Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )

Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )
Tidak bisa memenuhi permintaan


__ADS_3

▪︎▪︎▪︎▪︎


Nampaknya hubungan Archie dan Auryn sudah kembali membaik. Terlihat dari mereka pulang bersama dan pria itu mengantar Auryn sampai ke rumahnya.


"Terima kasih Ar." Ucap Auryn saat akan turun dari mobil kekasihnya itu.


"Mmm…" gumam Archie sebagai sahutan.


"Auryn," tepat ketika gadis itu akan membalikkan tubuhnya, panggilan Archie mencegahnya.


"Ya Ar,"


"Nanti malam ku jemput, kita makan malam dirumah Mommy." Imbuh pria itu.


"Tapi Ar-" ingin rasanya gadis itu menolak.


"Tidak apa-apa. Kita jalani ini berdua." Ucapan Archie seketika menenangkan Auryn.


"Baiklah." Setelahnya, mobil pria itu berlalu pergi meninggalkan pekarangan rumahnya. Auryn terus saja menatap mobil itu sampai tak terlihat lagi barulah ia masuk kedalam rumahnya.


"Boo!!" Pekik Yumi yang bersembunyi di dinding, dan gadis itu berhasil mengejutkan Auryn.


"Astaga Yumi kau mengejutkan kakak." Seru Auryn khas orang yang baru saja terkejut.


"Maaf kak, aku hanya bermaksud untuk menghibur kakak saja." Lirih gadis itu, ia pikir kakaknya itu marah.


"Tidak apa-apa. Kakak tidak marah, hanya sedikit terkejut tadi." Auryn mengusap lembut surai hitam lurus adiknya.


"Hayoo…kakak tadi diantar siapa? Sudah baikan ya kak?" Goda Yumi. Jika ditempat kerja Auryn punya Kate yang selalu menggodanya, maka di rumah ia punya Yumi.


"Kau ini. Sudah, kakak mau masuk dulu." Auryn mengelak dari godaan adiknya yang pasti akan terus berlanjut.


^^^^


Malam ini Auryn tampil mempesona dengan balutan midi dress yang melekat sempurna ditubuh mungilnya. Sekilas memang hanya biasa saja, namun di mata Archie gadis itu sangat-sangatlah mempesona



"Aku gugup Ar." Gumam gadis itu yang masih bisa didengar oleh Archie. Mereka masih berada didalam mobil tepat didepan hunian besar Alterio.

__ADS_1


"Kenapa? Ini bukanlah kali pertama kau kemari, ingat hari itu?" Jelas Archie.


"Baiklah." Auryn menghela nafas berat, setelahnya mengiyakan ucapan Archie.


Pria itu turun lebih dahulu, memutari mobilnya untuk membukakan Auryn pintu. Tidak sampai disitu saja, ia juga mengulurkan tangannya untuk diraih gadis cantik itu.


"Terima kasih Ar, tapi kau tidak perlu repot melakukannya." Ujar Auryn merona malu.


"Tidak repot sayang. Lagi pula-" Archie sedikit merendahkan tubuhnya untuk mensejajarkan tinggi mereka.


"Kau sangat cantik malam ini, sayang." Sebuah kecupan manis didapat Auryn dipipi kanannya.


"Ayo kita masuk sekarang, sebelum aku menyeretmu ke hotel dan kita menghabiskan malam bersama." Setiap ada kesempatan, selalu saja Archie menggoda Auryn.


"Ar..iya iya, kita masuk sekarang!" Auryn menghentak kakinya kasar layaknya anak kecil tidak diperbolehkan membeli ice cream.


Archie sedikit berlari untuk meraih lengan Auryn agar bisa dirangkulnya. Mereka masuk beriringan membuat siapa saja berpikir kalau mereka pasangan serasi dan saling mencintai.


"Kak Auryn.." baru saja memasuki rumah besar itu, Auryn disambut dengan suara lantang memanggil namanya.


"Cassey." Bisik Auryn sangat pelan, gadis itu menarik kedua sudut bibirnya hingga membentuk senyum menyambut sapaan Cassey.


"Ayo kak kesini, aku akan kenalkan kakak pada keluarga besar kami." Penuh semangat, gadis yang masih senior high school itu menarik tangan Auryn mengikuti langkahnya.


"Pergilah. Aku mau membahas sesuatu dulu dengan Daddy." Archie mengusap lembut wajah gadis itu. Jika Cassey senang melihat kedekatan antara kakak sepupunya itu dengan Auryn tapi tidak bagi Cerry yang bersembunyi di balik dinding. Perasaan gadis itu seperti ditusuk ribuan duri tajam, tapi ia coba bersikap senormal mungkin.


