Wedding With My Lecturer

Wedding With My Lecturer
Bagian 89_Kabar Pernikahan


__ADS_3

Tujuh bulan kemudian


Elio menatap tubuh istriya yang saat ini tengah menyediakan makanan untuknya. Kandungannya juga sudah membesar dan hanya menunggu beberapa bulan untuk kelahiran. Hal yang membuatnya merasa menghangat.


Eiren menatap ke arah Elio yang sejak tadi diam, membuat perhatiannya mulai teralihkan. “Mas, kenapa? Ada masalah?” tanya Eiren dengan suara lembut. Perlahan, dia mulai meletakan piring berisi sarapan di depan suaminya dan kembali duduk.


Elio menghela napas perlahan dan tersenyum lembut. Jemarinya mulai meraih tangan Eiren dan menatapnya lembut. “Aku hanya merasa bahagia karena sebentar lagi kita akan memiliki seorang anak sayang. Aku benar-benar bahagia dengan ini. Aku harap kita bisa berkumpul dan bahagia bersama.”


“Apa ini benar Elio yang sama dengan yang dulu aku kenal? Seorang dosen mesum dan juga menyebalkan?” celetuk Eiren membuat suasana romantis yang diciptakan Elio pagi ini buyar seketika.


Elio menatap Eiren dengan wajah setengah kesal, melihat tawa ringan istrinya terus saja terlihat indah di matanya. Namun, baru saja dia hendak mengabikan wanita di dekatnya, sebuah tangan membuatnya mengalikan pandangan, membuat Elio menatap dengan pandangan datar.


“Aku juga bahagia bisa bersama denganmu. Aku berharap hal yang sama. Aku ingin terus hidup bersama denganmu,” ungkap e


Eiren dengan nada lembut.


Elio yang mendengar tertaw kecil dan mengangguk. Sampai sebuah suara membuyarkan kedekatananya. Matanya menatap ke asal suara di mana Saka sudag berdiri dengan wajah penuh kebahagiaan.


Elio bedecak kesal menyadari keberadaan Saka di rumanya saat pagi buta. “Kamu ngapain ke sini di jam segini, hah?” tanya Elio dengan wajah dongkol.


“Aku hanya datang untuk menjenguk istri sahabatku,” jawab Saka santai dan melangkah mendekati, menatap ke arah Eiren yang sudah tersenyum lembut. “Bagaimana kabarmu, Eiren? Apa kamu sebentar lagi akan melahirkan?”


Eiren yang mendengar mengulas senyum tipis dan menggeleng. “Aku baik, Saka. Mengenai kehamilanku, aku rasa belum akan melahirkan. Menurut dokter masih ada beberapa minggu sampai prediksi darinya,” jelas Eiren dengan wajah menatap Saka lekat.


“Mengenai kuliahmu?” tanya Saka lagi.


“Baik. Aku sudah selesai dan tinggal menunggu waktu wisuda,” jawab Eiren sembari menatap ke arah Elio dengan senyum manis. “Semua karena suamiku yang memiliki banyak kuasa. Jadi, aku selesai jauh lebih cepat,” lanjutnya sembari mengerlingkan mata ke arah Elio yang langsung tersenyum senang.


Elio beralih menatap ke arah Saka yang sudah berpangku tangan dan menatap keduanya lekat. “Aku harap nantinya aku dan Feli akan seperti kalian. Aku iri meski awalnya aku membenci Elio yang selalu berlebihan,” celetuk Saka dengan penuh harap.


Elio hanya mendengus kesal an menatap Saka santai. Perlahan, jemarinya mulai memegang sendok yang sejak tadi tidak dihiraukan sama sekali dan mulai menelan makanannya. Setelah satu suap tertelan, Elio menatap ke arah Saka serius.

__ADS_1


“Ada perlu apa kamu datang ke rumahku pagi buta, Saka?” tanya Elio dengan wajah santai. Dia memang tidak seserius biasanya.


Saka segera menegakan badan dan menatap ke arah Elio. Perlahan, jemarinya mulai menyodorkan kertas tebal ke arahnya kedunaya dan menatap lekat.


“Aku akan menikah dengan Feli dalam tiga minggu lagi. Aku harap kalian akan datang, terutama kamu, Eiren. Feli sangat membutuhkan kehadiranmu,” ucap Saka dengan senyum tips.


Eiren segera mengambil kertas yang baru saja diberikan dan mulai membuka pelan. Bibirnya mulai tersenyum ketika menatap rentetan kalimat yang ada di dalamnya. Perlahan, matanya menatap ke arah Saka dengan tatapan penuh kebahagiaan.


“Aku turut bahagia dengan kabar ini, Saka. Aku akan datang,” jawab Eiren dengan lembut.


“Wuah, selamat Saka. Akhirnya kalian akan meresmikan hubungan,” ucap Elio sembari memukul pelan lengan Saka yang hanya tersenyum. Membuat Eiren hanya tertawa karena tingkah kedua sahabat di depannya.


Aku harap dia akan benar membahagiakanmu, Feli, batin Eiren dengan begitu tulus.


