Wedding With My Lecturer

Wedding With My Lecturer
Bagian 43_Kapan Menikah?


__ADS_3

“Mau ke mana, sayang?” tanya Abian ketika melihat istrinya tengah melangkah dengan pakaian rapi.


Abian menutup map yang sejak tadi di bacanya dan beralih menatap ke arah Farah yang sudah melangkah mendekatinya. Farah tersenyum dan duduk di sebelah suaminya.


“Belum pergi ke kantor, sayang?” tanya Farah dengan wajah sumringah.


“Belum. Aku masih ada pekerjaan lain,” jawab Abian masih mengamati Farah lekat, “kamu mau ke mana, sayang?” tanya Abian mengulang.


“Aku mau ke apartemen Elio, sayang. Aku mau menjenguk calon menantu kita,” ujar Farah dengan begitu bahagia. Dia senang karena anaknya bisa kembali mempercayai cinta. Rasanya begitu melegakan.


Abian yang medengar menghela napas panjang dan meletakan map ke meja. Kakinya disilangkan dan mata menatap ke arah lain. “Kamu tahu siapa orang tua Eiren, sayang?” tanya Abian dengan suara misterius.


Farah menggeleng dan memperhatikan Abian lekat. Dia merasa ada hal yang disembunyikan oleh suaminya. Melihat dari tatapan datar sang suami, dia yakin dengan pendapatnya saat ini.


Abian mengembuskan napas dan menutup mata perlahan. “Dia anak dari Audi Azura dan Arda Fernandez,” balas Abian membuat Farah membelalak. Abian membuka kembali matanya dan menatap ke arah Farah yang hanya diam mematung.


“Dia anak dari mantan selingkuhan kamu, sayang. Kamu yakin akan menerimanya menjadi keluarga kita?” ucap Abian meminta pendapat.


Farah masih merasa shock dengan apa yang baru saja diterimanya. Dulu dia pernah berselingkuh dengna Arda karena merasa cemburu dengan kedekatan Audi dan Abian yang pernah memiliki hubungan. Namun, ketika tahu bahwa keduanya sama-sama sudah tidak memiliki rasa, Farah mengakhiri hubungan dengan Arda dan hidup tenang dengan Abian.


“Kamu tahu itu dari mana, sayang?” fFrah masih tidak yakin dengan apa yang didengar. Dia benar-bear meragukan perkataan Abian saat ini.


“Aku mendapat kabar dari Boy, sayang. Jika kamu masih penasaran, kamu bisa pastikan sendiri dengan Arda.”


Farah yang mendengar merasa kacau karena hal tersebt. Dia hanya takut jika hubungannya dengan Abian kembali memburuk. Namun, setelah matanya menatap Arda yang seakan memberikan keyakinan untuknya, Farah merasa lega dan tersenyum.


“Aku tidak masalah dengan itu, sayang. Aku sudah memilikimu dan aku sudah bahagia dengan kehidupan kita. Aku memang pernah salah dan merasa konyol karena rasa cemburu yang berlebihan. Tetapi, jujur, aku menyesal dan tidak akan mau mengulanginya lagi. Aku hanya ingin hidup tenang denganmu, Mas,” jawab Farah dengan perasaan yakin.


Abian yang mendengar menghela napas. “Aku hanya takut kamu terluka dan masih memiliki rasa dengannya.”


Farah yang mendengar menggeleng dan memeluk Abian erat. “Aku hanya mencintaimu, Mas. Jadi boleh aku bertemu dengan Eiren?”

__ADS_1


Abian mengangguk. Jika istrinya memang ingin begitu, dia hanya bisa menurutinya saja. “Jangan pulang terlalu malam, ya?”


Farah mengangguk dan menatap suaminya senang.


_____


Elio menghentikan mobil dan menatap ke arah Eiren. Gadis di sebelahnya masih terlelap dengan air mata yang mengering. Matanya sembab karena terlalu lama menangis. Rasanya dia tidak tega melihat wanita tersebut terluka kembali.


Elio menghela napas panjang dan mengelus rambut lurus Eiren lembut. “Maafkan aku yang menambah masalahmu, Eiren. Aku juga tidak tahu, tetapi aku merasa tidak rela jika kamu bersama dengan Alex. Aku juga tidak bisa membiarkan orang tuaku menyakitimu,” ucap Elio pelan.


Elio melepaskan sabuk pengamannya dan keluar mobil. Dia melangkah mengitari mobilnya dan berhenti tepat di pintu sebelah Eiren. Dengan pelan dilepaskan sabuk pengaman yang masih terpasang dan mulai mengangkat tubuh Eiren dengan lembut. Elio takut kalau nanti membuat wanitanya terbangun.


