Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )

Your Wife Is Not Your Wife 2 ( Difference )
Dejavu


__ADS_3

▪︎▪︎▪︎▪︎


Beberapa hari Auryn menjalani perawatan di rumah sakit, dan hari ini wanita itu dipastikan sudah sembuh dari masalah lambungnya. Namun tidak menutup kemungkinan, masalah yang sama akan kembali lagi jika Auryn tidak mengatur pola makannya.


"Ingat pesan Aiden, kau harus makan teratur dan tidak makan sembarangan." Ingat Archie. Mereka berjalan keluar dari rumah sakit berdampingan dengan satu tangan pria itu bertengger indah dipinggang ramping istrinya itu.


"Ya Ar. Aku juga tadi mendengarkan semua pesan Dokter Aiden." Auryn mengerucutkan bibir tipis nan menggoda menurut suaminya.


"Jangan begitukan bibir mu atau kau tidak selamat nanti malam." Archie memulai ancamannya.


"…." Tidak membalas, Auryn menolehkan pandangannya kearah lain.


"Sebelum pulang, kita mampir ke suatu tempat dulu, tidak apa bukan?" Tanya Archie.


"Mm…"


Setengah jam berkendara dengan mobil, Auryn menyadari kemana arah tujuan mereka. Senyum mengembang dikala ia tau Archie akan membawanya ke pantai yang hari itu lagi


"Ar, kita akan ke pantai itu lagi?" Auryn bersemangat sekali, ia memeluk lengan Archie yang sedang fokus menyetir.


"Kau senang?" Pria itu menoleh kearah wanitanya dengan membalas mengusap lembut pucuk kepala Auryn.


"Ya. Disana sangat tenang juga sunyi, bagus untuk menenangkan diri."


"Kau benar sayang." Satu hal yang Auryn sadari, Archie dengan lancarnya memanggilnya sayang, sementara pria itu tidak memiliki perasaan padanya.


Beberapa jam perjalanan yang mereka isi dengan berbicara hal kecil sembari mendengarkan musik dari radio. Akhirnya Archie memberhentikan mobilnya didepan sebuah rumah nan indah, yang masih baru karena tercium dari aroma cat dan lain sebagainya.



"Ar, bukannya ini pantai yang biasa?" Heran Auryn.


"…." Sementara pria itu hanya menjawab dengan seulas senyum.


"Kita dimana Ar? Ini rumah siapa?" Auryn tetap dengan rasa pemasarannya.


"Ayo kita masuk." Bukannya jawaban yang wanita itu dapat, Archie malah menuntunnya memasuki rumah itu.


"Mungkin kau bisa meminta bantuan Momm untuk menata beberapa tanaman cantik disini nanti." Tutur Archie sembari membimbing istrinya.


^^^^

__ADS_1


"Ingat saat pertama kali kau kemari?" Archie mendudukkan tubuhnya di bangku kosong tepat disisi Auryn. Saat ini mereka sedang duduk di balkon dimana kamar utama dari rumah itu.



"Ya. Kau bilang, pantai ini milik mu." Auryn tertawa kecil mengingatnya.


"Ya. Dan ini masa depan yang ku rencanakan saat menikah dan memiliki keluarga nanti. Entah itu dengan kau atau orang lain nantinya. Ternyata kau lah orangnya, Auryn." Bak dejavu, Auryn mengingat kata Archie hari itu.


"Aku akan membangun hunian tepat disini agar bisa menikmati pemandangan sekitar. Tapi tetap akan ada taman bunga karena itu ciri khas Momm." Archie kembali mengulang kalimatnya waktu itu.


"Jadi, ini rumah,-"


"Ya, ini rumah kita. Tempat dimana kita akan membesarkan anak-anak kita, dan menua disini bersama cucu-cucu kita." Seru Archie, menatap dalam Auryn. Wanita itu tidak dapat lagi membendung air mata bahagianya, secepat air matanya tumpah, secepat itu pula lah Auryn melesak kedalam pelukan Archie.


"Kau suka?"


"Suka. Suka sekali. Terima kasih banyak Ar, terima kasih." Auryn semakin membenamkan wajahnya didada lebar milik suaminya itu.


"Aku tidak tau bagaimana selera dapur mu, kau bisa merubah dan mendesainnya sendiri." Kini mereka sedang berada didapur.



"Tidak. Aku suka ini." Dapur minimalis bernuansa putih menambah kesan feminim bagi sipemiliknya.


