
▪︎▪︎▪︎▪︎
"Kakak mau kemana?" Seth bertanya saat Archie yang melintas di depannya.
"Menemui Dokter yang menangani Ibu Auryn." Singkat Archie.
"Oh. Kak Auryn mana?" Sekarang Cassey yang bertanya, ia cukup penasaran dengan wanita yang jadi kekasih Kakak sepupunya itu.
"Sedang tidur." Saut Archie.
"Jangan ganggu dia!" Tambahnya lagi dengan cepat memperingati adik-adiknya karena mereka terlalu bersemangat.
"Te-tentu Kak. Ka-kakak tidak usah khawatir." Saut Seth tergagap.
Usai memperingati adik-adiknya, Archie berlalu untuk menemui Dokter yang ruangannya tepat bersebelahan antara Icu juga ruangan dimana Auryn beristirahat.
Tok tok
"Masuk." Terdengar sahutan dari dalam ruangan ketika Archie mengetuknya.
"Ah Tuan Archie, silakan duduk Tuan." Sapa Dokter berperawakan bule tersebut.
"Bagaimana keadaan Nyonya Melodi sekarang?" Tanya Archie tanpa basa-basi.
"Belum ada perkembangan sama sekali Tuan, tapi untuk saat ini beliau sudah siuman." Terlihat Dokter itu menghela nafas berat.
"Itukah yang dikatakan seorang Dokter? Mana usaha kalian? Tunjukkan kemampuan mu Dokter." Nada suara Archie memang datar, tapi jelas tersirat kekesalan disana.
"Maaf Tuan."
"Maaf. Apa dengan maaf Ibu wanita itu bisa sembuh?" Archie mengeraskan rahangnya.
"Ini Tuan, datanglah ke sini." Tidak tau lagi harus menjawab apa, Dokter itu hanya memberikan sebuah alamat pada Archie.
"Tempat apa ini?" Archie masih dalam emosi.
"Seorang kenalan saya dulu juga pernah sakit seperti ini. Ada kenalannya juga yang menunjukkan tempat it-"
"Aku tanya tempat apa ini?" Garang Archie.
"Tempat pengobatan tradisional Tuan, tempat dimana pihak rumah sakit tidak melakukan pengobatan semacam itu." Jelas Dokter itu dengan sabar.
"Baiklah." Setelahnya ia beranjak begitu saja tanpa terima kasih.
"Hah, persis sekali dengan Paman Zach saat muda." Ya, Dokter itu kenal baik dengan keluarga Zach karena ia merupakan cucu dari Dokter Max, Dokter keluarga Alterio.
^^^^
Selesai mandi dan berganti pakaian dengan yang dibawakan Archie tadi, Auryn menghampiri Ibunya di ICU. Begitu keluar, gadis itu kembali mendapati Seth dan Cassey di bangku tunggu didepan pintu.
"Eh, kalian masih disini?" Tanya Auryn terheran.
"Tentu saja, bahkan kita saja belum berkenalan lebih lanjut." Ujar Cassey riang.
"Berkenalan lebih lanjut?" Tiada habis keheranan Auryn dengan kelakuan dua bocah itu.
"Kita kan akan jadi saudara ipar nantinya Kak." Timpal Cassey, sementara Seth, ia sibuk bermain game dengan ponselnya.
"Hah, sudahlah. Saya mau melihat Ibu sebentar, kalau kalian mau ikut silakan nanti menunggu di depan ruangan. Tapi jika mau pergi silakan saja." Terang Auryn, sebab ia sedikit canggung dengan mereka.
__ADS_1
"Kami ikut." Sahut mereka serempak yang entah sejak kapan Seth ikut menyimak pembicaraan mereka.
"…" tanpa suara, Auryn menganggukkan kepalanya sebagai respon.
"Sejak kapan Ibu siuman?" Auryn bertanya pada Ibunya saat sudah berada disana. Sedangkan dua bocah itu, seperti katanya tadi mereka menunggu diluar.
"Sepeninggal kau tadi mungkin." Jawab beliau pelan.
"Kenapa mereka tidak memberitau Ryn?" Desah Auryn kecewa.
"Ibu yang melarang, Ibu tau kau pasti lelah dan tidak tidur semalaman." Jelasnya
"Syukurlah, Ibu sudah bangun. Ryn takut Bu." Auryn mengungkapkan ketakutannya.
"Kenapa semenjak punya kekasih kau malah semakin manja heum? Harusnya kau bermanja dengan Archie, bukan dengan Ibu." Tuturnya pelan
"Ibuu.." rengeknya.
"Ryn.." panggil Melodi lirih.
"Ya Bu, apa Ibu mau sesuatu?" Tanyanya lembut.
"Apa kau mencintai Archie?" Ditatapnya Auryn serius.
"Te-tentu saja, jika tidak bagaimana bisa kami jadi kekasih. Hehe.." ucap Auryn diakhiri tawa yang dipaksakan.
"Apa kau yakin Archie bisa melindungimu?" Raut wajah pucat Melodi seketika menjadi serius.
"Kenapa Ibu bicara begitu? Apa Ibu akan meninggalkan Ryn?" Auryn semakin takut saja dengan pertanyaan Ibunya itu
"Jawab saja."
