Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )

Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )
Mau bicara sesuatu


__ADS_3

▪︎▪︎▪︎▪︎


Pagi harinya Auryn terbangun lebih dulu, tidak melupakan tugasnya sebagai seorang istri Auryn beranjak ke dapur setelah tadi membersihkan diri. Ia berencana memasak nasi goreng ditemani omelet sayur pagi ini untuk sarapan mereka.


Auryn yang tengah disibukkan dengan kegiatan potong memotongnya, dikejutkan dengan sepasang lengan kokoh memeluk perutnya.


"Ar, kau mengejutkan ku." Pekik Auryn, beruntung tangannya tidak ikut teriris sayuran.


"Maaf," cicit Archie namun masih mempertahankan posisinya, malah lebih membenamkan wajahnya di ceruk leher sang istri.


"…." Auryn diam tidak menyahuti.


"Ada yang bisa ku bantu?" Kembali buka suara, Archie tidak mau istrinya sampai mendiamkannya setelah apa yang mereka lalui semalam.


"Mm…bisa tolong aku memotong sayuran ini?" Auryn menoleh dan seketika itu bibir mereka bertemu secara tidak sengaja. Archie yang tidak melewatkan kesempatan meraih tengkuk Auryn untuk lebih memperdalam ciuman mereka.


Pagi ini, masakan mereka terbengkalai begitu saja. Kedua insan yang saling merindu itu, kembali melepas rindu mereka setelah sekian lama.


Kegiatan panas itu baru berakhir saat matahari sudah merangkak naik. Tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, mereka menghabiskan waktu untuk mandi bersama agar lebih mempersingkat waktu. Kali ini benar-benar hanya mandi, sebab Archie tidak mau sampai anak dan istrinya kelaparan karena gairahnya yang sudah lama tidak dimanjakan. Beruntung hari ini weekend, jadi Archie tidak harus pergi ke hotel.


^^^^


"Kau yakin tidak ingin menginap di rumah Ibu lagi?" Saat ini mereka sudah dalam perjalan kembali ke rumah utama Alterio.


"Ya. Ar, rasanya aku sudah melepas rindu pada Ibu. Dan sekarang aku merindukan Mommy." Semenjak pergumulan mereka semalam ditambah pagi tadi. Auryn kembali tersenyum, tidak lagi senyum luka melainkan senyum bahagia, sebab Archie sudah kembali hangat seperti saat awal pernikahan mereka.


"Kau sudah tau, besok hari pertunangan Al dengan Cerry?" Tanya Archie sekaligus memberitahu.


"Besok? Aku tidak tau kalau itu besok." Papar Auryn, ia bukan terkejut karena itu, melainkan lebih ke perubahan raut muka suaminya. Ia ingin tau bagaimana perasaan pria ini sekarang, perasaan disaat wanita yang dicintainya bertunangan dengan kakaknya sendiri.


"Mm…Ar, apa kau,-" belum lagi Auryn menyelesaikan kalimatnya, Archie sudah menyelanya.


"Nanti, kau tidak usah ikut membantu persiapannya. Kasihan anak kita jika kau sampai kelelahan." Tukas Archie sembari sebelah tangannya mengacak surai hitam Auryn. Terang saja itu membuat Auryn urung menanyakan perasaan suaminya itu terhadap wanita lain.

__ADS_1


"Tapi Ar, banyak gerak itu bagus untuk proses kelahiran nanti." Imbuh Auryn pelan.


"Aku tau itu. Makanya ku ajak kau banyak bergerak semalam dan tadi pagi." Goda pria itu menoleh ke arah Auryn dengan evil smirknya.


"Ar…" pekik Auryn memukul keras lengan suaminya, walau tidak seberapa pria itu tetap mengaduh kesakitan agar istrinya itu puas.


"Sudah. Sudah. Nanti kita kecelakaan sayang, aku tidak mau sampai kalian kenapa-kenapa." Archie berujar dengan senyumnya.


^^^^


"Sayang, kau sudah kembali nak?" Celo melihat kedatangan menantunya, menyambut Auryn dengan pelukan hangat.


"Sayang, kenapa dengan wajahmu? Mommy perhatikan wajahmu sangat kelelahan, kenapa heum?" Diusapnya surai Auryn, entah kenapa rasa sayangnya terhadap Auryn begitu besar di bandingkan pada Cerry.


"Tidak apa-apa Momm. Ryn hanya kelelahan saja." Auryn menatap Celo dengan senyum terbaiknya. Menunjukkan bahwa ia juga kandungannya baik-baik saja.


