
▪︎▪︎▪︎▪︎
Waktu berjalan cepat, tidak terasa seminggu telah berlalu. Tepat esok hari, Auryn akan melepas masa lajangnya dan akan berganti status menjadi seorang istri.
Tidak ada yang spesial bagi Auryn malam ini sebab gadis itu hanya berdua saja dengan adiknya Yumi dirumah. Tidak seperti gadis lainnya yang akan menghabiskan malam sebelum pernikahan dengan berkumpul bersama saudara sejawat dan sahabatnya untuk mengadakan pesta lajang.
"Kak, bagaimana kalau kita keluar bertiga bersama Kak Kate?" Ajakan Yumi, membuat Auryn yang semula berbaring di ranjang karena sedang memakai masker wajah terbangun karenanya.
"Untuk apa? Ini sudah malam." Imbuh Auryn dengan bicara yang kurang jelas sebab kulit wajahnya yang tertarik karena masker wajahnya yang perlahan mulai mengering.
"Kita adakan pesta lajang kecil-kecilan untuk kakak." Sambar Yumi cepat.
"Kau ini ada-ada saja. Tidak usah." Sahut Auryn masih dengan kata yang kurang jelas.
Setelah masker yang tadi membungkus wajah Auryn kering sempurna, gadis itu beranjak ke kamar mandi ubtuk membilasnya menggunakan air hangat agar melembabkan wajah cantiknya. Kemudian ia kembali ke ranjang untuk menemui Yumi, malam ini gadis itu merengek minta tidur bersama karena itu tidak akan bisa mereka lakukan lagi.
"Masih belum tidur?" Tanya Auryn melihat Yumi senyum-senyum sendiri dengan layar ponselnya.
"Belum mengantuk Kak. Ini, kak Kate ada-ada saja." Jujur Yumi karena memang dia sedang berbagi pesan dengan Kate.
"Oh ya Yumi, setelah menikah mungkin kakak akan ikut dan tinggal bersama dengan Archie." Auryn harus membahas itu, dan sekaranglah waktu yang tepat pikirnya.
"Ah, tentu saja. Kalian kan sudah menikah." Ujar gadis itu lirih.
"Begini, apa kau mau ikut bersama kami? Maksud kakak tinggal dengan kami." Tutur Auryn hati-hati takut adiknya itu akan tersinggung atau apalah.
"Tapi Kak-"
"Kami sudah membahasnya, dan Ar setuju. Sekarang hanya kau satu-satunya saudara yang kakak miliki, Yumi. Kakak tidak mau kau tinggal dan hidup sendiri sementara kau sudah menjadi tanggung jawab kakak. Dan bukan hanya karena itu, kakak juga sangat menyayangi mu." Auryn merengkuh kedua sisi pundak Yumi, meyakinkan gadis itu akan keputusannya.
"Baiklah Kak. Terima kasih banyak, Yumi juga sangat menyayangi kakak." Yumi memeluk Auryn erat.
^^^^
__ADS_1
Tepat pukul sembilan malam, dirumah Auryn terdengar suara ketukan pintu dari luar. Dua gadis beradik kakak itu yang baru saja akan tidur sedikit terganggu karenanya.
"Siapa kak?" Tanya Yumi, mereka mendudukkan tubuh mereka dari posisi yang tadinya bersiap tidur.
"Tidak tau. Sebentar kakak lihat." Auryn berdiri berjalan keluar kamar untuk melihat siapa yang datang bertamu malam-malam begini.
"Aku ikut Kak." Seru Yumi. Dalam benak gadis itu terpikir sesuatu yang buruk, ia takut jika yang datang adalah orang jahat dan berniat menculik kakaknya, agar pernikahan mereka batal dan orang yang menyuruh penculiklah, yang akan menikah dengan calon suami kakaknya.
Mereka berjalan beraturan dengan Yumi berada dibelakang seperti orang takut. Ia bersikap demikian sebab sewaktu sore tadi gadis itu menonton film yang seperti itu kisahnya.
Ceklek
"Kak Kate." Sapa Auryn pada tamu itu yang tak lain ialah Kate. Tetangga sekaligus sahabatnya membuat Yumi yang tadi memejamkan matanya erat karena takut, kini menghembuskan nafas lega.
"Kau kenapa Yumi?" Tanya Kate yang heran melihat tingkah gadis itu.
"Tidak kenapa-napa Kak, tadinya mau mengagetkan Kakak tapi gagal." Alasannya dengan cemberut yang dibuat.
"Kau ini ada-ada saja. Kalian ayo bersiap." Suruh Kate pada dua gadis itu.
"Tidak kemana-mana, Mama mengajak kalian untuk menginap dirumah." Tukas Kate.