Elio mulai melangkah menuju ke apartemennya. Sepanjang lorong dia mengabaikan tatapan dari penghuni lain yang masih memperhatikan. Pakaiannya basah dan Eiren tampak begitu kacau. Namun, Elio merasa tidak peduli sama sekali.


Setelah memauskan pin, Elio dengan susah payah membuka pintu apartemen dan mendorongnya dengan kaki agar tertutup. Setelah itu, dia melangkah masuk ke dalam kamar. Meletakan Eiren di ranjang lembut yang sudah menjadi tempatnya tidur berdua selama beberapa hari. Hanya tidur dan tidak melakukan apa pun. Elio tidak mau membuat kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.


“Semoga setelah bangun kamu akan baik-baik saja. Kamu bisa melupakan Alex dan menjalani hidup baru,” gumam Elio masih memperhatikan Eiren lekat.


Elio mulai membuka pakaian Eiren. Rasanya dia yakin dengan apa yang diperbuatnya, tetapi dia juga tidak bisa membua Eiren kedinginan.


“Tahan, Elio. Kamu dilarang lepas kendali,” batin Elio mengingatkan.


Selama melepas pakaian bagian atas Eiren, Elio hanya merapalkan kalimat yang sama agar dia tidak tergoda sama sekali. Meski nyatanya dia benar-benar tergoda. Jantungnya semakin berdetak kencang ketika dia sudah berhasil melepas baju Eiren dan menampilkan dalaman yang masih terpasang.


“Jangan pikirkan macam-macam, Elio. Jangan,” ucap Elio sembari menghela napas panjang.


Elio baru akan membuka kaitan bra yang dikenakan Eiren, tetapi suara lain menyadarkannya dari imajinasi liar yang sejak tadi menghantuinya.


“Elio. Apa yang kamu lakukan?”


Elio yang mendengar namanya disebut langsung menatap ke asal suara dengan mata membelalak. Mamanya sudah berdiri dengan mata menatap tajam dan seakan siap membunuhnya. Elio hanya menelan salivanya kasar dan menatap mamanya horor.

__ADS_1


“Jelaskan semuanya kepada mama, Elio,” geram Farah tajam.


_____


Elio duduk di ruang tamu dengan pandangan datar. Mamanya masih diam dengan mata menatap tajam. Ada raut kecewa dan membutuhkan penjelasan yang diabaikan Elio begitu saja.


“Kenapa Mama ke sini?” tanya Elio dengan suara santai dan tidak merasa bersalah sama sekali.


Farah mendegus dan menatap Elio kesal. “Jangan balik bertanya dengan mama, Elio. Mama membutuhkan penjelasan mengenai perbuatan kamu dengan Eiren. Kamu ingin memperkosa calon istrimu sendiri dan bahkan disaat dia tidak sadarkan diri? Kamu keterlaluan,” celetuk Farah dengan wajah pandangan kecewa.


Elio yang mendengar menghela napas dan memutar bola matanya jengah. “Mama itu sudah salah paham,” ucap Elio.


“Salah paham gimana? Jelas-jelas mama lihat kamu mau menelanjangi Eiren tadi,” kekeh Farah dengan emosi menggebu.


“Tadi itu Elio berusaha mengganti pakaian Eiren karena basah. Tetapi Mama keburu datang dan malah mengira yang tidak-tidak,” jelas Elio dengan wajah kesal.


“Kamu beneran gak mau perkosa dia, kan?” Farah masih ragu dengan anaknya dan menatap Elio dengan pandangan menyelidik.


Elio yang mendengar menghela napas pelan. “Memangnya Elio terlihat sedang berbohong? Elio gak berniat memperkosa seseorang, Ma.”


Farah yang mendengar menghela napas lega dan mengelus dadanya. Wajah yang sejak tadi tegang langsung menunjuukan raut wajah ceria dan menatap ke arah Elio serius.


“Lalu, kapan kamu dan Eiren akan segera menikah? Mama harap secepatnya,” tanya Farah masih dengan wajah yang tampak berpikir


Elio baru akan menjawab, tetapi mamanya sudah jauh lebih dulu menyela dengan wajah bersemangat.


“Bagaimana kalau dua bulan lagi?” tanya Farah meminta pendapat.


“Apa?” ucap Elio dan Eiren bersamaan.


_____

__ADS_1


__ADS_2