Dari dapur, Archie kembali menggiring Auryn. Kini mereka tepat dihalaman belakang rumah yang berhadapan lansung dengan pantai. Tidak hanya itu, Archie juga membangun kolam berenang yang tidak telalu besar. Sementara disudutnya ada gazebo kecil yang dilengkapi perapuan den sebuah televisi.



Suasan begitu tenang dan nyaman karena lansung menyatu dengan alam. Auryn terpana dibuatnya, dalam hati ia berpikir butuh berapa lama suaminya menyiapkan ini semua.


"Ini sangat cantik Ar, kita bisa lansung menikmati suasana pantai saat berenag." Ujar Auryn memejamkan matanya menikmati terpaan angin laut.


Sepasang lengan kekar membalut perutnya, dan tentu saja tangan itu milik prianya. Archie membenamkan wajahnya di ceruk leher Auryn, menghirup aroma feronom yang memang sudah menjadi ciri khas wanita itu.


^^^^


Saat ini mereka sudah dalam perjalanan kembali ke apartemen. Berhubung hunian mereka belum sepenuhnya rampung, juga pekerjaan yang memang harus mereka kerjakan, terutama Archie.


"Kapan kau siap untuk kita pindah ke rumah baru kita?" Disela menyetirnya, Archie menoleh sekilas ke Auryn untuk bertanya.


"Kapan pun Ar, aku akan selalu mengikuti langkah mu." Kalimat dalam Auryn membuat pria itu merasakan sesuatu yang lain dalan hatinya.

__ADS_1


"Baiklah, kita akan pindah saat rumah kita sepenuhnya siap dan layak huni." Putus Archie.


"Ah, janga lupa beritahu hal ini ke Yumi juga. Karena dia akan ikut kemana pun kita pergi." Ya, Archie juga tidak sampai hati membiarkan gadis itu tinggal sendiri dan tanpa pengawasan. Ia tidak suka, sampai gadis itu dijadikan salah satu target oleh sahabatnya sendiri, Aiden.


^^^^


Waktu cepat berlalu, Archie memboyong istri dan adik iparnya kerumah baru mereka. Sebelumnya, ia sudah merembukkan perihal kepindahan mereka pada kedua orang tuanya.


Celo dengan berat hati mengiyakannya, meski tidak terlalu jauh tetap saja butuh waktu beberapa jam untuk Celo bisa bertemu anak dan menantunya. Jika di apartemen, tidak butuh waktu lama, ia sudah sampai disana dan bertemu mereka.


Flashback


"Kenapa kalian harus tinggal jauh dari Mommy?" Mulailah adegan drama dimana Celo memasang raut sedihnya.


"Tidak apa Momm, lagi pula disana lebih dekat ke hotel yang ada di kota C." Jelas Archie. Ya, cabang hotel milik Archie yang ada di kota C tidak lama lagi akan mulai beroperasi.


"Kita akan semakin jarang menghabiskan waktu bersama kalau begitu kak?" Seth terlihat cemberut tidak jauh dari Ibu mereka.


"Hai anak cengeng, jangan begitu. Kau bisa menginap disana setiap akhir pekan, ajak juga Cassey." Archie merangkul pundak adik bungsunya itu.


"Benarkah kak?" Seth memastikan.


"Tentu." Seth memeluk erat perut kakaknya, seperti anak kecil yang dikabulkan keinginannya. Meski sudah remaja, tidak jarang Seth bersikap manja, mungkin karena ia tang paling kecil diantara mereka. Padahal Zach dan Celo tidak pernah memanjakan anak-anak mereka, sebab mereka dilatih untuk mandiri.


"Sudah. Sudah. Seth, jangan bersikap manja. Malu dengan kakak ipar mu." Sela Zach melihat kelakuan putra bungsunya.


Disisi lain, Aldric menyambut berita itu dengan kesal. Ia tida suka saja, jika adik kembarnya itu membawa Auryn jauh darinya. Sejujurnya, ia juga tidak mengerti rasa apa yang berkecamuk di dadanya terhadap istri dari adiknya tersebut.


Fl**ashback off**


▪︎▪︎▪︎▪︎


Kita akan memasuki konflik ya dear, siapkan hati dan emosi kalian. Jika tidak suka konflik, tunggu END dulu, habis itu balik baca lagi ya.


Rencananya, judul ini akan END dalam bulan ini. So, stay read ya dear.


Tapi jangan lupa untuk tetap memberikan dukungan, berikan LIKE, tinggalkan COMMENT tapi yang mendukung ya. Berikan juga sedikit VOTE kalian.


Sebelum itu, tambahkan dulu ke FAVORITE biar kalo UP ada notifnya.


TERIMA KASIH

__ADS_1


LUV U


__ADS_2