Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )

Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )
Mengakui perasaan


__ADS_3

▪︎▪︎▪︎▪︎


"Ya Ar. Ada apa?" Sapa suara dari seberang sambungan melalui ponsel.


"Jamm, Mommy ku baru saja mengalami kecelakaan."


"Apa? Bagaimana bisa?" Jammed memotong perkataan Archie sebelum pria itu menyelesaikannya.


"Dengar dulu. Aku juga tidak tau jelas pastinya, tapi ada sesuatu yang janggal. Auryn bilang mobil itu menuju ke arahnya, tapi Mommy menyelamatkan istri ku itu. Jika ini kecelakaan biasa, pasti orangnya tidak akan kabur. Ini sangat janggal Jamm." Archie menjelaskan dengan perasaan tidak menentu.


"Tenang Ar, katakan padaku dimana tempat kecelakaannya. Akan ku dapatkan orang itu meski dia bersembunyi di lubang semut sekalipun."


"Di xxxxx, aku mengharapkan mu Jamm."


"Tentu. Lalu bagaimana keadaan Bibi sekarang?" Sesuatu yang harus Jammed tanyakan, sebab Celo sudah seperti Ibu sendiri baginya.


"Tidak baik, Mommy koma sekarang." Suara Archie memberat, dia sedang menahan agar tidak menangis saat ini.


"Aku berjanji, siapapun itu akan ku pastikan dia mendapat bayaran yang menyakitkan." Jammed dapat merasakan kesedihan yang dialami sahabatnya itu.


"Baiklah, terima kasih. Ah, satu lagi, mungkin aku akan pergi suatu tempat beberapa waktu kedepan. Tolong bantu untuk menjaga istriku, karena bahaya akan selalu mengintainya." Pinta Archie.


"Kemana? Apa kau akan lari dari masalah lagi?" Cibir Jammed.


"Kesuatu tempat. Aku harus memastikan masa depanku dengan keluarga kecil ku kelak. Tidak akan lama, aku akan kembali lagi untuk menjemput istriku sebelum dia melahirkan." Jelas Archie.


"Baiklah. Ku pikir kau akan lari lagi." Jammed hanya mencoba untuk sedikit menghibur sahabat yang sudah berjasa besar dihidupnya itu.


"Heh. Tidak akan, terima kasih Jamm aku berharap banyak pada mu." Tutur Archie tulus.


"Tentu." Panggilan mereka terputus. Archie kembali melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah kecilnya, karena ia tau bahwa istrinya berada disana.


^^^^


Archie sampai dirumah mereka saat malam sudah larut. Ia di sambut oleh Bi Myla, bukan istrinya. Archie sadar, tidak seharusnya ia berharap Auryn menyambutnya karena kesalahannya terlalu fatal terhadap wanita itu.


"Dimana Auryn Bi?"

__ADS_1


"Nona dikamar Tuan, sudah tidur. Mungki kelelahan karena terlalu lama menangis." Sahut Bi Myla menjelaskan singkat tentang kondisi Auryn.


"Tapi dia tidak apa-apa bukan?"


"Nona baik-baik saja Tuan."


"Baiklah. Terima kasih Bi, Ar mau keatas dulu."


Archie naik ke kamar mereka, disingkapnya pintu kamar untuk menelisik keadaan di dalamnya. Tatapan awalnyabtwrtuju ke arah ranjang, dimana disana ada Istrinya yang sedang tertidur meringkuk.


Dengan gerakan pelan dilepasnya jacket yang ia kenakan lalu meletakkannya di sofa terdekat. Masih dengan gerakan pelan, pria itu melangkah mendekati ranjang. Duduk ditepinya persis disamping istrinya, Auryn.


"Maafkan aku, aku tau kau tidak akan mempercayai permintaan maaf ku. Sungguh, aku tidak pantas untuk mu, aku terlalu pengecut untuk kau jadikan sandaran. Maafkan aku, maafkan Ayah nak." Setetes air mata jatuh dipelupuk matanya.


Setelahnya, Archie beranjak dari sana untuk masuk ke kamar mandi. Seharian ini menunggu Ibunya di rumah sakit, tubuhnya terasa lelah dan lengket. Berendam dengan air hangat sebentar, ia rasa bisa mengurangi lelahnya.


^^^^


Disisi lain, Auryn yang merasa terganggu saat Archie duduk ditepian ranjang. Memilih untuk berpura tertidur, wanita itu ingin tau apa yang akan disampaikan suaminya itu.


