Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )

Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )
Masih orang terdekat


__ADS_3

▪︎▪︎▪︎▪︎


"Matilah kau! Susul Ibu mu ke neraka sana." Pekik pria itu sebelum mengeksekusi wanita hamil tidak berdaya itu.


"Arghh…"


Brakk


Belum jadi pria itu menekan pelatuk pada pistolnya, sebuah pukulan menghantam sisi wajahnya. Pria itu jatuh tersungkur karena pukulan yang diterimanya cukup kuat.


"Kak Auryn, ayo berdiri kak. Kakak sudah aman sekarang."


"S-Seth?"


"Ya kak, ini aku." Seth membantu Auryn berdiri. Sementara Zach, Ayah mertuanya itu sedang bertarung dengan kira yang tadi ingin membunuhnya.


Di usianya yang sekarang, tidak sulit bagi Zach untuk mengalahkan orang itu. Sayangnya, ia berhasil lolos sebelum Zach berhasil membekuknya.


Flashback


"Dia bukan lagi siapa-siapa kita sekarang, bahkan Kakak mu saja memilih pergi dari kita semua memilih wanita itu." Zach berubah jadi orang yang tidak mempunyai hati nurani.


"Daddy jahat! Jika Mommy ada, Mommy pasti akan memarahi Daddy." Seth membuang muka dari Ayahnya.


"…." Zach terus saja melajukan mobilnya, dan melewati Auryn begitu saja.


"Berhenti Dadd. Jika Daddy tidak mau menolong Kak Auryn, biar Seth yang menolongnya. Berhenti atau Seth melompat sekarang!" Dengan beraninya, anak remaja itu menggertak Ayahnya.


"Hah. Baiklah, kalian memang keras kepala semua." Gumam Zach kesal.


Zach memundurkan mobilnya yang tadi sudah terlewat lumayan jauh. Benar yang dikatakan Seth, saat mereka sampai disana Auryn tengah di todong dengan senjata api. Dengan jarak yang begitu dekat, jika pria itu menarik pelatuknya bisa dipastikan Auryn akan meninggal seketika itu juga.


Brakk


Flashback off


^^^^


Tidak hanya memaksa untuk membantu Auryn, Seth juga memaksa wanita itu untuk ikut makan siang bersama mereka. Lebih mengejutkan lagi, Zach membantu Auryn mengobati luka gores dilengan dan siku menantunya itu.


"T-terima kasih D-Dadd." Imbuh Auryn takut, wajahnya selalu menunduk tidak berani menatap wajah mertuanya.


Mereka sedang duduk berhadapan disebuah restoran ternama, sementara Seth, putra bungusnya itu pergi ke toilet.


Suasana berubah canggung manakal, Zach yang sibuk dengan ponselnya. Sedangkan Auryn, wanita itu duduk diam seperti orang bodoh.


"Bagaimana kandungan mu?" Zach bertanya datar, raut wajahnya antara acuh dan tidak acuh.

__ADS_1


"Baik Dadd." Lagi, Auryn hanya menunduk.


"Bagaimana dengan Ar? Kemana dia pergi?"


"Ryn juga tidak tau Dadd, Ar hanya pamit untuk pergi beberapa waktu. Dia berjanji akan kembali sebelum Ryn melahirkan." Jelas Auryn setidaknya mereka ada bahan pembicaraan dari pada hanya diam saja.


Selama makan siang, tidak ada lagi suara diantara mereka. Bahkan Seth juga diam saja, sebab memang sudah peraturan dikeluarga mereka untuk tidak bersuara saat sedang makan.


^^^^


Usai mengantar Auryn kembali ke rumah Ibunya, Zach melanjutkan lagi tujuannya untuk ke rumah sakit bersama putra bungsunya, Seth.


Drtt


"Dadd, Seth masuk duluan ya."


"Ya. Daddy mau menerima panggilan ini dulu sebentar." Seth berlalu masuk ke rumah sakit duluan, menyisakan Ayahnya yang menerima panggilan dari seseorang yang sepertinya penting.


"Selamat siang Paman." Sapa orang diseberang sana.


"Siang. Ada apa Jamm?" Sepeninggal Seth, Zach menerima panggilan yang rupanya dari Jammed.


"Ada hal penting yang perlu saya sampaikan paman. Bisa kita bertemu?"


"Tentu. Paman sedang di rumah sakit sekarang, datang saja."


"Baiklah Paman, sepuluh menit lagi saya ke sana."


