
▪︎▪︎▪︎▪︎
Setelah pembicaraan mereka yang menguras emosi tadi, kini gadis itu terlelap dalam dekapan Archie. Usai pria itu membatalkan pertemuan pentingnya, ia memutuskan untuk menemani gadisnya itu beristirahat. Ia tau Auryn pasti lelah, tidak hanya fisik tapi pikirannya juga, disaat kesedihannya ditinggal Ibunya belum hilang sepenuhnya dia malah dihadapkan dengan keputusan sepihak ini.
Drtt
Baru saja akan ikut memejamkan matanya, ponsel itu lagi-lagi mengganggu kegiatan Archie. Dengan malas ia beranjak duduk meraih ponselnya yang sengaja ia letakkan di nakas samping ranjang.
"Mommy…" gumamnya. Lalu menerima panggilan dari wanita yang sangat disayanginya itu.
"Ya Momm, ada apa?" Sapa Archie berupa pertanyaan.
"Tidak sayang, Mommy hanya mau bertanya saja. Apa kau sudah bertemu Auryn hari ini? Sedari tadi Mommy hubungi ponselnya tapi tidak ada jawaban." Adu Celo dari seberang sana.
"Nanti Ar akan menemuinya," jawabnya asal, tidak mungkin juga ia jujur bahwa gadis itu sedang tidur disampingnya. Bisa-bisa Ibunya itu akan salah paham dan malah mempercepat pernikahan mereka.
"Baiklah. Terima kasih sayang." Ucap Celo sebelum mengakhiri sambungan mereka.
"Ya Momm." Balas Archie.
Akhirnya pria itu bisa tenang sekarang, melihat gadisnya tidur dengan damai, ia pun jadi ikut mengantuk. Tak lama Archie pun ikut menyusul Auryn ke alam mimpi.
^^^^
Tiga jam sudah Auryn terlelap dalam pelukan Archie, perlahan mata bulat gadis itu mengerjakan pelan menyesuaikan dengan kesadarannya. Auryn yang tertidur dalam posisi terlentang merasakan berat diperutnya, tidak hanya itu hembusan nafas hangat juga menerpa leher sampingnya.
Meski takut untuk menoleh, tapi rasa ingin tahu mengusai pikirannya yang menggiringnya untuk menoleh pada sang empunya nafas.
Deg
"Astaga! Bagaimana aku bisa tidur bersama pria mesum ini? Sudah dua kali seperti ini, bodoh kau Auryn!!" Bibir kecil tipis gadis itu bergerak menggerutu.
"Kenapa?" Terdengar suara selain suaranya, sekali lagi auryn menoleh ke arah pria itu dan, bingo! Archie membuka matanya.
"Lepas Ar, berat." Wajah Auryn memelas, sungguh pelukan Archie sangat erat ditubuhnya.
"Ini saja sudah berat, bagaiman jika aku yang berada di atas tubuh mu? Seperti ini-" tidak menunggu reaksi gadisnya Archie menggulingkan tubuhnya setengah menindih tubuh Auryn.
"Arr…" pekik Auryn menahan dada keras Archie. Kini pria itu telah berganti pakaian dengan pakaian casual karena ia sudah membatalkan semua janji dan pekerjaannya.
"Apa heumm?" Matanya menelisik wajah manis Auryn.
__ADS_1
"Berat, panas.." lirih Auryn, karena mereka berbalut selimut tebal ditambah lagi Archie menimpa tubuhnya jadilah terasa panas.
"Panas? Baiklah, biar ku bantu membukakan pakaian mu, dengan begitu panasnya akan berkurang." Goda Archie dengan senyum yang menurut Auryn mesum.
"Ar.." lagi pekikan Auryn menggema, tanganya lun tidak tinggal diam begitu saja dengan tenaga penuh dipukulnya lengan Archie yang dekat dari jangkuannya.
"Hentikan Auryn! Au..au.." walaupun sebenarnya tidaklah terasa, Archie tetap mengaduh layaknya kesakitan.
"Rasakan ini…rasakan…" geram Auryn terus saja memukul kekasihnya dengan membabi buta.
Mau tidak mau Archie menggenggam kedua tangan gadis itu lalu ditariknya keatas kepala. Dari wajah tatapan Archie beralih ke bibir mungil nan tipis Auryn, rasa candu itu kembali membuncah di dadanya, tangan sebelah Archie yang bebas digunakan untuk mengusap bibir yang membuatnya selalu ingin itu.
Entah siapa yang memulai duluan, yang jelas kini merasa saling menyatukan bibir dan mengecap satu sama lain. Auryn, yang rendah pengalaman hanya mengikuti arahan dari prianya.
