Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )

Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )
Teror


__ADS_3

▪︎▪︎▪︎▪︎


Satu bulan berlalu semenjak kedatangan Cerry yang diundang Chris ke rumah mereka. Dan tepat satu minggu lalu, Bibinya itu kembali ke rumahnya yang sudah selesai direnovasi.


Ting


"***Tinggalkan istri mu!"


"Dia wanita tidak baik!"


"Dia hanya menginginkan harta dan kekayaan mu saja***!!"


Sudah beberapa hari ini, Archie menerima pesan-pesan aneh di ponselnya. Tidak bisa dikatakan ancaman karena memang tidak ada kata-kata berupa ancaman disana.


Dikatakan salah alamat, itu sudah berlangsung acap kali. Satu kesimpulan pria itu, teror.


"Shitt!! Siapa yang berani mempermainkan ku seperti ini? Sampai aku tau siapa orangnya, akan ku pastikan orang itu hancur." Archie mengepalkan tangannya erat, sampai urat-urat tangannya timbul dengan jelas.


Archie menghubungi seseorang yang ahli di bidang IT, seorang detektif yang juga bertugas di unit satuan kejahatan.


"Jamm, aku mau kau menyelidiki sesuatu." Tanpa basa basi, lansung saja Archie menyampaikan maksudnya menghubungi pria tersebut, pria yang bernama Jammed.


"Tentang apa?" Tanya pria diseberang datar.


"Seseorang selalu mengirim pesan pada ku. Semacam teror atau apalah itu." Jelasnya.


"Kau bisa diteror juga ternyata." Cibir Jammed masih diseberang.


"Akan kirim pesannya pada mu." Tidak menanggapi cibiran kawannya, Archie segera memutus sambungan itu sepihak.


"Cerry. Ya, jika terbukti wanita itu yang melakukannya, akan ku hancurkan dia!" Satu nama yang terlintas dibenak pria itu tak lain ialah teman kecilnya, Cerry.


Bukan tanpa alasan, tapi ia cukup sering melihat Cerry mengganggu istrinya, terakhir saat ia menginap dirumah mereka. Dengan lancangnya, ia masuk ke kamar mereka bahkan dengan beraninya meminta pakaiannya pada sang istri.


^^^^


Tidak tahan menunggu cara kerja Jammed, dengan tidak sabaran Archie beranjak dari duduknya. Entah kemana pria itu akan pergi sekarang, bahkan waktu saja belum menunjukkan jam makan siang.


"Mau kemana Ar?" Baru keluar dari pintu, ia disambut kehadiran istrinya disana.


"Aku keluar sebentar, tunggu aku. Kita makan siang bersama." Seperti orang yang diburu waktu, Archie berucap dengan cepat. Sebelum benar-benar pergi, di sempatkannya untuk mencuri ciuman dibibir manis istrinya itu.


Auryn berkesimpulan jika suaminya itu pasti ada meeting mendadak sebab ia begitu terburu.


Kembali ke Archie, pria itu memberhentikan mobilnya dipelataran rumah sakit. Ia keluar dari mobilnya dengan raut wajah memerah menahan amarah. Tidak perlu menunggu bukti, lansung saja ia datang untuk memperingati Cerry. Hingga detik ini, pria itu masih percaya jika wanita itulah pengirim teror itu.


"Maaf Tuan, anda mencari siapa?" Tanya salah satu karyawan dari rumah sakit itu.


"Dimana Cerry?"

__ADS_1


"Oh, Dokter Cerry, beliau ada diruangannya. Mari saya antar." Tawar orang itu.


"…." Ia tidak perlu menjawab orang itu.


Archie sampai didepan ruangan Cerry, dengan tidak sabaran pria itu masuk lalu menutup pintu dengan sangat kasar.


Brakk


"Hei,- eh Ar… ada perlu apa kau sampai datang kemari?" Cerry yang awalnya akan marah pada orang yang sudah menghempaskan pintunya, berubah pucat saat mengetahui Archie lah yang datang.


"Heh," pria itu hanya memberikan senyum miring sebagai jawaban.


Brakk


Archie menghempaskan ponselnya ke meja tepat dihadapan wanita itu, lebih tepatnya memperlihatkan pesan teror yang beberapa hari belakangan ia terima.


"Apa ini Ar?" Dengan tangan bergetar, Cerry meraihnya untuk kemudian membaca pesan demi pesan yang terdapat diponsel pria itu.


"Kau mau bermain dengan ku rupanya!" Selama saling mengenal, nada seperti inilah yang paling ditakuti Cerry.


"Aku tidak mengerti Ar, apa maksud mu? Kau menuduhku mengirim pesan-pesan ini?" Cerry tidak habis pikir kenapa teman kecilnya itu mengarahkan tuduhan tak berbukit itu padanya.


"Karena hanya kau yang sanggup melakukan hal serendah itu! Dan juga, karena kau tidak menyukai wanita ku, lebih tepatnya pernikahan kami!" Tanpa hati, tuduhan demi tuduhan dialamatkan Archie pada wanita yang berprofesi sebagai dokter itu.


"Ya. Aku akui, aku tidak menyukai j****g itu bahkan sangat membencinya! Sampai kapan pun aku tidak akan pernah membiarkan dia tenang selama hidup bersama mu!!" Pekik Cerry marah yang kini sudah berdiri dari duduknya.


