
▪︎▪︎▪︎▪︎
Flashback
"Sebaiknya kalian keluar anak-anak, kasian Bibi Melodi beliau harus istirahat." Titah Chris menyuruh mereka keluar.
"Yah Mama.." keluh Cassey.
"Mama juga mau membicarakan suatu hal penting dengan Bibi Melodi." Bisik Chris pelan.
"Ah..pasti soal hubungan Kak Ar dan Kak Auryn ya Ma." Pekik Cassey girang.
"…." Chris tersenyum disertai menaikkan sebelah alisnya.
Mereka bertiga keluar dari kamar Melodi, menyisakan Auryn, Ibunya juga Chris. Gadis itu tidak ikut keluar karena tidak mau jauh dari Ibunya.
"Ryn, temani teman-teman mu di luar nak." Suruh Melodi, ia tau pasti Chris akan berbicara sesuatu lagi padanya atau lebih tepatnya mungkin ancaman lagi.
"Tapi Bu-" Auryn hendak menolak namun Chris menyelanya.
"Jangan khawatir sayang, Bibi yang akan menjaga Ibu mu. Lagi pula kami harus membahas sesuatu yang hanya orang tua boleh mendengarnya." Ujar Chris, di pendengaran Melodi kalimat itu penuh penekanan disetiap katanya.
"Mm…baiklah. Ryn titip Ibu ya Bibi." Tutur Auryn sebelum ikut keluar menyusul teman-temannya.
"Tentu sayang, Bibi akan menjaga Ibu dengan sangat hati-hati." Chris berucap dengan senyum miring nan licik.
"Wahh..kau beruntung sekali ya punya putri sebaik Auryn. Ternyata Tuhan benar-benar tidak adil, Tuhan masih memberikan mu kebahagiaan dengan memberi putri yang baik untuk mu." Cemooh Chris.
"Ya, dan aku sangat bersyukur akan hal itu." Sahut Melodi tenang.
"Heh." Lagi, Chris tersenyum sinis.
"Jika saja kau tidak keguguran hari itu, pasti anak kita bersaudara. Maaf, dan aku sangat menyesal akan hal itu." Perkataan Melodi barusan sukses membuat mata Chris melotot karena terkejut.
"A-pa maksud m-mu?" Kentara sekali dari suara Chris yang tergagap.
"Pria itu, Ayah biologis Auryn. Pria itu jugalah yang menghamili mu bukan?" Jelas Melodi tepat.
"Dari mana kau tau?" Entah kenapa rahasia yang selama ini disimpannya harus muncul kepermukaan dan itu diketahui oleh orang yang paling ia benci.
__ADS_1
"Aku tau semunya Chris. Dari pertemuan kau dengannya, dia membantu mu sampai kalian sering tidur bersama." Terang Melodi ringan.
"Heh, kau mau mengancam ku Hah!!" Bentaknya, karena kamar itu kedap suara beruntunglah keributan mereka tidak sampai terdengar hingga keluar.
"Tidak. Untuk apa aku mengancam mu? Kau tau kenapa selama ini aku diam dan tidak memberi tahu siapa pun? Karena rasa bersalah ku pada mu juga anak mu, aku juga tau kau pasti akan malu jika seseorang tau dengan siapa kau berhubungan." Melodi mengungkap sesuatu yang sangat mengejutkan pendengaran Chris.
"Heh, kau pikir dengan kau mengatakan itu aku akan menghapuskan bahkan membatalkan dendam ku heh?" Selama percakapan mereka Chris selalu menampakkan senyum miringnya.
"Tidak. Aku hanya ingin beban ini terlepas saat aku mati nanti. Jika kau tetap akan membalaskan dendam mu pada putri ku, kau salah. Putri ku tidak selemah yang kau pikirkan." Melodi mengatakan yang sebenarnya. Karena itulah ia mendidik Auryn dengan keras sebab cepat atau lambat putri semata wayangnya itu pasti akan bertemu masa lalunya.
"Dan lagi, apa kau lupa siapa Celo? Dia tidak akan membiarkan kau menyakiti Auryn terlepas dari masa lalu kami." Jelas Melodi tanpa takut.
"Heh. Jadi kau sudah mempersiapkan semua ini dari lama." Cibir Chris. Ia tidak habis pikir jika Melodi tidaklah segampang itu untuk dihadapi.
"Kalau di pikir-pikir lagi, buah memang jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Lihatlah, dalam berkencan dengan Archie putri ja**ng mu itu masih sempat-sempatnya menggoda Aldric Kakak kembarnya. Hah…apa mungkin dia juga akan meneruskan jejak mu-" sejenak Chris menahan ucapannya.