"….." kedua gadis itu saling berhadapan kemudian.
"Ayolah, Mama mau menginap bersama anak-anak gadisnya sebelum salah satu dari kita menikah." Sambung Kate dengan menyenggol bahu Auryn pelan.
"Baiklah Kak." Auryn mengiyakan. Dalam hati ia terharu karena ternyata ia dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.
^^^^
Tidak disangka ternyata di rumah Kate yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil itu, mereka mengadakan pesta lajang untuk mereka. Ya, tidak hanya untuk Auryn tapi Archie juga ada disana.
Sebenarnya, mereka tidak menyebut ini sebagai pesta lajang sebab yang hadir disana semua keluarga mereka. Hanya saja yang masih single, disana ada Aldric juga Seth dan tentunya juga ada Cassey dan Cerry, lalu Aiden dan satunya lagi Lyan yang ternyata sahabat Archie
__ADS_1
"Ar…" gumam Auryn begitu calon suaminya itu mendekat kearahnya.
"Aku tidak tau, Bibi July menyiapkan ini semua." Ungkap Archie sembari mengedarkan matanya melihat tepian kolam renang yang ada dibelakang rumah Kate disulap menjadi tempat barbeque. Ya, mereka lebih senang menyebutnya sebagai pesta barbeque.
"Iya. Kenapa harus repot-repot seperti ini?" Auryn menyetujui ucapan Archie.
"Ya sudah. Ayo kita kesana, ikut bergabung bersama mereka." Tak lupa Archie merangkul mesra pinggang gadis yang beberapa jam lagi akan menjadi wanitanya.
Mereka semua tidak lepas dari canda tawa dan juga selalu menggoda calon pengantin itu. Namun di dua sudut berbeda ada dua orang yang terlihat tidak ikut kegembiraan itu. Salah satunya Cerry, hati wanita itu seperti ditusuk-tusuk, perih rasanya. Sedangkan Aldric, meski sesekali ikut tersenyum namun rupanya itu hanya tertuju pada sosok Auryn seorang, bibirnya akan melengkung keatas manakala netranya menangkap senyum diwajah gadis yang akan menjadi adik iparnya itu.
"Kakak, setelah menikah nanti, kalian harus punya anak secepatnya. Sudah lama sekali di keluarga kita tidak ada baby yang menggemaskan." Riuh Cassey dengan semangat.
"Benar kau Case. Bibi juga sangat menginginkan cucu, sebelum anak nakal ini menikah, sementara Bibi berharap banyak pada kalian berdua." Sahut July seraya tangannya mencubit kecil lengan Kate.
"Mama…" keluhnya dengan kesal dibuat-buat.
"Setelah kalian menikah nanti, ingatlah untuk saling menghargai dan menghormati antara suami dan istri. Yang ingat tugas bukan hanya istri, suami pun begitu. Disaat kalian sudah memutuskan untuk menikah, itu artinya kalian sudah memilih jalan hidup kalian sendiri. Tidak ada lagi orang tua sebagai sandaran kalian, yang ada istri bersandar pada suami, dan suami berbagi rasa pada istri." July menyatukan tangan mereka bedua.
"Terima kasih wejangannya Bi, doakan rumah tangga kami kelak selalu baik-baik saja dan selalu harmonis seperti generasi sebelumnya. Dan Ar juga janji akan selalu memprioritaskan istri dan keluarga kelak." Archie meresapi setiap nasehat yang dikatakan Bibinya.
Lepas dari keharuan, Archie meminta waktu mereka semua. Nampaknya pria itu hendak menyampaikan sesuatu yang penting. Ia berdiri di depan sahabat dan saudaranya, menarik Auryn lebih dekat.
"Mungkin ini sedikit terlambat, tapi lebih baik dibanding tidak sama sekali. Auryn, maukah kau menjadi istriku, pendamping hidupku, yang menyambut ku pulang bekerja, dan orang pertama dan terakhir saat aku membuka dan menutup mata. Serta menjadi ibu dari anak-anakku, dan nenek dari dari cucuku kelak?" Lamaran yang terlambat juga tidak romatis itu berhasil membuat Auryn terharu.
"Ya Ar, aku bersedia." Tepat setelahnya terdengar tepuk tangan dan kekaguman dari semua yang ada disana. Tidak hanya itu, Archie juga menghadiahkan sebuah kalung cantik sebagai tanda lamarannya.
▪︎▪︎▪︎▪︎
Stay read terus ya dear dan tidak lupa saya ingatkan untuk memberikan dukungan dalam bentuk LIKE, COMMENT dan VOTE.
Sebelumnya jangan lupa untuk ditambahkan dulu ke favorite kalian ya.
__ADS_1
TERIMA KASIH