
▪︎▪︎▪︎▪︎
Waktu bergulir sangat cepat, tidak ada satu orang pun dapat menebak yang akan terjadi. Tiba-tiba saja Archie berlari ke pinggir jalan mengejar seorang bocah laki-laki bersepeda.
"Andy…" pekik seorang Ibu memanggil putranya yang sedang bersepeda ke arah tengah jalan, bocah itu sepertinya berumur sekitar dua atau tiga tahunan.
"Ar awass…." Pekik Auryn melihat sebuah mobil melaju dengan kencang ke arah pria itu.
Beruntung mereka berdua selamat, Archie segera membawa bocah itu kepinggir jalan dimana Ibunya berada.
"Kau tidak apa-apa Ar?" Tanya Auryn sesegera mungkin menyusul setelah tadi ia melihat pria itu berhasil menyelamatkan anak Ibu tersebut. Sontak saja semua orang jadi berkerumun disana.
"Archie….." pekik Auryn menyadari bahaya yang menghampiri Ibunya, entahlah ia berharap pria itu juga menyelamatkan Ibunya sama halnya dengan anak kecil tadi.
Brakk
Sayang terlambat, Melodi yang hendak menyeberang jalan dengan Yumi menyadari ada sebuah mobil dengan kecepatan tinggi meluncur cepat ke arah mereka, sesegera mungkin mendorong tubuh putri angkatnya tersebut. Alhasil tubuh Melodi yang semakin kurus karena penyakit yang menggerogotinya terpental cukup jauh membuat siapa saja yang melihat bergidik ngeri juga mendesis kesakitan.
"Ibu!!" " Ibuuu…." Pekik dua gadis yang baru saja Melodi satukan dalam satu ikatan persaudaraan.
Semua orang yang tadinya mengerubungi anak kecil tadi kini beralih mengerubungi Melodi. Tidak sedikit dari mereka yang merasa prihatin juga merasa Iba melihatnya.
Darah berserakan disekitar tubuh wanita paruh baya itu yang berasal dari kepalanya. Nampaknya kepala wanita itu terluka cukup parah, tidak hanya itu, darah juga mengalir dari hidung dan sedikit di telinganya.
"Ibu…bangun Bu. Bertahanlah, sebentar lagi kita kerumah sakit." Yumi memangku kepala Melodi diatas pahanya. Sementara Auryn, gadis itu hanya diam saja merasa waktu terhenti berputar dihidupnya.
"Auryn..." sentak Archie melihat tatapan kosong gadisnya.
"*Kasihan sekali Nyonya itu."
"Iya kasihan, padahal menantunya berhasil menyelamatkan orang lain sementara mertuanya,"
"Cepet hubungi ambulance, dia kehabisan banyak darah."
"Cepat bawa kerumah sakit*." Begitulah kasak kusuk orang-orang yang memenuhi pendengaran Auryn. Seketika kesadaran gadis itu kembali, secepat kilat dihampiri tubuh tidak berdaya Ibunya.
"Ibu...Bu…ayo bangun Bu." Ditepuk-tepuk ringan wajah Ibunya, air mata sudah mengalir deras diwajah yang tadinya bersemu merah.
"Itu ambulance nya datang. Cepat bawa ke rumah sakit." Teriak salah satu dari sekian banyak orang yang berkerumun.
__ADS_1
Setelah diberikan pertolongan pertama, Melodi dimasukkan ke dalam mobil ambulance menggunakan stretcher. Setelah mobil ambulance berlalu, Archie yang kini sendirian dimobilnya mengiringi tepat dibelakang mereka.
^^^^
Setelah tadi Melodi mendapat pertolongan pertama juga diketahui dimana cederanya, sesampainya di rumah sakit lansung saja wanita itu di rujuk ke ruang operasi.
Dokter Aiden yang selama ini diminta Archie untuk merawat Melodi, juga ikut masuk ke dalam ruang operasi atas perintah pria itu.
Kini mereka sedang menunggu didepan ruang operasi menanti kabar baik bahwasanya Ibu mereka baik-baik saja. Auryn duduk dengan Archie disisinya, pria itu tidak sedikit pun melepas genggaman tangan mereka.
"Ibu mu pasti baik-baik saja, dia kuat sama seperti mu." Hanya kata itu yang bisa terlontar dari bibi tipis Archie. Sejujurnya saja ia tidak pernah dan tidak mau jika harus mengalami hal serupa ini.
"Aku takut Ar." Lirih Auryn nyaris tidak terdengar suaranya.
"Hiks…hikss…" ditengah keheningan, Auryn yang sedari tadi terlalu larut akan rasa takutnya tersadar akan isak tangis seseorang yang berada cukup jauh darinya. Perlahan Auryn mendekati Yumi karena gadis itu tidak berhenti menangis sejak malapetaka itu terjadi.
"Aku terlalu larut dalam kesedihan, sampai melupakan Yumi. Dia pasti sangat terpukul sekarang." Batin Auryn merasa iba dengan gadis itu.
"Yumi." Panggil Auryn rendah.
"Hiks…." Wajah Yumi tertunduk pasrah dengan air mata terus saja mengalir tanpa ada niat dia menghapusnya. Tangisnya semakin pecah tatkala Auryn merengkuhnya dalam pelukan.
