Wedding With My Lecturer

Wedding With My Lecturer
Bagian 63_Jangan Pergi


__ADS_3

Elio membanting bunga lili di depan Venda dengan wajah penuh emosi. Rahangnya mengeras menatap Venda yang tampak santai di hadapannya. Dia mengerti maksud pria di hadapannya kali ini. Venda berniat mempertemukannya dengan Eiren yang ternyata sudah tidak lagi sendiri.


“Jadi kamu tahu mengenai Eiren yang masih hidup?” tanya Elio dengan suara dingin.


Venda segera bangkit menatap Elio dengan pandangan datar. Dia berpikir akan melihat wajah bahagia seorang Elio karena baru saja dipertemukan dengan kekasihnya. Namun, sepertinya tebakannya salah. Tidak ada kebahagiaan yang terlihat dari wajah Elio.


“Aku mencarinya kesegala penjuru dan kamu mengetahui dia masih hidup. Sejak kapan kamu tahu, Venda?” tanya Elio kembali mengulangi ucapannya. Wajahnya masih menunjukan ketidakbersahabatan sama sekali.


Venda menghela napas perlahan dan menatap Elio santai. “Aku tahu sejak dua minggu dia menghilang, Elio. Aku tidak sengaja bertemu dengannya di salah satu toko bunga di sekitar tempat kejadian,” jawab Venda dengan tatapan serius.


“Lalu kamu hanya diam dan menertawakanku yang selauu datang ke tempat ini? Selama dua tahun aku datang ke tempat ini dan berharap bahwa Eiren akan datang ke sini.”


“Aku hanya menuruti apa kemauannya, Elio. Aku tidak bisa mengatakan bahwa dia masih hidup karena janjiku dengannya,” jelas Venda membuat Elio mengerutkan kening heran.


“Kenapa dia harus menyembunyikannya dariku? Karena kalian ingin menikah secara diam-diam?” sindir Elio membuat Venda menatap bingung.


Kini, giliran Venda yang mengerutkan kening bingung karena ucapan Elio. Menikah secara diam-diam? Apa maksud ucapan pria tersebut? Dia bahkan tidak berniat menikahi Eiren karenavdia sudah tahu, Eiren hanya mencintai Elio.


“Selamat karena pada akhirnya kalian sudah bahagia. Sekarang aku yang akan menemukan hal lain dalam hidupku,” tegas Elio yang langsung berbalik dan siap pergi. Namun, lagi-lagi Venda mencegahnya.


“Apa maksudmu, Elio? Aku menikah dengan Eiren? Jangan konyol,” ucap Venda dengan tawa kecil, membuat Elio membalikan badan dan menatap Venda tajam.


“Jangan berlagak bodoh, Venda. Aku tahu dia sudah memiliki anak dan itu pasti denganmu,” tegas Elio membuat Venda semakin tertawa keras.


Venda menatap Elio dengan tatapan tidak percaya. Apa sekarang seorang Elio tidak bisa berpikir dengan jernih. Dia tahu apa yang membuat Elio berpikir demikian. Namun, dia hanya bisa menahan tawa, membuat Elio menatapnya dengan pandangan tidak percaya.


“Kamu bertemu dengan Vita?” tanya Venda dan tidak mendapat respon dari Elio. Venda menghentikan tawanya dan menghela napas perlahan. Matanya kembali menatap Elio dengan pandangan yang tidak percaya.


Jadi, seperti ini wajah seoranf Elio, pemimpin perusahaan Cetta Group ketika sedang cemburu? Mengesankan, batin Venda tidak menyangka dengan sifat Elio yang diluar ekpektasi.


“Akan aku jelaskan,” ucap Venda yang kembali berubah serius, “Vita bukan anakku dengan Eiren. Dia anak Rifa dan perlu kamu tahu, Elio. Eiren baru saja pergi selama dua tahun dan Vita berusia lima tahun. Apa otakmu mulai tidak bisa berpikir dengan benar sekarang?”


“Apa? Dia berusia lima tahun? Tetapi....”


“Iyaps, Elio. Dia berusia lima tahun,” tegas Venda dengan tatapan tegas. “Dan asal kamu tahu, kenapa Eiren memilih menyembunyikan kebenaran bahwa dia masih hidup darimu. Itu semua karena dia yang tidak ingin bersamamu. Dia ingin menjauh darimu. Itu sebabnya dia menyembunyikan mengenai kehidupannya dari semua orang. Dia berusa menghancurkan hidupnya hanya untukmu..”


Elio menatap Venda dengan tatapan menyelidik, berusaha mencari kebohongan dari ucapan Venda, tetapi tidak ditemukan sama sekali. Sebuah helaan napas pelan seperti mewakili perasaan Elio yang semakin hancur. Kenapa dia menjauhiku?, batin Elio penuh tanya.