_____


“Tiga minggu lagi kamu akan menikah dengan Saka, Feli. Mama harap kamu bisa menjadi istri yang baik untuknya,” ucap Nabila sembari melipat kebaya yang akan digunakan Feli dalam pernikahan.


Feli menatap wanita yang selama beberapa hari tinggal di apartemennya lekat. Rasanya ada hal yan masih mengganjal dalam hatinya melihat tingkah mamanya yang terasa berbeda. Lebih banyak diam dan juga tidak menunjukan wajah bahagia.


“Ma,” panggil Feli ketika mamanya baru saja bangkit dan hendak menuju ke arah lemari pakaian.


“Iya, ada yang kamu butuhkan, sayang?” tanya Nabila dengan wajah penuh tanya.


Feli menggeleng dan menepuk pelan bagian sofa di seblehanya, membuat Nabila mengurungkan niat dan memilih duduk di dekat Feli yang sudah menatapnya lekat.


“Ada yang bisa mama bantu?” tanya Nabila dengan mata menatap Feli lembut.


Feli mengulas senyum tipis dan menggengam pelan jemari mamanya, menatap ke arah wanita tersebut dengan penuh kelembutan. “Feli merasa Mama tidak bahagia dengan perikahan Feli. Apa itu benar?” tanya Feli tanpa rasa canggung. Dia merasa sudah terlalu lama memendam pikirannya.


Nabila yang mendengar tersenyum tipis dan berganti mendekap tangan Feli, membuat Feli mentap dengan penuh tanya. Apa memang tidak ada kebahagiaan dalam perikahanku kali ini, batin Feli mulai berkecambuk.

__ADS_1


Nabila menarik napas dalam dan mengembsukannya perlahan, matanya e


menatap Feli dengan pandangan lekat. “Mama bahagia dengan pernikahanmu. Sangar bahagia. Mama juga bersyukur karena Tuhan masih memberikan waktu untuk mama melihat putri semata wayangnya akan menikah,” jelasNabila penuh kelembutan dan mengulas senyum tipis. “Tetapi, ada satu hal yang membuat mama selalu bertanya, Feli.”


“Apa, Ma?” tanya Feli merasa penasaran.


“Apa kamu bahagia bersama dengan Saka? Apa kamu yakin akan menikah dan hidup dengannya? Kamu yakin akan bisa menghadapi semua masaah yang timbul nantinya?” tanya Nabila dengan wajah penuh kecemasan.


Sejenak, Feli memilih diam dan mencoba meredam perasaannnya. Namun, setelah dirasa yakin, matanya menatap ke arah Nabila dan mengangguk pelan. “Feli yakin, Ma. Selama tujuh bulan ini Feli sudah memikirkan semuanya matang-matang. Feli yakin, Feli akan bisa hidup dengan Saka apa pun nantinya.”


Nabila yang mendengar hanya mengangguk mengerti. Jemarinya mulai mengusap pipi lembut anaknya. Sampai sebuah bel berbunyi, membuat keduanya mengalihkan pandangan ke asal suara.


“Mama rasa itu Saka. Kamu temui dia dan mama akan membereskan kamar,” ucap Nabila dengan senyum lembut.


Feli hanya mengangguk patuh dan bangkit. Dengan cepat kakinya melangkah ke arah pintu apartemen dan membukanya. Benar, Saka sudah berdiri dengan senyum sumringah. Tanpa rasa malu, Saka segera menarik Feli dan mendekapnya erat.


“Aku merindukanmu, baby,” ucap Saka membuat Feli terkekeh geli.


Feli belum sampai menjawab ketika suara deheman mengagetkan keduanya. Di belakang, mamanya sudah menatap dengan pandangan memperingati.


“Lepaskan pelukanmu itu, Saka. Hanya tiga minggu dan kamu akan memilikinya untuk selamanya. Kamu bebas melakukan apa pun untuk membahagiakannya. Jadi, sekarang lepas, masuk dan kita makan bersama,” jelaa Nabila debgan wajah serius.


Saka yang mendengar tertawa kecil dan menatap ke arah mamanya yang sudah melangkah menuju meja makan. Feli yang melihat menggeggam tangan Saka dan menatap calon suaminya lekat.


“Aku juga merindukanmu. Sangat,” bisiknya membuat Saka mengulum senyum manis.


“Aku tahu,” jawab Saka.


_____


Halo semuanya..gimana kabarnya hari ini? Semoga kita semua dalam lindungannya.

__ADS_1


Yaps, selamat membaca semua kesayangan Kim. Jangan lupa tinggalkan like, comment dan tambah ke daftar favorit kalian. Jangan lupa juga untuk baca cerita Kim yang berjudul “Relationship Goals” dan juga “Wedding Drama 2”. Kalau yang belum baca Wedding Drama 1, kalian bisa cus baca ya sayangkuh. Jangan lupa tinggalkan like, commet dan tambah ke daftar favorit kalian.


Untuk yang mau tahu informasi update dan cerita baru, kalian bisa follow instagram Kim di @kimm.meili. See you next chapter dan jagan lupa jaga kesehatan.😘😘


__ADS_2