Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )

Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )
Nasehat


__ADS_3

▪︎▪︎▪︎▪︎


Flashback


"Maaf, apa Tuan muda mencari Nona muda?" Bi Ai menghampiri Archie yang masih saja kebingungan mencari keberadaan istrinya itu.


"Ya. Apa Bi Ai melihatnya?" Tanya Archie penuh harap.


"Ya Tuan, tadi Bibi melihat Nona Auryn berjalan kearah taman belakang." Bi Ai menunjukkan arah kemana Nona mudanya itu pergi.


"Baiklah. Terima kasih Bi." Ujar Archie.


"Tunggu Tuan, ada yang mau Bibi sampaikan." Bia Ai mencegah kepergian Archie sebab ia harus menyampaikan sesuatu hal penting.


"Ada apa Bi?"


"Itu Tuan Muda. Sebenarnya, tadi Nyonya Chris dan Nona Cerry meminta Nona Auryn untuk memantau pekerjaan di dapur. Bahkan Nona Auryn tidak dibiarkan beristirahat, Bibi lihat kakinya sembab karena terlalu lama berdiri. Wanita hamil tidak bisa berdiri terlalu lama Tuan, kasihan dia." Archie terkejut dengan penjelasan Bi Ai, ia tau wanita tua itu selalu jujur dan tidak pernah berbohong.


"Kenapa Bibi tidak memberitau Ar atau Mommy?"


"Mereka mengancam semua orang Tuan. Maaf, Bibi juga tidak bisa berbuat apa-apa tadi." Ujar Bi Ai sarat akan rasa sesal.


"Sudahlah Bi. Tapi mereka tidak melakukan hal lain lagi bukan?"


"Tidak ada Tuan, hanya itu saja."


"Baiklah. Terima kasih Bi, Ar akan menyusul Auryn sekarang."


Flashback off


^^^^


"Kenapa minum? Ini kan hari bahagia kakak mu." Zach melihat putranya sedang menikmati minuman dimini bar sendirian.

__ADS_1


"Tidak apa Dadd, Ar hanya ingin minum saja." Archie beralasan.


"Boleh Daddy ikut?"


"Tentu." Archie mempersilakan Zach duduk disampingnya, ia juga menuangkan minuman untuk Ayahnya tersebut.


"Mau dengar cerita?"


"Cerita apa Dadd?" Zach mulai menceritakan masa anak-anaknya, termasuk Archie. Senyum tidak pernah lepas diwajah, mengingat pria iti begitu menyayangi keluarga kecilnya. Archie membenarkan semua cerita ayahnya itu karena ia bisa mengingat bagaimana Zach selalu berlaku adil pada mereka bertiga ditambah Cassey satu lagi yang menjadi tanggungannya.


"Hah, rasanya Daddy ingin kembali ke masa-masa itu. Masa dimana kalian masih kecil dan masih membutuhkan Daddy, tanggung jawab Daddy. Sekarang kalian sudah dewasa dan memilih tanggung jawab sendiri." Tutur Zach sendu.


"Kau tau Ar, dulu sebelum kalian ada. Daddy nyaris saja kehilangan Mommy kalian karena ke egoisan. Daddy pikir jalan yang Daddy pilih adalah yang paling baik, nyatanya tidak. Dalam kita membina rumah tangga, sebaiknya dibicarakan dan dirundingkan bersama. Karena berumah tangga artinya, menyatukan dua emosi, dua kepribadian dan juga dua pemikiran untuk menjadi satu." Zach menjeda kalimatnya sesaat.


"Ar, disaat kau sudah memilih Auryn untuk hidup mu, itu artinya kau menjadikan dia tanggung jawab mu. Mengosongkan hati mu dan hanya mengisinya dengan wanita pilihan mu. Posisikan istrimu seperti Mommy mu, jangankan untuk menyakitinya, mengacuhkannya saja sudah membuat hati seorang Ibu terluka. Ingat, istri mu sedang hamil sekarang. Tidak ada satu pun yang dibutuhkan seorang wanita hamil selain suaminya berada disisinya."


"Daddy tidak tau permasalahan apa yang terjadi diantara kalian. Apapun itu, Daddy bertanggung jawab untuk mengingatkanmu karena Daddy juga pernah berada diposisi mu sekarang." Mendengar segala penuturan dari Ayahnya, Archie hanya bisa terdiam mencerna setiap nasehat itu.


"Apa setelah Daddy tau segalanya, Daddy masih akan bicara seperti ini?" Archie membatin.


