
Eiren yang tengah berada di dalam ruang ganti hanya tesenyum sembari memandang wajahnya yang sudah di rias. Pakaian putih yang melekat di tubuhnya hanya terasa seperti mimpi untuknya hari ini. Pernikahan? Bahkan dia tidak menyangka akan menikah dengan Elio di hari ini. Tanpa persiapan dan hanya ada drama yang dimulai karenanya.
Aku berharap ini yang terbaik untukku, Tuhan, batin Eiren menenangkan degup jantungnya yang sudah bertalu keras.
Suara pintu terbuka membuat Eiren mengalihkan pandangannya dan menatap ke asal pintu masuk di belakangnya. Di sana sudah ada pria yang berdiri dengan seorang anak lelaki di depannya. Senyum tipis mengukir di wajahnya ketika melihat wajah Eiren yang terlihat memperhatikan.
“Alex,” panggil Eiren dengan nada pelan.
Alex yang ada di sana mulai menggenggam jemari kecil bocah tersebut dan membawanya masuk. Pintu di belakangnya di tutup dengan rapat..
“Hai, Eiren,” sapa Alex dengan wajah bahagia.
Eiren tersenyum kecil dan membalik tubuh menjadi menatap Alex. Matanya menatap mantan kekasih yang juga pernah menorehkan luka di hatinya dengan pandangan lembut. Rasa kesal dan dendam yang pernah ada sudah menguap seketika. Tidak ada lagi dendam dan juga perasaan lain.
“Selamat atas perniakahnmu hari ini. Aku harap tidak ada lagi masalah antara kamu dan Elio. Semoga kehidupan rumah tangga kalian akan selalu bahagia dan jauh dari masalah,” ucap Alex sembari menngulurkan tangannya.
Eiren yang melihat langsung meraih uluran tangan Alex. “Terima kasih dan maaf karena aku tidak bisa datang di acara perniakahanmu,” ucap Eiren dengan senyum yang masih menunjukan suasan hatinya saat ini.
“Tidak masalah. Aku tahu masalahmu dengan Elio saat itu. Tetapi, Eiren. Kali ini aku ingin meminta maaf untuk semua yang aku lakukan. Aku benar-benar tidak memiliki jalan untuk permasalahanku,” jelas Alex dengan penuh penyesalan.
Eiren yang mendengar mengangguk lemah dan menatap Alex lekat. “Aku sudah melupakannya, Alex. Mungkin memang begini harusnya. Aku dan kamu memang tidak bisa bersatu. Lagi pula, aku sudah melupakan semuanya. Aku ingin mulai sekarang kita mulai hidup yang baru. Aku dengan Elio dan kamu dengan Dora,” jawab Eiren sembari menatap bocah kecil yang juga tengah menatapnya lugu.
“Hey, siapa anak tampan ini?” tanya Eiren mengalihkan pembicaraan. Matanya menatap ramah bocah kecil tersebut dan mencubit pelan pipi gembulnya.
Alex yang mendengar merasa lega dan menyamakan tinggi dengan bocah di sebelahnya. “Ayo sapa tante Eiren,” ucap Alex memberi perintah.
Bocah kecil tersebut mengangguk dan mengulurkan tangan. “Halo, tante. Aku Glen.”
Eiren yang mendengar langsung meraih uluran tangan Glend. “Eiren.”
“Dia anakku,” ujar Alex memberi tahu.
Eiren langsung mendongak dan menatap Alex dengan pandangan tidak percaya. “Anakmu?”
Alex mengangguk dan mendekap Glen lembut. “Dia anak Dora dengan pria lain dan sekarang dia menjaid anakku,” jelas Alex sembari menatap Glen dan tersenyum, “dan aku menyayanginya. Sangat. Dia sama denganku, Eiren, selalu terkekang dengan masalah keluarga. Selama ini Dora mengabaikannya dan aku benar-benar tidak tahan melihatnya. Jadi, aku membawa Glen dan selalu mengajak dia ke mana saja aku pergi. Aku rasa sekarang aku tidak bisa berpisah darinya.”
Eiren yang mendengar merasa begitu senang. Pada akhirnya, Alex menemukan hidupnya. Matanya menatap Glen yang tengah tersenyum kepadanya. Eiren mengelus pelan wajah anak tersebut dan merasa terharu karena kehidupan anak di depannya. Namun, pandangan Eiren kembali teralih ketika mendengar suara pintu terbuka. Di sana sudah ada mamanya yang tengah berdiri dengan senyum tipis.
