Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )

Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )
Mengingatkan ku pada masa lalu kita


__ADS_3

▪︎▪︎▪︎▪︎


"Kau senang?" Archie bertanya tentang pertemuan Auryn dengan keluarganya tadi.


"Mm…keluarga mu sangat hangat. Mommy dan Daddy mu juga sangat baik. Terima kasih sudah mau membawa ku kesana." Auryn menoleh ke samping dimana Archie sedang mengemudikan mobil.


"Kau beruntung Ar mempunyai Ibu sesempurna Mommy juga Daddy yang sangat baik. Beliau penyayang dan penuh perhatian, bahkan sangat mencintai Mommy mu." Auryn melanjutkan kalimatnya dengan menatap lurus kedepan.


"Ehemm.." Archie berdehem tidak paham maksud Auryn memuji Ayahnya.


"Maaf, maksud ku, mungkin karena aku tidak pernah merasakan bahkan aku tidak yakin aku punya sosok Ayah sebelumnya. Ibu tidak pernah menyebutnya, seperti apa rupanya, apakah dia ada atau tidak." Archie yang sudah memberhentikan mobilnya, bebas menatap Auryn yang sedang menumpahkan segala isi hatinya. Ia menangkap beberapa tetes cairan bening memgaliri wajah cantik itu.


"Bukan berarti pula Ibu ku tidak sempurna. Orang bisa saja mengatakan hal buruk tentangnya, tapi bagiku Ibu adalah seorang malaikat. Disaat semua orang membuang anak yang tidak mereka inginkan, Ibu memilih mempertahankan ku sampai sekarang. Orang bilang aku tidak bahagia, kenyataannya aku sangat bahagia mempunyai Ibu seperti itu. Entah apa jadinya jika Ibu pergi meninggalkan ku suatu hari nanti." Isak tangis mengiringi kepedihan yang diluapkan Auryn.


Archie hanya bisa mendengar tanpa mau bergerak sedikit pun, ia hanya tidak mau jika nanti Auryn akan berharap lebih padanya.


"Hidup yang seperti apa selama ini kau lalui Ryn? Apa sesulit itu masa lalu mu?" Ingin rasanya Archie merengkuh dan membenamkan kepala Auryn didadanya, tapi ia urungkan.


"Hidup memang seperti itu. Terkadang kita lebih bercermin ke kehidupan orang lain yang menurut kita mereka bahagia, tanpa tau yang sebenarnya, sebaliknya orang lain pun begitu. Dan ada juga sebagian dari mereka tidak suka dengan bahagianya kita dan bahagianya mereka ketika kita sengsara. Kau tau, hidup mu akan sempurna dengan semua kebaikan yang kau miliki." Auryn tersentak dari kesedihannya setelah mendengar penuturan Archie. Gadis itu tidak menyangka, jika pria yang ia sebut mesum dengan wajah yang selalu datar itu bisa berkata demikian.


"Apa maksudnya? Apa dia tidak bahagia selama ini?" Batin Auryn bertanya. Ditatapnya intens pria yang masih duduk di sisinya tepatnya didepan setir mobil.


"Tebakan mu salah Auryn, aku bahagia dengan hidup ku sekarang. Aku hanya sedikit memperhatikan beberapa orang yang sering bertemu dengan ku." Seolah bisa membaca pikiran orang lain, Archie menjawab apa yang ditanyakan Auryn dipikirannya.


^^^^


Archie memarkirkan mobilnya ditempat biasa, semenjak ia sering bolak balik membantu Auryn menemani Ibunya, ia seakan sudah punya tempat tersendiri di rumah sakit itu.

__ADS_1


Auryn turun dengan tergesa tanpa berkata sepatah katapun pada Archie. Sementara pria itu, ia dibuatnya bingung kenapa gadisnya begitu terburu hingga melupakan tas selempang juga dirinya.


"Ck, kenapa dengannya?" Archie bertanya, sembari menatap Auryn berlari memasuki rumah sakit. Setelah memastikan mobilnya terparkir dengan pas dan aman, ia ikut menyusul Auryn kedalam, penasaran kenapa gadis itu terburu-buru.


Auryn mempercepat langkahnya untuk menemui si Ibu, air mata ikut menemani langkah kakinya. Sesekali di usapnya mata indah itu, agar tidak mengaburkan pandangannya.


Ceklek


Dengan tidak sabaran dibuka pintu kamar inap Ibunya, membuat Melodi yang baru saja tertidur terkejut karena suara berisik yang ditimbulkan.


"Auryn…" panggil Melodi tidak menduga, karena putrinya itu selalu berhati-hati biasanya.


