
▪︎▪︎▪︎▪︎
"Bagaimana perkembangan anak saya Dokter?" Hari ini adalah waktu bagi Auryn untuk melakukan check up pertama kandungannya setelah ia dirawat dirumah sakit hari itu.
Dan itu artinya, sebulan telah berlalu dan usia kandungan Auryn saat ini telah memasuki tiga bulan.
"Bagus. Semuanya baik. Tapi Nona Auryn harus lebih meningkatkan berat badan lagi, agar seimbang dengan perkembangan si bayi." Imbuh Dokter Nessi. Ya, atas saran dari Aiden, Auryn mempercayakan Dokter Nessi sebagai Dokter kandungannya.
"Syukurlah. Baik Dokter, akan saya coba." Auryn mengiyakan saran dari Dokter.
"Nona Auryn kemari sendiri?" Dokter Nessi yang menyadari Auryn pergi sendiri.
"Tidak. Ada Ibu mertua saya, beliau sedang menemui Dokter Aiden sebentar."
"Ah, begitu. Baiklah, untuk kunjungan selanjutnya kita bertemu bulan depan. Jika ada yang mau ditanyakan, tidak usah sungkan untuk menghubungi saya. Terang Dokter Nessi.
"Ya Dokter. Terima kasih, saya permisi." Pamit Auryn, kemudian beranjak dari ruangannya.
Bertepatan dengan keluarnya Auryn dari ruangan Dokter, Celo juga kembali dari ruangan Aiden. Wanita paruh baya itu tersenyum hangat menghampiri sang menantu.
"Ayo kita masuk sekarang?" Diraihnya tangan Auryn untuk masuk kembali ke dalam, tapi dicegahnya.
"Kenapa? Apa belum giliran mu?"
"Maaf Momm, tapi Ryn baru saja dari dalam." Ia merasa bersalah karena tidak menunggu Celo, karena tadi antrian sangatlah ramai, jadi tidak enak jika Auryn harus menunggu.
Ah, begitu ya."
"Maaf Momm." Sesal Auryn lagi.
"Tidak apa-apa. Tapi kalian baik-baik saja kan?" Celo kembali berubah antusias.
"Semua baik Momm, dia sehat. Detak jantungnya juga normal." Auryn menjelaskan semua perkembangan janinnya.
^^^^
Di belahan bumi lain, Archie tidak pernah lepas mengawasi kegiatan keseharian istrinya. Juga ia tidak melewatkan perkembangan buah hatinya.
"Bagaimana anak dan istri ku Nessi?"
"Semua baik dan mereka juga sehat. Pulanglah Ar, temani istri mu. Kasihan dia. Kau akan menyesal karena telah melewatkan pertumbuhan anak kalian." Nasehat Nessi selaku teman.
"Ya. Tapi tidak sekarang." Tolak Archie.
"Kenapa? Apa alasannya?" Nessi pun penasaran, karena Aiden pun tak mau buka mulut alasan pria itu pergi menjauh.
__ADS_1
"Kau tak perlu tau alasannya. Seingat ku, kita tidak pernah dekat sebelumnya." Archie merasa kesal sebab Nessi terlalu jauh mencampuri permasalahannya.
"Maaf, tapi maksud ku baik. Aku hanya tidak ingin suatu hal buruk terjadi pada anak dan istri mu." Lirih Nessi. Sayang, pria itu mengakhiri panggilan secara sepihak.
Sebenarnya, Archie bisa saja mengutus orang kepercayaannya untuk menyelesaikan masalah lahan itu. Ia lebih memilih menghindar dari pada harus menghadapi masalah, bukannya pengecut, tapi inilah jalan yang dipilihnya. Jalan yang menurutnya terbaik untuk keluarga kecilnya
"Biarlah orang menyalahkan ku karena tega meninggalkan mereka. Yang jelas hanya ini satu-satunya jalan agar rahasia itu tetap tersimpan." Ya, Archie punya alasan sendiri kenapa ia pergi menjauh dan alasannya hanya dia dan dua sahabatnya yang tau.
"Aku menyayangi kalian, kau dan anak kita Auryn." Untuk pertama kalinya, pria sedingin dan seegois Archie menitikkan air matanya.
^^^^
Kembali ke Auryn, wanita yang beberapa bulan lagi akan menjadi seorang Ibu itu kini duduk termenung diatas ranjang di rumah mereka.
Tok tok
"Boleh Mommy masuk nak?" Auryn menoleh ke arah sumber suara yang ternyata Ibu mertuanya.
"Tentu Momm, masuk saja." Auryn menyambut dengan senyum seperti biasa.
"Mommy mau bicara sesuatu."
"Bicara saja Momm." Auryn menangkap keraguan di wajah Celo.
