
▪︎▪︎▪︎▪︎
Archie melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, bahkan sekarang mobilnya sudah menjauh dari kota dan memasuki jalanan lengang. Ar memberhentikan mobilnya di pinggir pantai yang sangat jarang sekali di kunjungi orang, selain jauh dari kota, tempat ini juga tidak banyak orang yang tau.
Dengan kasar, ia keluar dari mobil dan membanting keras pintu mobilnya. Amarah masih tercetak jelas diwajah tampan nan gagah pemuda itu.
"Shitt!! Kenapa saat bersama gadis itu sangat sulit sekali mengendalikan semuanya!" Geramnya marah entah pada siapa karena ia hanya sendiri disana.
"Arghh…." Teriaknya kencang, ia melepaskan segala amarah yang sedari tadi ia tahan.
Drtt
Ponsel Ar bergetar karena panggilan masuk, dilihatnya ID pemanggil ternyata Cerry. Karena masih kesal Ar mengacuhkannya saja dan menyimpan kembali ponselnya di saku celana yang ia kenakan.
Drrt
Drtt
Panggilan ke tiga terpaksa ia menerimanya, Ar pikir bisa saja panggilan itu penting. "Ya Cerry, ada apa?" Ar lansung saja menanyakan maksud gadis itu menghubunginya.
"Itu, apa kau sibuk nanti malam?" Tanya Cerry dengan nada seperti biasanya.
"Tidak. Kenapa?" Jawab Archie acuh.
"Bagaimana kalau kita makan malam bersama?" Ada nada keraguan di suara gadis itu.
"Baiklah." Archie mengiyakan saja ajakan Cerry, karena mereka masih berteman. Sebenarnya hubungan Archie dan Cerry tidaklah terlalu dekat karena pernah terjadi sesuatu diantara mereka.
Flashback
Suasana kelas terlihat sudah sepi manakala jam pelajaran sudah berakhir. Semua murid berhamburan keluar kelas, ada yang pulang kerumah masing-masing dan ada juga yang menuju tempat Ekstrakurikuler pilihan mereka.
Terlihat tiga orang siswa sedang berjalan bersisian menuju tempat parkir, yang satu perempuan dan dua laki-laki.
"Siapa yang menjemput mu Cerry?" Tanya Aldric pada Cerry. Ya mereka adalah si kembar dan Cerry.
"Mama." Jawabnya singkat.
"Ah."
"Ar, sepertinya ponsel ku tertinggal di kelas. Tunggu sebentar ya." Setelah tadi pria itu mengacak ransel serta saku seragamnya, ia tau bahwa ponselnya tertinggal di kelas.
"Kau ini selalu saja pelupa." Gerutu Ar pada kakak kembarnya. Si kembar selalu bersama jika pergi dan pulang sekolah, tapi diluar itu tidak karena mereka tidak mempunyai hobi yang sama terlebih lagi Ar sudah mempunyai usaha dan ia selalu sibuk akan hal itu.
"Mmm…Ar, sebenernya ada yang mau aku bicarakan." Ungkap Cerry seraya masih menunggu Mamanya menjemput.
__ADS_1
"Apa?" Ujarnya datar. Salah jika orang menyangka mereka dekat.
"Mm, sebenarnya ak-u. Akku…" gadis itu nampak ragu dengan apa yang akan disampaikannya.
"Jangan berbelit-belit. Kau tau itu." Seru Archie saraya menatap Cerry dingin.
"Aku…aku menyukai mu Ar." Ujarnya dalam satu tarikan nafas.
"Heh." Tanggapan tidak biasa didapat gadis itu, Ar hanya tersenyum miring.
"Jangan bermain dengan perasaan mu, kau sangat tau bukan kalau aku-" belum selesai kalimatnya, Cerry memotong perkataan Archie.
"Tapu dia sudah lama mati Ar!! Mau sampai kapan kau menutup hati mu? Kau kejam Ar!" Pekik Cerry, karena merasa ditolak.
"Diam! Kau tidak tau apa-apa. Sudah sana, Bibi menuju kesini." Cegah Ar saat Cerry kembali akan mencercanya. Gadis itu yang tidak mau sampai Ibunya tau bahwa ia menangis menuruti perkataan Archie, dihapusnya air matanya lalu mendekati mobil Ibunya.
"Jangan pernah sekali-kali lagi kau bermain perasaan diantara kita Cerry." Perkataan Archie di tengah langkah gadis itu, sukses menghujam jantung Cerry.
Semenjak hari itu hubungan mereka manjadi semakin jauh, Ar hanya akan memenuhi undangan Cerry jika itu hanya pertemuan singkat saja.
Flashback off
^^^^
Sepeninggal Auryn yang diseret Ar dan juga sepeninggal Al, Chris mencari informasi tentang gadis yang di klaim sebagai calon menantu kakaknya itu. Ia bertanya banyak pada Kate karena mereka bersahabat.