__ADS_1
Alex yang mengerti sadar diri dan langsung berpamitan untuk keluar bersama Glen. Sepeninggalan mereka, Audi langsung masuk dan menutup pintu rapat. Dengan perlahan, dia melangkah mendekati Eiren yang masih menatapnya tanpa ekspresi. Setelah berada di dekat Eiren, dia segera duduk di kursi berhadapan dengan Eiren.
“Hai,” sapa Audi merasa canggung dengan anaknya. Selama ini dia memang tidak pernah mengajak Eiren untuk berbicara hanya empat mata.
Eiren yang mendengar terkekeh kecil dan melihat wajah mamanya. “Hai, Ma. Apa kabar?”
Audi diam sejenak dan mendongak. Dia harus menahan air matanya yang siap mengalir agar kembali masuk. Setelah dirasa sudah, dia kembali menatap Eiren dengan wajah sendu. “Kabar baik. Karena hari ini anak mama kembali dan akan segera menikah,” ucap Audi dengan wajah bahagia, matanya menatap Eiren dengan pandangan lekat.
Helaan napas terdengar dari arah Audi ketika menyadari semua kesalahannya selama ini. Dia meninggalkan anak dan keluarganya hanya untuk urusan yang tidak penting sama sekali. Membalas dendam atas perbuatan suaminya di waktu kelam.
Audi mengulurkan jemarinya dan mengelus pelan wajah Eiren. “Maafkan mama selama ini, sayang. Mama sadar tidak pernah ada waktu untukmu. Selalu sibuk sendiri dan melupakanmu. Mama terlalu fokus dengan hidup mama sampai lupa bahwa mama memiliki malaikat sepertimu. Sekarang kamu sudah besar, sudah hampir menikah,” kata Audi dengan air mata yang sudah menggenang. Matanya bahkan terasa panas.
“Mama menyesal dengan semuanya, Eiren,” imbuhnya dengan penuh penyesalan. Eiren yang mendengar menghela napas keras dan menghapus air mata mamanya yang suah berada di sudut mata wanita tersebut. Sebuah senyum tipis melekat di wajah Eiren dan menatap mamanya dengan penuh ketenangan.
“Eiren sudah memaafkan Mama kok. Jangan diingat lagi semua itu, Ma. Yang terpenting sekarang, kita harus menjalani kehidupan kita menjadi lebih baik lagi. Eiren juga meminta maaf dengan Mama, selama ini Eiren seperti tidak peduli dengan kehidupan Mama.”
Audi yang mendengar merasa terharu dan langsung mendekap Eiren, hal yang sangat dirindukan wanita tersebut. Eiren tersenyum dan hendak menitikan air mata, tetapi matanya menatap seseorang lain yang sudah memperingatinya dengan meggelengkan kepala. Di sana, Arda ikut menyaksikan keduanya tengah memadu kebahagiaan yang selama ini hilang.
Audi melepaskan pelukannya dan menatap Eiren lekat. “Jadilah ibu yang baik untuk anakmu nanti, Nak. Berbaktilah kepada suamimu dan jangan pernah mengingkari janji kalian. Mama pernah melakukan kesalahan dan jangan sampai kamu mengikutinya. Mama menyayangimu, sayang.”
Eiren yang mendengar petuah tersebut mengangguk mengiyakan. Selingkuh? Rasanya dia sendiri tidak pernah berpikir untuk melakukannya. Dia mengakui sudah jatuh sepenuhnya dalam pesona Elio yang tidak terbendung sama sekali.
“Eiren, Elio sudah siap,” ujar Feli memberi tahu.
Eiren yang mendengar menarik napas dalam dan mengembuskannya perlahan. Setelah ini dia akan kehilangan masa lajangnya. Audi yang melihat langsung mengulurkan tangan yang langsung disambut oleh Eiren. Matanya menatap mamanya dengan senyum penuh kekhawatiran.
“Jangan gugup, sayang. Semua akan berjalan dengan lancar,” bisik Audi ketika membawa Eiren keluar dari ruangan.
Eiren hanya mengangguk dan melangkah bersama dengan mamanya. Setela sampai di ruang utama, matanya menatap Elio yang sudah berada di tengah ruangan dan menatap ke arahnya dengan senyum manis.
“Tuhan, jadikan semua ini menjadi piihan yang benar,” batin Eiren mencoba meyakinkan pilihannya.
