Wedding With My Lecturer

Wedding With My Lecturer
Bagian 91_Malaikat Kecil


__ADS_3

“Bagaimana kondisi Eiren, sayang?” tanya Farah yang baru datang dengan tergesa. Matanya menatap wajah Elio yang sudah dipenuhi air mata. Hal yang tidak penah disangkanya sama sekali.


Elio mendongak, menatap mamanya dengan pandangan lekat. Dia mengabaikan tatapan para pengunjung yang berlalu-lalang disekitarnya. Dia merasa hatinya benar-benar takut akan kehilangan Eiren. Jika saja melahirkan akan tersa sesakit itu, aku tidak akan pernah menyuruhnya mengandung, batin Elio mulai kalut.


“Hey, kenapa menangis, sayang?” tanya Farah dengan pandangan bingung. “Apa terjadi hal yang tidak diinginkan ketika kamu membawaya ke rumah sakit?”


“Eiren masih di dalam,” jawab Elio dengan suara lemah. “Aku tidak tahu bagaimana kondisinya, Ma. Aku tidak berani masuk dan melihat kesakitannya. Dia berjuang seorang diri di dalam.”


“Lalu, kenapa kamu menangis, Elio?” tanya Farah masih tidak mengerti dengan permasalahan anaknya.


“Aku takut jika nantinya terjdi hal buruk dengan Eiren, Ma.”


Farah yang mendengar menghela napas perlahan menatap Elio lekat. “Jangan menangis. Lebih baik berdoa agar Eiren dan bayinya akan baik-baik saja. Mama yakin, Eiren akan kuat dan semuanya selamat,” ucap Farah menenangkan, “jangan pernah pikirkan hal aneh-aneh.”


Berdoa? Bahkan sejak datang Elio tidak juga berheti berdoa. Hatinya terus melafalkan doa agar anak dan istrinya baik-baik saja. Sampai terdengar suara bayi yang mulai menggeema, membuat penantian yang sejak tadi teras mencekam langsung sirna seketika.


“Ma, itu bayi Eiren?” tanya Elio sembari menatap mamanya lekat. “Itu bayi kami? Dia sudah lahir?” ucap Elio dengan air mata mengalir.


Farah yang mendengar hanya mengangguk mengiyakan. Matanya menatap haru ke arah Elio yang tengah tersenyum dengan seluruh kebahagiaanya. Sampai pintu ruangan terbuka, menghadirkan seorang suster dengan bayi yang mulai menangis keras dan masih penuh dengan bekas darah.


“Tuan Elio?” tanya perawat tersebut dan mendapat anggukan.


“Selamat. Ini putra anda, Pak.”


Elio menatap bayi mungil yang tengah menangis keras, seakan dunia terlalu jahat karena sudah merengkuh kehangatan dari dalam perut ibunya. Perlahan, Elio menitikan air mata penuh kebahagiaan dan mengelus pelan pipi yang terasa begitu lembut. Sampai akirnya, suster tersebut mulai melangkah untuk membawanya masuk kembali.


“Suster,” panggil Elio membuat sang suster menghentikan langkah dan menatapnya.


“Bagaimana dengan istri saya?” tanya Elio dengan perasaan was-was.


“Istri ada baik-baik saja. Anda bisa masuk dan melihatnya,” jawab sang suster membuat Elio langsung menghela napas lega. Dia merasa bahagia karena istri dan anaknya baik-baik saja.


Elio menatap mamanya yang mengangguk setuju. Perlahan, dia mulai membuka pintu besar di depannya, melangkah semakin masuk dan menemukan Eiren tengah berbaring di ranjang dengan keringat mengalir deras. Sampai tatap mata lelah istrinya mulai bertemu dengannya.


“Mas, sini,” ucap Eiren lemah.

__ADS_1


Elio segera melangkah ke arah Eiren dengan tergesa. Dengan buru-buru menghapus air matanya dan mendekap Eiren erat. Membuat Eiren hanya mengulas senyum tipis.


“Mas,” cicit Eiren sembari mengelus punggung Elio pelan.


“Terima kasih, sayang. Terima kasih. Terima kasih karena sudah berjuang sejauh ini untuk malaikat kita. Terima kasih karena tetap berada di sampingku,” ucap Elio dengan air mata yang mengalir perlahan.


Eiren yang mendengar memejamkan mata. Perlahan, jemarinya mulai menghapus pelan air mata yang siap mengalir. Terharu dengan ucapan Elio yang terlalu menyentuhnya. Hal yang tidak pernah dibayangkan sama sekali.


“Terima kasih tetap ada untukku,” ujar Elio sembari melepaskan pelukannya dan mengecup kening Eiren lama. Setelahnya, dia memilih menyatukan kening dan mentap Eiren lekat.


Terima kasih sudah hadirkan dia dalam kehidupanku, Tuhan. Terima kasih sudah menghadirkan malaikat kecil dalam kehidupan kami. Aku menyayangi kedunya, batin Eiren penuh rasa syukur.


_____


Eiren tersenyum menatap ke arah orang tuanya. Sudah beberapa jam yang lalu dia dipindahkan ke ruang rawat karena kemauan Elio. Suaminya masih saja ngotot agar dia tidak langsung pulang dengan alasan memulihkan tenaga. Eiren hanya menurut dan mengikuti kemauan Elio. Mengelak pun tidak akan ada gunanya karena Elio akan tetap memaksa.


“Sayang,” bisik Elio yang sudah duduk di dekat Eiren.


