Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )

Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )
Sempat meragukan


__ADS_3

▪︎▪︎▪︎▪︎


Ditempat lain, Chris menunggu laporan dari orang yang ia tugaskan untuk memantau gerak-gerik Archie maupun Auryn selama di hotel. Ia sudah tidak sabar melihat hasil dari pesan teror yang ia kirimkan pada keponakannya itu.


Ya, Chris lah orang yang mengirimi Archie pesan-pesan teror tersebut. Wanita itu ingin mengungkap siapa jati diri Auryn sesungguhnya.


Drrt


"Ya. Bagaimana? Apa mereka bertengkar hebat?" Dengan tidak sabarannya, Chris lansung saja menerima panggilan dari orang suruhannya.


"Maaf Nyonya, sepertinya tidak terjadi apa-apa diantara mereka. Malah yang saya dengar, Tuan menyiapkan kejutan romantis untuk j****g itu." Dari cara bicaranya, sepertinya orang itu juga tidak menyukai Auryn.


"Shit!" Umpat Chris.


"Apa Nyonya?"


"Tidak. Bukan kau Nona Leslie, kalau begitu terus pantau mereka dan segera laporkan padaku jika ada sesuatu yang penting." Perintah Chris ke Orang itu, yang tidak lain ialah Leslie. Wanita yang pernah menyerang Auryn di hotel.


"Tentu Nyonya. Kalau begitu, kapan saya bisa mendapatkan contact Tuan Aldric?" Tanya Leslie, yang ternyata Chris mengiming-imingi wanita itu dengan contact Aldric, sebab wanita itu menaruh hati pada keponakan sulungnya itu.


"Tentu. Tapi setelah semua berjalan sesuai kehendak ku!" Tekan Chris.


"Baiklah Nyonya, semoga anda tidak ingkar janji." Leslie pun tak kalah menekan Chris, karena wanita itu sama liciknya dengan Chris.


"Heh, dia pikir bisa menekan ku. Lihat saja, siapa yang memanfaatkan siapa?" Chris tersenyum licik usai mengakhiri sambungan panggilan mereka.


"Ar, Ar…kenapa kau bodoh sekali? Kita lihat, apa setelah ini kau masih mempercayai wanita malang itu?" Ya, Chris menyebutnya wanita malang, karena menjadi objek balas dendam yang sama sekali ia tidak tau sebabnya.


^^^^


Malam sudah sangat larut, namun Archie masih belum bisa memejamkan matanya. Pria itu berbaring miring kearah istrinya, ditatapnya lekat-lekat wajah sendu itu.


Entahlah, dalam hati kecilnya ia sangat ingin mempercayai sang istri. Namun dari segala kenyataan yang baru saja ia dengar, ia mulai meragukan Auryn.

__ADS_1


Ingatan Archie kembali ke pembicaraan mereka sebelum wanita itu tidur, keraguan itu semakin menguat.


"*Aku juga tidak tau banyak tentang masa lalu Ibu, beliau menutup rapat segalanya. Terkadang aku berpikir, apa Ibu orang jahat dimasa lalu."


"Terkadang aku juga berpikir, mungkin Ibu melakukannya untuk mencegah aku mengetahui siapa Ayah biologis ku."


"Sampai begitunya Ibu tidak ingin aku bertemu Ayah biologis ku, bahkan beliau melarangku menggunakan nama belakangnya*."


Archie meraih ponselnya, ia kembali membaca satu per satu pesan yang masih ia simpan untuk dijadikan bahan untuk melacak si pengirim tersebut.


"Tanyakan alasan dia tidak memakai nama belakangnya!"


"Siapa sebenarnya orang ini? Apa tujuan sebenarnya? Apa dia menginginkan kami untuk bercerai." Batin Archie.


Lelah berfikir, Archie merebahkan tubuhnya mencoba untuk tidur. Diraihnya tubuh Auryn untuk didekapnya erat, terlepas dari teror dan rasa curiganya terhadap masa lalu Ibu mertuanya Archie merasakan kenyamanan saat mendekap erat tubuh mungil itu. Tubuh yang dapat menenangkan tubuhnya juga yang membuatnya candu akan aromanya.


^^^^


Masih pagi buta, Auryn terbangun lebih dulu, ditatapnya wajah pria yang masih setia mendekap erat tubuhnya. Seulas senyum terbit, semenjak menikah ia selalu disuguhkan pemandangan indah dimana pria yang sangat dicintainya tidur tepat disampingnya.


Satu kecupan diberikan Auryn dipipi Archie, setelahnya wanita itu bersiap untuk bangun dan melakukan segala tugas yang sudah rutin ia kerjakan.