"Aku tau Ar, aku tau kau melakukan itu semua karena ada alasannya. Tapi kenapa kau tidak mau jujur? Mau sampai kapan hubungan kita seperti ini terus?" Dalam isak tangis diam-diamnya, ia bertekad dalam hati untuk meluruskan segala kesalah pahaman mereka malam ini.


"Ini," Auryn menyodorkan pakaian tadi tak lupa dia tersenyum hangat untuk suaminya itu.


"Terima kasih." Archie pun membalas senyum istrinya dengan tak kalah hangatnya.


^^^^


"Ar, apa masih ada kesempatan untuk hubungan kita ini?" Saat ini, sepasang suami istri itu tengah duduk berhadapan diatas ranjang mereka.


"Maafkan aku." Archie meraih tangan istrinya untuk digenggam erat, seperti takut akan lepas.


"Aku juga minta maaf atas nama Ibu ku. Maaf atas segala kesalahan yang telah diperbuat Ibu ku terhadap keluarga kalian. Aku,- aku tidak menyangka Ibu bisa berbuat demikian dimasa lalunya." Papar Auryn sendu.


"Yang lalu biarlah berlalu, itu sudah bagian dari masa lalu orang tua kita. Kita sebagai anak tidak sepantasnya ikut campur." Imbuh Archie.


"Tapi kenapa kau seolah menjauhi ku saat tau tentang masa lalu Ibu ku?" Auryn ingin tau alasan apa dibalik itu semua.

__ADS_1


"Percaya atau tidak. Bibi mengancam ku. Jujur saja, aku memang kecewa awalnya." Jujur Archie, dapat dilihat dari sorot matanya.


"Kenapa Bibi mengancam mu?" Tidak punya pilihan lain, Archie harus menceritakannya. Ia harus belajar jujur dan terbuka pada istrinya, itulah cara agar rumah tangga mereka tetap utuh.


Flashback


"Ar, tinggalkan dia. Dia wanita tidak baik sama seperti Ibunya, dia tidak pantas untuk mu dan masuk ke dalam keluarga kita." Bujuk Chris.


"Pantas atau tidaknya, Ar yang memutuskan Bi. Ini rumah tangga Ar, dan Ar tau bagaimana Auryn." Archie menolak perintah Bibinya.


"Tinggalkan dia atau Bibi beritahukan ini pada Daddy mu! Kau tau bukan, apa yang bisa dilakukan Daddy mu pada orang yang pernah menyakiti keluarganya. Dan itu pun berlaku terhadap istri mu itu." Chris tersenyum licik.


"Ar jadi tidak yakin, jika Ibu Auryn seperti itu. Apa ini hanya karangan Bibi saja?" Terka Archie memojokkan Bibinya.


"Hah. Kau pikir, Bibi sepicik itu? Dwngar Ar, tinggalkan dia atau kau bisa buktikan ucapan Bibi tentang memberitahukan Daddy mu."


Flashback off


"Maafkan Aku." Mata pria itu sudah memerah siap menumpahkan air mata kapan saja. Beberapa waktu belakangan, Archie lebih sering menampakkan emosi tak jarang pula sesekali ia menangis.


"Apa karena itu juga kau seperti tidak menyukai kehamilan ku? Lalu kau pergi ke Jepang tanpa memberitahu ku?" Archie menjawabnya hanya berupa anggukan.


"Aku takut Bibi akan menyakiti kalian, labih baik kita terpisah jarak dan waktu dari pada aku harus berpisah selamanya dengan kalian." Ucapan Archie, sukses membuat Auryn berhambur memeluknya.


"Maafkan aku Ar." Lirih Auryn disela tangisnya.


"Tidak sayang, aku lah yang seharusnya minta maaf pada kalian."


"Lalu kenapa kau sangat marah besar saat aku makan siang bersama Aldric hari itu?" Auryn mendongakkan wajahnya untuk mencari jawaban.


"Itu karena aku tidak suka kau bersama pria lain, terlebih disaat hubungan kita sedang renggang. Aku takut kau akan meninggalkan ku, karena aku mencintai mu." Tidak mau kecolongan, Archie mengakui perasaanya lebih dahulu.


"A-apa?" Auryn memastikan bahwa ia tidak salah dengar.


"Aku mencintaimu istriku, Ibu dari anak ku." Ulang Archie lagi.


"Aku juga mencintaimu Ar, sangat." Archie tidak berniat untuk menggoda istrinya sebab itu akan mengganggu moment penting mereka.

__ADS_1


▪︎▪︎▪︎▪︎


__ADS_2