
▪︎▪︎▪︎▪︎
Weekend pertama di kediaman baru Auryn dan Archie terasa ramai. Bagaimana tidak, semua anggota keluarga mereka datang menginap. Ada Zach dan Celo juga si bungsu ditambah Cassey serta Chris.
"Daddy tidak menyangka, selera mu sebagus ini." Puji Zach bangga akan pemahaman putranya mengenai desain interior.
"Biasa saja Dadd. Ar hanya memadukan karakter Auryn dan kareakter Ar, agar semuanya menyatu dan jadilah rumah ini." Tidak mau besar kepala, Archie merendahkan dirinya.
"Bagus. Dalam rumah tangga hal itulah yang akan menyangga hubungan suami istri agar tetap harmonis." Petuah Zach pada anaknya itu.
Sementara disudut lain, Auryn juga membahas beberapa hal dengan ibu mertuanya. Celo dengan semangat mengajari juga mengingatkan Auryn akan tugas seorang istri.
"Ryn, bagaimana kalau taman didepan kita tanami bunga?" Bujuk Celo, karena memang itu sudah menjadi hobi dan ciri khas wanita itu.
"Iya Momm,"
Mereka mulai menanam beberapa bunga juga tanaman hias lainnya dwngan dibantu Cassey juga Seth. Bertanya Chris, entah wanita itu dimana, tadi ia beralasan tidak enak badan.
Cukup lama waktu yang mereka habiskan untuk berkebun, tidak terasa sore menjelang. Usai menyudahi kegiatan bertanam, Celo, Auryn dan Casey pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
"Bagaimana Mama mu Case?" Tanya Celo yang tadi mendengar bahwa adik iparnya itu tidak enak badan.
"Sedang tidur Bi." Sahut Cassey.
Acara berkumpul malam itu ditutup dengan pesta kecil-kecilan, barbeque ditepi pantai. Esoknya, semua akan kembali ke kediaman Alterio, dan Chirs akan pulang ke rumahnya.
^^^^
Beberapa minggu setalah mereka weekend bersama. Chris datang lagi berkunjung, tapi hanya seorang diri. Sebab, Seth dan Cassey sedang mempersiapkan ujian sekolah.
Entah apa tujuannya, wanita itu datang dengan dengan membawa satu koper yang cukup besar. Dari situ siapa saja bisa menerka-nerka kalau dia akan menginap disana dalam waktu yang tidak sebentar.
"Bibi," sapa Auryn menyambut kedatangan Bibi dari suaminya itu.
"Ya." Balas Chris datar, tidak seperti sebelum-sebelumnya.
"Bibi sendiri saja?" Auryn tidak menyadari sama sekali perubahan sikap Chris terhadapnya.
"Kau lihatnya bagaimana?" Jawab Chris semakin ketus.
"Bibi,-"
"Bibi datang." Terdengar suara Archie dari arah dalam, memotong perkiraan Auryn.
"Iya Ar, tolong bantu Bibi membawa koper ini kedalam. Berat." Perkataan Chris, seperti mengartikan bahwa Auryn tidak mau membantunya.
"Oh, kesinikan." Archie mengambil alih koper tersebut dari tangan Bibinya.
__ADS_1
Saat ini mereka sedang duduk di teras depan, menikmati indahnya taman bunga yang diciptakan Celo. Auryn baru saja ikut bergabung dengan membawakan teh mawar, hasil kebun bunga mertuanya, Celo.
"Ar, niat Bibi kemari mau menginap beberapa waktu. Rumah Bibi sedang di renovasi, jadi Bibi pikir disini lebih menyenangkan bisa sekalian berlibur. Boleh bukan?" Jelas Chris akan maksud kedatangannya.
"Tentu saja Bi, Bibi bisa tinggal disini selama itu bisa membuat nyaman." Tukas Archie dengan senang hati.
"Auryn? Boleh bukan?" Lagi, ia bertanya seolah Auryn selalu melarang ini dan itu.
"Tentu Bi, kami senang jika Bibi tinggal bersama kami." Auryn selalu bersikap tulus tanpa tau isi hati dibalik kebaikan seseorang.
"Heh, kita lihat. Mau sampai kapan kau sanggup tersenyum seperti itu." Senyum Chris tersungging senyum yang sarat akan sesuatu.
"Cassey bagaimana Bi?" Archie yang tidak terlalu memperhatikan gelagat adik dari ayahnya itu, menanyakan perihal adik sepupunya.
"Anak itu, katanya mau fokus ke ujian. Dan selama itu dia mau di asrama saja, saat weekend dia akan ke rumah Daddy mu." Jelas Chris.
"Oh begitu." Pria itu hanya ber oh ria saja, menanggapinya.
