
▪︎▪︎▪︎▪︎
Flashback
"Apa yang kau dapatkan? Jika belum jelas, sebaiknya kau lanjutkan pencarian dan jangan menghubungi ku." Peringatan dari Archie pada si pemanggil.
"Aku sudah mendapatkannya. Semuanya." Jelas pria itu yang pasti tak kalah datarnya.
"Baiklah. Dimana?"
"Di xxx.."
Archie melajukan mobilnya,memecah jalanan dengan kecepatan diatas rata-rata. Tangannya menggenggam erat setir mobil, meluapkan perasaannya yang tak menentu.
Disatu sisi, ia kecewa dengan orang itu disisi lain ia tidak habis pikir kenapa ia melakukannya. Pikirannya dipenuhi bayangan dua orang yang ia kenal dekat, terlebih Auryn, istrinya yang baru saja ia ketahui bahwa wanita itu mencintainya.
"Arghhh…" pria itu memukul setir mobilnya keras, wajahnya tegang juga memerah menahan emosi.
"Kenapa? Kenapa? Kenapa?" Hanya satu kata itu yang kini memenuhi otak dan pikirannya.
^^^^
Tidak butuh waktu lama, Archie sampai ditempat tujuannya, mengingat cara menyetirnya yang seperti orang kesetanan. Ia memarkir mobilnya tepat didepan pelataran sebuah rumah mewah nan besar, meski tidak sebesar rumah orang tuanya.
Archie menutup pintu mobilnya dengan kasar dengan menghempaskannya. Masih dengan raut wajah tegang, ia melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah tersebut.
"Ar…kau datang?" Baru memasuki rumah itu, Archie disambut dengan pelukan hangat dari Bibinya, Chris.
Ya, wanita itulah yang telah menerornya satu minggu ini. Meskipun sulit, namun berkat kemampuan Jammed yang seorang ahli IT semua bisa diketahui dengan mudah.
Masih dalam pelukan Chris, tidak seperti biasa pria itu sama sekali tidak membalas pelukan wanita yang merupakan adik dari ayahnya itu.
"Ada apa? Wajah mu terlihat tegang." Chris melepas dekapannya. Menatap wajah keponakannya.
"Ayo masuk. Kebetulan, Bibi memasak makanan kesukaan mu." Ajak Chris menggandeng lengan besar Archie. Pria itu masih setia dengan keterdiamannya, bingung harus memulai dari mana.
"Mau lansung makan Ar?" Diantar mereka berdua, suara Chris lah yang mendominasi, sebab Archie masih menutup ralat mulutnya.
"Kenapa?" Kata pertama yang keluar dari bibirnya setelah cukup lama membisu.
"Heumm??" Chris heran, tidak mengerti maksud keponakannya itu.
__ADS_1
"Kenapa Bibi melakukan hal serendah itu? Jika Bibi tidak menyukai Auryn, cukup tutup mulut dan pejamkan saja mata Bibi. Karena sampai kapan pun, Ar tidak akan pernah meninggalkan istri Ar." Tidak bertele-tele lagi, lansung saja Archie mencerca Bibinya dengan kalimat yang tidak pendek.
"Astaga, ternyata Ar mengetahuinya secepat ini. Ini benar-benar diluar perkiraan ku." Rutuk Chris dalam hati, ini benar-benar diluar dugaannya.
"Apa maksud mu Ar? Bibi tidak mengerti." Dengan mengelak, Chris pikir keponakannya itu akan percaya, nyatanya wanita itu salah besar.
"Ar sudah tau semua, dan Ar tidak akan memperpanjang masalah ini. Tapi satu hal yang barus Bibi ingat, jangan pernah mengusik Auryn, terlebih membandingkannya dengan Cerry." Ia berdiri, bersiap untuk melangkah pergi dari sana.
Nyaris melewati pintu, suara Chris menghentikan langkahnya. Kepalang tanggung, Chris mengubah rencananya dengan membongkar semua masa lalu Melodi.
"Tunggu sebentar Ar, Bibi akan tunjukkan semua bukti yang Bibi katakan." Tidak lama setelahnya, wanita itu dengan angkah besarnya pergi entah kemana.
^^^^
Tidak sampai sepuluh menit, wanita itu kembali lagi dengan membawa sebuah album photo lama, terlihat jelas dari bentuknya yang kumal dan ketinggalan mode.
"Kemarilah, jika kau ingin tau kebenarannya."
Pria itu mendekat membuat Chris tersenyum dalam hati. Niatnya memperlihatkan album itu, tentu saja untuk mengarang ceritanya sendiri.
Di dalam album itu, Archie melihat kedekatan mendiang Ibu mertuanya itu dengan Ayahnya juga sahabat-sahabatnya. Satu per satu lembaran itu dibalik dibarengi dengan Chris yang bercerita.
"Mereka sepasang kekasih dulu, tapi grandma kalian tidak menyukainya. Karena kau tau, setiap orang tua bisa menilai apa yang baik dan tidak baik dan beliau bisa melihat keburukan dalam diri wanita itu."
"Lalu, Daddy mu tau dimana keberadaannya. Kejutan didapatkannya, wanita itu hamil."
