
▪︎▪︎▪︎▪︎
"Apa yang mau kau sampaikan?" Tanya Archie memulai pembicaraan.
"Ibu..Ibu tidak mau melakukan pengobatan itu Ar." Ujar Auryn dengan nada bergetar dan wajah tertunduk.
"Ibu bilang, dia baik-baik saja. Tapi aku tau Ibu berbohong. Ibu tidak baik-baik saja." Setetes air mata jatuh diwajah Auryn dan itu tertangkap pandangan Archie.
"Apa yang harus aku lakukan Ar?" Tanya Auryn putus asa seraya mendongakkan pandangannya ke arah Archie. Tangan pria itu terangkat sebelah untuk menghapus air mata yang telah kurang ajar telah membasahi wajah manis gadisnya.
"Katakan Ar. Beritahu aku harus apa? Hikss…" Lanjut Auryn lagi masih menangis.
"Jangan menangis." Ujar Archie lembut.
"Bagaimana Ibu bisa sembuh kalau berobat saja Ibu tidak mau. Ibu mau meninggalkan ku sendirian Ar. Bag-" keluh Auryn sedih yang kemudian dipotong Archie.
"Sstt… lihat aku." Sesuai instruksi dari pria itu, Auryn menatapnya dengan wajah berurai air mata.
"Kau tidak akan sendirian. Jika Bibi tidak mau kita bawa kesana, jangan dipaksakan." Archie mencoba untuk memberi pengertian pada Auryn
"Tapi Ar,-" Auryn yang akan membantah kembali di hentikan Archie.
"Dengar, ada kalanya kita tidak bisa memaksakan kehendak kita pada orang yang kita sayang, sebaliknya ada kalanya juga orang yang kita sayang tidak selalu mengikuti kehendak kita meskipun itu baik. Baik untuk kita belum tentu baik untuk mereka." Jelas Archie melanjutkan.
"….." Auryn diam, ia masih mencerna penjelasan Archie barusan.
"Auryn, apapun keputusan Ibu mu, satu hal yang harus mau tahu, Bibi pasti menghargai usaha juga perjuangan mu." Archie menangkup kedua sisi wajah gadisnya, menatap kauh kedalam iris mata indahnya.
"Terima kasih Ar." Imbuh Auryn tulus.
^^^^
__ADS_1
Dilain tempat, Chris tengah menikmati secangkir coklat panas di balkon kamarnya. Setelah kepergian suaminya Shane, dan putrinya Cassey memilih untuk tinggal diasrama sekolahnya ia sering kesepian.
Kenapa ia tidak menikah lagi? Itu juga dipertanyakan banyak orang terdekatnya. Bahkan Cassey sendiri tidak melarang Mamanya untuk menikah lagi agar wanita yang melahirkannya itu bahagia, Cassey juga tau kalau Chris pasti kesepian selama ini.
Dan alasan Chris tidak menikah lagi tidak lain dan tidak bukan ialah karena masa lalunya. Kehidupan masa lalu kelam yang berakhir dengan ia kehilangan bayinya hingga ia menikah dengan Shane dan saling mencintai, membuatnya tidak ingin menghapus terlebih menggantikan cinta yang suaminya berikan itu dengan yang lain.
"Semua karena wanita si***n itu! Hidupku jadi berantakan begini dan Shane meninggalkan ku juga Cassey." Chris mencengkeram erat cangkir yang menjadi wadah coklat panasnya.
"Kenapa sampai sekarang dia masih baik-baik saja? Harusnya dia mati agar putrinya bisa merasakan sakitnya kesepian. Memuakkan harus menghirup udara yang sama dengan Melodi si j***ng itu." Tatapan mata Chris memancarkan sorot penuh kebencian, kabut amarah meliputi hati dan pikirannya.
"Kita lihat, mau sampai kapan kau bertahan dengan semua itu?" Semenjak dari tadi Chris terus saja bermonolog sendiri, ia sudah memikirkan cara yang tepat untuk membalaskan dendamnya dimasa lalu.
Tanpa ada seorang pun tau, Chris yang selama ini selalu ceria dan tegar menjalani hari-hari juga membesarkan putri semata wayangnya seorang diri, dalam kesendiriannya sering menangis sendirian.
"Kenapa kau begitu cepat meninggalkan ku Kak Shane? Kenapa Tuhan menghukum cinta kita? Apa Tuhan tidak kasihan dengan putri kita yang harus tumbuh besar tanpa sosok Ayah disisinya?" Air mata Chris mengalir dengan deras tanpa ia tahan sedikit pun.
Drtt
"Cassey?" Keningnya berkerut tatkala melihat nama putri tercintanya lah yang tertera dilayar ponselnya.
