
▪︎▪︎▪︎▪︎
Auryn lansung masuk begitu mendengar sahutan dari arah dalam ruangan Kate. Meski mereka dekat, di tempat kerja tentu saja mereka harus profesional dan bersikap layaknya atasan dan bawahan.
"Ad-a apa Kak-" belum selesai berucap, mata gadis itu menangkap sosok kekasihnya tapi ada yang berbeda.
"Kenapa dia berpenampilan seperti itu? Apa lagi yang direncanakan otak mesumnya?" Batin Auryn seraya menelisik penampilan Aldric dengan seksama.
"Ehem.." merasa diperhatikan Aldric berdehem.
"Jangan perhatikan saya seperti itu, ingat ada sudah punya kekasih Nona." Cibir Al kearah Auryn karena sedari tadi gadis itu terus saja mencuri lirik ke arahnya.
"Apa lagi ini? Sebenarnya apa yang ada di otak pria itu?" Lagi, Auryn hanya bisa mengumpat dalam hati.
"Duduk dulu Ryn." Titah Kate.
"Kenalkan ini Bibi Christa, bibi Ar. Dan ini, dia kakak kembarnya Ar, namanya Aldric." Seketika Auryn tersentak akan kenyataan yang baru saja disampaikan oleh Kate.
"Astaga. Malu sekali rasanya, mengingat tadi aku memperhatikannya seperti itu." Usai perkenalan singkat mereka, Auryn merutuki kebodohannya meski hanya dalam hati saja.
"Salah sendiri, kenapa mereka kembar." Tidak mau terlarut dalam kesalahan, Ryn menenangkan dirinya sendiri. Hanyut dalam pikirannya sampai pertanyaan Chris membuyarkan lamunannya.
"Sudah berapa lama kau mengenal Ar Nona Auryn?" Tanya Chris.
"Mmm…belum terlalu lama Nyonya." Jawabnya kikuk.
"Lalu, apa Archie kami memperlakukan Nona dengan baik?" Lagi, pertanyaan yang membingungkan didengar Auryn.
"Yy-ya Nyonya, Tu- ah maksud saya Archie sangat baik dalam memperlakukan saya." Bohongnya.
"Ahh…anak itu. Dia pasti sangat mendominasi dalam hubungan kalian." Terka Chris tepat sasaran.
"Apa kalian sudah pernah ti-" tepat dipertanyaan selanjutnya, Archie masuk dengan tergesa-gesa.
"Al, Bibi, sedang apa kalian disini? Sayang, ikut aku sebentar." Belum dijawab pertanyaannya, Ar sudah lansung menarik keluar gadisnya.
^^^^
"Kemana Mama mu pergi?" Tanya Cerry yang saat ini sedang bersama Cassey. Semenjak Chris berubah dan menikah dengan Shane, hubungan keluarga mereka menjadi lebih dekat lagi. Bahkan putra putri mereka saling bersahabat, atau bisa dikatakan sudah seperti saudara.
"Menemui kekasih Kak Ar ditemani Kak Al." Ucapnya santai.
__ADS_1
"Ar punya kekasih? Dari mana kau tau?" Tanyanya tidak lercaya.
"Dari Mama, Mama taunya dari Kak Kate. Katanya, kekasih Kak Ar itu salah satu karyawan hotel." Cassey menjelaskan apa yang diketahuinya.
"Bagaimana bisa Ar mengencani karyawannya sendiri? Itu bukanlah style nya." Cibir Cerry, lebih ke sinis. Gadis yang berprofesi sebagai Dokter itu nampak tidak suka.
"Benar juga. Aku juga heran kenapa bukan Kakak saja yang dikencani Kak Ar." Tukas Cassey asal.
"Kau ini ada-ada saja. Mana ada sahabat yang saling berkencan?" Gugup Cerry.
"Tentu ada, jika kalian saling mencintai tentu saja jadi ada." Sebenarnya Cassey tidaklah peduli, hanya saja bibirnya terus saja berucap.
"Menurutmu, perasaan Ar ke wanita itu tulus atau hanya main-main?" Cerry terus saja membahas perihal kabar kekasihnya Archie.
"Entahlah kak. Kenapa kita jadi membahas Kak Ar sih? Lagian ya Kak, cinta atau tidak Kak Ar pada perempuan itu, toh mereka sekarang sedang menjalin kasih. Siapapun kekasihnya, jika ia perempuan baik dan bisa membahagiakan Kak Ar, aku setuju saja." Kalimat panjang Cassy barusan bagai pukulan telak bagi Cerry.
