Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )

Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )
Flashback


__ADS_3

▪︎▪︎▪︎▪︎


"Kenapa kau menolak permintaan Mommy? Merasa sudah hebat?" Sindir Aldric yang berdiri diambang pintu kamarnya, tubuhnya setengah bersender dengan kedua tangan bersedekap didada.


"Bukan urusan mu!" Seru Archie datar, tidak dihiraukannya Kakak kembarnya itu bersuara.


"Ah, bukankah sudah menjadi aturan keluarga Alterio untuk tidak menguping pembicaraan orang lain terlebih sampai ikut campur." Archie balas menyindir Aldric. Tatapan sengit tercipta jelas disorot mata keduanya.


"Kau egois Ar." Nampaknya, Aldric memang sengaja untuk memancing amarah adiknya itu.


"Ya, aku memang egois dan kau ingat itu karena siapa?" Sebelah sudut bibir Archie terangkat menunjukkan senyum sinis berupa ejekan untuk Aldric.


"Heh! Jika kau tidak sanggup menerima permintaan Momm, aku yang akan menyanggupinya. Aku akan menikahi Auryn." Tukas Aldric, ia tidak gentar untuk berhadapan dengan saudaranya itu.


Deg


Mendengar penuturan Aldric barusaja, membuatnya tersentak. Tapi bukan Archie namanya jika ia bisa dibaca oleh orang lain. Sebisa mungkin ia bersikap biasa saja dan selalu tenang seperti pembawaannya yang dingin.


"Gadis itu tidak pantas berlindung dengan orang angkuh dan egois seperti mu." Hardik Aldric tajam.


"Heh. Lalu kau pikir dia pantas dilindungi pengecut seperti dirimu? Jangan membuat lelucon Al, bahkan untuk melindungi diri sendiri saja kau masih butuh orang lain." Archie berlalu begitu saja setelah kalimat terakhirnya. Ia tidak mau sampai ada yang mendengar perdebatan antara mereka.


"Shitt!" Umpat Aldric menerima cibiran dari saudara kembarnya itu.


"Kita lihat saja Ar, siapa pengecut yang sebenarnya." Gumam Aldric berbicara sendiri.


^^^^


Sudah lewat tengah malam, namun mata Celo masih urung untuk dipejamkan. Wanita itu bergerak gelisah diatas ranjang mereka, membuat Zach terganggu.


"Kenapa belum tidur heumm? Apa yang mengganggumu?" Zach bertanya dalam keadaan setengah sadar.


"Tidak, ada. Mungkin insomnia Momm datang lagi Dadd. Maaf. Dadd tidur saja lagi." Elak Celo tidak mau mengganggu tidur suaminya itu.


"Bagaimana mau tidur kalau Momm, terus saja menimbulkan gerakan yang mengganggu." Zach kesal karena istrinya tidak mau berbagi cerita.


"Ada apa? Apa pembicaraan kalian tidak mencapai kesepakatan?" Zach sangat paham, bahwa istrinya itu tengah gelisah sekarang.


"…." Wanita yang berumur hampir setengah abad itu hanya memberi jawaban berupa gelengan semata.


"Jangan dipaksakan. Jika Momm mau melindungi gadis itu, kan kita bisa mengangkatnya menjadi putri kita." Sebelah tangan Zach membelai lembut wajah wanita yang sudah menjadi tulang rusuknya itu.


"Bagaimana mungkin Auryn menjadi putri kita sementara kedua anak nakal itu sama-sama menaruh hati padanya." Sentak Celo kesal, ia jadi meluapkan kekesalannya pada Zach.


"Jadi kau tau itu?" Tanya Zach tidak percaya.


"Ya, bahkan dengan Cerry pun Momm tau Dadd." Sungguh diluar dugaan, selama ini mereka saling berpura tidak tau dan saling menutupi satu sama lain.


"Hahh….tidak disangka, masih ada rahasia diantara kita." Desah Zach kecewa.


"Maaf, waktu itu Momm pikir Dadd tidak perlu tau masalah ini. Momm hanya tidak mau mengganggu pekerjaan Dadd. Tapi nyatanya masalah itu terus berlanjut hingga sekarang, membuat putra-putra kita membangun benteng mereka sendiri." Suasana hening menyelimuti mereka.


"Ini semua salah Momm yang meminta Ar untuk mengalah waktu itu. Andai waktu bisa diputar kembali, Momm tidak akan pernah melakukan hal itu."

__ADS_1


Flashback


*Setiap seminggu sekali pasangan suami istri Eric dan Audrey selalu rutin membawa putri mereka berkunjung ke kediaman Alterio. Selain untuk memperkuat hubungan persaudaraan mereka, anak-anak mereka juga satu sekolah, jadilah mereka bisa belajar bersama.