Archie yang sudah berjarak cukup dekat darinya, tidak bisa lagi mengontrol tangannya untuk tidak menampar wanita itu. Selama ini, baru kali ini ia berani memukul wanita. Itu pun karena Cerry sudah dengan kurang ajarnya menghina Auryn, istrinya.


"A-Ar…"


"Itu peringatan! Jangan sesekali lagi kau menghina wanita ku, apalagi sampai berani menyakitinya. Ingat itu!" Archie bersiap melangkah meninggalkan wanita itu yang kini sudah berurai air mata.


"Lalu bagaimana dengan tuduhan tadi? Apa kau sama sekali tidak merasa bersalah padaku?" Lirih Cerry, hatinya sangatlah sakit.


Brakk


Tidak memperdulikan kondisi wanita itu, Archie pergi dari sana dengan kembali membanting kasar pintu ruangan Cerry.


^^^^


Archie membatalkan janji makan siangnya dengan Auryn, ia harus menenangkan diri lebih dahulu. Sebagai gantinya, ia sudah meminta beberapa orang untuk mengatur romantic dinner diperkebunan milik Ibunya.


Pria itu memberhentikan mobilnya dijalanan yang cukup sepi. Ia nampak merenungi sesuatu, entah itu rasa bersalah karena telah berlaku kasar terhadap teman kecilnya tadi.


Menjelang waktu makan malam, ia menjemput istrinya untuk dibawa ketempat yang telah ia siapkan tadi. Ia sengaja menutup mata Auryn, untuk memberi istrinya itu kejutan romantis.


"Kita mau kemana Ar? Kenapa ditutup seperti ini?" Auryn sangat penasaran atas kejutan apa yang akan ditunjukkan oleh prianya itu.


"Kejutan sayang." Singkat Archie. Malam ini Auryn sangat cantik dengan ball gown tanpa lengan berwarna putih gading membungkus tubuhnya. Sementara Archie, pria itu terlihat gagah dengan celana kain yang dipadukan dengan kemeja putih yang lengannya di gulung hingga siku.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama Archie memberhentikan mobilnya, membantu sang istri untuk turun lalu menuntunnya ketempat yang telah ia persiapkan.


"Wahh…Ar, ini sangat indah. Terima kasih Ar." Auryn memeluk erat tubuhnya, wanita itu sangat berterima kasih sekali nampaknya.


Dihadapan mereka diatas rerumputan hijau, dibawah pohon rindang yang sudah dihiasi lilin-lilin sebagai penerang. Disana digelar tikar sebagai alas mereka untuk dinner malam ini.



"Kau suka?"


"Sangat Ar. Sangat suka." Lalu datang beberapa pramusaji, yang Auryn tau mereka bagian dari karyawan hotel.


Satu point plus lagi dari Archie untuk Auryn, wanita itu tidak pernah meminta lebih, ia selalu cukup dengan apa yang ia dapat dan ia punya, juga tidak pernah lupa untuk berterima kasih untuk apa yang ia terima. Persis seperti Ibunya, Celo.


Makan malam mereka hari ini ditutup dengan mereka berdansa dengan diterangi cahaya lilin.



^^^^


Ting


"***Tinggalkan wanita itu!!"


"Pernah dengar ucapan, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Itu menggambarkan sosok istri mu. Ibunya, wanita j****g yang tega menggilir Ayah mu dan kedua sahabatnya."


"Hal yang sama juga akan terjadi terhadap mu dan juga kakak kembar mu!"


"Tanyakan pada istri mu masa lalu Ibunya!"


"Tanyakan alasan dia tidak memakai nama belakangnya***!"


Seharian tidak melihat ponsel, serentetan pesan teror kembali memenuhi pesan diponsel Archie. Pikirannya salah, tidak mungkin Cerry mengetahui masa lalu Ibu Auryn.


"Belum tidur Ar?" Auryn yang baru kembali dari kamar mandi, ikut bergabung bersama Archie duduk diatas ranjang. Dilihatnya suaminya itu tengah kebingungan.


"…." Hanya seulas senyum ia tampilkan sebagai jawaban.


"Sayang, bisa kau ceritakan tentang masa lalu Ibu mu? Maksudku, aku tiba-tiba saja teringat beliau." Kilah Archie.


"Entahlah Ar. Aku juga tidak tau banyak tentang masa lalu Ibu, beliau menutup rapat segalanya. Terkadang aku berpikir, apa Ibu orang jahat dimasa lalu." Auryn menghembuskan nafas berat, suara wanita itu berubah lirih, pandangannya menerawang jauh ke masa lalu.


"Terkadang aku juga berpikir, mungkin Ibu melakukannya untuk mencegah aku mengetahui siapa Ayah biologis ku. Jujur saja, aku sangat ingin mengetahuinya Ar, bukan ingin menuntut atau apapun, aku hanya ingin melihatnya dari jauh saja itu sudah cukup." Setetes air mata jatuh di pipinya.


"Kau tau Ar, sampai begitunya Ibu tidak ingin aku bertemu Ayah biologis ku, bahkan beliau melarangku menggunakan nama belakangnya." Cicit Auryn, kesedihan juga kekecewaan terpancar jelas diwajah putih pucatnya.


"Maafkan aku." Archie merasa menyesal telah mempercayai pesan teror tersebut dan meragukan istrinya. Wanita baik hati yang selalu sabar menjalani hidupnya yang kelam.


▪︎▪︎▪︎▪︎

__ADS_1


__ADS_2