
▪︎▪︎▪︎▪︎
"Kau tau, aku tidak suka jika milik ku diganggu orang lain." Bisiknya tepat di telinga Aldric sebelum benar-benar membawa gadisnya pergi dari sana.
"Ar, Ar…apa seburuk itu pandangan mu terhadap ku? Gara-gara perempuan persaudaraan kita jadi dingin begini." Keluh Aldric. Karena sebentar lagi malam semakin larut, Al memutuskan pulang saja tanpa berpamitan.
Kini Auryn dan Archie tengah berjalan berdampingan ke kamar rawat Ibu gadis itu. Didalam lift, tiba-tiba saja pria itu mendekapnya erat, tidak hanya itu ia juga membimbing kepala Auryn bersandar di dada kerasnya.
"Jika kau sedih atau apapun itu namanya, hanya akulah sandaran mu. Jangan pernah mencari orang lain bahkan pria lain termasuk itu saudara ku. Karena kau hanya milik ku." Dibelainya lembut kepala Auryn, tak munafik gadis polos itu menikmatinya bahkan merasa nyaman.
"…." Disela pelukan mereka Auryn hanya mengangguk saja sebagai jawaban tanda ia paham.
"Ayo keluar sebelum orang memergoki kita berpelukan didalam lift ini." Tukas Archie seraya menepiskan senyum yang tidak pernah terlihat selama ini.
"…." Auryn diam, tentu saja karena pesona seorang Archie.
"Archie tersenyum. Kenapa dia selalu menyembunyikan senyumnya, bahkan senyum ini lebih tulus dari senyum Aldric." Batin Auryn masih menatap kekasihnya yang kini sudah berjalan beberapa langkah didepannya.
Sesampainya dikamar rawat Melodi, mereka melihat bahwa wanita paruh baya itu sudah tertidur lelap. Takut mengganggu, mereka masuk dengan pelan agar tidak menimbulkan suara gaduh.
"Tidurlah. Kau pasti lelah." Archie menepuk pahanya menyuruh gadis itu merebahkan kepalanya disana sebagai ganti bantal. Tidak menolak, ia menuruti dan tak lama setelah itu Auryn terlelap. Beberapa saat kemudian Archie pun menyusul gadisnya ke alam mimpi.
"Mereka sama-sama baik. Biar Auryn sendiri yang menentukan pilihan hatinya. Semoga kau selalu bahagia nak." Diam-diam Melodi mengintip kegiatan sepasang insan itu yang ia pikir mereka sangat romantis.
^^^^
Pagi menjelang, Auryn yang bangun lebih dahulu tersipu malu karena semalaman ia tidur dipaha Archie. Takut ketahuan memperhatikan pria itu, bergegas ia pergi kekamar mandi karena jam kerjanya pagi.
"Euhm.." sepeninggal Auryn, Archie juga terbangun pria itu merenggangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku karena tidur dalam posisi duduk.
"Nak Archie sudah bangun?" Sapa Melodi yang sepertinya juga baru saja bangun.
"Mm…" ia berdiri lalu membasuh wajahnya di wastafel kecil di sudut ruangan.
"Bibi butuh sesuatu?" Usai mengeringkan wajahnya, Ar menghampiri Melodi untuk membantunya duduk bersandar dikepala ranjang.
__ADS_1
"Tidak.Terima kasih." Tolaknya halus.
"Bibi mau bicara sesuatu padamu nak." Ujarnya.
"Bicara saja, nanti saya bantu selagi itu bisa." Tanggap pria itu.
"Begini nak, kau tau kan selama ini kami hanya hidup berdua saja. Auryn selalu hidup dalam kesulitan selama ini, karena ia tidak punya seorang Ayah. Meski tidak terlihat, diam-diam ia sering termenung dan menangis dalam diam. Bibi rasa umur Bibi sudah tidak lama lagi, apa kau mau menikahi putri Bibi?" Lansung saja wanita itu menyampaikan niat hatinya.
"…." Archie bingung harus menjawab apa.
"Bibi hanya takut dia hidup sendiri, takut masa lalu Bibi akan menjadi masa depannya. Dia tidak punya siapa-siapa lagi jika nanti Bibi sudah tiada." Air mata yang sedari tadi ditahannya mulai jatuh setetes demi setetes.
"Bibi tenang saja, saya berjanji akan selalu menjaganya." Hanya itu yang bisa dikatakan Archie untuk sekarang.
^^^^
Sudah seminggu semenjak pembicaraan Melodi dengan Archie, wanita itu menaruh banyak harapan pada kekasih anaknya itu untuk menjaga dan membahagiakannya.