Deg
Pikiran Archie jauh, pertanyaan muncul dibenaknya. Apa mungkin dia dan Auryn bersaudara?
"Tapi bukan anak Daddy mu." Pernyataan Chris barusan, melegakan kegundahan Archie.
"Dia tidur dengan pria lain saat berhubungan dengan Daddy mu, tapi dia malah menyalahkan orang lain dengan dalih pria itu memaksanya. Tidak hanya itu, dia juga pernah menggoda kak Eric ayahnya Cerry. Semakin kelewatan, saat paman mu, Shane mengakui itu sebagai anaknya, agar bisa menjauhkan wanita itu dari keluarga kita. Sebab grandma sangat membencinya tapi Daddy mu begitu mencintainya."
Archie sama sekali tidak bicara apapun, ia bungkam namun menyimak segala cerita Bibinya.
"Lalu kenapa Bibi membencinya? Toh saat itu paman Shane belum menjadi suami Bibi" dibenaknya, ia tidak menyangka akan masa lalu Ayahnya juga pertemuan dengan Ibunya.
"Di bekerja sama dengan Ayah biologis Auryn untuk menghabisi kalian. Jika alasan Melodi adalah karena dia menginginkan Daddy mu, tapi tidak dengan pria itu, ia ingin melenyapkan kalian semua agar bisa hidup bahagia bersama wanita j****g itu." Chris mengepalkan jemarinya saat menyebut pria itu, pria yang sama yang juga menanamkan benih dirahimnya.
"Itu sudah masa lalu Bi, Auryn tidak ada hubungannya sama sekali. Bahkan Ibunya saja sudah meninggal sekarang." Archie masih tidak terima jika ia diminta untuk meninggalkan wanitanya itu.
__ADS_1
"Kau masih mau mempertahankannya disaat kalian semua pernah meregang nyawa sebab kesalahan orangtuanya! Asal kau tau saja Ar, bagaimana perjuangan Mommy mu agar kalian berdua selamat. Sampai-sampai saat Celo hamil lagi, kakak tidak menginginkan kehadiran Seth karena takut Momny kalian akan meregang nyawa lagi!" Pekik Chris, ia berlagak seolah sangat terpukul akan kejadian dimasa lampau.
Sementara saja, kejadian sesungguhnya tidak sepenuhnya seperti itu. Lalu ia kembali meracuni otak Archie agar membenci istrinya.
"Pria itu, ayah bilogis Auryn, dia,- dia juga pernah menodai Bibi." Air mata kebohongan tumpah diwajahnya. Padahal sesungguhnya, dia sendirilah yang menyerahkan tubuhnya untuk dibuahi.
Archie kembali menegang, tangannya juga terkepal. Ingib rasanya ia meluapkan amarahnya, tapi kemana?
"Karena itu Ar, Bibi takut Auryn akan mewarisi sifat Ibunya. Sekarang saja, dia sudah bisa merebut perhatian kalian berdua. Bibi tau saat pertama dia bertemu Al, Auryn tersenyum penuh maksud padanya. Ditambah lagi, Al orangnya lembut, akan sangat mudah untuk di perdayanya." Sepuas hatinya Chris menfitnah wanita malang itu. Didalam hati, ia merasa menang karena Archie sudah termakan hasutannya.
Flashback off
^^^^
Paginya, Archie terbangun dan melihat Auryn sudah tidak ada disisinya. Ia bangun membersihkan diri bersiap untuk pergi ke hotel.
"Ar, mau sarapan dirumah atau kita bawa ke hotel saja?" Keluar dari makar mandi, ia disambut pertanyaan lembut dari istrinya. Wanita itu juga sibuk merapikan tas kerja miliknya.
"Ar..." Auryn kembali bertanya saat tak mendapati sahutan dari sang suami.
"Hari ini kau berangkat dengan supir." Pria itu berucap datar dengan wajah dinginnya.
"Memang kau mau kemana?" Sebagai seorang istri wajar jika ia bertanya, lagipun itu memang sudah kebiasaan mereka.
"Ke kota C." Lagi, Archie hanya menjawab singkat.
"Siapa yang akan mengurusi keperluan mu disana jika aku tidak ikut?" Auryn mengekor dibelakang suaminya yang kini berdiri didepan cermin besar.
"Aku bukan anak kecil lagi yang tidak bisa mengurusi keperluan ku!" Hardik Archie kasar pada Auryn.
"A,- maaf," cicit Auryn lirih. Wanita itu memandang punggung lebar suaminya hingga menghilang ditelan daun pintu.
"Ar kenapa? Apa dia marah padaku? Bahkan dia tidak memakai pakaian yang telah aku siapkan." Raut Auryn berubah sendu.
▪︎▪︎▪︎▪︎
Kita akan memasuki konflik ya dear, siapkan hati dan emosi kalian. Jika tidak suka konflik, tunggu END dulu, habis itu balik baca lagi ya.
Tapi jangan lupa untuk tetap memberikan dukungan, berikan LIKE, tinggalkan COMMENT tapi yang mendukung ya. Berikan juga sedikit VOTE kalian.
Sebelum itu, tambahkan dulu ke FAVORITE biar kalo UP ada notifnya.
__ADS_1
**TERIMA KASIH
LUV U**