"Eh Al, kenapa belajar disini sendirian sayang? Mana adik mu dan Cerry?" Celo tidak sengaja mendapati Aldric putra tertuanya belajar sendiri tidak seperti biasanya.


"Entah." Jawabnya malas sembari menaikkan kedua bahunya.


"Eh, Al tidak sopan seperti itu menjawab pertanyaan Mommy nak." Tegur Celo akan sikap acuh tak acuh Aldric.


"Maaf Momm, Al sedang kesal saja." Sungut Aldric menoleh sekilas ke arah Ibunya itu.


"Kesal kenapa heum?" Celo ikut mendudukkan diri disamping putranya, lalu mengusap penuh kasih pucuk kepalanya.


"Cerry, dia tidak mau Al yang mengajarinya, tapi selalu merengek pada Ar." Kesal bocah berumur delapan tahun itu.


"Lalu dimana salahnya? Cerry bebas mau belajar bersama siapa saja. Lagipun, bisa saja cara Al dan Ar yang berbeda yang membuatnya lebih memilih Ar. Mungkin Cerry lebih paham dengan cara Ar mengajarinya." Celo menjelaskan perlahan, agar putranya itu tidak merasa bahwa dirinya pilih kasih.


"Tidak! Cerry menyukai Ar, tapi tidak dengan Al!" Bocah yang masih marah itu, berlari meninggalkan Ibunya untuk masuk kedalam kamarnya.


"Al, dengar dulu Mommy bicara. Aldric!" Paggil Celo lagi, namun Aldric sudah lebih dulu menghilang ditelan daun pintu.


Disitulah awal mula merenggangnya hubungan sikembar. Meski diluar mereka terlihat akrab dan rukun, tapi nyatanya mereka telah membangun benteng untuk mencegah adanya pertengkaran.


Sembilan tahun berlalu, hubungan Adric dan Archie masih sama, mereka hanya akan berbicara seperlunya saja. Sampai kejadian dimana persaudaraan mereka benar-benar pecah hanya karena wanita.


"Kenapa marah-marah Al? Mommy tidak suka kau seperti ini, bahkan sampai menghancurkan barang-barang." Seru Celo memarahi anak sulungnya.


"Ini semua karena anak sayang Dadd!! Dia selalu di elu-elu kan!" Bentaknya keras membuat Celo tersentak melihat watak Aldric yang seperti ini.


"Tenang nak. Redam emosi mu, kita bicarakan baik-baik eum. Jika kau marah-marah begini yang ada Momm tidak tau apa masalahnya dan kita tidak bisa menemukan solusinya nak." Perlahan, Celo merengkuh putranya itu kedalam pelukannya, berhubung tubuhnya tidak setinggi Aldric, jadilah ia menyandarkan kepalanya anaknya dipundaknya dengan Aldric yang menunduk.


"Ada apa? Kenapa sampai bicara kasar seperti tadi? Momm juga Dadd tidak pernah mengajarkan kalian untuk berbicara kasar kepada siapa saja tidak terkecuali kepada adik-adik mu." Usai kemarahan Aldric tadi, kini dia tengah berbaring dipangkuan ibunya diatas ranjang anak itu, pun Celo, wanita itu mengusap-usap pelan kepala anak sulungnya.


"Al mencintai Cerry Momm, tapi dia mencintai Ar. Bahkan dia berniat akan menyatakan cintanya. Kenapa harus Ar Momm.." keluh Aldric masih dengan raut kesalnya.


"Al, cinta itu tidak bisa dipaksakan nak. Cerry berhak menentukan pilihannya sendiri, apa jadinya jika perasaannya dipaksakan tapi dia tidak bahagia. Apa Al mau melihat Cerry tidak bahagia?" Tatapan Celo menyelam jauh kedalam sorot kemarahan Aldric.


"Kenapa Ar selalu lebih beruntung dari Al Momm? Padahal kami kembar, dimana letak kurangnya Al Momm?" Nampaknya rasa kesal masih mendominasi hati Aldric.


"Tidak nak, tidak ada yang kurang. Hanya saja cara berpikir kalian lah yang berbeda. Maaf sayang, tapi harus Mommy sampaikan, kau harus belajar bersikap dewasa mulai sekarang." Tukas Celo, menatap penuh sayang Aldric.


Sementara, dibalik pintu yang tidak tertutup rapat sepenuhnya, Archie berdiri disana dengan perasaan tak menentu. Disatu sisi dia juga menaruh hati pada Cerry, sementara disisi lain saudara kembarnya pun sama. Mendengar pembicaraan Ibunya dengan Aldric tadi, ia mengambil kesimpulan sendiri.


