
▪︎▪︎▪︎▪︎
Hari ini, tepat hari kepindahan mereka ke rumah yang telah disiapkan Archie. Tidak terlalu banyak barang yang mereka bawa, sebab disana semua sudah lengkap.
"Masih ada lagi yang mau kau bawa?" Archie hanya memastikan saja, agar saat di rumah mereka nanti tidak ada yang namanya ketinggalan bahkan kelupaan.
"Sepertinya tidak Ar." Auryn berpikir sejenak memastikan.
"Baiklah, nanti kita minta Lyan saja jika ada yang tertinggal." Imbuh Archie.
"Mm…" deheman ringan Auryn, dilanjutkan dengan mereka keluar dari apartemen yang sudah mereka tempati beberapa bulan belakangan.
Didalam mobil hanya ada mereka bertiga, Auryn, Archie, terakhir Yumi. Mereka membahas kegiatan hari masing-masing, tidak jarang juga mereka membahas keseharian dan pekerjaan Yumi. Archie benar-benar mengambil peran untuk bertanggung jawab atas kedua kakak beradik itu.
"Bagaimana pekerjaan mu di rumah sakit itu?" Suara Archie.
"Biasa Kak, terkadang sibuk terkadang juga santai. Ya, begitulah pekerjaan di rumah sakit." Ujar Yumi, tapi gadis itu terlihat menikmatinya.
"Ar, bagaimana Yumi nanti akan bolak balik untuk ke rumah sakit sementara itu sangat jauh." Auryn terpikirkan akan adiknya.
"Kau tenang saja, selama bekerja Yumi akan tinggal di apartemen dan akan kembali ke rumah dalam tiga hari sekali. Ya kan Yumi." Seolah mereka sudah membahas hal ini.
"Kalian sudah membicarakan ini?" Sungut Auryn cemberut.
"Maaf Kak,-" cicit Yumi bersalah.
^^^^
Sore harinya, mereka melepas penat di gazebo yang sengaja di bangun di tepi kolam renang yang ada dibelakang rumah. Sementara Yumi, gadis itu tidak lagi terlibat mungkin sedang tidur karena kelelahan usai bebenah barang-barang mereka.
"Dimana Yumi?" Archie mendatangi istrinya dengan dua gelas juice alpukat di tangannya. Auryn yang sedang duduk bersantai, menyambut kedatangan prianya itu dengan senyum.
"Tidur. Pasti dia lelah." Disambarnya gelas yang diulurkan suaminya itu.
__ADS_1
"Terima kasih Ar." Merasa tidak enak, karena seharusnya Auryn lah yang melayani suaminya.
"Tentu istri ku." Pria itu mengambil tempat persis disamping Auryn.
Entah bagaimana awalnya, saat ini sepasang suami istri itu, kini tengah saling m****ut satu sama lain. Posisi Auryn sudah setengah berbaring dengan Archie diatasnya.
"Ar…" panggil Auryn disela kegiatan intim mereka.
"Eumhh…" tidak dihiraukannya, Archie masih saja sibuk menikmatinya.
Plak
Auryn, menepuk pundak suaminya karena tidak menghiraukan panggilannya. Walau tidak keras, tapi itu berhasil mengejutkan pria itu dan menghentikan aksinya.
"Kenapa kau menepuk ku?" Wajahnya memerah antara kesal dan menahan gairah.
"Lihat kita dimana, kita sedang diluar. Belum lagi, bagaimana jika Yumi melihat kita?" Seru Auryn malu.
"Ar…" kembali Auryn mengelak saat Archie akan melanjutkan kembali kegiatan mereka.
"Apa lagi?"
"Dikamar saja." Wanita itu pasrah mengikuti keinginan suaminya. Toh itu juga kewajibannya sebagai istri untuk melayani suaminya.
"Baiklah. Dan jangan harap kau akan tidur nyenyak semalaman ini" perkataan yang sukses membuat wanita itu bergidik ngeri.
Archie menggendong wanitanya hingga ke kamar. Didalam sana, Archie tidak membuang waktu untuk menyerang istrinya itu dengan mulai melucuti satu per satu kain yang membalut tubuh mereka.
Archie memeluk erat istrinya setelah mencapai kepuasan bersama. Kegiatan mereka hanya berlansung singkat, sebab Yumi memanggil mereka turun untuk makan malam bersama. Sebenarnya, pria itu belumlah puas, tapi tidak enak juga menghiraukan panggilan adik iparnya itu.
^^^^
Malam hari, selesai makan malam. Archie kembali meminta haknya sebagai suami diatas ranjang mereka. Seperti pernyataannya sore tadi, ia benar-benar tidak membiarkan Auryn tidur lelap.
__ADS_1
"Ar, aku lelah." Keluh Auryn. Wanita itu sedikit kualahan mengikuti nafsu suaminya yang tak berkesudahan itu.
"Hanya satu kali lagi heum. Setelah itu kita benar-benar tidur." Ujar pria itu dengan mata yang berkabut.
"Ar…" rengek Auryn mengiba.
"Baiklah. Kita selesai." Archie beranjak dari posisinya tadi, beralih memeluk erat tubuh tanpa busana wanitanya.
Hampir satu jam, tapi Auryn belum juga memejamkan matanya. Pikirannya mengelana entah apa, pastinya wanita itu belumlah mengantuk.
"Ar,-" panggil Auryn, sementara Archie, pria itu sudah memejamkan matanya.
"Apa? Kau berubah pikiran?" Dengan malas, Archie membuka matanya.
"Tidak. Bukan itu!"
"Aku mengantuk Auryn." Archie kembali memejamkan matanya.
"Ar, aku mau kau berjanji satu hal pada ku." Pinta wanita itu.
"Apa?"
"Jika kelak, ada hal buruk terjadi pada pernikahan kita, atau pernikahan kita tidak berhasil. Aku mohon, untuk tetap menjaga dan mengawasi Yumi." Auryn menatap jauh kesembarang arah.
"Jangan membahas ini lagi. Apa kita akan berdebat setelah kegiatan ranjang kita?" Ia menatap lekat sorot mata istrinya itu.
"Aku tidak berdebat, aku hanya minta kau berjanji. Itu saja." Sanggah Auryn.
"Baiklah. Aku berjanji. Sekarang tidurlah." Ditariknya Auryn masuk dalam dekapannya. Satu tangan pria itu digunakan untuk memgusap kepala Auryn dan tangan satu lagi untuk mengusap punggung putih wanita itu.
^^^^
Segini dulu. Untuk pertama kalinya, saya ngetik pendek. Meski biasanya juga tidak panjang sih.
__ADS_1