"Maaf, bukannya Mommy tidak mau menemani mu disini. Tapi Mommy juga tidak bisa mengabaikan tugas Mommy sebagai istri juga seorang Ibu. Meski Daddy tidak keberatan, hanya saja,-" jelas Celo hati-hati
"Momm, Celo mengerti. Celo tidak apa-apa sendiri disini." Digenggamnya erat tangan Celo yang halus seperti seorang putri, meyakinkan Ibu dari suaminya itu bahwa ia tidak selemah yang dipikirkan.
"Tidak nak. Mommy tidak akan tenang nantinya, begitu pun dengan Ar. Bahkan anak nakal itu setiap hari menghubungi Momm untuk menanyakan kabar kalian, apa kau mengalami morning sickness? kau mengidam apa? Mommy akan menjawab apa nanti." Auryn terkejut dibuatnya.
"Apa benar Ar melakukan itu? Tapi kenapa? Kenapa tidak menghubungi ku lansung?" Batin Auryn.
"Ar bisa menghubungi Ryn lansung kan Momm." Tukas Auryn pelan.
"Mommy sudah bilang seperti itu untuk menghubungi mu. Tapi dia bilang, jika dia mendengar suara mu maka dia akan tergoda untuk lansung pulang kesini. Dia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya begitu saja." Jelas Celo persis seperti alasan yang diutarakan putranya.
Flashback
Drrt
"Ya Ar, ada apa?" Sambut Celo menerima panggilan dari putranya.
"Bagaimana kabar Auryn dan anak Ar Momm? Apa dia mual dan muntah setiap pagi? Apa dia mengidamkan sesuatu?"
"Tidak. Ah, kau ini kenapa tidak menghubungi Auryn lansung, mereka pasti sangat merindukan mu." Timpal Celo tidak mengerti akan kelakuan putranya itu.
__ADS_1
"Ar tidak bisa Momm,-" elaknya tegas.
"Kenapa? Hubungan kalian baik-baik saja bukan?" Tanya Celo penuh selidik.
"Kami baik-baik saja Momm. Hanya saja, jika Ar mendengar suara Auryn, Ar ingin pulang saja rasanya sementara pekerjaan disini tidak bisa ditinggalkan." Archie memang sangat bisa menyembunyikan sesuatu. Tapi tidak untuk alasannya, pria itu jujur. Ia tidak sanggup jika harus mendengar istrinya menangis lagi sebab ia tidak tahan untuk tidak merengkuhnya kedalam pelukan.
Flashback off
"Jadi bagaimana sayang?" Ulang Celo akan tawarannya mengajak Auryn tinggal bersama dirumahnya.
"Baiklah Momm, Ryn ikut apa kata Mommya saja. Tapi,-" Auryn teringat akan satu hal.
"Tapi apa?" Dielusnya surai indah milik menantunya itu.
"Jika Ryn ikut Mommy, Yumi, dia akan sendirian nanti." Terkesan menuntut memamg, tapi Auryn juga punya Yumi adiknya.
"Ah, kau tenang saja. Yumi juga putri Mommy, jadi dia juga akan ikut." Ya, Celo sudah mempertimbangkan semuanya.
"Benar Momm?"
"Ya sayang."
Mereka mulai berkemas dengan Celo membantu Auryn. Ia bersikeras membantu karena tidak mau menantunya akan kelelahan.
^^^^
Sesampainya di kediaman Alterio, Auryn disambut hangat oleh Ayah mertua serta saudara iparnya. Zach memeluk hangat menantunya.
"Selamat datang nak, Daddy harap kau betah tinggal disini." Imbuh Zach setelah mengurai pelukan mereka.
"Terima kasih Dadd."
"Selamat datang Kak Auryn, selamat juga atas kehamilan Kakak. Tidak sabar rasanya akan menjadi seorang paman." Seru Seth penuh semangat.
"Kalau Cassy tahu, dia pasti aka lansung ke mari." Seth memang dikenal dengan banyak celoteh jika bersama orang terdekatnya.
"…." Auryn tersenyum dengan semua sambutan yang diterimanya. Perasaannya menghangat, tidak menyangka akan berada ditengah keluarga yang hangat seperti ini.
Tersadar akan sesuatu, Auryn berubah murung. Dalam hati ia berpikir, apa jadinya jika mereka tau bahwa ia putri dari Melodi, wanita yang pernah mencoba merusak keluarga mereka.
Biarlah Auryn bersikap egois untuk saat ini. Ia pikir ia juga berhak bahagia terlepas dari masa lalu Ibunya yang kelam.
Jangan selalu terpaku pada masa lalu, sebab masa depan tidak selalu tergantung pada masa lalu. Cukup jadikan masa lalu sebagai pembelajaran dan kenangan. Setiap manusia pastilah memiliki masa lalu terlepas baik atau buruknya itu. __areumkang__
▪︎▪︎▪︎▪︎
__ADS_1