
▪︎▪︎▪︎▪︎
Senja berganti malam, puas menikmati makan malam juga suasana yang menenangkan, Archie beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum mereka tidur. Sedang Auryn, gadis itu tiada puasnya menikmati pesona alam yang sangat jarang ia temui.
"Sudah malam, masuklah. Nanti kau masuk angin." Archie menghampiri istrinya yang ternyata masih belum beranjak dari tempat duduk mereka tadi.
"Mm…" Auryn menerima uluran tangan suaminya. Mereka berjalan bersisian masuk kedalam bungalow mereka.
Entah bagaimana ceritanya, kini sepasang suami itu sudah bergulat diatas ranjang mereka. Aldric terlihat menuntut dalam ciuman menggebu-gebunya.
"Ar…" Auryn yang terkejut dengan serangan mendadak suaminya sangat kualahan.
"Ar…sebentar-hhh…" Erang Auryn lemah.
"Kenapa? Sudah lama aku menantikan hal ini sayang." Geram Archie dengan wajah raut padamnya.
"Arr…." Pekik Auryn lagi, karena suaminya sama sekali tidak menggubris penolakannya.
"Please Auryn, biarkan aku memiliki mu seutuhnya." Lagi, Archie berucap parau. Ditatapnya lekat-lekat iris indah istrinya dengan mata yang menggelap karena kabut gairah.
Pasrah. Hanya itu yang bisa dilakukan Auryn, karena itu memang sudah tugasnya sebagai istri untuk memenuhi hak suaminya. Toh tidak ada salahnya juga, mereka sah suami istri sekarang.
Satu per satu kain yang membungkus tubuh mereka bertebaran dilantai. Sejuknya angin malam ditambah udara dingin dari alat pendingin tidak membantu sama sekali tubuh mereka yang panas. Malam ini, di tengah lautan dan disinari rembulan yang menjadi saksi bisu hubungan baru diantara mereka.
Puas melepas sesuatu yang sangat mereka inginkan, Archie menutupi tubuh tanpa kain mereka dengan selimut. Didekapnya erat tubuh mungil Auryn kedalam dekapan basahnya.
"Terima kasih sudah menjadi yang pertama untuk ku Auryn. Maaf karena sebelumnya aku sempat meragukan mu." Sehabis pergulatan panas mereka, kedua insan itu tidak langsung terlelap, Archie membuka suara setelah tadi menstabilkan nafasnya.
"Tidak semua wanita yang tinggal dan besar dinegara bebas itu, tidak bisa menjaga kehormatannya Ar. Dan aku sangat paham alasan kau meragukan ku sebelumnya." Imbuh Auryn, ia menengadahkan kepalanya agar dapat menatap suaminya. Seulas senyum terpatri diwajah cantik yang masih basah karena keringat itu.
"Sekali lagi maafkan aku." Ucapan tulus itu keluar begitu saja dari bibir tipis nan sexy milik Archie.
Malam ini, mereka benar-benar sudah menjadi sepasang suami istri sesungguhnya. Tidak hanya terikat janji suci tapi juga terikat pada rasa saling membutuhkan terutama diatas ranjang.
^^^^
Pagi menjelang, Auryn masih terlelap dalam tidurnya yang hanya terbalut selimut tebal tanpa sehelai benang pun membungkus tubuhnya. Archie, yang sudah terjaga lebih dulu, baru saja keluar dari kamar mandi membersihkan tubuhnya.
"Ughh…" lenguh Auryn, gadis,- wanita itu baru saja membuka matanya. Hal pertama yang dirasakannya, ialah sekujur tubuhnya terasa remuk seperti baru saja berlari maraton, terutama perut bagian bawahnya.
"Apa masih sakit?" Archie melihat istrinya bangun, segera menghampiri untuk membantu wanitanya duduk bersandar dikepala ranjang.
"Masih,…sedikit." Diakhir katanya, Auryn menundukkan kepalanya pertanda ia malu.
"Terima kasih." Archie mengecup sekilas kening istrinya lalu beralih ke bibir pink tipis yang menjadi candu baginya itu.
"Ar,, masih pagi." Kesal Auryn cemberut.
"Morning kiss sayang. Jadi kalau malam boleh kan kita lanjutkan lagi." Kilah pria itu memanfaatkan kalimat istrinya.
__ADS_1
"….." bukannya menjawab wanita itu hanya memalingkan mukanya.
"Ar…." Pekik Auryn yang tubuhnya terangkat kedalam gendongan suaminya.
"Jangan berteriak sayang, aku bisa tuli lama-lama." Archie berujar dengan santainya, tidak merasa berat sama sekali, dibawanya istrinya itu ke kamar mandi.
"Aku bisa sendiri, tidak perlu repot menggendong ku." Ia menyembunyikan wajahnya diceruk leher Archie.
"Ya. Kau merepotkan ku, karena terlalu lama kau berada diatas ranjang sana membuat sesuatu jadi menginginkan mu lagi." Geram pria itu dengan suara parau menahan hasrat.
Satu jam dihabiskan Auryn untuk berendam dan membersihkan tubuhnya. Tepat pukul delapan, barulah pasangan pengantin baru itu menyantap sarapan pagi mereka. Hidangan lengkap siap santap sudah tertata rapi diatas meja yang sengaja diletakkan agak ke pinggir agar terkesan ditengah laut lepas.
"Kau yang menyiapkan semua ini Ar?" Tanya Auryn takjub.
"…." Kekehan pelan sebagai jawaban dari pria itu karena bukan dia yang menyiapkan semua melainkan layanan dari pelayan bungalow.
"Ayo kita sarapan, hari ini kita akan bermain di pantai seharian." Tukas pria itu sembari melayani sarapan istrinya.