Tok tok
Ceklek
"Kau!!" "Kauuu…" pekik Melodi dan Chris bersamaan.
Setelah rasa saling terkejut ekspresi berbeda tergambar jelas diwajah mereka. Jika Melodi terlihat cemas dan ketakutan, makan Chris menampilkan senyum liciknya.
"Apa kabar Melodi? Kau tidak lupa bukan dengan ku?" Tanyanya penuh arti.
"Se-ssedang ap-a kau di-i sini?" Melodi balik bertanya dengan gugup dan bergetar.
"Wah wahh, ternyata dunia benar-benar sempit ya. Siapa sangka bahwa kau lah calon besan Kakak ku." Nada Chris semakin sinis saja.
"Apa mau mu? Untuk apa kau kemari?" Melodi memberanikan diri agar suaranya bisa lantang dan tidak bergetar.
"Ar sangat pintar dalam memilih pasangan." Sarkasnya.
__ADS_1
"Apa maksud mu hah!!" Melodi mulai tertekan sehingga ia berteriak marah.
"Kau mau tau siapa kekasih putri ja**ng mu itu? Dia Archie Glend ALTERIO. Keponakan ku, putra dari Kakak ku dengan CELO." Chris menekankan setiap menyebut nama keluarganya.
"Jangan sebut putri ku begitu, dia itu anak baik-baik. Jangan libatkan Auryn dalam masa lalu kita Chris, dia tidak bersalah, Auryn tidak tau apa-apa. Ku mohon, biarkan mereka saling mencintai. Ak-ku, aku minta maaf atas kesalahan ku dimasa lalu." Mohonnya juga penuh penyesalan seraya menangkupkan kedua telapak tangannya.
"Maaf kata mu?" Dengan cepat Chris menghampiri Melodi lalu mencengkeram erat lengan atasnya.
"Gampang sekali kau minta maaf, asal kau tau saja! Karena kejahatan kau dimasa lalu, aku keguguran dan sangat sulit untuk ku hamil lagi. Sekalinya aku hamil, disaat itu suamiku meninggalkan ku!! Segampang itu kah kau minta maaf Hahh!!" Bentaknya dengan suara lantang, cengkeramannya juga semakin mengerat. Sementara Melodi, ia hanya bisa menangis, apa yang ditakutinya selama ini akhirnya terjadi juga.
"Kau tenang saja, aku tidak akan mengusik hubungan mereka." Pernyataan Chris barusan membuat Melodi sedikit lega.
"Karena dengan begitu akan semakin mudah bagiku untuk membalas rasa sakit ini." Seringainya jahat. Saat itu pula Melodi merasa sesak didadanya.
Melihat orang yang paling dibencinya seperti itu membuat Chris senang. Ia melenggang pergi begitu saja meninggalkan Modi yang entah bagaimana keadaannya.
^^^^
Beberapa hari belakangan hubungan Archie dan auryn semakin baik. Tak jarang Archie menunjukkan perhatiannya, ia juga selalu menemani Auryn jika menginap di rumah sakit.
"Mereka sudah dekat sekali, Archie juga sepertinya sangat menyayangi Auryn. Apa yang harus aku lakukan? Setelah hari itu aku meminta Archie menikahi Auryn, apa mungkin aku melarangnya berdekatan sekarang?" Melodi termenung mengamati interaksi sepasang anak manusia itu.
"Ibu kenapa? Kenapa Ibu menangis? Apa ada yang sakit?" Auryn yang tidak sengaja melihat Ibunya menangis terheran.
"Tidak nak. Ibu tidak apa-apa huh…huft.." nafasnya mulai sesak dan tersengal saat ia bicara.
"Bu…Ibu kenapa?" Tanya Auryn lagi. Ia mulai panik melihat Ibunya susah bernafas.
"Tenang Ryn, sebentar lagi Dokter datang." Archie merengkuh gadisnya dalam dekapan.
Benar saja, selang beberapa menit dua orang Dokter dan seorang perawat masuk untuk memeriksa dan menangani Melodi.
"Tuan, Nona, mohon tunggu di luar. Kami akan melakukan tindakan." Pinta perawat.
"Tapi Ibu saya.." Ingin rasanya Auryn menemani Ibunya.
__ADS_1
"Kita keluar dulu. Biarkan mereka berkonsentrasi menangani Bibi, semua pasti baik-baik saja oke." Archie merangkul kekasihnya keluar dari sana.
▪︎▪︎▪︎▪︎