^^^^


Setengah jam kemudian Jammed datang, meski terlambat dari janji temu mereka. Pria yang bertugas di kepolisian itu selalu saja tampil rapi dan formal.


"Ada hal penting apa Jamm?"


"Sangat penting paman, ini mengenai orang yang menabrak Bibi." Ujar Jammed.


"Siapa pelakunya?" Zach yang geram lansung emosi.


"Dia hanya orang suruhan paman. Kami membekuknya tidak lama setelah ia menyerang Auryn di gedung kosong. Sebenarnya, Archie sudah meminta saya untuk menjaga Auryn 24jam, namun anak buah saya lalai sehingga kecolongan." Terang Jammed.


"Lalu, apa kalian sudah tau siapa yang menyuruhnya?" Zach sangat serius dengan pembicaraan mereka.


"Sudah paman. Seorang wanita yang masih orang terdekat." Jelas Jammed tidak lansung mengatakannnya.


"Apa Chris orangnya?" Takut salah, Zach berhati-hati dengan ucapannya.


"Bukan paman. Orang ini, tidak pernah kita duga sebelumnya."

__ADS_1


"Siapa?"


"Cerry."


Flashback


"Katakan! Siapa yang membayar mu?" Pria yang menabrak Celo, juga pria yang tadi coba membunuh Auryn, telah berhasil di tangkap oleh anak buah Jammes. Meski sempat ada perlawanan, tentu saja itu tidak sebanding dengan kekuatan anak buah Jammed yang tidak sedikit.


"Sampai mati pun, aku tidak akan buka mulut." Keadaan pria itu cukup memprihatinkan saat ini, kepalanya yang terus mengeluarkan darah, ditambah lagi mulut dan hidungnya juga berdarah sebab kuatnya pukulan anak buah Jammed, tidak lupa pula luka tembak di betis sebelah kanannya, untuk melumpuhkannya karena terus saja melarikan diri.


"Itu artinya kau lebih memilih Bos mu itu ketimbang anakmu yang sedang berbaring dirumah sakit akibat siksaan dari kekasih gelap mu!" Jammed memainkan mental pria itu.


Deg


"Dari mana kau tau?" Seketika pria itu bergetar hebat tubuhnya.


"Cukup mudah bagi ku untuk mendapatkan semua informasi tentang mu! Bahkan sebenarnya aku sudah tau siapa yang menyuruh mu, hanya saja aku butuh ucapan jujur dari bibir mu itu." Jammed menodongkan sebuah pistol tepat dibawah dagu pria itu.


"Ucapkan selamat tinggal pada anakmu yang sebentar lagi juga akan menyusul mu."


"Tidak! Jangan bunuh saya, anak saya sangat membutuhkan saya Tuan. Cerry, Nona Cerry yang membayar saya dengan harga tinggi. Dia seorang Dokter di rumah sakit xxxx." Di ujung tanduk, pria itu mengambil keputusan tepat.


Flashback off


"Apa? Cerry? Tidak mungkin." Zach menolak untuk percaya.


"Saya juga tidak percaya Paman, bagaimana bisa Cerry seorang yang berkelas, terlebih lagi berprofesi sebagai seorang Dokter. Tapi, bukti menunjukkan semuanya, Cerry bersalah Paman."


"Bukti apa? Kau mempercayai ucapan orang bayaran itu begitu saja?" Zach masih enggan untuk mempercayainya.


"Bukan bukti ucapan saja Paman, tapi bukti fisik."


Flashback


"Kau harus punya bukti untuk membuktikannya, apa yang kau punya?" Jammed harus mematikannya lebih dahulu, juga untuk mempermudah pekerjaannya.


"Di ponsel saya ada rekaman CCTV nya tuan, untuk berjaga-jaga saja jika Nona Cerry tidak mah membayar saya jika rencananya gagal." Jelas pria itu pasrah.


"Bagus. Kau cerdik juga kiranya." Cibir Jammed tersenyum sinis.


"Bagaimana dengan saya Tuan, saya bisa bebas bukan?" Pria itu mendongak saat Jammed sudah kembali berdiri tegak dari posisi sebelumnya.


"Tentu saja. Namun bebas dipenjara." Jammed pergi dari sana setelah berhasil menekan pria itu.


Flashback off


"Astaga Cerry. Kenapa bisa seperti ini?" Pria yang sudah berumur itu bernafas frustasi.

__ADS_1


"Apa yang harus kita lakukan Jamm, bagaimana nantinya dengan Eric? Apa dia bisa menerima semua ini?" Lanjut Zach lagi.


▪︎▪︎▪︎▪︎


__ADS_2