^^^^


Singkat cerita, setelah Auryn diperkenalkan pada keluarga inti Alterio mereka makan malam bersama. Tidak banyak yang mereka bicarakan saat makan karena itu sudah menjadi peraturan dari semenjak Ayah Zach.


Selesai makan malam, mereka beralih ke ruang keluarga untuk membahas kedatangan Auryn malam ini. Seperti rencana Celo, mereka akan menikah sebulan lagi jika Auryn menerimanya. Maka dari itu diputuskan mereka akan bertunangan itupun jika Auryn mau.


"Jadi bagaimana sayang? Apa kau mau menikah dengan Ar? Bukan hanya menjadi menantu di keluarga ini tapi juga putri dirumah ini." Pinta Celo to the ponit. Wanita itu sudah tidak sabar untuk mendengar jawaban Auryn.


"Mm..Auryn.." Gadis itu terdiam cukup lama, segala pembicaraannya dengan Cerry tadi berputar di pikirannya.


Flashback


"Ma, Bibi, boleh Cerry bicara dengan Auryn sebentar? Ya semacam pembicaraan para gadislah." Alasan Cerry untuk berbicara berdua dengan Auryn.

__ADS_1


"Tentu nak, toh nantinya kalian juga akan jadi sahabat dan saudara seperti kami." Sahut Chris penuh arti.


"Ayo Auryn." Cerry merangkul pundak Auryn memperlihatkan kedekatan mereka.


Cerry membawa Auryn ketaman disamping rumah, disana tidak kalah cantiknya dengan taman yang berada dibelakang rumah.


"Kau pasti bertanya-tanya tentang apa yang terjadi di hotel hari itu? Dan aku tidak akan bohong, semua yang kau lihat itu benar Nona Auryn. Tapi sayang, kau menggagalkannya, harusnya hari itu Ar sudah menjadi milikku." Kilat mata Cerry berubah tidak bersahabat, sorot matanya sarat akan kebencian.


"Sedari kecil aku sudah menaruh hati pada pria itu. Jadi, sebagai sesama wanita ku harap kau mengerti apa yang ku rasakan. Aku mencintainya lebih dari apapun, termasuk diriku sendiri." Cerry berucap penuh penekanan disetiap kalimatnya.


"Maaf Nona Cerry, tapi saya tidak bisa memenuhi permintaan anda." Auryn tertunduk dengan jawabannya.


"Apa?" Bentak Cerry mencengkeram erat pundak Auryn.


"Maaf, tapi semua Ar yang memutuskan." Jawab Auryn lagi.


"Dengar Nona Auryn, Ar tidak mencintai mu, dia hanya berusaha untuk menyenangkan Bibi karena beliau begitu menyukai mu. Kau tau sendiri bukan Bibi tidak mempunyai seorang putri dan sangat menginginkannya. Sebelum kau tersakiti sebaiknya mundur dari sekarang." Bujuk rayu terus saja dilontarkan Cerry.


"Maaf Nona Auryn, say-"


"Auryn!" Sentak suara Archie dari jauh membuat kalimat Auryn tertahan. Gadis itu hendak melangkah meninggalkan Cerry untuk menghampiri Archie.


"Pikirkanlah, anda masih punya waktu untuk mundur." Ingat Cerry lagi menahan lengan Auryn sebentar.


Flashback off


"Mm..Auryn... mau Momm." Jawaban gadis itu membuat semua yang berada disana bernafas lega, tapi tidak dengan Cerry dan Aldric. Jika Aldric hanya terlihat datar dan bibir terkatup rapat, lain halnya Cerry wanita itu meremas jemarinya kuat.


"Astaga Auryn, Mommy hampir saja tidak bisa bernafas nak." Dengus Celo, tidak dipungkiri wanita itu sangat bahagia sekarang.


"Baiklah, Ar pasangkan cincin ini ke jari Auryn. Malam ini kalian bertunangan dulu." Kini Chris yang berbicara.


Setelah saling berbagi cincin, satu per satu memberi selamat pada mereka.


"Wah, selamat ya kak. Sebentar lagi kita akan jadi saudara dan akan sering menghabiskan waktu bersama." Pekik Cassey senang, entah apa gadis itu cenderung lebih akrab dengan Auryn dibanding dengan Cerry.


"Enak saja, Aku juga akan bergabung bersama kalian." Timpal Seth merangkul bahu Cassey.


"Selamat Auryn, kau sendiri yang sudah memulai permainan ini." Batin Chris, ia menatap Auryn dengan senyum miringnya.

__ADS_1


Sebenarnya, Chris lebih menginginkan Cerry untuk jadi istri Archie tapi karena dendam ia lebih memilih Auryn. Entah apa yang akan dilakukan wanita satu anak itu untuk membalaskan dendamnya.


▪︎▪︎▪︎▪︎


__ADS_2