Wedding With My Lecturer

Wedding With My Lecturer
Bagian 70_Mau Punya Berapa Baby?


__ADS_3

Mama hanya mau membuat kalian bahagia. Dengan begitu, kalian akan cepat memiliki momongan.


Eiren memijit keningnya pelan. Dia merasa pusing setelah mendengar ucapan mama mertuanya yang sudah menyinggung mengenai cucu. Padahal , baru kemarin dia menikah dan sekarang sudah ditanyai mengenai cucu?


Masih sibuk dengan lamunannya, Eiren dikagetkan dengan sebuah tangan yang mendekapnya erat. Dia tahu siapa pemilik tangan yang berada di belakangnya dan hanya diam membiarkan. Elio sudah menunduk dan menjadikan pundaknya sebagai tumpuan dagunya.


“Sayang,” panggl Elio dengan nada suara manja.


Eiren bergumam dan menatap Elio malas. Dia hanya menatap suaminya dari pantulan kaca rias di depannya. “Apa, Mas?” tanya Eiren ketika Elio tidak juga membuka mulutnya.


“Kamu mau menerima liburan dari mama? Kenapa?” tanya Elio merasa aneh dengan sikap istrinya. Padahal, sejak awal dia sudah menolak dan memiliki rencana lain untuk honeymoon-nya nanti.


Eiren menghela napas perlahan dan kembali mengingat saat dia harus menerima penawaran dari sang mertua. Dia benar-benar tidak tega ketika melihat wajah yang sudah menua tersebut memohon kepadanya.


Flash back.


“Mama tidak sedang merencanakan apa pun, Elio. Mama hanya mau menbuat kalian bahagia. Dengan begitu, kalian akan cepat memiliki momongan,” celetuk mamanya dengan wajah bangga.


Eiren menghela napas perlahan ketika menyadari mama mertuanya mulai mengungkit menganai cucu. Dia memang berniat untuk memiliki anak secepatnya. Namun, mengatakan itu tepat ketika acara resepsi baru saja selesai apakah hal yang wajar? Mengingatnya saja dia merasa aneh.


“Ma, kami memi....”


“Eiren, mama mohon. Kalian terima tiket liburan dari kami, ya?” pinta Farah dengan wajah memohon.


Eiren yang tengah melamun menatap ke arah Elio yang tampak tidak bersemangat. Namun, ketika matanya masih beradu pandang, sebuah sentuhan memaksanya mengalihkan pandangan. Eiren menatap mama mertuanya dengan tatapan bingung.


“Jadi, bagaimana? Kamu maukan terima liburan ke bali?” tanya Farah sembari menatap penuh harap.


Eiren menghela napas kasar dan terpaksa mengangguk. Dia merasa tidak tega ketika melihat wajah Elio yang tampak mengeras. Matanya menunjukan amarah menggebu yang begitu disembunyikanya.


Apa aku membuat masalah? Apa aku salah menyetujui permintaan mama Farah?, batin Eiren merasa begitu bersalah.


“Teirma kasih, sayang,” ucap Farah yang langsung memeluk Eiren erat. Eiren hanya tersenyum tipis dan masih menatap ke arah Elio dengan tanda tanya di kepalanya.


Flash back selesai


Eiren mengakhiri acara lamunannya ketika sebuah usapan di tengkuknya membuatnya kembali tersadar. Dia menatap ke arah Elio yang masih menjilatnya dengan tanpa rasa bersalah.


“Elio,” panggil Eiren dengan napas yang mulai memberat.

__ADS_1


“Hm. Apa, sayang?” tanya Elio yang masih asyik melancarkan aksinya.


Eiren tidak menjawab sama sekali. Matanya memejam sempurna dan membuka ketika perasaannya mulai me.baik. Dia mulai menarik napas panjang dan mengembuskannya keras. Dengan sekali sentak, pelukan Elio langsung terlepas.


Eiren mulai menjauh dan menatap Elio dengan mata membelalak, membuat pria tersebut hanya tertawa kecil ketika melihatnya.


“Kenapa, sayang? Aku padahal menginginkan hal seperti semalam,” ucap Elio dengan tatapan menggoda.


Eiren berdecak kesal dan langsung berbalik. Dia baru akan melangkah menuju ke arah kamar mandi ketika Elio sudah lebih dulu menariknya. Elio kembali memeluk Eiren dan mencium pelan leher wanita tersebut.


“Elio, aku mau mandi,” ucap Eiren sembari mencoba melepaskan pelukan Elio di tubuhnya.


"Kalau gitu kita mandi bersama,” jawab Elio dengan wajah santai.


Eiren membelalak kaget ketika Elio membopongnya masuk ke dalam kamar mandi. Namun, setelahnya dia hanya tertawa kecil menerima ciuman ringan dari suaminya, membuat Elio merasa begitu bahagia.


Setidaknya sekarang aku akan berusaha meebahagiakanmu, Eiren, batin Elio sembari masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintu rapat.


_____


Feli baru saja keluar dari taksi yang ditumpanginya. Dia baru akan melangkah memasuki kantor ketika sebuah panggilan lain terdengar di belakangnya. Dengan perlahan, dia mulai membalik tubuh dan menatap ke asal suara. Di sana sudah ada Venda yang melambaikan tangan dengan senyum sumringah.


