Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )

Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )
Tetaplah disisi ku


__ADS_3

▪︎▪︎▪︎▪︎


Empat hari berlalu, hari ini adalah hari terakhir mereka berada di Maldives, dan besok pagi-pagi sekali mereka harus sudah kembali ke negara asal mereka. Wajah Auryn nampak murung, ada rasa tidak rela untuk meninggalkan salah satu surga bagi pengantin baru itu.


"Kenapa heum?" Archie mengambil tempat disamping istrinya yang kini duduk bersantai di kapal mewah milik suaminya itu.


"Rasanya cepat sekali. Disini saat indah Ar. Andai kita tinggal disini." Ucap Auryn sendu.


"Tidak bisa sayang, kita punya perkerjaan dan tanggung jawab disana. Apa kau lupa Yumi dan yang lainnya menunggu kita?" Tukas Archie menghibur istrinya itu.


"Ah iya, bagaimana bisa aku melupakan Yumi. Dia pasti kesepian." Batin Auryn merasa bersalah.


"Siap untuk hari terakhir kita disini?" Entah destinasi apa lagi yang akan ditunjukkan suaminya itu.


"Mmm…" sahut Auryn lesu.


"Aku janji kapan hari nanti kita akan ke sini lagi." Janji Archie berhasil menerbitkan senyum indah diwajah istrinya.


"Benar Ar?" Auryn bertanya antusias, sembari memeluk tubuh kekar suaminya itu.


"Mm.." gumam Ar sebagai jawaban singkatnya.


"Sayang, aku menginginkan mu." Archie berbisik sensual tepat ditelinga wanitanya. Auryn memanas keran hembusan nafas panas suaminya berhembus tepat di tengkuknya.


"Tapi kita sedang di kapal Ar." Tolak Auryn halus.


"Lagi pula semalaman kita juga sudah melakukannya." Cicit Auryn lagi mesih dengan berpelukan, jemari halusnya meremas kaos belakang Archie.


"Kenapa memangnya jika kita sedang dikapal? Disini juga ada kamar sayang. Lagipun, semalam dan malam-malam sebelumnya masih kurang sayang, dan aku tidak akan pernah puas dengan milik ku ini." Tangan nakal pria mesum itu sudah merambat masuk kedalam dress yang dikenakan Auryn dan merayap kemana-mana. Benar yang dikatakan Archie, selama empat hari mereka berbulan madu tiada malam tanpa kehangatan diranjang mereka berdua.


^^^^


Seminggu berselang setelah kepulangan mereka dari Maldives. Tidak menunggu lama, hanya sehari saja mereka menginap di rumah besar Alterio lalu setelahnya mereka pindah ke apartemen milik Archie, tidak lupa Yumi juga. Pekerjaan mereka juga berjalan seperti semula, hanya saja Auryn sudah berstatus sebagai istri dan itu istri pemilik dari hotel tempat ia bekerja.


"Mm…Ar, aku mau berhenti dari hotel. Maksud ku, aku mau mencari pekerjaan ditempat lain saja." Auryn membuka suara ditengah sarapan pagi mereka hari ini.


"Kenapa? Apa ada yang mengganggu mu disana?" Archie menatap istrinya serius.

__ADS_1


"Bukan. Ah tidak ada maksud ku. Aku hanya ingin mencari suasana baru, lagi pula aku malu jika terus berada disekitar mu setiap harinya. Aku takut,- kau bosan dengan ku." Tukas Auryn menundukkan kepalanya kemudian.


"Mana ada suami yang bosan pada istrinya Auryn." Ada nada kekesalan di suara suaminya.


"Karena kita tidak saling mencintai Ar." Nampaknya Auryn sedang sensitif pagi ini


"Kita sudah membahas ini sering kali, apa kau tidak bisa sekali saja tidak meragukan ku heh?" Hening, tidak ada jawaban dari Auryn.


"Sudahlah. Aku tidak mau kita harus berdebat. Dimana Yumi?" Archie menengahi perdebatan mereka, pria itu mengalihkan pertanyaannya.


"Dia pergi pagi-pagi sekali tadi, katanya ia harus ujian untuk lulus menjadi perawat di rumah sakit kota." Jawab Auryn.


"Mm...sayang sekali anak itu tidak mau dibantu." Tutur Archie. Seketika perdebatan mereka tadi hilang lenyap dan mereka kembali seperti biasa.


"Biarkan dia berjuang sendiri Ar. Kau tidak tau saja bagaimana rasanya berhasil dengan jerih payah kita sendiri." Sanggah Auryn atas kalimat suaminya itu.