"HAh…" melodi menghela nafas dalam lalu menghembuskannya pelan.
"Ryn, Ibu mau kembali ke ruang rawat saja. Ibu tidak nyaman disini." Pinta Melodi pada putrinya.
"Tapi Bu-" melihat wajah memelas Ibunya, Auryn jadi tidak tega.
"Baiklah. Ibu tunggu sebentar, Ryn tanya ke Dokter dulu." Sebelum keluar, Auryn mengecup lama kening Ibunya.
^^^^
Dokter yang iba dengan wajah memelas juga pucat Melodi terpaksa mengiyakan permintaan wanita paruh baya itu. Mereka takut jika tidak dituruti beliau akan kembali menurun kondisinya. Jadilah sekarang ruang rawat Auryn ramai karena adanya dua bocah itu.
"Apa kalian ini sedang berkencan?" Dengan adanya kehadiran mereka, setidaknya Melodi merasa sedikit terhibur.
"Bibi ini, mana mungkin kami berkencan. Kami ini sepupu." Sungut Cassey tidak terima.
"Begini ya Bibi, jikalau pun kami tidak sepupuan, aku juga tidak sudi mengencani wanita seperti dia. Cerewet, manja dan urak-urakan." Ejek Seth pada adik sepupunya itu.
"Apa kau bilang? Awas kau ya." Geram Cassey berteriak.
"Kakakkk…" pekik Cassey seraya sembunyi dibalik punggung Auryn.
"Kesini kau!!" Ujar Seth coba meraih Cassey.
Ceklek
Masih salam situsai ribut antara dua bocah itu, tiba-tiba Aldric masuk menghampiri mereka.
__ADS_1
"Heh kalian, dimana saja selalu ribut. Jaga sikap kalian." Tegur Aldric yang baru masuk.
"Al." "Kak Al." "Kakak." Seru Auryn juga Seth dan Cassey bersamaan.
"Selamat siang Bi. Bagaimana kabar Bibi hari ini?" Sapanya seraya meletakkan sekantong bingkisan diatas nakas tepat disamping ranjang Melodi.
"Siang juga nak Aldric, baik." Sahutnya tersenyum.
Tidak lama mereka berbincang yang juga di sertai keributan Seth dan Cassey datanglah Chris. Sontak saja itu membuat mereka terheran.
"Bibi…" "Mamaa…" panggil mereka serempak.
"Heh. Kalian kesini." Sapa Chris balik. Namun saat bertatap dengan Melodi, senyum yang tadi ditampilkan untuk anak dan keponakannya seketika berubah dengan senyum sinis.
"Sebaiknya kalian keluar anak-anak, kasian Bibi Melodi beliau harus istirahat." Titah Chris menyuruh mereka keluar.
"Yah Mama.." keluh Cassey.
"Mama juga mau membicarakan suatu hal penting dengan Bibi Melodi." Bisik Chris pelan.
"Ah..pasti soal hubungan Kak Ar dan Kak Auryn Ma." Pekik Cassey girang.
^^^^
Sampai malam hari Archie belum juga datang ke rumah sakit. Auryn sedikit resah dibuatnya, karena Seth bilang pria itu hanya keluar sebentar setelah menemui Dokter.
Sekarang hanya tersisa Auryn dan Aldric karena kedua beradik sepupu itu sudah pulang dibawa oleh Chris.
"Kau terlihat gelisah, sedang memikirkan apa?" Aldric sedikit menggeser tububnya ke arah Auryn duduk
"Tidak. Aku sedang tidak gelisah." Elak Auryn.
"Dia pasti baik-baik saja, kalau begini pasti Ar sedang melakukan satu hal yang penting." Imbuh Alric yang tau bagaimana sifat Adik kembarnya.
"Begitukah?" Tanggap Auryn setengah percaya.
"Heumm.." gumam Aldric tersenyum, tak lupa tangannya mengusap lembut pucuk kepala Auryn. Sedang gadis itu yang tidak menduga Aldric akan melakukan hal itu hanya diam saja tanpa mengelak.
"Eherm.." terdengar suara seseorang mengalihkan perhatian mereka.
"Ar…" Auryn yang terkejut sontak saja lansung berdiri menghampiri pria itu.
"Sebaiknya kau pulang Al, Mommy menanyakan mu sedari tadi." Ujarnya datar tapi lebih ke mengusir saudara kembarnya itu.
Singkat cerita, usai mengusir Aldric, Archie kembali menemani gadisnya malam ini. Saat ini ia hanya berdua saja dengan Melodi di dalam kamar rawat sementara Auryn, ia membelikan Archie makanan karena pria itu belum makan malam sama sekali.
"Nak Ar…" panggil Melodi pada Archie yang sedang sibuk dengan sebuah laptop dipangkuannya.
"Ada apa Bibi?" Sejenak ia menghentikan kegiatannya untuk menyimak apa yang akan disampaikan wanita itu.
"Tinggalkan Auryn-"
▪︎▪︎▪︎▪︎
Minta dukungannya dong teman-teman..
Tekan LIKE dan tinggalkan COMMENT kalian..
Author juga butuh VOTE loh, biar lebih semangat lagi ngetiknya
__ADS_1
TERIMA KASIH