Baru saja menginjakkan kaki dilantai, tangan besar menariknya, memeluknya erat. Siapa lagi jika Archie, pria tampan mesum yang sayangnya sangat dicintai Auryn.


"Ar…lepas. Aku harus bangun dan menyiapkan kebutuhan kita." Auryn coba melepaskan pelukan suaminya yang tentu saja tenaga mereka tidaklah sebanding.


"Kenapa mengecup di pipi?" Goda pria itu, sontak wajah Auryn memerah karena ia baru saja tertangkap basah mengecup suaminya sendiri.


"Kebutuhan kita bisa nanti, tapi kebutuhan ku harus sekarang, sayang." Tidak melewatkan kesempatan Auryn yang berada di pelukannya. Tidak membuang waktu, lansung saja Archie menyerangnya di pagi buta ini.


"Ar…kita terlambat." Pekik Auryn didalam selimut dibawah kungkungan suaminya.


Sementara Archie, tidak menghiraukan pekikan wanitanya dengan sigap melepas satu per satu kain yang melekat di tubuh mereka. Matahari menampakkan diri malu-malu menyaksikan kegiatan panas sepasang manusia di dalam balutan selimut berbulu tebal.

__ADS_1


Dua jam mereka habiskan dalam selimut, lalu dilanjutkan dengan mandi bersama untuk mempersingkat waktu. Archie yang sedang sibuk mengaitkan kancing lengan bajunya, terganggu karena notifikasi pesan yang masuk secara beruntun.


Ia bergerak lambat meraih ponselnya, ia ingin tau teror yang seperti apa lagi yang akan ia terima.


Ting


"***Ternyata kau tidak mengindahkan peringatan ku."


"Kau bodoh. Sama seperti Ayah mu, kalian dipermainkan oleh wanita."


"Kita lihat, setelah ini apa kau masih menganggap pesan ku sebagai isapan jempol semata***."


Archie geram. Dilemparnya ponsel itu ke dinding, beruntung tidak mengenai Auryn yang bertepatan masuk ke kamar mereka.


"Ada apa Ar?" Wanita itu panik, ia berlari mendekati suaminya.


"Tidak. Tidak apa-apa." Tapi tidak dengan wajahnya yang memerah padam menahan amarah. Auryn semakin mendekat, diraihnya tangan prianya untuk ia genggam.


"Ada masalah apa heum?" Dari tangan, genggaman Auryn berpindah ke wajah suaminya. Diusapnya wajah berahang tegas itu lembut. Sedangkan Archie, tidak dapat dipungkiri, sentuhan istrinya itu sangatlah menenangkan.


"Hanya masalah pekerjaan sayang. Tidak usah ikut khawatir." Kini berganti Archie yang menenangkan wanitanya.


"Ar, segala sesuatu pekerjaan atau masalah, jika kita hadapi dengan tenang maka semua akan berjalan sesuai dengan apa yang telah kita rencanakan sebelumnya. Sebaliknya, jika kita terbawa nafsu dan terburu untuk menyelesaikannya, semua akan berakhir sia-sia tanpa ada hasil." Jelas Auryn, terkadang Archie berpikir kedewasaan wanita itulah yang membuatnya mampu bertahan sejauh ini. Itu juga yang membuat Archie mau mempertimbangkan Auryn untuk menjadi istrinya.


"Kau benar sayang." Untuk kesekian kalinya dan tidak pernah bosan, Archie membawa Auryn ke pelukannya.


"Sudah. Ayo kita berangkat. Bukannya kau ada meeting pukul sepuluh nanti?" Ingat Auryn pada suaminya itu.


"Ah, iya. Hampir saja lupa." Mereka berangkat bekerja seperti biasa dengan Archie menggenggam erat tangan Auryn, seperti wanita itu akan pergi jauh darinya.


Sampai sejauh ini, Archie masih bersikap biasa-biasa saja perihal teror tersebut. Meski sempat meragukan Auryn dan masa lalu Ibu mertuanya, tapi ia masih bisa bersikap normal dan tidak mengambil keputusan yang akan menyakiti istrinya.


Atau mungkin Archie sudah mulai mencintai Auryn dan menerima wanita itu seutuhnya. Entahlah, Archie sendiri pun tidak tau akan jawabannya.

__ADS_1


Segala sesuatu pekerjaan atau masalah, jika kita hadapi dengan tenang maka semua akan berjalan sesuai dengan apa yang telah kita rencanakan sebelumnya. Sebaliknya, jika kita terbawa nafsu dan terburu untuk menyelesaikannya, semua akan berakhir sia-sia tanpa ada hasil.__areumkang__


▪︎▪︎▪︎▪︎


__ADS_2