__ADS_1


Seakan tahu apa yang dipikrkan Elio, Venda melangkah mendekat. Jemarinya dimasukan ke dalam saku celana dan menatap Elio dengan pandangan tajam. “Aku memang sengaja menyuruhmu datang menemuinya, Elio. Aku tidak bisa mengatakan bahwa dia masih hidup karena janjiku. Itu sebabnya aku menyuruhmu datang. Aku ingin kalian bertemu karena aku tahu, meski selama ini Eiren tidak mengatakan isi hatinya, dia masih merindukanmu. Dia sebenarnya mencintamu, Elio. Tetapi dia memilih menghilang dari dunia semua juga karenamu.”


“Maksudmu?” tanya Elio semakin tidak mengeti.


Venda menepuk pundak Elio pelan dan menatap dengan serius. “Selama ini dia hanya diam dan bersikap cuek denganmu. Namun, bukan berarti dia tidak memiliki perasaan terhadapmu. Kamu tahu, dia mencintaimu, tetapi kamu menghancurkannya. Kamu masih mengurusi wanita lain ketika dia mulai yakin dengan semua perasaannya,” ucap Venda dengan wajah serius dan menghela napas perlahan, “aku harap, setelah ini kamu akan bisa mengambil sikapmu, Elio. Temui dia dan tentukan dengan siapa kamu akan bersama. jlHika benar kamu mencintainya, katakanbdan kejar dia. Jangan buat dia menghilang darimu kembali.”


Elio yang mendengar menatap Venda dengan pandangan datar. Namun, setelah itu dia mulai menarik bibir, membentuk sebuah senyum tipis. “Terima kasih,” ucap Elio yang langsung melangkah menjauhi Venda.


Elio segera melangkah dan setengah berlari menuju ke arah mobilnya. Dengan wajah bahagia dia segera memasuki mobil dan segera melaju untuk menemui Eiren. Dia tidak akan pernah membiarkan Eiren-nya kembali pergi. Kali ini, dia akan mendapatkan hati wanitanya.


Venda yang melihat tersenyum tipis dan menatap kepergian Elio. “Aku harap kalian akan bahagia,” gumam Venda pelan.


“Aku bangga denganmu, Venda. Kamu bisa melepaskan Eiren untuk kebahagiaannya,” ucap seseorang yang ada di belakang Venda.


Venda berbalik, menatap gadis yang tengah menatapnya dengan senyum bahagia. “Feli,” panggil Venda dengan wajah yang tidak kalah bahagia.


Feli mengangguk dan melangkah mendekati Venda. Langkahnya berhenti tepat di depan pria tersebut dan memukul kecil lengan Venda. “Aku tahu, sejak dulu kamu mencintainya. Tetapi, aku bangga karena kamu yang rela melepaskan Eiren agar bisa bersama dengan Elio.”


"Aku harus melepaskannya, Feli. Aku tidak berhak memiliki hatinya karena sejak dulu, hatinya sudah bersama dengan Elio,” jawab Venda diiringi senyum tipis.


_____


“Anita, apa kamu ada masalah?” tanya Rifa lagi dengan tatapan semakin bingung. Eiren tidak menjawab sama sekali. Dia memilih mengabaikan begitu saja ucapan Rifa. Sampai sebuah genggaman erat membuat Eiren mengalihkan pandangan menatap ke arahnya.


“Kamu mau ke mana?” ulang Rifa dengan tatapan tajam.


Eiren yang mendengar menghela napas perlahan dan menatap Rifa lekat. “Untuk sementara aku harus pergi dari sini, Rifa. Aku harus menjauhi Elio, pria yang selama ini menjadi alasanku menyembunyikan diri dari dunia,” jawab Eiren dengan waah frustasi. Dia masih tidak mau identitasnya terbongkar secepat ini. Terlebih, dia belum siap untuk bertemu dengan Elio dalam waktu dekat.


“Elio? Siapa dia?” tanya Rifa dengan pandangan bingung. Dia tidak mengenal nama itu sama sekali. Yang dikenalnya adalah Venda, itu pun karean dia selalu datang ke toko bunganya untuk menemui Anita.


Eiren menghela napas perlahan dan menepuk pundak Rifa pelan. “Rifa, aku akan kembali dan akan aku jelaskan semuanya. Aku tidak memiliki banyak waktu sekarang. Aku titip toko bungaku kepadamu,” tegas Eiren merasa waktunya tidak banyak.


Rifa yang mendegar menghela napas pasrah dan mengangguk. Dia tidak mungkin memaksa Anita untuk mengatakannya. Dia hanya membantu Anita yang sudah siap dan membawa kopernya keluar. Namun, ketika Eiren baru membuka pintu toko sekaligus rumah untuknya, Eiren menghentikan langkah dan diam dengan tatapan dingin.