"Syukurlah Bibi Celo sekarang bahagia ya Bi, itu karena beliau wanita hebat dan berhati malaikat." Puji Kate tak tanggung-tanggung.
"Iya, semoga Auryn itu juga bahagia seperti Celo, dari ceritamu anak itu sepertinya baik juga sopan bahkan saat bertemu tadi." Chris juga tiada hentinya memuji kekasih keponakannya itu, sepertinya ia sangat menaruh harapan hubungan mereka akan sangat serius nantinya.
"Ah ya Kate, dimana Ibu Auryn dirawat? Biar Bibi kesana menjenguknya, itung-itung saling mengenal. Siapa tau adik mu dan Auryn itu benar-benar berjodoh." Harap Chris.
"Di rumah sakit kota Bi." Ujar Kate memberitahu.
"Sayang sekali Bibi harus menemani Cassey dua hari ini, kapan nanti saja Bibi mengunjungi Ibu Auryn. Bibi tebak, dia pasti cantik dan tidak jauh beda dari putrinya." Imbuh Chris.
"Bibi benar." Kate ikut menimpali.
"Ah, Bibi pulang dulu Kate. Nanti Cassey mencari karena tadi dia pergi bersama Cerry." Pamit Chris seraya berdiri dari duduknya.
"Baiklah Bi, biar Kate antar kebawah sekalian menemui Al" tukas Kate.
Sesampainya mereka di lantai dasar, bertepatan pula dengan Al sampai disana dan ia sedang bersama Auryn. "Eh, kalian bersama? Dimana Ar?" Tanya Kate.
"Dia keluar dan meninggalkan kekasihnya sendiri." Cibir Al.
__ADS_1
"Hush kau ini. Mungkin dia sedang sibuk." Ujar Kate.
"Ya, ya, Kate kami balik dulu ya sayang. Titip salam ke Mama mu." Ucap Chris sebelum mereka benar-benar pergi dari sana.
^^^^
Malam ini, seperti ajakan Cerry siang tadi, Ar menemui gadis itu untuk menemaninya makan malam. Ia hanya ingin tau apa maksud dari gadis itu.
"Hai Ar." Sapa Cerry begitu melihat Archie menghampirinya.
"Ada apa?" Tanya cepat.
"Tidak bisakah kita santai sejenak dan menikmati makan malam ini?" Tanya Cerry sedih.
"…." Ar tidak menanggapinya, ia malah menatap Cerry dingin.
"Katakan saja apa yang mau kau ketahui?" Lagi-lagi pria itu bicara to the point.
"Ar…" keluhnya dengan sikap Ar yang kelewat acuh dan datar.
"Aku hanya mau ta-" belum usai Cerry bertanya, dua orang waiters datang menyuguhkan hidangan siap santap mereka.
"Sebaiknya kau makan dulu, sudah ku pesankan makanan favorite mu." Ujarnya tersenyum.
"…." Tanpa bicara sepatah katapun, Archie mulai memakan makan malamnya.
Kini mereka telah selesai makan malam, dan sedang menikmati wine yang memang sudah di pesankan oleh Cerry. "Apa benar kau sudah punya kekasih?" Tanya gadis itu menatap Archie sekilas, karena ia sedang menuangkan wine dari botol ke gelas mereka masing-masing.
"Itu bukan urusan mu." Tolaknya tegas.
"Kenapa bukan aku Ar? Kenapa? Apa kelebihan wanita itu dari diriku? Sampai kapan pun tidak akan ku biarkan wanita lain memiliki mu." Ia berhenti sejenak, menunggu reaksi dari lawan bicaranya. Tapi sayang, Archie tetap saja acuh.
"Secepatnya akan ku minta Mama ku untuk menjodohkan kita. Aku tidak mau kau bersama wanita itu, karena dia tidak pantas." Ujarnya dengan nada mengancam juga merendahkan kekasih Archie.
"Lakukan sesuka mu. Karena apa, karena aku sangat membenci tipe wanita seperti diri mu!" Usai berucap demikian, Ar pergi meninggalkan Cerry sendirian dalam tangis.
▪︎▪︎▪︎▪︎
Maaf ya lama Up nya, saya masih mikir ulang dan pilah pilih jalan cerita yang tepat. Tenang aja, udah selesai kok jadi udah bisa Up nya rutin.
Mohon maaf jika nantinya alur atau kisahnya tidak sesuai dengan bayangan kalian. Karena setiap kita punya pemikiran masing-masing, jadi kalau tidak suka jangan nge-judge ya.. hargai usaha orang lain untuk menghibur kalian.
Yang nungguin dan stay read, jangan lupa LIKE dan COMMENT ya DEAR…
VOTE nya juga biar saya lebih semangat lagi ngetiknya.
__ADS_1
**TERIMA KASIH BANYAK
LUV U ALL**