"Kalau begitu kamu istirahat saja ya nak, tidak usah ikut membantu persiapan pertunangannya Al." Imbuh Celo penuh kasih.


Celo menuntun menantunya menuju tangga, Auryn bersikeras untuk tetap bertahan di kamar suaminya, sebab dengan naik turun tangga ia sudah bergerak dan berolahraga.


"Momm," Auryn kembali memanggil Celo selang beberapa langkah mertuanya itu melangkah.


"Ya sayang. Ada apa?" Celo berbalik, menghampiri kembali menantunya itu


"Momm…Ryn mau bicara sesuatu. Penting Momm." Auryn sudah memantapkan hatinya untuk jujur, apapun nantinya yang akan terjadi setidaknya ia sudah jujur dan coba memperbaiki kesalahan Ibunya di masa lalu.


"Bicara apa nak? Kenapa tegang sekali." Wanita paruh baya itu kembali menuntun menantunya untuk ke kamar, tidak enak jika mereka membicarakan sesuatu yang penting di tempat terbuka, juga tidak baik bagi Auryn yang tengah hamil terlalu lama berdiri.


Saat ini mereka sudah berada di kamar Archie, menantu dan mertua itu duduk saling berhadapan ditepi ranjang. Celo siap mendengar apa yang akan disampaikan menantu kesayangannya itu.


"Momm…Ryn mau jujur tentang sesuatu. Sebenarnya Ryn,-…" Auryn menarik nafas panjang, bersiap untuk menerima sekuensi yang akan ia hadapi.


"Sebenarnya apa sayang?" Celo penasaran dengan apa yang akan disampaikan menantunya tersebut.

__ADS_1


"Sebenarnya, Ryn pu,-"


Ceklek


"Di sini kakak ipar rupanya. Sedari tadi aku menacari kemana-mana." Chris masuk di waktu yang tidak tepat, karenanya Auryn tidak jadi menyampaikan apa yang ingin dikatakannya.


"Ada apa Chris?" Celo bertanya, kenapa adik iparnya itu mencarinya.


"Ada orang dari pihak EO minta konfirmasi tentang dekorasinya agar mereka bisa menyelesaikan lebih cepat." Terang Chris tidak berbohong, namun juga sengaja sebab ia bisa mencegah Auryn yang akan berkata jujur tentang jati dirinya.


Sebenarnya, ia sudah cukup lama berada di balik pintu dan bersembunyi untuk mendengarkan pembicaraan mereka. Dan ia masuk disaat yang tepat ketika Auryn akan bicara jujur.


Chris pikir, jika Auryn jujur pastilah Celo akan memaafkannya karena Celo itu bagai malaikat berwujud manusia. Dan bila itu terjadi, maka kacau sudah semua rencana Chris untuk menghancurkan Auryn, putrinya Melodi.


"Ah, baiklah. Aku akan segera kesana." Seru Celo.


"Sayang, Mommy keluar sebentar ya. Nanti Mommy kemari lagi, dan kita lanjutkan pembicaraan kita." Sebelum berdiri, Celo menyempatkan diri mengelus sayang wajah Auryn.


^^^^


Sepeninggal Celo, Chris berdiri tepat dihadapan Auryn. Ia berkacak pinggang, dengan wajah yang tidak bersahabat. Sorot matanya juga memperlihatkan rasa dendam. Kini Auryn dapat membacanya sebab ia tau apa sebabnya, dan itu ialah karena Ibunya.


"Apa yang ingin kau sampaikan hah! Mau jujur? Kau pikir, Celo akan memaafkan begitu kesalahan Ibu mu dimasa lalu?" Sentak Chris cepat.


"Ternyata benar, Bibi yang sudah menceritakan semuanya pada Ar. Kenapa Bi? Apa belum cukup Bibi melihat penderitaan Ibu Sebelum akhirnya dia meninggal?" Tak tinggal diam, Auryn menjawab semua cercaan Chris.


"Kau benar, akulah yang telah menceritakan segalanya pada Ar. Dan akan ku buat dia membenci mu seperti Daddy nya dulu membenci Ibu mu itu!" Bentak Chris seraya mendorong kecil pundak Auryn.


"Kenapa Bi? Kenapa Bibi masih saja membenci Ibu? Ibu sudah meninggal Bi? Harusnya Bibi tau, dendam tidak menyelesaikan segalanya. Sebab Bibi juga mempunyai masa lalu yang sama dengan Ibu!" Ryn tak kalah membentak.


Plakk


▪︎▪︎▪︎▪︎

__ADS_1


__ADS_2