Rifa melihat pria yang sudah berdiri di hadapannya dengan wajah dingin. “Maaf, toko bunganya sudah tutup. Anda bisa kem....”


“Diam,” tegas Elio dengan tatapan dingin, “aku tidak ada urusan denganmu. Aku ada urusan dengan wnaita yang ada di sebelahmu.”

__ADS_1


Eiren yang mendengar menelan salivanya kasar dan menatap Elio dengan tatapan khawatir. Dia sudah memperkirakan bahwa Elio akan datang lagi ke tokonya. Itu sebabnya dia sudah berniat kabur.


Elio langsung melangkah medekat ke arah Eiren. Rifa yang melihat mencoba menghalangi, tetapi kalah dengan tenaga Elio yang bisa dengan mudah menyingkirkannya.


“Rifa,” panggil Eiren dengan wajah takut ketika wanita tersebut menabrak tembok tokonya. Eiren menghentikan langkah dan menatap Elio dengan tatapan yang tidak kalah tajam.


“Apa mamu, Elio? Aku bahkan sudah membiarkamu bersama dengan Firda dan apa itu belum cukup? Kamu belum puas membuatku hancur dan itu sebabnya kamu datang menemuiku lagi?” ucap Eiren dengan kilat penuh amarah dan rasa kecewa.


Rifa yang ada di dekatnya menatap Eiren dengan penuh kekhawatiran. Namun, anggukan kecil dari Eiren membuat Rifa akhirnya pasrah dan berdiri di belakang Elio, menyaksikan keduanya tengah beradu pandang.


“Bukannya seharusnya aku yang bertanya seperti itu, Eiren? Kamu menganggap semua pikiranmu itu benar dan melakukan semaumu sendiri. Kamu bahkan tidak memikirkan semua orang yang menyaayngimu hancur dalam dua tahun ini,” ucap Elio yang masih melangkah mendekat ke arah Eiren. “Bahkan aku mencarimu selama dua tahun ini tanpa henti.”


Kamu mencariku? Eiren menatap Elio dengan pandangan datar. Dia masih tidak bisa menilai mana yang benar dari kalimat yang dilontarkan Elio. Namun, sebuah gerakan tangan membuatnya tersadar dan membelalak kaget.


Elio menarik pinggang Eiren dan mendekapnya erat. “Aku merindukanmu, Eiren. Aku mohon, jangan pergi.”


“Lepas Elio,” tegas Eiren dengan tatapan garang. Dia mengabaikan ucapan Elio yang menurutnya hanya bualan saja.


Elio merenggangkan pelukannya, tetapi bukan untuk melepaskan. Elio segera mengangkat dagu Eiren sehingga menatapnya dan memandang begitu lekat. Dia begitu merindukan wajah yang saat ini menatapnya dengan penuh ketegasan. Tanpa aba-aba, Elio mendekatkan bibirnya, menyatukannya dengan bibir Eiren. Hal yang membuat Eiren tersentak kaget dan tidak percaya. Termasuk Rifa yang juga menyaksikannya.


Lama Elio mengulum bibir Eiren. Setelah dirasa wanitanya kehabisan napas, Elio melepaskan panggutannya dan menatap Eiren dengan senyum penuh makna.


“Aku ingin menyelesaikan sesuatu yang belum selesai, sayang,” bisik Elio membuat Eiren meremang seketika.


Eiren masih belum sadar ketika Elio mulai mengangkatnya dan membawa masuk. Elio juga mengunci pintu, membiarkan Rifa yang masih tertegun di depan rumah Eiren. Elio menatap sekitar dan melihat sebuah kamar kecil di ujung ruangan. Dengan cepat dia segera melangkah masuk.


“Elio, tutunkan aku,” teriak Eiren ketika Elio membawanya masuk ke dalam kamar.


Elio menurunkan Eiren dan segera mengunci pintu. Matanya menatap Eiren dengan pandangan lekat dan tidak beralih sama sekali. Membuat Eiren yang ada di ruangan tersebut semakin waspada. Namun, ketika Eiren hendak melarikan diri, Elio jauh lebih dulu menghentikannya dan mendekap dari belakang.


“Jagan mencoba kabur, sayang. Aku hanya ingin membuat Elio junior agar kamu tidak kabur lagi seperti sekarang,” ucap Elio dengan tanpa perasaan.


_____


Adegannya di skip skip sajah. Hahaha nanti ada anak masih di bawah umur.


Selamat menikmati sayang-sayang kim. Untuk tahu info mengenai update dan cerita baru, kalian bisa follow akun ig Kim ya sayangkuh. @kimm.meili. Terima kasih dan jangan bosan baca ya sayangkuh.

__ADS_1


_____


__ADS_2