajah iba. “Maaf, Alex. Aku benar-benar tidak tahu jika Eiren selicik itu. Dia selalu menyalahkanmu tentang pertunanganmu dengan Dora, tetapi dia sendiri berselingkuh. Aku tidak menyangka ternyata dia gadis yang seperti itu. Maafkan kesalahan sahabatku, Alex,” celetuk Jessi menambah panas suasana.


Alex yang mendengar menghela napas berulang kali, menghilangkan rasa kesal yang sejak tadi memang sudah menguasai dirinya. “Kamu tidak salah, Jessi. Memang dasar Eiren yang tidak pernah menghargai usahaku untuk mempertahkannya.”


_____


“Elio, sebenarnya apa yang kamu rencanakan?” tanya Eiren ketika sudah melaju cukup jauh dari rumah kedua orang tua Elio. Matanya masih menatap jalanan dan membelakangi Elio yang masih sibuk dengan kemudinya.


“Kamu membawaku datang ke rumah orang tuamu dan mengatakan aku calon menantunya. Kamu bahkan tidak menjelaskan apa pun kepadaku. Kamu bertindak sendiri seperti keinginanmu. Bahkan, hanya untuk bertanya pendapat pun tidak,” lanjut Eiren dengan rasa terluka yang terasa begitu dalam.


Elio yang mendengar menghela napas perlahan dan menatap Eiren yang ada di dekatnya dengan pandangan melembut. “Aku sudah pernah bilang kalau akan bertanggung jawab denganmu, kan? Aku sudah mengambil keperawanan kamu malam itu,” jelas Elio dengan mata kembali menatap jalanan lurus.


“Dan sepertinya aku pernah mengatakan kalau kamu tidak perlu melakukan semua itu,” sahut Eiren malas.

__ADS_1


“Tetapi aku akan tetap melakukannya, Eiren. Apa pun untuk tetap bertanggung jawab. Aku tidak mau dicap sebagai pria brengsek yang hanya memanfaatkan tubuhmu saja.”


“Termasuk dengan cara memaksa?” tanya Eiren dengan senyum sinis.


Elio memejamkan mata perlahan dan meresapi setiap rasa luka yang terbalut. Perlahan dia kembali membuka mata dan menghela napas keras. “Iya. Apa pun untuk mendapatkanmu, Eiren.” Elio mematikan mesin mobilnya dan menatap Eiren yang masih tetap membelakanginya.


“Karena itu, menikahlah denganku, Eiren. Aku berjanji tidak akan pernah melukaimu,” pinta Elio dengan wajah serius.


Eiren yang mendengar memejamkan mata perlahan dan meresapi ucapan Elio. “Apa jika aku menolak kamu akan menyebarkan fotoku?” tanya Eiren.


“Mungkin,” jawab Elio dengan wajah serius, “Eiren, aku bukanlah orang baik yang akan sabar menunggumu. Tetapi, jika kamu mau menikah denganku, aku akan pastikan kamu selalu bahagia. Aku tidak akan pernah menyakitimu. Aku memang bukan orang yang romantis, tetapi aku akan berusaha menjadi suami yang setia kepadamu.”


Eiren tersenyum tipis dan menatap ke arah Elio. “Aku bahkan tidak memiliki pilihan lain, kan? Jadi untuk apa masih bertanya? Lakukan saja apa yang menurutmu memang menyenangkan, Elio. Aku bahkan sudah tidak memiliki ruang untuk menolak, kan?”


Elio yang mendengar diam sejenak dan mengangguk. “Iya.”


_____


🍁🍁🍁🍁


SELAMAT TAHUN BARU SAYANG-SAYANGKUH 😚😚


Udah ada yang siap-siap untuk menyambut tahun baru? Mau pada ngelakui acara apa nih buat tahun baru? Kalau Kim sih cuma mau bakar masa lalu yang menyakitkan. Eeeaaaakkk


Jangan lupa tinggalkan like, comment, tambah ke favorit, vote ya.


Jangan lupa mampir ke cerita Kim yang lain ya. Judulnya “Relationship Goals”. Jangan lupa tinggalkan like, comment, tambah ke favorit, dan vote

__ADS_1


See you next chapter sayangkuh. Ikuti sampai tamat, ya.


🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2