"Aku, aku tau setelah ini Kakak pasti akan membenci ku. Aku terima semua itu kak, tapi mohon maafkan Aku." Yumi mendongak menatap serius wajah Auryn.
"…." Auryn hanya tersenyum dalam tangis seraya menggelengkan kepalanya pelan.
"Tuhan benar-benar tidak adil pada ku, disaat aku baru saja merasakan bahagianya mempunyai seorang Ibu. Tuhan malah menyakitinya. Aku, aku-" Yumi menumpahkan segalanya.
"Sstt..kau tidak boleh menyalahkan Tuhan. Dengar, Ibu pernah berkata padaku 'jangan pernah menyalahkan takdir, kita tidak sedang dipermainkan, melainkan kita sedang dipersiapkan untuk menjadi lebih kuat.' Ibu pasti baik-baik saja." Auryn menguatkan Yumi sementara dia sendiri tidak yakin bisa kuat.
"Kak Auryn." Tangis Yumi kembali pecah setelah mendengar penuturan dari gadis yang baru saja menjadi Kakaknya.
Archie yang berada tidak jauh dari mereka, jelas sekali melihat kesedihan dua gadis itu. Meski ia punya segalanya dan banyak uang, tapi ia tetap tidak bisa melawan kehendak Tuhan. Tidak tau lagi bagaimana caranya menghilangkan kesedihan gadis yang telah mengisi hari-harinya beberapa waktu terakhir.
^^^^
Sudah lebih dari lima jam Melodi di ruang operasi, tapi tidak satupun orang keluar dari sana untuk mengabari kondisi wanita itu.
"Kenapa mereka lama sekali Ar?" Tanya Auryn dengan mere**s kedua telapak tangannya.
__ADS_1
"Bersabarlah." Archie bingung harus menjawab apa.
"Panggil Dokter Aiden Ar, kau bisa kan memanggilnya?" Pinta Auryn lagi kali ini dengan air mata kembali menggenangi pelupuk matanya.
"Maaf.." Archie menggelengkan kepalanya pertanda tidak bisa ia lakukan.
Yang ditunggu akhirnya keluar juga, nampak ada enam orang dokter yang menangani Melodi termasuk Dokter Aiden. Kelima Dokter itu berjalan melewati mereka dengan sedikit menundukkan kepala.
"Bagaimana kondisi Ibu kami Dokter?" Tanya Auryn dengan menggagapi lengan Dokter Aiden.
"Benturannya sangat keras sehingga beliau mengalami yang namanya cedera kepala terbuka kondisi dimana cedera menyebabkan kerusakan pada tulang tengkorak sehingga mengenai jaringan otaknya. Singkatnya beliau mengalami trauma otak. Maaf, tapi harus saya sampaikan Nyonya Melodi dalam kondisi koma." Jelas Sekali Doktee Aiden menyampaikannya dengan sangat berat.
"Lalu, apa yang harus kami lakukan agar Ibu cepat bangun Dokter?" Dengan tidak sabaran Auryn bertanya.
"Bicarakan hal-hal menyenangkan. Meski koma, pasien tetap bisa diajak berkomunikasi hanya saja tidak ada respon." Disaat seperti ini Dokter Aiden sangat serius.
"Kau sudah bekerja keras. Istirahatlah." Titah Archie pada temannya, yang disambut baik oleh Aiden. Saat melangkah menjauh, matanya tertuju lada Yumi, dilihaynya mata gadis itu sembab seperti habis menangis lama sama halnya dengan Auryn.
"Kenapa dia menangis?" Tanya Aiden dalam hati, dari gerak tubuhnya ingin rasanya ia menarik gadis itu dalam dekapannya.
^^^^
"Melodi kecelakaan? Bagus sekali, sudah seharusnya wanita hina itu mati!" Di tempat lain, Chris yang mendapat kabar duka dari keponakannya Archie, merasa keberuntungan dipihaknya.
"Bagus Celo sedang ikut menemani Kakak ke Dubai, jika tidak semua akan terbongkar dan rencana ku berantakan semua." Chris berkata sendiri seraya menampikkan senyum miringnya.
"Selamat menikmati karma mu Melodi." Chris meneguk cairan berwarna merah pekat yang tadi ia tuang kedalam gelas kecil, diteguknya pelan seraya menikmati rasa pahit terbakar dari minuman itu.
Jangan terlalu merasa sedih atas ketidak beruntungan yang kita miliki, sebab diluar sana masih banyak orang yang bahkan lebih menyedihkan dengan ketidak beruntungan yang mereka terima. Bukan berarti juga kita tidak boleh bersedih karena kesedihan sudah menjadi hukum alam kita sebagai manusia. __areumkang__
▪︎▪︎▪︎▪︎
Maaf jika ada salah dalam memasukkan istilah medisnya, maklum saya bukan orang medis hanya berdasarkan film-film yang saya saksikan. Hehehe
Jika masih menemukan typo atau salah penulisan kata atau salah nama, mohon maklum yah. Saya hanya manusia biasa, bisa salah kapan saja. Sekali lagi maaf…
Jangan lupa dukungannya ya berikan LIKE dan tinggalkan COMMENT kalian tapi sebelumnya FAVORITE kan dulu ya…
VOTE nya juga ya, biar saya memakin semangat untuk Up.
__ADS_1
TERIMA KASIH BANYAK