Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )

Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )
Kenapa mengatai ku seperti itu?


__ADS_3

▪︎▪︎▪︎▪︎


Seminggu sudah semenjak Auryn menawarkan Ibunya untuk melakukan pengobatan tradisional dan Melodi menolaknya. Seperti yang dikatakan wanita itu, kondisinya memang sudah jauh lebih baik dan Dokter pun membenarkannya.


"Ryn, besokkan akhir pekan? Ibu mau pergi ketaman, bosan berada disini terus." Pinta Melodi pada putrinya, Auryn.


"Ya Bu kebetulan besok Ryn libur, jadi kita akan pergi ketaman. Tapi yang dekat dari sini saja ya, Ryn khawatir membawa Ibu jauh-jauh, lagipula tamannya cantik kok Bu." Imbuh Auryn, ia sangat mengerti jika Ibunya bosan karena sudah hampir dua bulan ini wanita yang sudah membesarkannya itu berbaring dirumah sakit.


"Tidak apa nak, yang penting udaranya segar." Senyum merekah ditampilkan Melodi sebagai bentuk rasa senangnya. Auryn saat ini tengah disibukkan dengan mengemasi beberapa barang yang akan ia masukkan kedalam tasnya untuk bekerja.


"Nak Archie juga ikut kan?" Tanya Melodi dengan tatapan layaknya anak kecil yang meminta permen. Nampaknya ia merindukan kekasih anaknya itu karena sudah beberapa hari ini Archie jarang mengunjunginya karena sibuk. Entah kenapa, ia sudah mempercayakan Auryn sepenuhnya untuk pria itu, Archie.


"Mmm…mungkin tidak Bu, dia sangat sibuk belakangan ini. Kita pergi berdua saja ya." Auryn menghampiri Ibunya lalu mengusap pelan tangan Melodi.


"Tidak bisakah kau mengajaknya? Bagaimana kalau Ibu tidak bisa bertemu dia lagi?" Tukas Melodi dengan candaan.


"Ibu ini bicara apa? Nanti Ryn bicarakan dengan Ar, sudah ya Bu Ryn berangkat dulu." Pamit Auryn yang tidak lupa mengecup pipi yang diakhir dengan kening Ibunya.


"Hati-hati. Ingat jaga diri mu dan jangan bergantung pada orang lain." Teriak Melodi saat putrinya sudah melangkah keluar dari pintu ruang rawatnya.


Sementara Auryn, gadis itu menggerutu sepanjang jalan karena kesal akan Archie.


"Bagaimana bisa aku mengajaknya, sedangkan saja dia tidak pernah terlihat beberapa hari ini? Entah kemana perginya pria mesum itu?" Rutuk Auryn kesal.


^^^^


Baru juga memasuki Hotel, Auryn sudah disambut Grace dengan tatapan merendahkan. Wanita itu tersenyum miring membalas senyum ramah yang dilemparkan Auryn.


"Selamat pagi Kak Grace." Sapa Auryn sopan serta menundukkan sedikit tubuhnya sebagai tanda hormat pada senior.


"Heh, tidak perlu sok baik begitu j****g!" Ujar Grace kasar kemudian berlalu dari hadapan Auryn.


"j****g? Apa itu sebuah panggilan?" Auryn yang tidak mengerti jadi heran, gadis itu tidak tau jika wanita tadi menyimpan kebencian terhadapnya.


"Biar sajalah, nanti aku tanyakan ke Kak Kate." Gumam Auryn masih penasaran.


Tidak terlalu ambil pusing gadis manis nan rajin itu kembali melanjutkan langkahnya untuk memulai hari demi mengais sedikit rezeki.

__ADS_1


Saat ini, Auryn sedang berjalan dilorong menuju ruangan Archie. Ya, tugas gadis itu memang hanya membersihkan dan melengkapi segala kebutuhan pria itu atas perintahnya juga dukungan dari Kate.


"Aurynn…" panggil sebuah suara yang sangat dikenal Auryn.


"Kak Kate." Panggil Auryn balik sembari membalikkan tubuhnya memastikan benar itu suara Kate.


"Sudah beberapa hari ya kita tidak bertemu, aku merindukan mu." Timpal Kate seraya memeluk Auryn.


"Iya Kak, Ryn juga rindu." Tutur Auryn, ia ikut membalas pelukan Kate. Orang yang sudah dianggap seperti kakak sendiri olehnya.


"Bagaimana kabar Bibi? Maaf aku jarang mengunjungi beliau." Ujar Kate mengurai pelukan mereka.


"Tidak apa-apa. Ibu sudah jauh lebih baik, bahkan besok minta diajak ke taman." Tukas Auryn senang.


"Baguslah. Aku ikut senang mendengarnya, mungkin lusa aku baru bisa kesana." Seru Kate ikut senang.