"Ya sayang, ada apa menghubungi Malam-malam begini? Apa kau butuh sesuatu?" Tanya Chris lansung dengan suara serak khas orang menangis.
"Apa Mama menangis lagi? Sendirian?" Cassey bertanya balik mengetahui kebiasaan buruk Ibunya itu.
"A-pa? Siapa bilang Mama menangis? K-kau ini ada-ada saja. Kembalilah tidur, ini sudah larut." Sahut Chris tergagap lalu menyuruh putrinya tidur untuk menghindari kecurigaan.
"Case tau semuanya." Potongnya cepat, sebelum Ibunya memutus sambungan mereka.
"Case-" benar saja, Chris hendak membantah beruntung Cassey lebih cepat.
"Mama pernah bertanya bukan, apa alasanku lebih memilih hidup di asrama dan membiarkan Mama kesepian? Inilah alasannya Ma, Cassey tidak tahan melihat Mama menangis sepanjang malam karena Papa. Ma, Case juga sama sedihnya dengan Mama, disaat teman-teman yang lain berbahagia dengan Mama dan Papa mereka, Case iri dengan semua itu bahkan untuk Papa yang sama sekali tidak Cassey tau seperti apa rupanya. Meski begitu, Case bisa merasakan Papa hadir bersama kita, Papa mau kita bahagia Ma, terlebih Mama." Ucapan panjang lebar putrinya meruntuhkan pertahanan Chris, air matanya kembali mengalir deras di pipinya.
__ADS_1
"Ma, jangan simpan segalanya sendirian. Papa mau kita berjuang bersama-sama, kecuali jika Mama mau mengganti Papa." Setelah berucap demikian, Cassey hanya mendengar helaan nafas Ibunya dari seberang sana.
"Case, tidak melarang Mama menikah lagi jika itu bisa membuat Mama bahagia. Case, tidak bisa melihat Mama terus-terusan seperti ini hati Cassey sakit Ma. Hiks.." Cassey yang selama ini selalu ceria tiba-tiba saja menangis.
"Tidak sayang. Mama tidak akan pernah mengganti Papa mu, cinta yang begitu tulus untuk Mama. Mama janji akan membagi tentang keluarga kita bersama mu. Mami janji nak. Hikss.." seru Chris setelah mendengar penjelasan putrinya. Ia tidak menyangka selama ini Cassey lah yang paling menderita dan bukan dirinya.
"Mama janji, akan selalu membaginya dengan Case?" Ulang Cassey lagi.
"Ya nak. Karena Mama hanya punya kau, tidak akan ada orang baru dalam hidup kita. Cukup Mama, Kau dan Papa di hati kita." Usai berbagi keluh kesah, beban berat dipundak Chris secara ajaib menghilang seketika meski tidak sepenuhnya.
"Sekarang tidurlah sayang. Besok kau harus bangun pagi untuk sekolah, dan kita akan menghabiskan waktu berdua diakhir pekan ini." Suara Chris, penuh kelegaan.
"Tidak Ma, kita akan bertiga karena kita akan menemui Papa." Tak jauh beda dengan Chris, Cassey juga merasa lega.
"Tentu saja sayang." Sahut Chris semangat.
"Case tutup ya Ma, selamat tidur. Cassey sayang Mama." Sambungan mereka terputus yang diakhiri ungkapan sayang dari putri semata wayangnya.
"Mama juga sayang kamu nak, melebihi apapun di dunia ini. Lihatlah Kak Shane, putri mu sudah dewasa sekarang. Seharusnya aku yang menasehatinya, tapi malah dia yang menasehati ku." Imbuh Chris lirih menatap dalam foto suami yang sangat dicintainya.
"Maaf, aku tidak bisa menepati janji ku untuk bahagia bersama pria lain. Karena bahagia ku hanya bersama satu pria dan itu kau Kak Shane dan aku sangat beruntung kau meninggalkan Cassey untukku." Chris bersyukur akan itu.
Ada kalanya kita tidak bisa memaksakan kehendak kita pada orang yang kita sayang, sebaliknya ada kalanya juga orang yang kita sayang tidak selalu mengikuti kehendak kita meskipun itu baik. Baik untuk kita belum tentu baik untuk mereka. __areumkang__
▪︎▪︎▪︎▪︎
Ini sekilas tentang Chris dulu ya. Untuk lebih detailnya akan dikisahkan dalam judul lain yang pastinya masih SEQUEL dari Judul besar.
Jangan lupa dukungannya ya Teman-teman dengan memberikan VOTE dan COMMENT juga tinggalkan COMMENT (yang mendukung ya.)
Jika masih terdapat Typo atau kesalahan penyebutan Nama, harap maklum, Author hanya manusia biasa yang bisa salah kapan saja. 🤭🤭🤭
__ADS_1
TERIMA KASIH