^^^^


Disisi Auryn, wanita itu kecewa akan sikap suaminya yang hanya diam tanpa mau tau apa yang sebenarnya terjadi. Disisi Archie, pria itu tidak sanggup mendengar cerita dari versi istrinya yang tentu saja akan memihak Ibunya, itulah yang ada dibenaknya saat ini.


Sebab itulah ia tidak bertanya bahkan bicara pada Auryn. Pikirnya, biarlah berjalan seperti ini setidaknya sampai orang-orang tau rahasia besar itu dan saat itulah ia akan mengambil keputusan.


Hari ini weekend lagi, Celo mengajak Auryn untuk berbelanja perlengkapan bayi karena beberapa hari yang lalu usia kehamilan Auryn sudah memasuki bulan ke enam.


"Sudah siap sayang?" Celo masuk ke kamar anaknya setelah tadi mengetuk pintu.


"Sedikit lagi Momm," sahut Auryn.


"Mommy tunggu didepan ya sayang."

__ADS_1


"Ya Momm."


Auryn kesulitan memilih pakaian sebab, ukuran perutnya yang bertambah. Terpaksa ia menggunakan cardigan untuk menutupi bagian perutnya yang terlalu ketat.


"Tunggu." Sebelum melangkah keluar, Archie yang sedari tadi memperhatikan Auryn dari balik pintu kaca pembatas anatara kamar dan balkon menghentikan istrinya.


"…." Auryn berbalik tanpa suara. Ini pertama kali semenjak satu minggu terakhir setelah pertengkaran mereka.


Kejadian tak terduga terjadi setelahnya, pria itu menghampirinya untuk memeluknya erat. Terang bsaja Auryn terkejut, interaksi pertama setelah mereka tidak bertegur sapa seminggu ini.


"Berhati-hatilah saat berada diluar, jaga dirimu dan anak kita." Imbuh Archie usai mengurai pelukan mereka. Tidak hanya sampai di situ, pria yang akan menjadi ayah itu juga mengecup lama kening Auryn, berulah ke perut buncitnya.


Wajah Auryn bersemu merah, setiap wanita akan luluh jika diperlakukan dengan manis dan hangat. Tidak terkecuali Auryn, yang hanya manusia biasa dan terkadang menginginkan kahangatan terlebih dari suaminya sendiri.


^^^^


"Kira-kira cucu Mommya laki-laki atau perempuan ya?" Disepanjang perjalanan, Celo terus saja berceloteh perihal perkembangan cucunya yang masih dalam kandungan menantunya.


"Celo juga tidak tau, yang penting dia sehat Momm." Imbuh Auryn sembari mengusap lembut perutnya.


"Ya, kau benar sayang. Hai cucu Nanny, sehat terus sampai terlahir ke dunia ini ya sayang." Tidak mau kalah, Celo pun ikut mengusap perut Auryn membuat sang empunya menghangat hatinya.


Celo menggandeng Auryn keluar masuk toko perlengkapan bayi disebuah mall terbesar di negera mereka. Disana menyediakan keseluruhan yang dibutuhkan bayi new born juga serta melahirkan, dan semua juga dari brand ternama.


"Mm…Momm, sebaiknya kita berbelanja ditempat biasa saja. Ini terlalu berlebihan, toh hanya terpakai sebentar." Benar yang dikatakan Auryn, namun Celo tetap saja kekeh akan keputusannya.


"Mommy tau itu sayang. Tapi ini cucu pertama Mommy, cucu pertama Alterio di generasi Daddy. Walaupun hanya terpakai sebentar, kita bisa menyimpannya untuk anak kalian berikutnya. Mommy dulu juga seperti itu, perlengkapan bayi Al dan Ar bisa Mommy gunakan untuk Seth." Jelas Celo, mau tidak mau Auryn mengikuti saja perkataan mertuanya itu.


"Kita pilih warna apa ya?" Kebingungan tergambar jelas diwajah Celo sebab belum mengetahui jenis kelamin cucunya.


"Pilih warna netral saja Momm, jadi tidak masalah apapun jenis kelaminnya nanti." Auryn memilih jalan tengah saja.


"Ah ya, kau benar sayang. Saat suami mu dulu, Mommy memilih warna utk anak lelaki. Beruntung Seth juga laki-laki jika tidak, pasti lucu anak perempuan memakai pakaian anak laki-laki." Mereka tertawa bersama mengingat masa lalu Celo.

__ADS_1


Berumah tangga artinya, menyatukan dua emosi, dua kepribadian dan juga dua pemikiran untuk menjadi satu. Sebaik-baiknya rumah tangga, ialah mereka yang saling terbuka satu sama lain dan saling meletakkan kepercayaan satu sama lain, antar suami dan istri. __areumkang__


▪︎▪︎▪︎▪︎


__ADS_2