"Ya Kak, ini juga berkat doa Kakak juga Bibi July." Ucap Auryn tanpa melewatkan rasa terima kasihnya.


"Ya sudah. Aku mau lanjut bekerja dulu, belakangan banyak sekali pekerjaan yang harus aku selesaikan." Gerutu Kate dengan wajah memelasnya.


"Semangat. Kak Kate pasti bisa." Hatur Auryn memberi semangat ke Kate. Dua gadis bersahabat itu saling melempar lambaian tangan ketika akan berpisah.


"Ada apa Ryn? Apa kau butuh sesuatu atau ada yang mengganggu mu?" Tanya Kate yang tidak jadi masuk ke dalam lift.


"Tidak. Tidak ada Kak, Ryn hanya mau bertanya saja. J****g itu apa Kak? Sebuah sebutan kah atau panggilan?" Auryn yang masih penasaran hampir saja lupa menanyakannya pada Kate.


"Dari mana kau mendengar kata itu? Siapa yang menyebut mu begitu?" Kate kesal jika sampai tau ada yang menyebut sahabatnya demikian.


"Tidak ada Kak. Ryn tidak sengaja membacanya disalah satu artikel, hanya penasaran saja." Elak Auryn.


"Siapa yang berani mengatai Auryn seperti itu? Kurang ajar sekali dia, sudah bosan berbicara kiranya." Batin Kate kesal.


"Kak…" panggil Auryn melihat Kate yang terpana dengan pikirannya.


"Kalau Kakak tidak tau juga tidak apa-apa." Auryn tidak mau Kate berpikir keras dengan pertanyaannya, begitulah yang ada di pikiran gadis itu.


"Eh. Ah bukan seperti itu. J****g itu bahasa kasar, persamaan dari wanita malam, penghibur, sejenis itulah." Jelas Kate.

__ADS_1


Deg


"Kenapa Kak Grace, mengatai ku seperti itu?" Batin Auryn bertanya pada dirinya sendiri. Seingatnya juga, ia tidak pernah mempunyai masalah dengan Grace, jangankan masalah bertegur sapa saja hanya sesekali.


"Oh. Terima kasih kak, Ryn mau bekerja dulu." Pamit Auryn, tidak mau Kate berpikir.


"Oh, ya…" balas Kate.


"Ar, harus tau ini. Karena anak nakal mesum itu, Auryn harus menerima getah yang tidak seharusnya." Gumam Kate kesal dengan kelakuan adik sepupunya itu.


^^^^


Baru juga masuk kedalam kamar yang merangkap kantor Archie sekaligus, gadis itu dibuat berkacak pinggang melihat ranjang yang berantakan juga pakaian yang berserakan dimana saja.


"Syukurlah dia tidur disini tadi malam." Desah Auryn lega, entah kenapa ia sedikit resah jika pria itu menghabiskan malam diluar atau tempat lainnya.


Terlalu menghayati pekerjaannya, Auryn tidak menyadari Archie telah berdiri tepat dibelakangnya. Tidak hanya berdiri, pria itu tampak baru saja selesai mandi terlihat jelas dari air yang masih menetes dari rambutnya juga separuh tubuhnya yang hanya dililiti sehelai handuk.


Melihat gadisnya yang belum menyadari kehadirannya, Archie berinisiatif memeluk Auryn dari belakang.


"Astaga!!" Pekik Auryn keras karena rasa keterkejutannya.


"Sstt..jangan berteriak sayang, juga jangan bergerak jika kau tidak mau ku tiduri sekarang juga." Bisik Archie tepat ditelinga Auryn. Tubuh yang didekapnya bergetar hebat, entah karena terkejut atau karena takut, Archie tidak ambil pusing. Ia terus memeluk Auryn dan sudah terjadi hampir lima belas menit, ia menghirup dalam-dalam aroma khas gadisnya itu.


"Sudah." Ujar Archie melepas pelukannya, ia memutar pelan tubuh gadisnya agar lebih leluasa melihat wajah manis itu.


"Arr!! Pakai baju mu dulu!!" Pekik Auryn seraya menutup matanya rapat-rapat. Keterkejutannya semakin menjadi tatkala mendapati kekasihnya itu bertelanjang dada dan hanya memakai sehelai handuk untuk menutupi tubuh bawahnya.


"Kenapa?" Tanya Archie berpura tidak tahu, ia malah semakin mempersempit jarak diantara mereka membuat wajah Auryn semakin merah padam.


"Ar kau terlalu dekat dan-" ucapan Auryn tertahan.


"Dan apa heumm?" Tanya Archie lagi semakin menggoda gadisnya.


"Kau tidak pakai baju Ar." Nafas Auryn mulai tersendat-sendat.


"Kau juga bisa tidak pakai baju sayang." Perlahan tapi pasti diakhir kalimatnya, Archie meraih bibir tipis kekasihnya.

__ADS_1


▪︎▪︎▪︎▪︎


__ADS_2