"Ehermm…" jika saja suara deheman seseorang tidak menginterupsi kegiatan mereka entah apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Shitt!!" Umpat Archie merasa kesenangannya terganggu. Dengan malas, ia beranjak dari tubuh gadisnya lalu menoleh kearah sumber suara.
"Sedang apa kau disini?" Tanya Archie dingin.
^^^^
Auryn turun ke lantai bawah, untuk mengganti pakaiannya dengan seragam yang semestinya. Karena kedatangan seseorang tadi, Archie memintanya meninggalkan mereka berdua.
"Ada suatu hal penting tadi kak." Auryn beralasan.
"Mm…kebetulan sekali ya, tadi Ar juga membatalkan semua pekerjaan penting karena suatu hal penting juga." Kate berekspresi sedang berpikir keras sekarang.
"Y-ya mana Auryn tau Kak Kate." Elak Auryn terbata.
"Mm…benarkah?" Pancing Kate masih penasaran.
"…" Auryn menganggukkan kepalanya gusar.
"Ternyata benar kata orang, ranjang bisa menyelesaikan masalah." Cibir Kate, sebenarnya ia tau bahwa mereka tidur bersama barusan. Ya, hanya tidur dan Kate tau itu.
"Apa? Mm..maksudku, apa maksud Kak Kate?" Auryn menjadi dungu karena malu sebab ia baru saja tertangkap basah.
"Tidak apa-apa. Hahaha, wajah mu sangat lucu Ryn." Kate tertawa setelah puas menggoda gadis yang sebentar lagi akan menjadi adik iparnya.
"Tapi apa benat kalian hanya tidur saja? Ah…tidak seru." Kesal Kate kecewa.
__ADS_1
"Memang kakak mau kami melakukan apa?" Tanya Auryn polos.
"Ya, membuat bayi yang lucu mungki." Kate mengedikan bahunya.
"Kami belum menikah Kak." Elak Auryn.
"Tidak ada salahnya, lebih cepat lebih baik." Ujar Kate lagi setengah berbisik. Kemudia mereka tertawa lepas bersama.
^^^^
"Apa yang baru saja kau lakukan pada gadis itu? Jangan macam-macam Ar?" Gertak Aldric. Ya, orang yang mengganggu kegiatan dua insan tadi ialah Aldric dan kenapa ia bisa masuk, tentu saja karena Archie memberi akses untuk keluarganya.
"Kenapa? Toh sebentar lagi kami juga akan menikah, apa salahnya sekarang atau nanti. Kami akan tetap tidur bersama akhirnya bahkan lebih." Archie memanas-manasi kakak kembarnya tersebut.
"Kau hanya akan menyakitinya Ar, sebaiknya hentikan permainan mu itu." Tegas Aldric suaranya pun sedikit meninggi.
"Kenapa?" Archie sengaja semakin mengejek Aldric.
"Jika alasan mu memilih Auryn agar tidak menyakiti ku dan Cerry, sebaiknya kau hentikan. Dia tidak ada hubungannya dengan semua ini." Amarah Aldric akhirnya meluap tanpa bisa ditahan lagi.
"Heh, akhirnya kau bisa juga memikirkan perasaan seseorang." Cibir Archie ketus.
"Sebelum terlambat Ar. Hentikan semua ini. Kau bisa menikah dengan Cerry, dan aku yang akan menikahi Auryn." Aldric tidak mau menyerah begitu saja.
"Kau pikir aku menikahi gadis itu karena kalian? Kau salah Al, sedari awal pertemuan kami, dia sudah menjadi milikku dan sampai kapan pun itu tidak akan pernah berubah." Ujar Archie dengan lebih penekanan.
"Sekali egois kau tetap egois Ar!" Cerca Aldric pada adik kembarnya itu.
"Terserah." Karena perdebatan mereka tidak menemukan akhir yang baik, Aldric memilih pergi dadi sana sebelum mereka benar-benar bertengkar hebat.
"Kau yang egois Al, kau selalu menginginkan apa yang aku miliki." Lirih Archie menatap punggung kakaknya.
Sebenarnya ia tidak mau berada dalam perang dingin ini dengan saudaranya. Tapi Aldri tidak pernah berpikir dewasa, pola pikirnya masih kekanak-kanakan.
"Mau sampai kapan kau seperti ini Al? Aku lelah jika kita terus berseteru yang ada hubungan persaudaraan kita semakin jauh." Archie trus saja menatap sendu daun pintu yang tadi dilalui Aldric.
▪︎▪︎▪︎▪︎
Crazy Up yes!!
Stay read terus ya dear dan tidak lupa saya ingatkan untuk memberikan dukungan dalam bentuk LIKE, COMMENT dan VOTE.
__ADS_1
Sebelumnya jangan lupa untuk ditambahkan dulu ke FAVORITE kalian ya.