"Menggilir para lelaki. Seperti kau dahulu, mencicipi semua pria bahkan sahabat Kakak ku. Sekarang ja**ng kecil itu pun sama, ia akan menggilir kedua keponakan ku atau mungkin adik mereka juga." Kalimat Chris barusan berhasil membuat Melodi marah.
"Aku diam bukan berati aku lemah Chris!! Jangan sekali-kali kau merendahkan putri ku, kalian belum tau saja seberapa baiknya Auryn itu!!" Sanggah Melodi marah.
"Dan akan ku nantikan itu." Terjadi perang mata antara dua wanita itu sampai Chris mengakhirinya lalu pergi dari sana tanpa pamit.
▪︎▪︎▪︎▪︎
"Apa kau sanggup menjaga dan melindungi Auryn saat ia sendiri nanti? Jika tidak, lupakan hubungan kalian. Tinggalkan Auryn." Cetus Melodi pada Archie.
"Saya sanggup. Bibi jangan banyak pikiran, lebih baik fokus saja ke kesehatan Bibi." Tukas Archie agar Melodi tidak banyak pikiran.
"Termasuk dari keluarga bahkan Bibi mu sendiri." Ia harus mempertegas pria itu untuk melindungi putrinya.
"Apa maksud Ibu Auryn ini? Apa dia mengenal Bibi?" Batin Archie bertanya-tanya.
"Ya. Termasuk diri saya sendiri." Archie seakan menantang nyali, ia berani berucap padahal belum tentu ia bisa menepati janjinya.
"Bibi senang mendengarnya." Tutut Melodi lemah.
"….." sementara Archie hanya diam dan mengangguk.
Ceklek
__ADS_1
Tepat saat mereka selesai bicara, Auryn kembali ke kamar Ibunya. Nampak gadis itu menenteng dua buah kantong yang berisikan makanan juga minuman.
"Ibu belum tidur?" Hal pertama yang dilihatnya tentu saja Ibunya barulah Archie.
"Ini baru mau tidur. Tadi Ibu belum mengantuk." Elaknya. Auryn mendekat keranjang Ibunya, mengecup kening Melodi sekilas agar wanita itusegera tidur.
Hampir satu jam suasana hening, akhirnya Melodi terlelap jua. Auryn beranjak dari duduknya menyiapkan makan malam untuk Archie. Tadi pria itu menolak karena masih menyelesaikan beberapa pekerjaan.
"Makanlah, ini sudah sangat malam." Bujuknya pada kekasihnya itu.
"Mmm…." Membenarkan perkataan gadisnya, Archie meraih makann itu untuk disantapnya.
"Jika seperti ini, kita sudah seperti sepasang suami istri saja ya." Terdengar seperti candaan, tapi ia Archie tidak tersenyum sama sekali.
"…." Auryn hanya tersenyum sebagai bentuk responnya, tidak lupa juga rona merah diwajahnya.
"Apa kau menyukai Aldric?" Selesai dengan makanannya, Aldric, pria itu menanyakan sesuatu yang selalu mengganjal hatinya saat melihat Auryn dan saudaranya.
"Haha…kau ini ada-ada saja. Mana mungkin aku menyukai Aldric." Untuk pertama kalinya Archie melihat gadis itu tersenyum.
"Ah…maaf." Auryn menghentikan tawanya ketika pandangannya tidak sengaja beradu dengan Archie.
"Kau cantik saat tertawa Auryn." Bukannya marah, sesuatu yang mengejutkan di katakan Archie. Pria dingin itu memuji Auryn.
^^^^
"Kenapa tadi Mama terlihat kesal?" Cassey mempertanyakan raut wajah Ibunya saat keluar dari ruangan Melodi.
"Kapan?" Tanya Chris balik.
"Mama keluar dari ruangan Ibunya Kak Auryn tadi." Jelas Cassey.
"…." Chris berlagak berpikir untuk mengalihkan pertanyaan putrinya.
"Apa Bibi itu tidak merestui hubungan Kak Auryn dan Kak Ar?" Cassey masih sangat penasaran.
"Eh anak kecil." Chris mencubit gemas pipi putri satu-satunya itu.
"Mamaa…" rengek Cassey. Walaupun dia manja, tapi dia mandiri dan tidak terlalu banyak maunya. Ia mengerti kondisi Ibunya sebagai single parent.
__ADS_1
▪︎▪︎▪︎▪︎