"Biar aku saja, Ar. Sudah tugas ku sebagai istri melayani suami." Kemudia gadis itu tertunduk malu, menyembunyikan rona merah yang kembali membakar wajahnya.
"Tidak apa, selama honeymoon kita, siang hari tugas ku untuk menyenangkan dan melayani mu. Sebaliknya, saat malam kau yang bertugas menyenangkan ku dengan melayani ku diatas ranjang." Diakhir kalimatnya Archie berbisik tepat ditelinga Auryn lalu diikuti kecupan singkat dibibir manis yang sudah menjadi candu baginya itu.
^^^^
Tepat setelah sarapan tadi yang membuat wajah Auryn memerah sempurna, mereka berangkat ke tepi untuk menikmati suasana pantai. Mereka juga akan bermain seharian disana.
"Ar, terima kasih sudah mengajak ku kesini. Ini,- ini sungguh sangat indah." Wanita itu berucap penuh rasa terima kasih.
"Tentu sayang. Lain kali kita akan ketempat lainnya yang juga sama indahnya dengan disimi." Ujar Archie, entah kenapa pria itu bahagia melihat senyum diwajah istrinya itu.
Puas berkeliling, Archie kembali memberi kejutan manis pada istrinya. Kejutan sederhana berupa makan siang dibawah pohon kelapa dengan hidangan sederhana dipadukan dengan kelapa muda. Hanya itu saja, sudah membuat gadis itu kembali berdecak kagum.
Mereka kembali bermain setelah makan siang sederhana nan romantis menurut Auryn itu. Seperti anak kecil, Archie menuruti semua kemauan Auryn. Mulai dari bermain ayunan yang dibuat menjuntai dibawah pohon kelapa.
Lalu mereka mengumpulkan kerang yang lagi kata Auryn sangatlah cantik itu.
Lelah berlarian dan berjalan, kini mereka duduk diatas pasir yang sebelumnya di buat lambang love oleh Auryn. Mereka bercerita dan tertawa bersama. Sekilas pasti orang menilai mereka pasangan bahagia yang saling mencintai, tapi itu salah disini hanya Auryn lah yang mencintai suaminya dalam diam.
__ADS_1
Tidak terasa, senja menjelang malam pun siap menggantikan siang. Karena memang sengaja menghabiskan waktu seharian di pantai, dinner pun mereka disana. Bukan Archie namanya jika tidak membuat kejutan untuk sang istri.
"Kau senang hari ini?" Tanya Archie memastikan.
"Ya Ar. Aku sangat senang hari ini, terima kasih banyak." Senyumnya mengembang, tapi tidak dengan nada suaranya yang seperti menyimpan sesuatu.
"Kenapa?" Pertanyaan suaminya membuat Auryn gelagapan.
"A-apa?" Wanita itu balik bertanya untuk menyembunyikan sesuatu.
"Katakan saja. Mulai sekarang, belajarlah untuk terbuka pada ku. Aku suami mu dan akulah tempat kau berkeluh kesah." Archie menyelipkan anak rambut istrinya kebelakang telinga wanita itu.
"Aku takut Ar." Auryn mengalihkan pandangannya.
"Takut apa heum?" Archie mengangkat dagu istrinya hingga mereka bertatapan sekarang.
"Aku takut bahagia ini hanya sementara, aku, aku,-"
"Sstt….kau meragukan ku heum?" Archie mencari sendiri jawabannya dari sorot mata wanita itu.
"Dengar, bukankah kita sudah membahas ini. Dan kita sudah sepakat untuk memberi pernikahan ini kesempatan, lalu apa lagi?" Archie mengernyit tidak mengerti.
"Kita tidak saling mencintai Ar, tidak ada cinta dalam pernikahan kita. Tidak menutup kemungkinan salah satu dari kita akan mencintai orang lain nantinya." Auryn kembali menunduk, jemarinya meremas ujung dress yang dikenakannya saat ini.
"Dan itu kau Ar. Aku takut kau tidak bisa mencintai ku dan memilih mencintai wanita lain." Batin Auryn sendu.
"Hei, tatap aku. Aku juga tidak tau apa pernikahan kita ini akan berhasil atau tidak. Tapi satu hal yang perlu kau tau, aku sedang berusaha untuk itu, pernikahan kita dan berusaha untuk mencintai mu." Yakin Archie.
Deg
Auryn mendongak menatap dalam iris suaminya, jujur perkataan Archie barusan membuat Auryn kembali memiliki harapan. Rasa bahagia menyelimuti hatinya. Seketika air mata turun tanpa bisa wanita itu bendung lagi.
"Kita lakukan ini bersama heum.." Archie menghapus air mata yang jatuh diwajah istrinya lalu mengusap sudut bibir Auryn, tidak sabar untuk tidak mendaratkan ciuman ke bibir tipis berwarna pink muda itu.
Archie menyatukan kening mereka, di atas pasir basah di bibir pantai ditengah pancaran cahaya sunset nan indah membuat moment mereka semakin sempurna.
"Kuharap kau bisa membalas cinta ku Ar." Harap Auryn dalam hati
▪︎▪︎▪︎▪︎
Kita senang-senang dulu nikmatin honeymoon mereka ya, ga enak kan lansung ke konflik aja.
Nikmati dan dukung terus ya karya saya berikan dukungan berupa LIKE kalian dan tinggalkan COMMENT. VOTE kalian juga memberikan pengaruh besar bagi saya untuk menyusun kata per kata.
Sebelumnya tambahkan dulu ya, ke FAVORITE kalian biar kalo Up ada notif nya.
__ADS_1
TERIMA KASIH
Ah, satu lagi follow saya di IG @areumkang16 ntar disana bakal ada cuplikan next chapnya. Juga info mengenai tulisan yang mungkin akan saya Up.