Eiren mendongak dan menatap Elio dengan senyum tipis. “Apa, sayang?”


“Itu anak kita gak masalah digendong mama sama papa?” tanya Elio membuat kening Eiren mengerut heran.


“Kamu tahukan seperti apa mama dan papa? Nanti kalau anak kita jadi cerewet seperti mereka bagaimana? Anak kita cowok, baby,” jelas Elio tanpa berkaca pada diri sendiri.


“Akan jauh lebih baik jika dia cerewet, sayang. Setidaknya dia tidak mewarisi bakat playboy papanya,” celetuk Eiren dengan wajah santai.


Elio segera menatap wajah santai Eiren yang juga menatapnya tanpa rasa bersalah sama sekali. Sampai akhrinya, Elio mendekap Eiren, membuat istrinya terkikik kecil.


“Sayang, aku itu gak playboy,” protes Elio masih memeluk Eiren erat.


“Terus, banyak pacar kamu bilang gak playboy?”


“Hey, siapa bilang aku banyak pacar?”


“Aku,” tegas Eiren dengan senyum kecil. “Aku bahkan pernah melihatmu hampir behubungan dengan Gladis di ruanganmu, Mas.”

__ADS_1


“Hei, aku waktu itu hany....” Elio menghentikan ucapannya ketika manik matanya menatap ke arah orang tuanya yang sudah memandang erat. Sampai terdengar decakan dari keempatyna, membuat Eiren dan Elio langsung tersenyum canggung.


“Kalian itu kalau mau buat adek nanti dulu. Baby-nya saja baru lahir,” goda Farah membuat Eiren dan Elio diam. Keduanya hanya menggelengkan kepala pelan mendengar ucapan orang tuanya.


“Itu saja sudah pasti menyita perhatian Eiren, ini malah mau ditambah,” gumam Elio membuat Eiren tertawa kecil.


_____


“Bukankah dia mirip denganku?” ucap Elio sembari menatap putranya lekat.


Eiren yang berdiri di sebelah Elio hanya tersenyum dan mendekap pinggang suaminya. Menatap anaknya yang sudah tenang dengan tatapan penuh kebahagiaan. Bahkan, sejak tadi senyumnya tidak pernah luntur sama sekali.


Elio menatap ke arah Eiren yang hanya diam. Mengecup ringan puncak kepala Eiren, menikmati kesunyian yang ada di ruangan tersebut. Orang tuanya sudah pergi sejak satu jam yang lalu, membuatnya memiliki waktu bersama dengan Eiren dan putranya.


“Terima kasih, sayang,” ucap Elio dengan penuh kelembutan.


Eiren mengangguk dan menatap suaminya lekat. “Kamu tahu, Mas? Aku bahkan tidak pernah berpikir akan mengandung anak dari seorang Adelio Cetta. Dosen paling menyebalkan saat itu,” aku Eiren dengan senyum tipis.


“Apa sekarang suamimu ini masih menyebalkan, baby?” tanya Elio dengan penuh harap.


“Tentu saja. Kamu masih menyebalkan, tetapi bedanya, sekarang aku benar-benar mencintaimu.”


Elio yang mendengar menatap ke arah Eiren dan mengulas senyum tipis. Segera dia mendekap Eiren, ******* pelan bibir istinya. Lama dia merasakan manisnya bibir milik Eiren, sampai dia melepaskannya dan menatap ke arah Eiren lembut.


“Aku juga mencintaimu, sayang,” kata Elio dan berniat ******* kembali bibir istrinya. Namun, sebuah tangis kecil membuat niatnya terhenti. Eiren hanya terkikik kecil melihat wajah Elio yang terlihat masam di depanya.


Eiren menatap ke arah Elio dan sibuk memberikan asi untuk anaknya. Sesekali Elio hanya menggoda anaknya dan tersenyum riang, membuat Eiren merasa lega. Inilah akhir kisahku. Diakhiri dengan kebahagiaan dan diawali dengan kebingungan. Begitu banyak drama hingga aku mampu meraihnya. Cinta sejati yang selalu Tuhan berikan.


Beginilah cinta, terkadang apa yang dipikirkan memang tidak pernah sejalan dengan apa yang ditakdirkan. Sekeras apa pun mencoba, jika bukan jalannya, manusia bisa apa?


_____


Eeeaa..,kita berada di ujung perpisahan dengan Elio dan Eiren sayangkuh. Berada di mana sebuah kebahagiaan sudah bertemu dengan para pemiliknya dan kepedihan sudah berlalu meninggalkan jalannya. Peeehh,,,sok banget Kim mah yak. Tak apa, jadi orang bener sekali-sekali hehe. Semoga yang sudah berpasangan juga menemukan kebahagiaan, yang jomlo segera menemukan jodohnya. Aamiin (paling keras haha)


Selamat membaca sayangkuh. Jangan lupa tinggalkan like, commet dan tambah ke daftar favorit kalian. Buat yang sudah tambah ke daftar favorit, jangan dihapus, ya. Please tetap jadikan favorit kalian.

__ADS_1


Jangan lupa juga baca cerita Kim dengan judul “Relationship Goals” dan juga “Wedding Drama 2”. Jangan lupa tinggalkan like, commet dan tambah ke daftar favorit kalian. Untuk tahu info update dan juga cerita baru Kim, kalian bisa follow instagram Kim di @kimm.meili.


Selamat membaca dan see you next time di chapter selanjutnya. Karena Kim masih punya beberapa chapter lagi. Jangan lupa tetap semangat dan jaga kesehatan.


__ADS_2