"Dan asal kau tau juga sayang, suami mu ini membangun hotel dan night club itu, murni atas usaha suami mu ini dan tanpa bantuan ayah mertua mu sedikit pun." Sindir Archie menyambut kata Auryn sebelumnya.


"Maaf, aku tidak bermaksud mengalamatkan kalimat ku tadi pada mu." Seru Auryn merasa bersalah. Diraihnya tangan besar Archie untuk digenggamnya.


"Sebaiknya kita berangkat sekarang, atau kita tidak akan bekerja dirumah seharian hingga malam tiba." Goda Archie dengan senyum mesumnya.


Didalam mobil, sepasang pengantin baru itu masih saja bercakap dan bercengkrama santai.


"Mm…Ar, bagaimana?" Auryn kembali menanyakan perihal ia berhenti dari hotel yang tadi belum sempat dijawab suaminya.


"Bagaimana apanya?" Pria itu menatap Auryn sekilas lalu kembali fokus kejalanan.


"Aku berhenti dari hotel."


"Kenapa harus berhenti? Bukannya lebih baik kita ditempat yang sama, dengan begitu proses menumbuhkan cinta diantara kita lebih cepat. Kau pernah dengan 'cinta tumbuh seiring dengan seringnya pertemuan antara dua orang lawan jenis'." Entah dari mana pria itu bisa mengarang kata-kata demikian.


"kau mengarangnya. Jadi?" Auryn yang merasa jawaban suaminya menggantung, perlu memastikannya.


"Tetaplah disisi ku." Archie menatap lekat iris hitam nan indah milik istrinya. Kini mobil mereka sudah berhenti sebab, mereka sudah sampai ditempat tujuan.


"Hahh…baiklah." Auryn menghembuskan nafas berat, sama dengan rasa berat hatinya.

__ADS_1


^^^^


Baru saja memasuki ruang locker, Leslie salah seorang senior Auryn menyenggolnya dengan sengaja. Tidak hanya itu, wanita itu juga menumpahkan cairan pemutih ke baju Auryn sehingga baju yang dikenakannya kotor dan terkena luntur.


"Astaga. Maaf Nyonya." Ujarnya dengan tanpa rasa bersalah juga penekanan diakhir katanya.


"Hah….tidak apa-apa." Desah Auryn menahan kesal.


"Anda baik sekali Nyonya, tidak salah anda menjadi istri Bos." Lanjutnya lagi, kali ini lebih ke menyindir Auryn.


"Apa maksud Kak Leslie? Sepertinya kita tidak pernah mempunyai masalah." Auryn tidak bisa diam saja diperlakukan seperti itu.


"Oho, kau sudah mulai berani rupanya heh! Ditambah lagi sekarang kau bisa mengadukan semuanya pada suami mu itu." Wanita itu nampaknya sangat berniat sekali untuk mencari masalah dengan auryn.


"Istri Tuan Archie atau bukan, jika ada yang mengganggu saya pasti saya tidak akan tinggal diam." Sentak Auryn berani.


"Rasakan ini!" Pekik Leslie seraya melayangkan tangannya hendak memukul Auryn.


Beruntung, Auryn sigap dengan menangkis tangan Leslie lalu menghempaskannya di udara.


"Beraninya kau menahan ku!"


"Tidak satu orang pun yang mau dipukul Nona Leslie! Jika anda berpikir saya lemah dan bisa anda perlakukan sesuka anda, anda salah besar Nona Leslie. Sebaiknya, anda kembali bekerja sebelum orang-orang mendengar keributan kita." Auryn berbalik, kembali melanjutkan kegiatannya yang tadi sempat tertunda karena ulah Leslie.


"Lihat saja, akan ku balas kau suatu hari nanti." Leslie menatap nyalang kearah Auryn yang kini membelakanginya.


Tidak jauh dari sana, Grace tersenyum licik, nampaknya wanita itu tengah merencanakan sesuatu.


"Bagus Leslie, karena mu aku tidak perlu repot-repot lagi untuk menyingkirkan j****g itu." Sorak Grace dalam hati.


"Auryn, Auryn, kau pikir dengan menikah dengan Archie, kau akan menghilangkan kebencian orang-orang terhadap mu. Kau salah, sebab karena itulah orang akan semakin membenci mu." Lanjut Grace lagi berbicara sendiri.


▪︎▪︎▪︎▪︎


Nikmati dan dukung terus ya karya saya berikan dukungan berupa LIKE kalian dan tinggalkan COMMENT. VOTE kalian juga memberikan pengaruh besar bagi saya untuk menyusun kata per kata.


Sebelumnya tambahkan dulu ya, ke FAVORITE kalian biar kalo Up ada notif nya.

__ADS_1


TERIMA KASIH


__ADS_2