"Kenapa kau bicara seolah mereka akan benar-benar menikah?" Tanyanya tidak terima.
"Kakak yang aneh. Kenapa mencampuri urusan Kak Ar? Sudahlah, kenapa kita masih membahas mereka?" Cassey kembali mengalihkan pembicaraan mereka.
Melihat mood Cassey yang berubah jadi buruk, Cerry memilih diam. Nampaknya Cassey akan marah jika ia masih membahas Kakak sepupunya itu.
^^^^
"Kak Kate yang meminta, dan kami tidak membicarakan apapun karena aku baru saja sampai disana!" Dengan beraninya Auryn menjawab pertanyan Archie.
"Bagus. Kau sudah berani menjawab sekarang." Sinis Ar seraya mendekat ke arah Auryn.
"Maaf, kau bertanya tadi tentu saja aku harus menjawabnya." Seketika nyalinya menciut lalu menundukkan pandangannya.
"Angkat kepala mu." Suruhnya.
"…." Auryn yang takut tidak bereaksi apa-apa.
"Ku bilang, angkat kepalamu sayang." Nada suaranya memang terdengar lembut, tapi mengandung arti menakutkan bagi gadis itu.
Bak pion yang digerakkan, Auryn mengangkat kepalanya perlahan. Tepat saat itu juga, Archie yang berada sangat dekat membuat bibir mereka bertemu secara lansung.
Karena terkejut secepatnya Auryn mengambil jarak, namun sayang gerakannya terbaca oleh pria itu. Ia menahan tengkuk gadisnya untuk memperdalam ciuman mereka.
"Armhm…" sekuat tenaga ia memberontak tetap saja tenaganya tidak akan pernah sebanding dengan pria yang berstatus sebagai kekasih juga Bosnya itu.
__ADS_1
Tidak kehabisan cara, Auryn memberontak sekuat tenaga tapi lagi-lagi Archie menahannya. Bahkan sekarang, ia sudah merebahkan gadis itu diranjang dan menimpa tubuhnya.
"Hikss.." terdengar suara isakan disela kegiatan mereka, lebih tepatnya paksaan Archie.
"Shitt!" Umpatnya, lalu menjauh dari tubuh gadisnya itu dan pergi begitu saja.
^^^^
Sementara di ruangan Kate, Chris terus saja mendesak keponakan jauhnya itu untuk menceritakan bagaimana Ar bisa bertemu lalu menjalin hubungan dengan Auryn. Sedangkan Al, merasa bosan ia pergi entah kemana.
"Kalau itu Kate kurang tau juga bagaimana awalnya, yang pasti Ar bilang dia sudah tertarik saat pertama kali mereka bertemu." Jelas Kate jujur, tentu saja ia tidak menceritakan kejadian dimana Ar hampir men***ri Auryn dan juga bagaiman ia mengikat gadis itu dalam hubungan mereka.
"Wah, mereka benar-benar berjodoh ternyata." Senyum Chris.
"Benar Bi. Tapi apa tidak masalah jika mereka bersama kelak? Melihat perbedaan diantara mereka." Tanya Kate sangsi.
"Ei, ei…di keluarga kita tidak pernah memandang derajat seseorang. Asal dia baik dan jujur dia pantas menjadi menantu di keluarga kita." Tutur Chris.
"Bibi benar. Kalau begitu semoga mereka bisa bersama." Imbuh Kate penuh harap.
"Ya."
^^^^
"Nona, anda kenapa?" Saat berkeliling hotel milik adik kembarnya, Al melihat Auryn terduduk sendiri di taman.
"…." Auryn diam saja, ia berdiri dari sana bermaksud untuk pergi dari sana.
"Hei Nona, anda mau kemana?" Melihat Auryn melangkah, ia mencekal pergelangan tangan gadis itu.
"Ada apa? Apa adik ku yang membuat mu menangis?" Tanyanya lansung.
"Lepas. Anda tidak perlu tau itu! Lagi pula siapa yang menangis?" Ketusnya.
"Oke oke, anda tidak menangis. Saya juga tidak mau tau, hanya saja saya mau tau tentang kelakuan adik saya." Tukasnya dengan menampilkan senyum diwajahnya.
"…." Mendengar perkataan Al barusan berhasil membuat Auryn menatapnya dengan tatapan aneh.
"Dia memang seperti itu, tapi Ar orang yang baik bahkan dia itu jelamaan malaikat." Bukan karena mereka saudara, tapi jika di keluarga mereka Archie memang sangat baik.
▪︎▪︎▪︎▪︎
__ADS_1