Benar saja, saat malam tiba Celo menghampiri Archie ke kamarnya. Dilihatnya putra keduanya itu tengah berbaring tengkurap sembari membaca sebuah buku.


"Ar.." panggil Celo penuh kasih.


"Momm…" Archie beralih duduk dari posisinya tadi.


"Sedang apa nak?" Tanya Celo basa basi.


"Sedang main air Momm, sudah jelas Ar sedang membaca. Mommy ada-ada saja." Ujar Archie bergurau, yang berhasil menerbitkan senyum indah diwajah Ibunya itu.

__ADS_1


"Boleh Mommy bicara sesuatu sayang?" Tergambar jelas keraguan diwajah wanita yang tidak lagi muda itu.


"Bicara saja Momm, toh dinegara kita tidak ada larangan untuk berbicara bukan?" Archie masih dengan senda guraunya.


"Kau ini." Celo mencubit gas perut putranya itu.


"Katakan saja Momm, Ar tidak apa-apa." Ujar Archie berubah jadi datar.


"Apa Ar menyukai Cerry?"


"Cerry? Kenapa?" Archie balik bertanya.


"Al menyukai Cerry, tapi Cerry bilang dia menyukai mu."


"Oh." Hanya jawaban singkat itu yang keluar dari mulut Archie.


"Ar bisakan menolak Cerry? Untuk sekali ini mengalahlah untuk kakak mu." Pinta Celo lansung.


"Kenapa? Kenapa harus Ar yang mengalah? Berikan Ar alasan yang tepat Momm." Timpal Archie dingin, raut wajahnya bahkan lebih datar dibandingkan Zach saat marah.


"Karena dia kakak mu, kalian kembar yang juga memiliki perasaan dan segala hal yang sama. Lagipun, kau lebih unggul segalanya dari kakak mu itu." Curah Celo sendu, air mata mulai menumpuk dipelupuk matanya.


"Hanya karena itu?"


"Tidak. Mommy hanya tidak mau kalian sampai bertengkar hanya karena wanita. Masih banyak wanita diluar sana yang pantas untuk mu nak. Hanya untuk kali ini saja, Mommy mohon Ar."


"Ini bukan kali pertama lagi Mommy memohon. Ingat waktu Cerry minta diajari? Momm, juga memohon seperti ini." Perkataan Archie sukses membuat Celo terpojok.


"Ar.." lirih Celo.


"Momm, Ar sangat menyayangi Mommy, dan Momm tau pasti itu. Mudah saja bagi Ar menuruti kemauan Mommy, tapi mau sampai kapan Mommy menuruti segala kemauan Al? Dia harus belajar dewasa Momm, tidak selamanya Mommy dan Daddy bisa menangui kami." Archie memang selalu bijak dalam berpikir.


"Maafkan Mommy nak. Mommy tidak bermaksud untuk memihak pada salah satu dari kalian. Mommy hanya, hany-" lidah Celo mendadak kelu.


"Ar sayang Mommy.." tidak tahan melihat Ibunya memohon smapai demikian, Ar mendekap erat wanita yang sudah bertaruh hidup untuknya itu.


"Mommy juga sangat menyayangi mu nak." Air mata Celo tumpah begitu saja, rasa bersalah seakan mencekik lehernya*.


Flashback off


"Maafkan Momm Dadd, Momm tidak tau akan jadi seperti ini. Momm han-" Celo mulai terisak teringat kesalahannya yang sudah berlarut-larut.


"Itulah kenapa aku selalu memintamu untuk terbuka Celo. Apa kau tidak bercermin pada masa lalu dimana Aku dan Chris terlibat konflik? Beruntung hal yang sama tidak terjadi pada putra-putra kita karena Archie kembali mengalah" dengan hidup mandiri diluar." Zach jadi tersulut emosi, sangat jarang pria itu marah pada istrinya karena rasa cinta yang terlalu besar, lagipula Celo juga jarang berbuat kesalahan.


"Maafkan aku Dadd." Sesal Celo mulai menangis sesegukan.


"Sudahlah. Semua sudah terjadi, tinggal bagaimana kita menyelesaikan ini secara baik tanpa ada yang terluka." Zach menenangkan istrinya yang mulai menangis melihat amarahnya.


▪︎▪︎▪︎▪︎


Maaf kemaren ga sempet nyicil ya dear, udah mentok di kata-kata..hehehe


Jika ada typo atau kesalahan penempatan nama, harap maklum. Wajar, Author hanya manusia biasa yang bisa salah kapan saja..

__ADS_1


Jangan lupa sukai karya saya ini dengan memberikan LIKE dan meninggalkan COMMENT. VOTE teman-teman juga sangat berharga buat saya.


TERIMA KASIH BANYAK


__ADS_2