
▪︎▪︎▪︎▪︎
Setelah kejadian Archie minta maaf dimalam pertengkaran mereka, nyatanya, semua masih tidak baik-baik saja, hubungan mereka masih tetap dingin.
Di hotel, sudah menjadi rahasia umum jika hubungan mereka sedang renggang. Terang saja, orang-orang yang tidak menyukai Auryn bersorak kegirangan, tidak terkecuali Chris yang di infokan oleh orang suruhannya Leslie.
Auryn yang baru saja datang bersama supir, lansung disambut cibiran oleh beberapa rekan yang berpapasan dengannya. Tidak hanya cibiran, mereka juga menghina Auryn yang hanya menginginkan harta dan juga Archie yang hanya mempermainkannya saja.
Auryn bersikap acuh agar tidak terpengaruh hingga membuatnya semakin terpuruk.
Bruk
Byurr
Baru membukan pintu ruangan loker, Auryn disambut dengan guyuran air dingin. Pagi yang mendung tentu saja membuat Auryn menggigil sebab hari juga masih pagi.
"Nikmati itu Auryn. Karena kau memang pantas mendapatkannya." Seru Leslie senang. Puas melihat Auryn yang basah kuyup karena ulahnya, ia berlalu begitu saja hendak pergi. Namun Auryn menahannya, bukan Auryn namanya jika ia diam saja diperlakukan seperti ini.
"Nona Leslie. Anda pikir saya akan diam saja? Anda salah orang kalau begitu!" Dengan gesit, Auryn meraih air mineral yang memang selalu ia simpan dilokernya, untuk kemudian ia siramkan ke wajah Leslie.
"Kurang ajar! Beraninya kau!!" Tak kalah gesit dari Auryn, wanita itu meraih rambut hitam istri dari bosnya itu. Dalam hitungan detik saja, kepala Auryn mendarat dengan mulus di dinding beton bangunan hotel itu.
"Argh.." terdengar ringisan kecil bibir tipis merah jambunya. Sementara Leslie wanita itu segera pergi sebelum Auryn membalas serangannya, karena Auryn bukanlah wanita yang lemah seperti dugaannya.
"Rasakan itu!!"
Sepeninggal Leslie, dengan sempoyongan Auryn berdiri dengan berpegangan pada dinding. Ia akui dorongan wanita itu cukup kuat, bisa dilihat Auryn yang merasa pusing dikepalanya.
▪︎▪︎▪︎▪︎
Siang ini, terlihat Aldric berkunjung ke hotel milik adik kembarnya. Pria itu berjalan dan tentu saja mencuri perhatian setiap wanita yang ada disana.
"Permisi Nona, apa NonA Kate ada ditempat?" Dengan sopan, Aldric bertanya lebih dahulu kebagian resepsionis. Sebenarnya, itu hanyalah untuk sekedar berbasa-basi.
"Ada Tuan Aldric, Nona Kate belum ada terlihat keluar sama sekali." Wanita yang sedang bertugas itu bertindak seanggun mungkin demi menarik perhatian Aldric.
"Baiklah. Terima kasih." Aldric berbalik, baru dua langkah ia kembali membalik tubuhnya kearah wanita tadi.
"Senyum anda sangat manis Nona. Tapi alangkah baiknya jika itu lebih natural tanpa dibuat-buat." Wanita itu yang awalnya tersenyum senang, kini terpaksa mengulum senyum mendengar penuturan Aldric yang seolah mencemoohnya.
"Wahh…bagus sekali kau ya Kate. Kau yang butuh bantuan ku, tapi malah aku yang menghampiri mu." Sindir Aldric ke kakak sepupunya itu.
"Sekali ini saja Al." Kate memasang wajah tanpa dosanya.
__ADS_1
"Ya, ya. Jadi, dimana kalian akan menikah?" Ya, Kate berencana akan menikah dengan kekasih.
"Sepertinya diswiss. Bagaimana menurut mu?"
"Bagus, sekalian saja kalian honeymoon disana." Tambah Aldric sebagai bentuk dukungannya.
"Memang seperti itu rencananya." Kate menimpali usulan Aldric.
"Maaf, tapi jangan tersinggung Kate. Biasanya kau selalu meminta bantuan Ar, kenapa sekarang tidak? Kalian baik-baik saja bukan?" Tanya Aldric sedikit heran.
"Kami baik-baik saja. Ya, kau tau sendiri kan Al, adik kita itu orangnya keras. Aku yakin, dia pasti akan menentang rencana kami ini. Maka dari itu aku butuh bantuan mu." Imbuh Kate menjelaskan.
"…." Aldric hanya manggut sebagai responnya.
"Bagaimana dengan Bibi?" Kini Aldric mengkhawatirkan reaksi Bibinya, sedangkan Archie saja sudah pasti menolak apalagi Ibunya.
"Mungkin kami akan menemuinya setelah resmi menikah nanti." Memang itulah rencana Kate.
"Baiklah. Jika kalian butuh sesuatu nanti, lansung saja hubungi aku." Aldric benar-benar mendukung penuh hubungan mereka.