Wanita itu selalu menyambut hangat setiap pertanyaan keponakannya, tapi tidak dengan Auryn. Setiap wanita itu yang bertanya, Chris selalu menjawab datar dan terkadang ketus.
^^^^
Sampai beberapa hari Chris berada dirumah mereka, malam itu ia mengadu satu hal pada Archie.
"Ar, bisa Bibi bicara sebentar?" Kala itu Auryn tengah sibuk berkutat di dapur dengan dibantu Bi Myla.
"Sebaiknya tidak disini." Lalu ia berjalan duluan dan diikuti Archie. Mereka berbicara diteras depan yang berhadapan lansung dengan taman bunga.
"Ada apa Bi?"
"Itu, ah…bagaimana Bibi harus menyampaikannya ya?" Chris memasang raut wajah kebingungan dan tidak enak hati.
"Apa Bi? Sampaikan saja." Archie jadi penasaran.
"Auryn,-"
"Auryn kenapa?" Mendengar nama istrinya disebut, Archie lansung terfokus.
"Bibi merasa tidak enak tinggal disini." Ia mulai menjalankan rencananya.
"Kenapa? Apa Auryn ada membuat Bibi tidak nyaman?" Archie ada sesuatu yang ganjil yang telah terjadi dibelakangnya.
"Tidak. Bukan begitu, tapi Bibi merasa tidak enak saja. Bibi tinggal disini tanpa melakukan apa-apa, Auryn selalu melarang Bibi ini dan itu. Bahkan untuk memasak makanan kesukaan mu saja, dia melarangnya." Jelas sekali raut kesedihan di wajahnya.
"Benarkah Auryn seperti itu?" Gumam Archie setengah tidak percaya.
Flashback
__ADS_1
"Apa yang kau masak untuk makan malam?" Chris menghampiri Auryn yang sedang memasak makan malam didapur. Seperti sosok majikan, Chris datang lalu bersedekap di samping Auryn.
"Tom yam soup, oseng kerang brokoli, lalu Chicken Schnitzel. Ar bilang itu sebagian makanan kesukaannya Bi." Jawab Auryn, tidak lupa dengan senyum.
"Biar Bibi saja yang masak." Pinta Chris.
"Tidak usah Bi, biar Ryn saja. Bibi sebaiknya beristirahat menunggu makanannya siap. Ini juga tinggal sedikit lagi." Tolak Auryn halus.
Flashback off
Chris menceritakannya yang tentu saja dalam versinya sendiri, dimana ia menjelek-jelekkan istri keponakannya itu. Disela ceritanya, tidak lupa ia mencuri lihat bagaiman ekspresi Archie.
"Tapi Bibi tidak apa-apa. Hanya saja, Bibi merasa tidak enak dengan tidak bekerja apapun di rumah kalian." Terus saja dia memutar balikkan keadaan.
"Kenapa Bibi harus merasa tidak enak, kami keponakan Bibi, dan itu artinya ini juga rumah Bibi. Bibi bebas melakukan apapun disini." Tegas Archie menahan kesal.
"Terima kasih Ar. Tapi jangan menegur Auryn, Bibi tau niatnya baik." Dalam hati ia akan bersorak senang, jika mereka bertengkar nantinya.
^^^^
Masuk waktunya makan malam, mereka bertiga berkumpul dimeja makan. Yumi tidak pulang malam ini, sebab baru kemarin gadis itu kembali ke rumah sakit dan artinya dua hari lagi baru pulang ke rumah.
"Ar, sini Bibi ambilkan. Mau pakai apa heum?" Tangan Chris bersiap untuk meraih piring keponakannya.
"Maaf, Bi. Biar Ryn saja." Cepat, Aury meraih piring suaminya untuk di isi.
"Letakkan. Biar Bibi yang menngambilkan makanan ku." Ujar Archie dingin terhadap istrinya.
"Tapi Ar,-"
"Tidak apa-apa sayang, biar Bibi saja." Dihadapan Archie, dia kembali berkata lembut terhadap Auryn.
"Auryn." Panggil Archie masih dingin seperti tadi.
"Ya Ar, kau mau sesuatu?"
"Tidak. Dengar, mulai hari ini biar Bibi yang mengurusi segalanya." Titah Archie final.
"Tapi kenapa Ar?"
Drett
Tidak menjawab pertanyaan istrinya, pria itu berdiri untuk kemudian berlalu dari sana. Auryn yang menyadari kemarahan suaminya, juga ikut menyusul setelah sebelumnya berpamitan ke Chris.
"Ini baru permulaan saja j****g, kedepannya kau akan menangis darah." senyum licik terpatri jelas di wajahnya yag salalu melakukan perawatan itu.
▪︎▪︎▪︎▪︎
__ADS_1