Feli tersenyum senang dan menunggu Venda sampai di depannya. Hanya beberapa menit saja dan pada akhirnya Venda mulai sampai di dekat Feli.


"Hai,” sapa Venda dengan napas terengah.


“Hai. Kamu di sini?” tanya Feli dengan tatapan tidak percaya.


Venda mengangguk mengiyakan dan hanya tersenyum. Dia mulai mengatur napasnya yang masih ngos-ngosan. Setelah di rasa cukup, dia kembali menatap Feli dengan wajah yang kembali normal.


“Kamu di sini, Venda? Ada perlu apa?” tanya Feli merasa aneh karena Venda bukanlah salah satu karyawan di kantornya bekerja.


Venda mengangguk mengiyakan. “Tuan Abian menyuruhku pindah ke perusahaan Elio. Dia merasa di sini masih mebutuhkan tim marketing,” jelas Venda yang langsung membuat Feli mengangguk.


“Kamu bekerja di sini juga, Feli?” tanya Venda merasa baagia.


“Tentu saja. Aku sudah lama bekerja di sini.”


Setelah berbicara panjang lebar, akhirnya Venda masuk ke dalam kantor tersebut bersama dengan Feli. Di sana dia harus menemui orang kepercayaan Elio. Ya, selama ini Venda memang bekerja di perusahaan Abian, tepatnya sejak dia mulai lulus dari kuliahnya. Sedangkan Feli, dia merupakan orang spesial yang sengaja Elio masukan ke dalam perusahaannya.

__ADS_1


“Yap, sudah sampai,” kata Feli dengan wajah ceria ketika sampai di ruangan bertuliskan Saka Darmawan, orang kepercayaan Elio yang benar-benar enggan ditemuinya. Membayangkan masuk ke dalam saja dia sudah bergidik ngerih.


“Terima kasih, Feli. Untung aku bertemu denganmu,” kata Venda merasa bersyukur.


Feli hanya mengangguk mengiyakan dan segera berlalu. Dia tidak mau kalau sampai Saka melihatnya.


Amit-amit jangan sampai ketemu si buaya darat, batin Feli dengan tatapan jijik.


_____


Elio masih menatap lekat istrinya yang hanya sibuk memasukan baju ke dalam koper. Entah mengapa rasanya dua begitu malas mendapat tiket liburan dari orang tuanya. Namun, karena Eiren yang sudah menerima, dia harus bisa mengikuti apa keinginan istrinya.


Eiren menghentikan aktivitasnya dan menatap ke arah Elio garang karena suaminya sejak tadi hanya berbaring dengan tangan yang dijadikan tumpuan untuk menyangga kepalanya, sedangkan matanya menatap Eiren tanpa berkedip.


“Kamu tidak berniat membantu istrimu, Elio,” tegur Eiren sembari melemparkan tatapan kesal ke arah Elio.


“Aku hari ini benar-benar malas, sayang. Aku cuma mau memandangmu saja,” jawab Elio dengan senyum tipis.


Eiren berdecak kesal sembari mendengus ke arah suaminya. Dia memilih melanjutkan perkerjaanya. Menunggu Elio pun tidak akan membuat semuanya selesai. Dia yakin, Elio tidak akan pernah membantu sama sekali.


Elio menghela napas dan menatap lekat ke arah Eiren. “Sayang,” panggil Elio dengan lembut.


Eiren melirik ke arah Elio dan mengerutkan kening heran. Pasalnya, Elio hanya memberikan isyarat dengan melambaikan tangan agar dia mendekat. Dengan perasaan malas, Eiren terpaksa mengikuti kemauan suaminya. Namun, ketika dia sudah sampai di dekat Elio, tangan pria tersebut segera meraih tengkuk dan mencuim bibirnya.


Eiren hanya diam dengan wajah terkejut. Bukan karena ciuman tersebut, tetapi karena perasaan lembut dan penuh cinta yang Elio salurkan. Matanya masih menatap wajah lembut sang suami dengan tatapan lekat.


“Sayang, kamu mau punya berapa baby setelah pulang dari Bali?” tanya Elio membuat Eiren langsung membelalakan mata.


Eiren menepuk lengan Elio dan mendengus kesal. Dia segera bangkit dan menjauhi Elio. “Dasar,” gumam Eiren yang kembali melanjutkan pekerjaanya. Dia mengabaikan Elio yang masih merengek menanyakan hal yang sama.


Tuhan, sejak kapan pria di hadapanku seperti anak kecil, batin Eiren dengan wajah heran.


_____


Hallo sayangkuh, jangan lupa tinggalkan like dan comment ya. Jangan lupa juga mampir di cerita Kim yang berjudul Relationship Goals ya. Jangan lupa tinggalkan like dan comment.


Bagi yang belum follow instagram Kim, bisa follow ya di @kimm.meili karena besok Kim akan update cerita singkat di sana. Terima kasih semuanya dan selamat membaca. See you next chapter baby.


____

__ADS_1


__ADS_2