Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )

Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )
Membongkar rahasia


__ADS_3

▪︎▪︎▪︎▪︎


"Bagaimana?"


"Mereka masih berada di dalam Nona. Sulit mencari celah di keramaian."


"Bodoh! Aku mengeluarkan banyak uang untuk membayar mu. Jika sampai gagal, kau yang akan ku habisi!"


"Baiklah Nona."


"Terus awasi mereka, begitu ada kesempatan segera saja kau eksekusi wanita itu!!"


Di lain tempat, seorang wanita muda terhubung dengan seorang suruhannya melalui sambungan ponsel. Dari percakapan mereka, bisa disimpulkan jika mereka sedang dalam rencana untuk melenyapkan seseorang.


"Tunggu saja waktunya Auryn! Tidak lama lagi kau akan ikut bergabung bersama Ibu j****g mu itu." Wanita itu duduk bersilang kaki dengan satu tangan menggenggam gelas sloki berisikan cairan berwarna merah pekat. Jangan lewatkan senyum jahat yang terukir jelas diwajahnya.


^^^^


"Sudah cukup semua. Ayo kita pulang sayang." Ujar Celo seraya mengecek kembali belanjaan mereka.


"Ya Momm." Dua wanita mertua dan menantu itu saling melempar senyum.


Tanpa mereka ketahui, sedari keluar dari tempat perbelanjaan tadi mereka sudah diikuti seseorang. Orang suruhan wanita tadi.


"Momm, nanti kita berhenti sebentar ya di ujung jalan sana. Tadi Ryn melihat ada orang yang menjual bubur kacang, Ryn ingin makan itu." Cicitnya pelan.


"Tentu saja nak. Paman Gerald, seperti kata Auryn tadi, kita berhenti di ujung sana ya."


"Baik Nyonya." Supir pribadi Auryn itu mengiyakan.


"Biar Mommy saja yang turun nak, kau tunggu disini saja." Tawar Celo.


"Tidak usah Momm, biar Ryn saja. Ryn juga mau melihat varian rasanya."


"Baiklah, kita turun saja berdua."


Mereka turun dari mobil masih dengan Celo yang setia menggandeng menantunya. Mereka masuk kedalam kedai yang khusus menjual bubur dari kacang-kacangan. Tidak butuh waktu lama untuk mereka membeli bubur yang diinginkan wanita hamil itu.


Waktu berjalan cepat, saat akan menyebarang dari arah berlawanan datang sebuah mobil dengan kecepatan diatas rata-rata. Dalam hitungan detik mobil itu menghantam tubuh mereka.


"Auryn awas nak!!"


Brugh

__ADS_1


^^^^


Zach dan Archie berlarian di koridor rumah sakit menuju ruangan operasi dimana Celo ditangani oleh Dokter. Ya, Celo lah yang tertabrak oleh mobil tadi. Disana dapat mereka lihat, Auryn terduduk dilantai dengan kedua kaki ditekuk untuk menyembunyikan wajahnya. Twrlihay bahunya naik turun menandakan wanita itu tengah menangis terisak-isak.


"Nak, bangunlah. Kami sudah disini sekarang." Zach berjongkok, disentuhnya bahu bergetar menantunya itu untuk memanggilnya.


"Dadd, Ar…" Auryn berdiri tertatih dengan dibantu oleh Zach.


"Duduk disini nak." Mertuanya itu membimbingnya untuk duduk di bangku yang tersedia disana.


Archie sedari tadi berdiri tepat didepan pintu ruang operasi, pria itu coba mengintip kearah dalam demi mengetahui keadaan wanita yang paling dicintainya itu, Ibunya. Nihil tidak ada celah sedikit pun untuknya melihat.


"Ar, duduklah. Dampingi istri mu." Titah Zach pada putranya. Mereka lalu berganti, Zach berdiri sementara Archie duduk disebelah Auryn.


Dapat dilihatnya keadaan istrinya yang berantakan, baju kotor karena noda darah, wajah memerah karena terlalu banyak menangis juga tangan dan tubuhnya bergetar hebat.


"Bagaimana ini bisa terjadi?" Tanya Archie datar.


"Ss-semua ter-lalu cep-pat Ar. A-aku takut." Kedua tangan Auryn saling bertautan, saling memilin antara kiri dan kanan.


"Ceritakan pelan-pelan. Agar kita dapat menangkap orang itu secepatnya." Tukas Archie, ada nada memaksa dari suaranya.


Flashback


"Auryn awas nak!!"


Brugh


Auryn terguling ke trotoar, perutnya sempat membentur pembatas antara jalan dan trotoar, namun tidak membahayakan. Belum sempat wanita itu menoleh, semua telah terjadi, dapat dilihatnya tubuh mertuanya terpental beberapa meter. Darah segar terlihat jelas mengalir dari bagian kepalanya.