_____
“Elio, bisakah kamu diam?” protes Abian yang merasa kesal dengan tingkah anaknya. Sejak Eiren menerima lamaran yang langsung ke prosesi pernikahan, Elio tidak dapat tenang. Dia tampak gusar untuk menenangkan degup jantungnya yang tidak karuan. Jujur, itu membuat Abian merasa jengah dengan sikap anaknya.
Di mana sikap tegas seorang Elio yang selalu diumbar?, gerutu Abian dalam hati.
__ADS_1
Elio menatap papanya dengan wajah yang begitu cemas. “Pa, aku benar-benar gugup,” ucap Elio dengan wajah serius.
Abian menghela napas perlahan dan menepuk pundak anaknya. “Elio, kamu itu cowok, kenapa malah lembek. Gitu mau nikahi Eiren,” sindir Abian dengan wajah kesal.
Elio yang mendengar berdecak kesal. Padahal dia pikir papanya akan memberikan ucapan menenangkan atau sebagainya. Namun, yang didapat hanya ejekan menyebalkan.
Abian menepuk pundak anaknya dengan pelan dan menatap Elio serius. “Jangan terlalu tegang. Tetapi, ada satu hal yang mau papa ingatkan kepadamu, Elio. Setelah ini kamu akan memiliki Eiren sebagai istrimu, dengan begitu, tanggung jawabmu akan bertambah, statusmu akan berubah. Jadi, papa harap kamu bisa berubah dan mulai mengerti tanggung jawabmu dan berhenti bermain-main.”
Elio yang mendengar menghela napas perlahan dan menatap ke arah papanya kesal. “Pa, Elio itu sedang benar-benar tegang. Papa bukannya menenangkan malah membuat Elio bertambah banyak pikiran,” gerutu Elio sembari berdecak kecil.
Abian yang mendegar hanya tersenyum kecil dan mengabaikan protes anaknya. Dia kembali menatap ke depan, tempat di mana anaknya akan melangsungkan perikahan. Sampai sebuah tepukan keras membuatnya beralih memandang ke asal suara. Di sana sudah ada Eiren yang melangkah bersama sang papa. Wajah cantiknya benar-benar menghipnotis seisi ruangan, termasuk Elio.
Elio mengulum senyum menatap Eiren yang tengah melangkah menuju ke arahnya. Gaun putih yang dikenakan benar-benar membuat Eiren semakin terlihat cantik. Sampai akhirnya, Eiren berhenti dan duduk tepat di sebelah Elio.
“Kamu cantik,” bisik Elio sebelum mengucapkan janji pernikahan.
Eiren yang mendengar hanya diam dengan wajah bersemu merah. Matanya menatap sekeliling dan takut jika bisikan Elio terdengar oleh sekitarnya. Namun, dia mampu bernapas lega karena orang disekitarnya bertingkah seperti tidak mendengar apa pun.
Seisi ruangan terdiam, membuat Elio yang tengah melangsungkan pernikahannya dengan begitu khusyuk. Sampai akhirnya, Elio mampu mengucapkan akad dengan begitu lancar dan membuat seluruh tamu undangan bertepuk tangan meriah.
Elio menghela napas lega dan menatap Eiren dengan wajah penuh kebahagiaan. “Aku keren, kan?” ucapnya membuat Eiren yang tengah menatap kagum menjadi tertawa kecil.
“Keren karena kamu sudah bisa menikahinya,” celetuk Abian yang sejak tadi berada di dekat Elio.
Eiren yang mendengar hanya menahan tawa karena melihat wajah Elio yang tampak kesal.
“Selamat ya Eiren, sekarang kamu sudah menjadi keluarga Cetta. Semoga bisa sabar menghadapi Elio yang kadang menyebalkan,” sambung Farah sembari menatap anaknya.
Eiren menatap Elio dengan senyum penuh arti. Namun, dia tidak menjawab apa pun dan memilih untuk diam dan hanya mengangguk. Sampai akhirnya, seluruh tamu undangan mendekat ke arahnya dan mengucapkan selamat.
Eiren melirik wajah Elio yang terlihat sangat bahagia dan tersenyum lega. Aku berharap kamu adalah jodoh terbaik untukku, Elio. Semoga selamanya aku bisa bersama denganmu, batin Eiren dengan senyum tipis.
_____
Hallo sayang-sayngkuh, selamat membaca ya. Jangan lupa tinggalkan like dan comment.
Yang belum mampir di cerita Kim yang berjudul Relationship Goals, yuk mampir. Jangan lupa tinggalkan like dan comment sayangku.
__ADS_1
Terima kasih dan selamat membaca ya..
_____