^^^^
Memasuki jam makan siang, Auryn diajak Kate untuk makan siang bersama dengannya dan Aldric. Sebenarnya, Kate juga mau meminta bantuan adik iparnya itu. Egois memang, disaat Auryn sedang menghadapi masalah dalam rumah tangganya, Kate malah akan menambah lagi beban Auryn.
"Ryn, bisa aku minta bantuan mu?" Kate buka suara setelah Aldric memberi kode untuk ia bicara.
"Aku akan menikah dalam waktu dekat ini, kau mau kan menjadi saksinya?" Pinta Kate to the point sembari menggenggam erat tangannya.
"Menikah? Kenapa mendadak begini?" Terkejut, tentu saja. Tapi Auryn tidak berani bertanya sebab itu privasi Kate.
"Ya. Karena ada satu hal yang belum bisa ke ceritakan sekarang." Jelas Kate.
"Mm…baiklah kak. Ryn mau menjadi saksi pernikahan kak Kate." Sejenak Auryn mengesampingkan masalahnya, ia bahagia mendengar kabar bahwa sahabatnya itu menikah jua akhirnya.
Drtt
Ponsel Kate berdering karena panggilan masuk. Binar bahagia menghiasi wajahnya manakala melihat siapa yang menghubunginya.
"Ya Ken?"
"…."
"Sudah. Adik dan adik ipar ku yang akan menjadi saksi di akta nikah kita."
__ADS_1
"…."
"Kau tenang saja. Baiklah, aku akan kesana sekarang." Kate beranjak dari duduknya setelah menutup panggilan. Sepertinya wanita itu akan menemui kekasih yang sekarang menjadi calon suaminya.
^^^^
Diwaktu bersamaan, Archie yang akan makan siang tidak sengaja menangkap sosok siluet yang mirip istrinya. Setelah didekati ternyata memang benar itu Auryn.
Darah Archie mendidih, mendapati istrinya sedang menikmati makan siang bersama Kakak kembarnya. Ya, karena Kate sudah pergi jadilah mereka hanya berdua saja.
"Heh, benar kata orang. Buah tidak akan pernah jatuh jauh dari pohonnya. Dan itu persis dengan kau!" Lansung saja Archie mencerca mereka yang masih menikmati santap siang.
"A,-Arr…" Auryn yang terkejut jadi tergagap. Bagaimana tidak, ia seperti baru saja terpergok berselingkuh oleh suaminya sendiri.
"Ikut Aku sekarang!" Disambarnya cepat tangan Auryn, kemudia dengan setengah diseret dibawanya wanita itu pergi dari sana.
"Ar, jangan kasar seperti itu. Dia istri mu, ingat itu." Ingat Aldric yang tidak bisa diam saja melihat Auryn dikasari.
"Diam!!" Bentak Archie. Ia kembali melanjutkan langkahnya membawa Auryn pergi dari sana.
"Lepas Ar, sakk,- it.." rintih wanita itu. Seakan tuli, Archie tidak menggubrisnya sama sekali.
Pria itu masih terus saja menyeret istrinya, hingga kini mereka sampai di ruangannya. Dengan kasar, dihempaskan Auryn di ranjang besar itu.
"Ar, kau salah paham. Kami tidak makan berd,-"
"Diam!! Aku tidak butuh penjelasan dari bibir kotor mu itu!" Kata-kata Archie sukses membuat Auryn terdiam. Archie hari ini lebih menakutkan dibanding pertengkaran mereka hari itu.
"Kau benar-benar tidak lebih baik dari Ibu mu rupanya. Kau pasti kesepian selama kita masih bertengkar, tapi kenapa harus saudara ku Hahh!!" Hardik Archie kasar, dan itu sukses melukai ego Auryn.
Plakk
"Jangan sekali-sekali lagi kau menjelekkan Ibu ku. Cukup aku saja yang kau sakiti Ar, tapi tidak dengan Ibu ku!" Auryn pun tak kalah meninggikan suaranya.
"Beraninya kau menampar ku! Kau kesepian bukan, butuh kepuasan. Baiklah, akan ku puaskan kau seharian ini!!" Dengan kasarnya, Archie menimpa tubuh ringkih Auryn.
Hari ini, untuk pertama kalinya, Archie benar-benar memperlakukan Auryn dengan kasar. Tidak terhitung berala kali ia melakukannya dan baru berhenti saat kesadaran Auryn sudah diambang batasnya.
Sebenarnya, pria itu masih belum puas akan hasrat yang didominasi kemarahan. Tapi melihat keadaan Auryn yang sudah tidak berdaya membuat rasa itu muncul lagi, rasa Iba yang didominasi rasa sayang.
Sejenak ia ikut merebahkan tububnya disamping Auryn. Dibelainya wajah Auryn sekilas, sementara wanita itu sudah memejamkan matanya karena lelah tubuh juga hati.
Sekilas Archie melihat kening istrinya sedikit membiru. Disentuhnya ruam itu hingga sang empunya sedikit meringis dalam tidurnya.
__ADS_1
"Kenapa dengan kening mu? Siapa yang melakukan ini?" Tidak terima wanitanya disakiti orang lain, sementara ia sendirilah yang lebih menyakitinya terlalu dalam.
▪︎▪︎▪︎▪︎