"Mommy…."pekik Auryn. Mengerahkan seluruh tenaganya, Auryn berlari kearah tubuh tak berdaya Celo. Tidak kuat rasanya, Auryn seakan pingsan tapi ia bertahan sebab harus membawa mertuanya itu ke rumah sakit.


Selama di perjalanan, Auryn terus saja memangku Celo hingga baju yag dikenakannya penuh oleh noda darah. Tidak peduli akan hal itu, bibirnya yang semula pink kini berubah pucat pasi terus saja meramalkan doa agar Celo baik-baik saja. Orang baik seperti Celo tidak lantas menerima semua ini, itulah doa Auryn.


Flashback off


"Ini semua karena ku. Mommy celaka karena menyelamatkan ku. Harusnya aku,- ak-"


"Tidak. Tidak ada yang salah, ini kecelakaan. Lain halnya jika kita tau siapa yang menabrak Mommy dan apa motifnya." Archie membawa Auryn ke pelukannya.


"Ya nak. Jangan menyalahkan diri sendiri, tidak ada tau apa yang akan terjadi dihidup ini. Tenang saja, Mommy pasti akan baik-baik saja." Tukas Zach menimpali ucapan putranya.


^^^^

__ADS_1


Sudah lima jam Celo berada diruang operasi, namun belum satupun Dokter maupun perawat keluar dari sana. Saat ini, disana juga sudah ada Seth, Chris dan Aldric.


Seth, bungsu dari tiga bersaudara itu terlihat begitu terpukul karena ialah yang paling dekat dengan Ibunya itu dibanding dua kakaknya. Auryn menatap satu per satu wajah orang yang ada disana, mereka semua ketakutan dan kecemasan. Terutama Zach, mertua yang sudah dianggap Ayah olehnya itu begitu terluka.


"Dadd, Ryn mau bicara sesuatu." Auryn ingin berkata jujur, tidak peduli jika ia harus diusir atau apapun itu, yang jelas mereka tau tidak dari orang lain.


"Bicara apa nak?" Sahutan Zach menarik perhatian semua orang. Terutama Chris, wanita itu sudah tau apa yang akan disampaikan oleh istri dari keponakannya tersebut.


"Ryn, disaat seperti ini sebaiknya jangan bahas hal lain dulu." Tidak tinggal diam wanita itu menghalanginya.


"Tidak apa Chris. Bicaralah nak."


"Sebenarnya, Ryn putri,-" gagal lagi. Ucapan Auryn harus terhenti sebab kedatangan Dokter.


"Keluarga Nyonya Celo." Panggil seorang Dokter yang baru saja keluar dari ruang operasi. Gurat lelah tercetak jelas di wajahnya, karena sudah lebih dari lima jam mereka berusaha untuk menyelamatkan Celo.


"Saya suaminya. Bagaimana keadaan istri saya?" Zach dan semua yang ada disana berdiri dan mendekat ke arah Dokter.


"Maaf Tuan. Kami sudah berusaha sebisa kami, pasien kehilangan terlalu banyak darah akibat luka dikepalanya. Singkatnya, pasien mengalami penurunan fungsi otak atau sering disebut koma. Maaf, hanya itu yang bisa saya sampaikan untuk sekarang." Usai menyampaikan kondisi Celo, Dokter itu kembali masuk ke dalam.


Semua yang ada disana terdiam tidak tau harus merespon seperti apa. Lain halnya Auryn, wanita itu yang berdiri agar jauh dari mereka semakin tertekan. Rasa bersalah menggerogoti dirinya. Larut dalam pikiran juga dugaan buruknya, Auryn merasakan pipinya panas karena tamparan.


Plakk


"Chris!!" Bentak Zach, melihat adiknya itu menampar menantunya tanpa sebab yang jelas.


"Apa yang kau lakukan hah!!" Zach masih dengan bentakannya.


"Ini gara-gara dia Kak. Dia yang membuat kakak ipar seperti ini!!" Ia juga mendorong Auryn kasar hingga wanita itu terhempas ke tembok persis dibelakangnya.


"Ini kecelakaan. Jangan asal menyalahkan orang." Tukas Zach lagi. Sementara Auryn, ia hanya bisa diam karena sudah ia sudah tau apa yang akan dilakukan Chris selanjutnya.


"Kakak yakin ini hanya kecelakaan biasa. Apa kakak masih berfikir hal yang sama setelah tau siapa wanita ini sebenarnya?" Maki Chris dengan menunjuk kearah Auryn.


"Apa maksud ucapan mu?" Zach merendahkan suaranya.


"Dia. Dia ini putrinya Melodi Kak!" Chris membongkar rahasia Auryn.


▪︎▪︎▪︎▪︎


breaking news!


Besok End ya teman-teman...🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2