"Ibu…hiks..hiks…" secepat kilat gadis manis itu berhamburan memeluk Ibunya yang kini sudah menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.


"Apa? Apa yang mereka lakukan pada putri ku? Kurang ajar kau Chris! Kau menyakiti putri ku!!" Tangan Melodi mengepal dibalik punggung Auryn.


"Mereka saling menyangi satu sama lain Bu, keluarga mereka lengkap dan hangat." Tutur Auryn. Pembicaraan mereka tidak menyambung satu sama lain.


"Apa yang dibicarakan Auryn?" Melodi jadi bingung dengan segala yang ada dipikirannya.


"Maafkan Ryn bu. Maaf karena Ryn sudah iri dengan kebahagiaan orang lain. Maaf karena Ryn pikir mempunyai orang tua lengkap itu sempurna. Maafkan Ryn Bu..hik..hik…" Auryn meluapkan segalanya disertai isakan tangis.


"…." Melodi melepas pelukan mereka. Sedikit di jauhkannya tubuh Auryn untuk lebih leluasa menatap wajah sendu putrinya itu. Penuh kasih di hapusnya air mata yang silih berganti menghujani wajah Auryn.


"Tidak nak. Tidak ada yang salah dengan itu, juga jangan pernah menyalahkan takdir. Kita tidak sedang dipermainkan, melainkan kita sedang dipersiapkan untuk menjadi lebih kuat." Tiada hentinya Melodi mengusap surai indah Auryn yang malam ini terlihat sangat cantik.


"Maafkan Ryn Bu. Bagi Ryn Ibu adalah yang paling sempurna. Ryn tidak butuh Ayah, Ryn tidak butuh keluarga lainnya, cukup hanya Ibu seorang." Seru Auryn cepat sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Sayang, kau tau artinya pernikahan nak?" Auryn menggeleng lagi akan pertanyaan Ibunya.


"Pernikahan tidak hanya menyatukan dua insan yang saling mencintai, tapi juga dua keluarga yang saling menghargai. Menantu akan menjadi anak, dan Mertua akan jadi orang tua dengan begitu semua akan berjalan seimbang. Sekarang, mungkin memang cukup hanya Ibu bagi mu, tapi tidak nanti nak. Kau akan butuh lebih dari Ibu." Melodi menjelaskan dengan sorot mata menatap kedalam manik mata Auryn.


Malam itu, Auryn menyingkirkan segala beban dipundaknya. Lain halnya Archie, pria itu berdiri dibalik daun pintu yang sedikit terbuka. Semua pembicaraan Ibu dan anak itu tertangkap jelas oleh indera pendengarannya.


^^^^


"Dadd.." panggil Celo ke suaminya Zach yang masih saja sibuk dengan pekerjaan saat malam sudah larut ini.


"Mm…" Zach hanya bergumam singkat sebab Ayah tiga putra itu masih fokus pada pekerjaannya.


"Bagaimana Auryn menurut Daddy?" Celo bertanya bagaimana pendapat suaminya itu.


"Cantik, baik. Cocok untuk melengkapi sikap putra kita yang dingin itu." Imbuh Zach tetap fokus pada layar lipat di pangkuannya.


"Bukan itu Dadd." Kesal Celo. Zach yang menyadari wanitanya kesal menghentikan kegiatannya untuk melayani pembicaraan kekasih hatinya itu.


"Aku tidak mengerti maksud mu Celo, tapi satu hal jelas gadis itu mengingatkan ku pada masa lalu kita." Jelas Zach menggantung ucapannya sejenak.


"Kau saat awal pertemuan kita." Celo yang menunggu akhirnya paham maksud suaminya itu.


"Ya. Kau benar Dadd, hanya saja dia lebih kuat dibanding aku." Tukas Celo membenarkan.


Terkadang kita lebih bercermin ke kehidupan orang lain yang menurut kita mereka bahagia, tanpa tau yang sebenarnya, sebaliknya orang lain pun begitu. Dan ada juga sebagian dari mereka tidak suka dengan bahagianya kita dan bahagianya mereka ketika kita sengsara. Hidup kita akan sempurna dengan semua kebaikan yang kita miliki. __areumkang__


Pernikahan tidak hanya menyatukan dua insan yang saling mencintai, tapi juga dua keluarga yang saling menghargai. Menantu akan menjadi anak, dan Mertua akan jadi orang tua dengan begitu semua akan berjalan seimbang. __areumkang__

__ADS_1


▪︎▪︎▪︎▪︎


__ADS_2